<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670</id><updated>2012-01-22T08:10:43.790+07:00</updated><category term='resep ngasal'/><category term='simple notes'/><category term='celetukan nyokap'/><category term='sharing knowledge'/><category term='quote ngasal of the day'/><category term='slice of life'/><category term='novel'/><category term='janggal'/><category term='hobi'/><category term='artikel'/><category term='celetukan'/><title type='text'>Distrik Dua Belas</title><subtitle type='html'>12 - twaalf - дванадесет часа - dvanáct - tolv - बारह - twelve - dodici - zwölf - dotze - dvanaest - divpadsmit - dvylika - tolv - alas-dose - dwanaście - doze - midi - prinz - двенадцать - дванаест - dvanajst - dvanásť - doce - kaksitoista - mười hai - δώδεκα - XII</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>68</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-7278320543382673521</id><published>2012-01-20T22:11:00.004+07:00</published><updated>2012-01-20T22:11:57.086+07:00</updated><title type='text'>Simple Notes: Fantasy Fiesta 2011 (Part 2: Behind The Story)</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photo.goodreads.com/books/1324982842l/13322562.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://photo.goodreads.com/books/1324982842l/13322562.jpg" width="228" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cover Kumpulan Cerpen Fantasy Fiesta 2011&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Setelah bercerita mengenai Fantasy Fiesta 2011 dan kemelut (kedengaran seperti sinetron jadinya kalau pakai kata "kemelut") yang melingkupinya, sekarang saya akan membicarakan tentang latar belakang cerita saya yang dimuat dalam kumpulan cerpen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Jadi, bagi yang sudah membeli atau menyelidiki&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kastilfantasi.com/"&gt;Kastil Fantasi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;untuk mencari tahu cerita-cerita pendek mana saja yang terpilih untuk mengisi kumpulan cerpen ini, pasti sudah tahu bahwa cerita saya berjudul NeiL//LieN. Hah, sebentar! Postingan blog saya kemarin juga sebenarnya sudah mengungkapkan hal tersebut kan? Saya memajang foto halaman pertama cerpen saya kok ... Dasar pelupa. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari bahwa saya pelupa, kali ini saya akan menceritakan "sejarah" dari terbentuknya cerita saya. Saya mungkin harus mengingatkan bahwa cerita ini sedikit konyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, semuanya bermula dari minggu-minggu awal dibukanya Fantasy Fiesta 2011. Saat itu, seperti biasa, saya dan Fachrul R.U.N (ceritanya juga dimuat di dalam Fantasy Fiesta 2011) mengobrol via YM. Sebagai seorang penggemar gulat, Fachrul tiba-tiba mencetuskan sebuah pemikiran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;"Coba bayangkan kalau Fantasy Fiesta 2011 ini seperti ajang gulat pro. Kayaknya menarik tuh kalau setiap orang punya entrance song."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Lalu Fachrul mengadakan permainan iseng-iseng. Ceritanya kami akan mencoba mencari entrance song masing-masing (andaikan lomba ini adalah ajang gulat pro seperti katanya tadi). Caranya? Dengan men-set playlist media player kami ke mode shuffle, setel salah satu lagu, kemudian tekan tombol "Next". Tentu saja dengan kondisi playlist tidak hanya diisi satu-dua lagu belaka, tapi minimal belasan sampai puluhan lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melakukan sesuai instruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rupanya mendapatkan lagu ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/3LoFa6K3_9s" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan di video agak ngawur, jadi saya lebih merekomendasikan bagi yang penasaran dengan liriknya untuk mengecek di&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.animelyrics.com/doujin/vocaloid/gekokujou.htm"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi tambahan lagi, Kagamine Rin-Len itu Vocaloid, software voice synthesizer, jadi wajar kalau suaranya aneh karena yang menyanyikan lagu tersebut adalah software alih-alih manusia asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hasil yang membuat saya dan Fachrul geli sendiri karena betapa kebetulannya saya yang fans Kagamine mendapat lagu itu, seharusnya saya kembali fokus mencari ide untuk diikutsertakan dalam Fantasy Fiesta 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenyataannya ... saya tidak bisa melepaskan diri dari lagu tersebut ... Entah kenapa, dengan konyol saya terikat dengan lagu itu. Padahal semua itu hanya iseng-iseng, tapi saya terus menerus berpikir bagaimana mendapatkan ide dari lagu tersebut. Apakah tentang virtual idol (ide cerita yang saya coba kembangkan lalu saya batalkan karena ukuran cerita yang terlalu besar untuk 3000 kata), karakter utama kembar cewek-cowok (Kagamine Rin-Len adalah karakter kembar cewek-cowok terlepas dari banyak lagu yang memanfaatkan interpretasi bebas akan hubungan keduanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar konyol kan? :P Saya memang jenis orang yang bisa melakukan kekonyolan separah itu. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, setelah berputar-putar berusaha mencari ide tapi tidak kunjung ketemu (karena kekonyolan saya sendiri), sesuatu yang di luar dugaan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pergi mengunjungi seorang teman (Noirciel, salah satu peserta Fantasy Fiesta 2011 juga) yang kebetulan sedang berkunjung ke Bandung. Kebetulan tempatnya menginap dekat dengan rumah saya, jadi saya bisa hampir setiap saat datang merecoki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ... saya menemukannya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-uS_8CnmPtrQ/Txl_I--oa_I/AAAAAAAAAQE/kBTb5PfFH5c/s1600/DSC00058.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-uS_8CnmPtrQ/Txl_I--oa_I/AAAAAAAAAQE/kBTb5PfFH5c/s320/DSC00058.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cermin Berbingkai di Hotel Bumi Asih&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Itu cermin biasa, tapi pertama kali saya melihat cermin dengan "jendela" itu, saya mengira saya melihat ke dunia lain (karena sudut tempat diletakkannya cermin tersebut). Dan persis setelah saya mendekati cermin tersebut, sebuah ide terlintas dalam benak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;"Bagaimana kalau ada karakter yang memiliki kembaran di dalam cermin?"&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dari situlah idenya berkembang. Dari cermin. Dan sekedar informasi tambahan, alasan kenapa saya langsung antusias menyambut kedatangan ide tersebut adalah karena bahasa Jepang untuk "cermin" adalah "kagami". "Kagami" yang sama dengan yang membentuk nama "Kagamine".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-iIH9NailUFc/TxmBFcgI7TI/AAAAAAAAAQM/yg7rOmpFAb4/s1600/DSC00057.