
Judul: The Subtle Knife (Pisau Gaib)
Pengarang: Phillip Pullman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga:
Jumlah hlm: 408
Sinopsis
Will baru berumur dua belas tahun tapi telah membunuh orang. Sekarang ia sendirian, dalam pelarian, bertekad menemukan fakta yang sebenarnya tentang ayahnya yang hilang.
Lalu Will memasuki jendela yang menuju ke dunia lain, dan mendapat teman baru—gadis kecil liar dan aneh bernama Lyra. Seperti Will, gadis itu punya misi yang akan dilaksanakannya dengan risiko apapun.
Tapi dunia Cittagazze ajaib dan meresahkan. Spectre yang mengisap jiwa dan mematikan gentayangan di mana-mana, sementara jauh di atas, samar-samar terdengar kepakan sayap para malaikat.
Dan di Torre degli Angeli yang misterius bersembunyi rahasia paling penting Cittagazze—benda yang membuat orang-orang dari banyak dunia rela melenyapkan nyawa orang lain untuk mendapatkannya...
Pembahasan
Sama seperti seri sebelumnya—The Golden Compass—The Subtle Knife unggul dalam penulisan sinopsisnya. Terbukti saya penasaran setelah bolak-balik membaca sinopsisnya di toko buku (atau bisa jadi ini sih karena saya saja yang mudah terpengaruh :D).
Sayangnya, jalan cerita dalam seri kedua ini lebih terasa sebagai lanjutan. Jika tidak terlebih dahulu membaca The Golden Compass, dijamin susah mengikuti cerita novel kedua ini. Ini menjadikan poin minus lain selain ending yang sekali lagi berkesan mengambang dan membuat pembaca merasa “wajib” membeli lanjutannya.
Kekurangan lain yang saya temukan adalah semakin jauh dari kenyataannya isi novel ini. Salah satu contohnya adalah saat sang pemeran utama terluka dan lukanya berdarah selama berhari-hari. Harusnya di akhir cerita dia sudah mati kehabisan darah kan? :D Ditambah—lagi-lagi—dengan karakteristik tokoh-tokohnya yang terlalu dewasa, semakin terasa kurang dekat dengan keseharian pembaca.
Untungnya dari semua poin2 negatif itu masih ada satu poin positif selain sinopsisnya: unsur kejutan. Si pengarang masih tetap menyisipkan elemen kejutan dalam ceritanya (tentu tidak akan saya bilang apa kejutannya :D). Meskipun jika dibandingkan dengan novel lain yang saya baca, kejutan di sini tidak seberapa hebat.
Skor: 6 / 10