Kamis, 10 September 2009

[Resensi] The Subtle Knife


Judul: The Subtle Knife (Pisau Gaib)
Pengarang: Phillip Pullman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga:
Jumlah hlm: 408

Sinopsis

Will baru berumur dua belas tahun tapi telah membunuh orang. Sekarang ia sendirian, dalam pelarian, bertekad menemukan fakta yang sebenarnya tentang ayahnya yang hilang.

Lalu Will memasuki jendela yang menuju ke dunia lain, dan mendapat teman baru—gadis kecil liar dan aneh bernama Lyra. Seperti Will, gadis itu punya misi yang akan dilaksanakannya dengan risiko apapun.

Tapi dunia Cittagazze ajaib dan meresahkan. Spectre yang mengisap jiwa dan mematikan gentayangan di mana-mana, sementara jauh di atas, samar-samar terdengar kepakan sayap para malaikat.

Dan di Torre degli Angeli yang misterius bersembunyi rahasia paling penting Cittagazze—benda yang membuat orang-orang dari banyak dunia rela melenyapkan nyawa orang lain untuk mendapatkannya...

Pembahasan

Sama seperti seri sebelumnya—The Golden Compass—The Subtle Knife unggul dalam penulisan sinopsisnya. Terbukti saya penasaran setelah bolak-balik membaca sinopsisnya di toko buku (atau bisa jadi ini sih karena saya saja yang mudah terpengaruh :D).

Sayangnya, jalan cerita dalam seri kedua ini lebih terasa sebagai lanjutan. Jika tidak terlebih dahulu membaca The Golden Compass, dijamin susah mengikuti cerita novel kedua ini. Ini menjadikan poin minus lain selain ending yang sekali lagi berkesan mengambang dan membuat pembaca merasa “wajib” membeli lanjutannya.

Kekurangan lain yang saya temukan adalah semakin jauh dari kenyataannya isi novel ini. Salah satu contohnya adalah saat sang pemeran utama terluka dan lukanya berdarah selama berhari-hari. Harusnya di akhir cerita dia sudah mati kehabisan darah kan? :D Ditambah—lagi-lagi—dengan karakteristik tokoh-tokohnya yang terlalu dewasa, semakin terasa kurang dekat dengan keseharian pembaca.

Untungnya dari semua poin2 negatif itu masih ada satu poin positif selain sinopsisnya: unsur kejutan. Si pengarang masih tetap menyisipkan elemen kejutan dalam ceritanya (tentu tidak akan saya bilang apa kejutannya :D). Meskipun jika dibandingkan dengan novel lain yang saya baca, kejutan di sini tidak seberapa hebat.

Skor: 6 / 10

Selasa, 08 September 2009

Gerakan Feminisme Merambah

Di mobil, dalam perjalanan ke kampus, sedang membicarakan anjing yang bisa mengikuti majikan tanpa tali pengikat.

==

Nyokap gw: "Mungkin kalo Doberman tetep mesti diiket kali yah, siapa tahu ada orang lain yang bau anjing Doberman cewek. Ntar ditabrak lagi. Eh, doberman kalo cewek jadinya namanya bukan Doberman dong.""
Gw: "Jadi Doberwoman."
Nyokap gw: "Haha, iya, ya, bener juga."

==

Hehe.

Minggu, 09 Agustus 2009

Lintas Spesies

Dalam perjalanan menuju BEC di suatu siang yang cerah.

Nyokap gw: "Itu mobil kenapa ngelupas-ngelupas gitu sih catnya?"
Gw: "Lagi ganti kulit kali."

==

Hehe.

Senin, 03 Agustus 2009

Gak Cuma Baju

Suatu sore di hari Senin awal bulan.

Nyokap gw: "Muridnya Papa tu yang namanya 'Kevin' kecil-kecil yah?"
Gw: "Kecil?" *dalam hati bertanya-tanya apakah 'Kevin' yang adik gw juga kecil*
Nyokap gw: "Iya kan si Kevin S tu."
Gw: "Yah, kalo mau Kevin yang gede mah Kevin XL, Ma."
Nyokap gw: "Iya yah."

==

Hehe.

Minggu, 26 Juli 2009

Tukang Kebun Barangkali?

Di mobil, dalam perjalanan pulang dari gereja.

Nyokap gw: "Itu Boys Before Flowers apaan sih?"
Gw: "Oh, itu mah gampangnya, versi Korea dari Meteor Garden. Kalo yang asli Jepang kan Hana Yori Dango, nah ini versi Korea."
Nyokap gw: "Terus judulnya kok 'boys before flowers' ngartiinnya gimana tuh?"
Gw: "Ngg, kayaknya karena dari judul awalnya juga ada sangkut pautnya ama bunga. F4 kan juga 'F'-nya dari 'flowers'. Cowok-cowok bunga. Hana Yori Dango juga kayaknya berkaitan ama bunga."
Nyokap gw: "Oooh, jadi 'Boys Before Flowers' tu artinya 'Pria Kembang Setaman' kali ya?"
Gw: "Hmm, mungkin ...?" *dalam hati ngegubraks*

==

Hehe.

Jumat, 03 Juli 2009

Quote Number 4

"Diam itu (e)mas, bicara itu mbak."

==

Plesetan ungkapan, tidak ada sumber ide.

Hehe.

Jumat, 26 Juni 2009

Bakal Dituntut?

26 Juni 2009, pagi hari di Labdas 3 bersama Nanook (nama laptop)

SMS dari nyokap: "Eh d intrnt apa bner michael jackson rip?"
SMS balasan dari gw: "Bnr kok. Aku baru tau jg td."
SMS dari nyokap: "Wah jadi zombi tuh" *merujuk pada Dancer Zombie dari game Plants VS Zombie*
*Langsung mengganti status YM*
SMS balasan dari gw: "Mudah2an nggak."

==

Turut berduka cita atas meninggalnya Michael Jackson. Mudah-mudahan beliau (benar-benar) beristirahat dengan tenang dan PopCaps tidak mendapat masalah dengan Plants VS Zombie mereka setelah berita duka cita ini diturunkan.