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-iIH9NailUFc/TxmBFcgI7TI/AAAAAAAAAQM/yg7rOmpFAb4/s320/DSC00057.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Cermin Ketika "Jendela" Ditutup&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Awalnya saya mengembangkan ceritanya menjadi cerita detektif, tapi kemudian saya menyadari bahwa 3000 kata tidak cukup untuk memuat cerita detektif secara utuh, jadi saya membatalkan ide tersebut dan mencari cerita lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, saya harus mengakui bahwa kali ini saya terlalu antusias dengan ide yang saya dapatkan sehingga saya tidak memoles ceritanya lebih lanjut lagi dan mengirimkannya hanya setelah satu kali editing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai tanda "//" yang saya cantumkan dalam judul, sebenarnya itu karena berdasarkan ingatan saya tanda "//" adalah tanda matematis untuk paralel (biasanya ditemukan di bab mengenai geometri). Baru belakangan saya tahu kalau tanda paralel yang benar adalah "||" bukan "//".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ilustrasi, saya nekat menghubungi seseorang yang baru saya kenal beberapa hari karena sama-sama bekerja di Nightspade dan kebetulan kenal lebih awal karena diposisikan di proyek yang sama. Tanpa berkenalan terlalu lama, saya menyodorkan draft cerita yang sudah selesai padanya dan meminta tolong membuatkan ilustrasi. Hasilnya? Saya sangat puas dengan hasil kerjanya. :D Dan sampai sekarang kami masih berkolaborasi. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-H-rocy5iAKk/TxmCpXnSYMI/AAAAAAAAAQU/XeQrGmXoc0E/s1600/Niel-Lein3_ilust.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-H-rocy5iAKk/TxmCpXnSYMI/AAAAAAAAAQU/XeQrGmXoc0E/s320/Niel-Lein3_ilust.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ilustrasi Original NeiL//LieN&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sosok yang ada di ilustrasi tersebut juga bisa ditemukan di kover kumpulan cerpen Fantasy Fiesta 2011. :D Entah sengaja entah tidak, pembuat ilustrasi kover sengaja meletakkan sosok yang satu lagi di balik gambar dinding gua sehingga tersembunyi dari pandangan jika bukunya masih disegel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cerita di balik cerita saya. :D Bagi yang belum membeli Fantasy Fiesta 2011, sekarang sudah benar-benar tersedia di toko-toko buku, jadi jangan sampai kehabisan. :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-7278320543382673521?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/7278320543382673521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=7278320543382673521' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7278320543382673521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7278320543382673521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2012/01/simple-notes-fantasy-fiesta-2011-part-2.html' title='Simple Notes: Fantasy Fiesta 2011 (Part 2: Behind The Story)'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/3LoFa6K3_9s/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-1165019486070254645</id><published>2012-01-07T10:31:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T10:31:04.390+07:00</updated><title type='text'>Seminggu Pertama 2012</title><content type='html'>Selamat tahun baru semuanya, rawr!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir minggu pertama 2012 sudah dilewati. Kira-kira apa saja yang telah dialami selama seminggu pertama tahun yang baru ini yaa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saya harus memberi tahu dulu bahwa tidak ada cuti bersama pada tanggal 2 Januari di tempat saya bekerja. :)) Itulah dunia orang kerja, beda dengan dunia sekolah yang baru masuk sekitar tanggal 4-5 Januari (adik saya masuk hari Jumat kemarin, teman-teman part-time atau mahasiswa S2 masuknya masih entah kapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu datang ke kantor, ada kiriman yang telah menunggu. Ditujukan pada perusahaan, tapi karena terasa "wah", semua yang datang langsung ditunjukkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-f0xOPJqJB08/Twe0TE5NepI/AAAAAAAAAPo/XGWVJWo-kwA/s1600/DSC00064.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-f0xOPJqJB08/Twe0TE5NepI/AAAAAAAAAPo/XGWVJWo-kwA/s320/DSC00064.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kartu Selamat Tahun Baru Dari Shinjuku!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Silakan diperhatikan baik-baik alamat pengirimnya. :P Yep. Itu Square Enix. Square Enix yang &lt;i&gt;itu&lt;/i&gt;, the one and only.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semuanya mengajukan pertanyaan serupa: "Berapa yah biayanya kirim kartu ucapan selamat dari Jepang ke Indonesia ...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya sih, orang Jepang memang masih mengirim kartu ucapan yang benar-benar kartu ucapan, bukan sekedar kartu ucapan elektronik yang bisa dikirim via email. Meskipun sudah ada teknologi email dan SMS (tunggu, tapi seingat saya di Jepang malah sudah pakai email sebagai pengganti SMS makanya mereka menyebutnya "mail"), mereka tetap masih menggunakan kartu ucapan atau minimal kartu pos. Tambahan lagi, yang ini saya dengar dari salah satu sensei les bahasa Jepang saya, kalau yang dikirimi kartu pos tidak membalas (ini sepertinya berlaku secara umum, tidak hanya ucapan tahun baru tapi juga hal-hal lain sekedar berkirim kabar), bisa-bisa dianggap "Ini orang masih hidup gak yah ...? Kok gak ada kabar ...". Tidak heran layanan pos di Jepang masih hidup sampai sekarang. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong selain layout kantor yang berubah--maaf, lupa saya foto, mungkin di postingan yang akan datang--ada perubahan-perubahan lain yang terjadi di kantor. Akan saya ceritakan di postingan blog selanjutnya, tapi intinya saya senang dengan perubahan-perubahan tersebut. :D :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, hari Kamis kemarin saya mendapat kiriman paket yang setelah dibuka isinya adalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-FOobfnR-HtY/Twe09PIvFmI/AAAAAAAAAPw/_ij95sIl94o/s1600/DSC00065.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-FOobfnR-HtY/Twe09PIvFmI/AAAAAAAAAPw/_ij95sIl94o/s320/DSC00065.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kiriman Dari Antah Berantah!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;buku Fantasy Fiesta! Dua eksemplar Fantasy Fiesta 2011 adalah jatah saya sebagai salah satu kontributor cerita, satu eksemplar Fantasy Fiesta 2011 lainnya dan satu eksemplar Fantasy Fiesta 2010 adalah pesanan saya untuk ditaruh di mabes aka kantor Nightspade. Entah kenapa saya ingin saja menaruhnya di sana untuk dibaca teman-teman Nightspade. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tidak perlu ditanya, satu eksemplar WAJIB menjadi milik saya jadi saya buka segel plastiknya langsung (setelah pamer dulu ke adik saya). Satu eksemplar lagi untuk ilustrator saya nanti, saya akan buli-buli adiknya untuk membawanya saat pulang kampung ke Jogja nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, memang semudah itu saya ditebak, halaman pertama yang saya cek adalah ... cerita saya sendiri. NeiL//LieN. Ada sedikit kejutan yang tidak segera saya sadari waktu pertama kali melihat-lihat halaman cerita itu. Di daftar isi memang tertulis judulnya adalah "NeiL//LieN", tapi waktu dilihat lebih seksama di halaman pertama ceritanya, saya mendapati:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/--9gZWlq0R_s/Twe1n3kUT1I/AAAAAAAAAP4/OVW-0G5E8z0/s1600/DSC00066.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/--9gZWlq0R_s/Twe1n3kUT1I/AAAAAAAAAP4/OVW-0G5E8z0/s320/DSC00066.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Saya Harus Belajar Mem-format Tulisan Terbalik Begitu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tulisannya benar-benar dibuat cermin satu sama lain! Saya sama sekali tidak menyangka editingnya akan sampai sejauh itu! :D :D Keren, keren! :D *panda senang*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisanya, saya tidak banyak berkomentar mengenai isi bukunya sendiri. :D Selain nanti terlalu banyak spoiler, saya punya review sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti akan ada postingan spesial membahas seputar hal-hal tak diduga seputar pembuatan cerita. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, begitulah seminggu ini berlalu. Dengan adanya kiriman-kiriman, kabar-kabar menyenangkan, dan ritme hidup yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan sponsor untuk penutup postingan blog kali ini: jangan lupa cari Fantasy Fiesta 2011 di toko-toko buku, rawr!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-1165019486070254645?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/1165019486070254645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=1165019486070254645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1165019486070254645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1165019486070254645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2012/01/seminggu-pertama-2012.html' title='Seminggu Pertama 2012'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-f0xOPJqJB08/Twe0TE5NepI/AAAAAAAAAPo/XGWVJWo-kwA/s72-c/DSC00064.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-4085760290263674874</id><published>2011-12-18T10:54:00.001+07:00</published><updated>2011-12-18T10:54:19.745+07:00</updated><title type='text'>Becoming An "Officer"</title><content type='html'>Sekedar pemberitahuan awal, "officer" di sini berlakunya bukan di dunia nyata, tapi di dunia nyata. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadiannya kira-kira seminggu yang lalu. Kalau saya tidak salah ingat, tak lama setelah acara Festival Pembaca Indonesia 2011 tanggal 4 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, lho? Officer apaan nih jadinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... begini ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kastilfantasi.com/"&gt;Kastil Fantasi&lt;/a&gt;, yang juga merupakan markas besar tempat event Fantasy Fiesta berpusat, dikelola oleh dua orang "veteran" penulis fiksi fantasi lokal, Senior Dian dan Jenderal Villam. Plus "seseorang" atau "sesuatu" yang melabeli diri dengan nama "Kapten Kucing".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ternyata... dari cerita kasak-kusuk sini-situ dari sumber terpercaya, juri Fantasy Fiesta itu tiga orang (sejak 2010, Bonmedo Tambunan aka Bang Bon bergabung menjadi salah satu juri) namun rupanya pekerjaan menyortir cerita yang masuk untuk ajang Fantasy Fiesta hanya dikerjakan oleh &lt;b&gt;dua&lt;/b&gt;&amp;nbsp;orang saja, yakni Senior Dian dan Jenderal Villam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu cerita yang sangat horor menurut saya. Kenapa? Karena konon total cerita yang diterima oleh kedua penyortir pada ajang Fantasy Fiesta 2011 mencapai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;500 entry&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;yang setelah disortir menjadi 300an cerita (maaf, lupa angka persisnya berapa dan tidak bisa kroscek ke Kastil karena satu dan lain hal). Setelah proses penyortiran, bersama-sama dengan Bang Bon, kedua penyortir masih harus membaca dan menilai cerita satu persatu. Dan jika diperhatikan, mereka tidak hanya menilai tapi juga memberikan ulasan singkat untuk (hampir) semua cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whew...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kerja sangat keras. Saya sampai ngeri mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pada saat penjurian Fantasy Fiesta 2011 masih berlangsung, saya mengontak Senior Dian yang kebetulan memang sering ngobrol via chat Y!M. Setengahnya impulsif, setengahnya digerakkan oleh perasaan ingin membantu, saya menawarkan diri menjadi "Opsir Panda" menemani "Kapten Kucing". At least, saya pikir waktu itu, saya sekedar bantu-bantus sortir cerita yang masuk deh. Jadi biar jurinya nggak kehabisan tenaga pada saat harus menilai cerita-cerita yang (saya yakin) jumlahnya akan terus bertambah dari tahun ke tahun, entah mengikuti persamaan eksponensial atau apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Senior Dian belum mengiyakan karena berbagai pertimbangan. Lalu hari demi hari berlalu. Fantasy Fiesta 2011 ditutup, seluruh cerita dibantai-bantai dan dibuli-buli oleh juri plus para pengunjung yang bebas datang dan pergi, pemenang diumumkan, dan gathering di acara Festival Pembaca Indonesia (saya belum laporan pandangan mata sama sekali tentang acara ini sampai sudah basi kalau sekarang postingnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah. Tak lama acara terakhir, saya dihubungi kembali oleh Senior Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, dia menerima saya jadi bala bantuan dengan nick "Opsir Panda". :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kehormatan, benar. :D Rasanya ketimbang diumumkan menjadi pemenang sebuah lomba yang sehabis event penyerahan hadiah langsung pergi makan-makan, lebih terasa seperti diangkat menjadi kesatria atau diberi gelar "Sir" dari ratu/raja. Alih-alih tanggung jawabnya "selesai", tanggung jawabnya baru akan dimulai. Itu bedanya antara menjadi pemenang dan dianugerahi gelar "Sir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar berita ini, salah satu teman saya memperlihatkan sebuah gambar yang entah dia dapat dari mana:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ogw9_aSrIUU/Tu1jG5KM-2I/AAAAAAAAAPY/3y-jugZsAss/s1600/0eb82bed897a159d663d6bb85f45050e.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="236" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ogw9_aSrIUU/Tu1jG5KM-2I/AAAAAAAAAPY/3y-jugZsAss/s320/0eb82bed897a159d663d6bb85f45050e.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Gambaran Kru Kastil Fantasi(?)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sangat menggambarkan kru Kastil Fantasi saat ini! Semuanya setuju soal itu (abaikan soal komentar pandanya bercodet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, yah, akhir kata, mohon doa dan dukungannya dalam menjalankan tanggung jawabnya. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-4085760290263674874?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/4085760290263674874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=4085760290263674874' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4085760290263674874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4085760290263674874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2011/12/becoming-officer.html' title='Becoming An &quot;Officer&quot;'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Ogw9_aSrIUU/Tu1jG5KM-2I/AAAAAAAAAPY/3y-jugZsAss/s72-c/0eb82bed897a159d663d6bb85f45050e.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-1206156371476800168</id><published>2011-11-22T10:42:00.001+07:00</published><updated>2011-11-22T12:43:49.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='slice of life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simple notes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing knowledge'/><title type='text'>Simple Notes: Fantasy Fiesta 2011 (Part 1: The Survivor)</title><content type='html'>Saya agak lebay ketika menambahkan sub-judul dari sub-judul "The Survivor" itu. :D Well, mari saya ceritakan apa yang sebenarnya terjadi sih sampai saya membuat judul lebay tersebut (selain bahwa saya mungkin dari sananya berbakat garing dan lebay).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fantasy Fiesta 2011 dimulai pada tanggal 21 April 2011. Itu jika berdasarkan posting di&amp;nbsp;&lt;a href="http://kastilfantasi.com/2011/04/pengumuman-fantasy-fiesta-2011-dimulai/"&gt;sini&lt;/a&gt;. Nah, dari tahun ke tahun, rupanya lomba ini memang skalanya makin besar saja (ini sebagian besar didorong oleh berbagai faktor, salah satunya antusiasme peserta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahun ini bahkan ada pengumuman khusus yang disebarluaskan dan ditempel di sekolah-sekolah mulai dari SMP, SMA, sampai perguruan tinggi. Ini wujud posternya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ts8d4-WeE0c/TsscMf7eGhI/AAAAAAAAAPQ/xRHjYaIVr6I/s1600/FF-2011-Poster-Pengumuman-01-small.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-ts8d4-WeE0c/TsscMf7eGhI/AAAAAAAAAPQ/xRHjYaIVr6I/s320/FF-2011-Poster-Pengumuman-01-small.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Poster Pengumuman Lomba&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Saya kebetulan yang membagikan untuk wilayah Bandung. Sebenarnya masih sisa satu sih, karena saya niatnya pasang di Tobucil, tapi tempat tersebut belum buka jam 9 pagi padahal saya harus ke mabes, jadi, yaa~ Gak jadi deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, di sana jelas tertulis bahwa tanggal pengumuman hasil lomba adalah tanggal 1 Agustus. Tapi... &lt;strike&gt;semua berubah saat Negara Api menyerang&lt;/strike&gt;&amp;nbsp;terjadi sesuatu yang sangat di luar dugaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesertanya 300an!!! Tiga kali lipat dari peserta Fantasy Fiesta 2010 yang jumlahnya ada di kisaran 70an! Kalau tidak percaya, bisa dicek sendiri cerita-cerita tersebut di&amp;nbsp;&lt;a href="http://kastilfantasi.com/2011/05/daftar-cerita-fantasy-fiesta-2011/"&gt;sini&lt;/a&gt;. Itu jumlah yang sangat gila-gilaan sampai saya yang juri aja bukan (tapi ikutan jadi peserta) syok melihatnya. Gila! Gilaaaaaaaa!!! Itu tiga juri apa gak mabok bacanyaaaaaa!!! Saya aja berusaha baca separuh dari semua cerita itu aja gak-gak-gak kuat. (kata "gak-gak-gak kuat" bukan promosi terselubung girlsband lokal kita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, pengumumannya diundur ke tanggal 1 Oktober. Tanggal 30 September saya malah lupa deg-degan untuk pengumumannya karena hal lain. (Lihat post &lt;a href="http://distrik12.blogspot.com/2011/09/it-happened-in-row.html"&gt;ini&lt;/a&gt;&amp;nbsp;untuk tahu kenapa gerangan saya bisa sampe lupa deg-degan) Oh, ya, sempat juga dirilis&amp;nbsp;&lt;a href="http://kastilfantasi.com/2011/09/ulasan-100-cerpen-terbaik-fantasy-fiesta-2011/"&gt;daftar 100 cerpen terbaik&lt;/a&gt;&amp;nbsp;beserta ulasannya. Whew. Coba, bayangkan. Udah 300an peserta, masih 300an itu diulas pulak. Worship dulu lah kepada para juri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, tanggal 1 Oktober pun diumumkan para pemenangnya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara 1:&amp;nbsp;&lt;a href="http://kastilfantasi.com/2011/07/hikayat-pungguk-merindukan-bulan/"&gt;Hikayat Pungguk Merindukan Bulan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Juara 2:&amp;nbsp;&lt;a href="http://kastilfantasi.com/2011/07/dongeng-kanvas/"&gt;Dongeng Kanvas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Juara 3:&amp;nbsp;&lt;a href="http://kastilfantasi.com/2011/07/bhupendra-gagan/"&gt;Bhupendra Gagan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Juara 4:&amp;nbsp;&lt;a href="http://kastilfantasi.com/2011/07/oris/"&gt;Oris&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Juara 5:&amp;nbsp;&lt;a href="http://kastilfantasi.com/2011/07/001600/"&gt;00:16:00&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lupa sudah mengucapkan selamat belum kepada para pemenang... Tapi rasanya sudah deh. *minta digampar karena baru sekarang mikir udah ato belum ngasih ucapan selamat*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kabar terkini yang saya kira harus dikabarkan adalah tahun ini pun akan terbit juga kumpulan cerpen Fantasy Fiesta 2011. Saya kurang tahu pasti tanggal rilis resminya. (konon katanya menurut desas desus yang beredar, tanggal 4 Desember 2011 bertepatan dengan acara &lt;a href="http://festivalpembacaindonesia.com/"&gt;Festival Pembaca Indonesia&lt;/a&gt;) Stay tune saja untuk berita mengenai hal tersebut dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-edited-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawr. Karena satu dan lain hal daftar cerita-cerita lain yang termasuk ke dalam kumcer saya tahan dulu. :D Buat yang penasaran dan ingin bunuh waktu, silakan ke&amp;nbsp;&lt;a href="http://kastilfantasi.com/"&gt;Kastil Fantasi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan mengubek-ubek cerita yang jumlahnya 300an itu. Sekedar hint, cerita-cerita yang dimasukkan ke dalam kumcer akan langsung terlihat begitu sampai di link ceritanya. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu tulisan kali ini. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-1206156371476800168?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/1206156371476800168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=1206156371476800168' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1206156371476800168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1206156371476800168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2011/11/simple-notes-fantasy-fiesta-2011-part-1.html' title='Simple Notes: Fantasy Fiesta 2011 (Part 1: The Survivor)'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ts8d4-WeE0c/TsscMf7eGhI/AAAAAAAAAPQ/xRHjYaIVr6I/s72-c/FF-2011-Poster-Pengumuman-01-small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-4448449729822393883</id><published>2011-10-25T21:41:00.002+07:00</published><updated>2011-10-25T21:41:53.717+07:00</updated><title type='text'>Laporan Pandangan Mata Indonesia Bermain</title><content type='html'>Kali ini posting blog ini akan menceritakan ulang tentang event Indonesia Bermain dari sudut pandang saya, selaku salah satu yang sibuk-sibuk jaga booth di event ini. :P Selamat membaca.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2d2G0lHzCsA/TqahtfpN6jI/AAAAAAAAAOM/YSVZZ3Vy2Lo/s1600/vs4of.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-2d2G0lHzCsA/TqahtfpN6jI/AAAAAAAAAOM/YSVZZ3Vy2Lo/s320/vs4of.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Poster Indonesia Bermain&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Seperti yang tertera pada poster di atas, event ini diadakan di Bandung tanggan 22-23 Oktober 2011. Nightspade, game developer tempat saya bekerja kebetulan mendapat tawaran untuk mengisi booth pameran sebagai salah satu game developer lokal di acara ini. Kalau melihat floor plan di bawah ini, Nightspade mendapat tempat di booth C12.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-s-BjiiAVj6o/Tqajgh_rYsI/AAAAAAAAAOU/CCB-Hebg-VA/s1600/SABUGA+Floor+Map.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://2.bp.blogspot.com/-s-BjiiAVj6o/Tqajgh_rYsI/AAAAAAAAAOU/CCB-Hebg-VA/s320/SABUGA+Floor+Map.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Denah Booth&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Jauh yak dari pintu masuk? Tapi ternyata kita tidak perlu khawatir soal pengunjung yang sepi dan sejenisnya karena ternyata toh booth Nightspade nyatanya tetap ramai dikunjungi. :D Capek, tapi menyenangkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang capek tapi tidak menyenangkan datangnya dari booth lain di mana mereka pasang game arcade buatan sendiri yang mengharuskan pemainnya teriak-teriak selama/sepanjang mungkin. Astaganaga lah itu, mulai dari teriakan annoying khas anak kecil, ibu-ibu mencoba-coba jadi penyanyi opera/sopran, teriakan histeris kayak ketemu pembunuh edan bersenjatakan gergaji listrik, sampe kayak orangnya mau disembelih. :| :| Di hari kedua, saya sudah mulai sering melontarkan, "Itu mic-nya gw colong aja apa yak biar gak ada yang bisa teriak-teriak lagi?" Menarik perhatian pengunjung sih game itu, tapi sejujurnya mengganggu kenyamanan, apalagi suaranya sampai di bagian Community Area tempat di mana di hari pertama banyak diadakan talkshow/workshop. Mungkin sebenarnya kalau kita menyampaikan keluhan ke panitia dengan jujur, game arcade itu bisa digulung juga sama panitia dengan alasan mengganggu kali yah? :-? Tapi nyatanya tidak ada yang komplain langsung ke panitia, jadi ya tidak ada tindak lanjut. Memang sih, kalau komplain ke panitia kesannya kok kita sebagai tetangga pendengki amat. :-? Tapi, ya, kembali lagi ke omongan awal: mengganggu, sejujurnya. Tapi ya sudahlah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-lA8kmmQdKWQ/TqauHn8WHFI/AAAAAAAAAOc/3T4h46W-B4Y/s1600/2011-10-24+11.56.54.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-lA8kmmQdKWQ/TqauHn8WHFI/AAAAAAAAAOc/3T4h46W-B4Y/s320/2011-10-24+11.56.54.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;"Perlengkapan Perang" Selama Event&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Selama event, perlengkapan "perang" saya dan kru Nightspade yang lain adalah ID tag sebagai exhibitor aka penjaga booth, pin dengan logo Nightspade yang khas, dan--tentu saja--tiket invitation yang membuat pemegangnya dapat masuk gratis-tis-tis. Sialnya, selama event terjadi miscommunication beruntun mulai dari salah mengartikan kata "tiket", SMS tiada berbalas, telepon tiada diangkat karena tidak terdengar/terasa getarannya, dan yang paling parah, gagal SMS balasan karena pulsa habis. orz&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya bukan tipe orang yang suka main jepret-jepret foto dokumentasi kegiatan, tapi sewaktu saya membongkar-bongkar isi device kantor yang dititipkan pada saya, ternyata ada satu foto hasil iseng teman saya saat event. Lumayan menggambarkan kesibukan booth kita sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-EAlRWfdxk34/Tqa1D5rkj3I/AAAAAAAAAOk/YSgrANRPRYk/s1600/2011-10-23+15.30.42.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-EAlRWfdxk34/Tqa1D5rkj3I/AAAAAAAAAOk/YSgrANRPRYk/s320/2011-10-23+15.30.42.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Suasana Booth Nightspade&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, mbak-mbak, mas-mas, sampe anak-anak ada aja yang mampir ke booth kita. Sepinya cuma waktu sebelum jam 10 pagi waktu acara belum resmi dimulai. :P Sekedar informasi, maskot yang dipajang di bagian luar booth itu adalah Gyroball, maskot resmi dari game Gyropet yang masih berstatus to be announced (TBA). Separuhnya merupakan promosi, saya merasa harus mengulangi template yang saya ucapkan ke pengunjung booth tentang Gyropet: "Gyropet ini nantinya akan dirilis di berbagai platform. Mulai dari feature phone, iOS, dan Android OS. Dan semua gamenya akan memiliki gameplay yang berbeda dari yang lainnya." Sounds good, eh? :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malamnya, acara penutupan diisi dengan sejumlah band yang membawakan lagu-lagu game. Dengan ironisnya saya merasa menjadi satu-satunya orang yang tidak tahu lagunya Xenogear saat salah satu band membawakan lagu dari Xenogear. :| :| Setelah performance band selesai, lanjutannya adalah pengumuman pemenang lomba ide game konvensional, lomba ide game digital, dan lomba ide game mobile. Saya sempat memfoto bagian itu, dengan isengnya mengikuti teman saya yang sengaja memfoto pada saat logo Nightspade ditampilkan di latar panggung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-PmBzGHimhgo/TqbAuvlNjsI/AAAAAAAAAOs/XWMiV4LQ2bo/s1600/2011-10-23+18.55.38.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-PmBzGHimhgo/TqbAuvlNjsI/AAAAAAAAAOs/XWMiV4LQ2bo/s320/2011-10-23+18.55.38.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Panggung Yang Lengkap Dengan Lelehan Lahar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Tidak terlihat nampaknya logo Nightspade di foto yang ini...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Singkat cerita, rawr, Indonesia Bermain benar-benar luar biasa! :D Pengunjungnya banyak berkat publikasi yang bagus, pihak yang mengadakan acara berusaha seoptimal mungkin melancarkan berlangsungnya acara ini, para peserta lomba dan pameran juga antusias mengisi acara sebaik-baiknya, kurang apalagi coba? :D :D Salah satu teman saya sampai mendaulat acara ini sebagai "Indonesia Game Show", yang levelnya bahkan melebihi Indonesia ICT Award 2011 (INAICTA 2011) kemarin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentu saja, dia penghujung posting blog ini, saya akan menyempatkan diri memamerkan barang yang berhasil saya dapatkan dari booth Animart Digi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_J35SjF0v3A/TqbJB9C4h8I/AAAAAAAAAO0/onnrrTnAh68/s1600/2011-10-23+21.32.33.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-_J35SjF0v3A/TqbJB9C4h8I/AAAAAAAAAO0/onnrrTnAh68/s320/2011-10-23+21.32.33.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Empat Sekawan Cebol&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Begitu pulang dari hari kedua dan terakhir Indonesia Bermain, hal pertama yang saya lakukan adalah mengeluarkan keempat figur itu dan menyusunnya. Lalu memfotonya dan pamer di Twitter. :)) Benar-benar jahat kedengarannya tindakan saya itu. :P&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-4448449729822393883?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/4448449729822393883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=4448449729822393883' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4448449729822393883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4448449729822393883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2011/10/laporan-pandangan-mata-indonesia.html' title='Laporan Pandangan Mata Indonesia Bermain'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2d2G0lHzCsA/TqahtfpN6jI/AAAAAAAAAOM/YSVZZ3Vy2Lo/s72-c/vs4of.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-2176583781267448109</id><published>2011-10-12T20:41:00.000+07:00</published><updated>2011-10-12T20:41:33.558+07:00</updated><title type='text'>DNMS in Ther Melian</title><content type='html'>Ini pemikiran absurd yang terlintas waktu sedang nongkrong di forum Fiksi Fantasi Dalam Negeri (FFDN) di Goodreads, grup Goodreads Indonesia. Biarpun absurd, menarik untuk ditulis, jadi saya tulis saja akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ceritanya kemarin penulis Ther Melian (saga),&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.goodreads.com/author/show/1546745.Shienny_M_S_"&gt;Shienny&lt;/a&gt;, memposting sebuah gambar di forum FFDN Goodreads. Kalau tidak salah dia bilang ini poster untuk Ther Melian vol. 3 yang akan segera terbit, Discord.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Jz8MBTg29wc/TpWB1SXeHXI/AAAAAAAAAN4/rT4UiI6PLqo/s1600/f8fa2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="http://2.bp.blogspot.com/-Jz8MBTg29wc/TpWB1SXeHXI/AAAAAAAAAN4/rT4UiI6PLqo/s320/f8fa2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Poster Ther Melian: Discord&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa waktu saya melihat poster tersebut, muncul pemikiran: "Karakter-karakter Dunamis (DNMS, draft novel yang sedang saya kerjakan) jadi kayak apa yah kalo ada di universe Ther Melian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu ngawur sekali rasanya. Segera setelah pemikiran itu muncul, saya langsung memposting reply yang diawali dengan titik-titik lalu "SAPI". Huruf kapital semua. Bukan ngata-ngatain posternya, tapi. Poster bagus gitu dikata-katain "sapi" ama orang yang nggak bisa gambar macam saya, minta digebuk apa? Saya men-SAPI-kan pemikiran aneh yang muncul tiba-tiba itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin setengahnya karena yang dicetuskan oleh seorang teman saya,&amp;nbsp;&lt;a href="http://noirciel.wordpress.com/2011/09/22/%E3%82%82%E3%81%97%E3%82%82%E3%83%87%E3%83%A5%E3%83%8A%E3%83%9F%E3%82%B9%E3%81%8C%E6%81%8B%E6%84%9B%E3%83%A2%E3%83%8E%E3%81%AB%E3%81%AA%E3%81%A3%E3%81%9F%E3%82%89/"&gt;DNMS versi lovesims&lt;/a&gt;, atau yang dicetuskan oleh teman lain, &lt;a href="http://videogamesindonesia.com/forum/showthread.php?t=77662"&gt;DNMS versi universe Vampire The Masquerade&lt;/a&gt;. Dan di saat yang bersamaan dengan tercetusnya ide-ide cross-over/cameo tersebut, saya di kantor memasukkan sebuah ide game strategy/survival/adventure/puzzle yang basis karakternya adalah para karakter dari DNMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lho?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, saya ceritakan sedikit mengenai 12 karakter yang menjadi korban re-use di berbagai universe dan di berbagai versi ini sekedar untuk memberi gambaran versi aslinya bagaimana:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Drake: Tipe standar karakter utama lawful good tanpa karakteristik lebay macam rajin menabung, taat pada orang tua, dkk itu. Meskipun termasuk standar lawful good dengan karakteristik not-cool-like-Cloud-or-other-cool-heroes-in-RPG-games, sifat terlalu baik Drake cenderung membuat dia tertekan sendiri atau labil/bingung. Ciri khasnya secara fisik di antaranya berambut pirang panjang dan diikat, mata berwarna kelabu. Karakteristik tambahan yang membuatnya secara signifikan beda salah satunya adalah Drake ini seorang gamer. Pada versi asli bersenjatakan katana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tigra: Tipe standar karakter utama lawful good dengan karakteristik cool, tanpa embel-embel karakteristik lebay. Dari luar kelihatan tidak punya masalah karena sikap "what the hell, whatever", tapi sebenarnya punya masalah sendiri. Ciri khasnya secara fisik berambut pirang pendek berantakan dan mata berwarna kelabu. Bersaudara dengan Drake. Sama juga dengannya, Tigra suka bermain game dan sangat mendominasi plus egois jika handheld sudah ada di tangannya. Pada versi asli bersenjatakan sepasang butterfly sword.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jared: Tipe standar karakter lawful bad. Bermulut kasar, perokok berat, ringan tangan dalam dua artian sekaligus (suka memukul dan suka membantu), tidak tahan minuman beralkohol, dan sering menunjukkan kepedulian pada hal-hal yang seharusnya untuk orang sepertinya dianggap remeh. Ilustrator saya menggambarkan Jared dengan satu kata: "&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tsundere"&gt;tsundere&lt;/a&gt;". Ciri fisiknya berupa rambut pirang yang dipotong cepak, tubuh lumayan berotot, dan tato di seluruh bagian tangan kanan. Pada versi asli bersenjatakan brass knuckles atau sejenis gauntlet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jill: Tipe yang lebih kompleks dibanding tiga karakter terdahulu. Figur adik untuk Tigra (dan yang lain), senantiasa nampak ceria, tapi karena masa lalunya bermasalah, secara mental sebenarnya agak tidak beres (takut pada orang asing yang lebih tua darinya, punya dendam yang bisa sampai membuatnya lepas kendali pada kaum tertentu). Ciri khas fisiknya adalah tubuh penuh bekas luka, berkulit lebih gelap dari yang lain (sawo matang), berambut coklat kemerahan, dikepang, dan mata hijau cemerlang. Pada versi asli bersenjatakan panah dan kapak kecil/tomahawk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-lUrM7Y3FcBU/TpWW1Rzl4PI/AAAAAAAAAOA/SHMdRqYTyHg/s1600/DNMS+chibi+watermarked.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="276" src="http://4.bp.blogspot.com/-lUrM7Y3FcBU/TpWW1Rzl4PI/AAAAAAAAAOA/SHMdRqYTyHg/s320/DNMS+chibi+watermarked.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Salah satu ilustrasi chibi Jared, Jill, Drake, Tigra (ki-ka). Bukan desain fix.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;- Rynn: Tipe "tuan putri", tapi bukan tuan putri yang di setiap cerita menjadi damsel in distress dengan diculik, disekap, dan aneka bentuk penindasan lain pada karakter putri lemah. Elegan, formal, arogan, dan egois, tapi tidak jahat meskipun beberapa aksinya yang terlalu egois membuatnya terlihat jahat di mata orang lain. Ciri fisiknya adalah ciri-ciri orang Asia (Jepang/Cina) pada umumnya: rambut hitam panjang, kulit kuning langsat, dan mata kiri yang buta. Matanya berwarna biru bawaan dari kakek/neneknya. Pada versi asli adalah seorang summoner dan tidak bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Philo: Sosok lugu menjurus tolol dengan tipe standar lawful good. Bodyguard pribadi Rynn yang sering menerima perlakuan egois dari majikannya. Sama sekali tak protes selain mengeluh nelangsa dalam hati. Ciri-cirinya secara fisik adalah rambut putih turunan genetik tapi bukan albino, bermata hitam, dan tinggi badan yang cenderung pendek. Pada versi asli membawa tombak sebagai senjatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Selena: Karakter dengan kecenderungan neutral bad. Bekerja secara terselubung melayani seorang majikan, ahli menyamar, jago berakting, dan tidak segan menggunakan cara kotor selama masih dalam batasan kriteria pekerjaan yang dilakukan. Karakteristik fisiknya terdiri atas rambut pirang keemasan panjang, diikat ekor kuda, dan mata berwarna biru. Pada versi asli menggunakan sepasang kodachi untuk senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rao: Partner Selena. Lebih kuat secara fisik dari Selena, tapi cedera di otak membuatnya tidak bisa mengingat simbol (yang berarti dia juga tidak bisa membaca) dan sejak kecil menderita buta warna total. Kombinasi cacat permanen yang membuatnya tak pernah bisa lepas dari arahan Selena untuk melakukan tugasnya. Bersama-sama dengan Selena mengabdi pada majikan yang sama. Tidak pintar berakting tapi sikap datar dan pendiamnya yang abnormal membuatnya mudah membaur. Karakteristik fisiknya adalah rambut hitam cepak, mata berwarna hitam, dan bekas luka melintang diagonal di wajahnya. Pada versi asli menggunakan tongkat besi untuk senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Geo: Seorang dokter dengan penampilan sehari-hari formal serta sangat sopan dan diam-diam manipulatif. Jika ditanya siapakah yang paling pintar bernegosiasi, sudah jelas Geo lah jawabannya. Karakteristik fisiknya selalu digambarkan berkacamata, rambut hitam pendek rapi, pakaian formal atau khas timur, kulit kuning langsat dan mata berwarna hitam. Pada versi asli bersenjatakan rantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Gallan: Karakter paling tua dan bertubuh paling besar dari antara yang lainnya karena faktor keturunan. Seorang pandai besi yang handal, sangat tahan pada minuman beralkohol, dan memiliki sifat pria paruh baya yang tidak terlalu kaku. Secara fisik digambarkan berambut merah menyala, mata cokelat, berjanggut, dan tinggi tubuh dua meter lebih. Pada versi asli bersenjatakan kwan dao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Shellin: Istri Gallan, seorang shapeshifter. Cerewet pada orang yang sudah dikenalnya dengan baik (terutama pada suaminya sendiri), perhatian pada orang lain, dan pelit. Paling sering berubah menjadi seekor anjing besar jika sedang berubah ke dalam wujud hewan. Secara fisik digambarkan berambut pendek warna merah menyala, mata cokelat, dan tinggi badan nyaris dua meter. Pada versi asli tidak bersenjata dan mengandalkan wujud hewannya untuk bertarung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Reevy: Karakter termuda dari antara yang lainnya. Sangat cerdas, tapi dengan caranya mengungkapkan yang salah, terlihat sok tahu, sombong, dan menyebalkan. Penakut, mudah panik, dan fobia pada kucing. Karakteristik fisiknya berambut hitam panjang diikat, mata berwarna hitam, dan kulit kuning langsat. Senantiasa mengenakan rompi, google dan menyandang tasnya kemana-mana. Pada versi asli bersenjatakan sepasang tonfa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm. Dengan komposisi seperti itu, sepertinya memang bisa kalau tiba-tiba dijebloskan ke dalam universe Ther Melian tanpa melenceng jauh dari versi aslinya. Sudah terpikirkan beberapa, tapi belum lengkap, jadi mungkin posting untuk lain kali saja. :D Sekarang, mari kita lihat apa pendapat penulisnya Ther Melian tentang ini. Dan pendapat orang-orang yang sudah mengenal DNMS, saya rasa. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-2176583781267448109?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/2176583781267448109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=2176583781267448109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/2176583781267448109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/2176583781267448109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2011/10/dnms-in-ther-melian.html' title='DNMS in Ther Melian'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Jz8MBTg29wc/TpWB1SXeHXI/AAAAAAAAAN4/rT4UiI6PLqo/s72-c/f8fa2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-6522646813030474707</id><published>2011-09-30T14:07:00.002+07:00</published><updated>2011-09-30T14:07:45.546+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='slice of life'/><title type='text'>It Happened in A Row</title><content type='html'>Tiga kejadian yang bikin kaget, syok, bingung, senang, gembira, dan tegang terjadi sekaligus di minggu ini. :et me tell you about it. Rawr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling pertama terjadi adalah di awal-awal minggu ini berkaitan dengan Fantasy Fiesta 2011. Saat pagi-pagi tiba di mabes Nightspade dan online, seorang teman saya mengontak via YM untuk memberitahukan pengumuman&amp;nbsp;&lt;a href="http://kastilfantasi.com/2011/09/ulasan-100-cerpen-terbaik-fantasy-fiesta-2011/"&gt;ini&lt;/a&gt;, tentang 100 cerpen terbaik versi juri Fantasy Fiesta 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's surprising, rawr. Ada pengumuman itu aja saya kaget (karena mindset berorientasi pada pengumuman pemenang tanggal 1 Oktober nanti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kejutan kedua datang kemarin siang--lagi-lagi ketika sedang berada di mabes Nightspade--dalam rupa telepon. Swear, tadinya saya kira itu telepon dari bank (karena nomornya tidak dikenal dan suara yang berbicara adalah suara wanita), lalu saya kira dari Kumon (udah lama nggak dikontak karena nggak aktif dengan kegiatannya), ternyata tebakannya salah semua. :P Ternyata yang telepon dari MIKTI, memberitahukan sesuatu berkaitan dengan pengumuman&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.mikti.org/?p=269"&gt;ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran saya kayaknya hilang sampai 5% waktu itu, sampe jadi linglung plus kaku. Malah sempat gak sengaja kesenggol pula tombol buat mutus telepon (di Xperia X10 mini pro, utk memutus telepon cukup sentuh satu tombol di layar). Untung peneleponnya sabar menghadapi saya. orz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu hari ini, kejutannya datang dalam rupa paket yang sudah dinanti-nantikan sejak awal minggu tapi karena satu dan lain hal baru sampai sekarang. *gaya ala chef seksi di stasiun televisi swasta* This is it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-3ZwXl9Z9YeE/ToVpRX-BPfI/AAAAAAAAAN0/IrA0EdPYPaI/s1600/DSC00054.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-3ZwXl9Z9YeE/ToVpRX-BPfI/AAAAAAAAAN0/IrA0EdPYPaI/s320/DSC00054.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh-oleh dan titipan dari Jepang! RAWR! Pocky "edisi" panda (sial, itu bungkusnya lucu ...), manga Aku no Meshitsukai (ini titipan, harus bayar nanti, rawr), dan--ini paling tidak terduga serta tak disangka--CD lagu Karakuri Manji Burst (ini oleh-oleh). *panda senang~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sampai entry blog ini diposting, saya belum membuka bungkus dari paket yang baru tiba itu. :P Sama sekali belum ada yang dibuka karena tidak tega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OT: Posting ini juga dalam rangka percobaan melihat apakah blog ini masih tersambung ke Goodreads atau tidak. Plus mencoba posting setelah Blogger melakukan perombakan pada interface-nya. Nyaman sekali pakai interface baru ini. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-6522646813030474707?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/6522646813030474707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=6522646813030474707' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6522646813030474707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6522646813030474707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2011/09/it-happened-in-row.html' title='It Happened in A Row'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-3ZwXl9Z9YeE/ToVpRX-BPfI/AAAAAAAAAN0/IrA0EdPYPaI/s72-c/DSC00054.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-5812141161397989875</id><published>2011-07-13T11:48:00.002+07:00</published><updated>2011-07-13T12:19:56.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan nyokap'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Sarjana Nari dan Sarjana Dansa?</title><content type='html'>Setelah menunjukkan kartu nama baru pada nyokap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap: "Lho? Gak dikasih S.T. nih di belakang namanya?"&lt;br /&gt;Gw: "Oh, iyaaa, lupa. Tapi punyanya yang lain juga nggak dikasih sih."&lt;br /&gt;Nyokap: "Hoh, berarti ada yg Sarjana Seni dong yah?"&lt;br /&gt;Gw: "Iya, S.Sn. ato apa gitu. Katanya yang sarjana DKV beda lagi."&lt;br /&gt;Nyokap: "SNSD ..."&lt;br /&gt;Gw: "Bukaaaannn!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-5812141161397989875?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/5812141161397989875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=5812141161397989875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5812141161397989875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5812141161397989875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2011/07/sarjana-nari-dan-sarjana-dansa.html' title='Sarjana Nari dan Sarjana Dansa?'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-8135013209966178016</id><published>2011-05-04T11:16:00.010+07:00</published><updated>2011-09-17T13:25:06.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='slice of life'/><title type='text'>Enter The Playbook</title><content type='html'>Alkisah di suatu siang pada tanggal 3 Mei 2011, bertempat di Markas Besar PT. Nightspade Multi Kreasi yang berlokasi di Ligar datanglah sebuah paket "misterius". Setelah sang CEO mengutus seorang Chief untuk menerima paket tersebut, maka dimulailah proses pembongkaran paket. Apa gerangan isinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*WARNING! Sangat banyak gambar!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang terlihat setelah bungkus paket terbuka dengan bantuan gunting oleh salah seorang Chief:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qLEDEdhTrvg/TcDUnLYRTXI/AAAAAAAAAKA/ih3d7Gwpr3c/s1600/DSC00023.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602711705983470962" src="http://4.bp.blogspot.com/-qLEDEdhTrvg/TcDUnLYRTXI/AAAAAAAAAKA/ih3d7Gwpr3c/s320/DSC00023.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tampak Depan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5c05r02bRUs/TcDVkDY5hNI/AAAAAAAAAKI/nCxuNkFnVAI/s1600/DSC00024.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602712751810643154" src="http://4.bp.blogspot.com/-5c05r02bRUs/TcDVkDY5hNI/AAAAAAAAAKI/nCxuNkFnVAI/s320/DSC00024.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tampak Belakang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's iPad! It's Galaxy Tab! NOOOOO!!! It's Blackberry Playbook!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul sekali. Isi paket tersebut adalah Blackberry Playbook. Konon katanya, menurut penuturan sang CEO, gadget tersebut berhak mereka dapatkan setelah mereka mengirimkan aplikasi untuk Playbook yang di-approve oleh pihak Research in Motion (RIM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlanjut ke kronologis pembongkaran kemasan Playbook yang secara rutin diselingi oleh proses dokumentasi cepret-cepret menggunakan kamera telepon genggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ICjZkFnGQyI/TcDW0oGy7HI/AAAAAAAAAKQ/8A5qKFfaiyQ/s1600/DSC00025.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602714136056360050" src="http://3.bp.blogspot.com/-ICjZkFnGQyI/TcDW0oGy7HI/AAAAAAAAAKQ/8A5qKFfaiyQ/s320/DSC00025.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Yang terlihat pertama kali terlihat setelah kardus dibuka adalah sang gadget sendiri yang nampang dengan menterengnya. Rupa-rupanya gadget ini ukurannya jauh lebih kecil yang kami kira (saat kejadian pembongkaran paket ini, ada tiga orang saksi mata, satu di antaranya adalah sang Chief yang tadi menerima paket, saya, lalu seorang lagi yang berulang kali turut terjepret karena duduk berseberangan dengan saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-e6lBtLloBm0/TcDX_VNOHGI/AAAAAAAAAKY/XucJowQFwVc/s1600/DSC00026.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602715419473222754" src="http://2.bp.blogspot.com/-e6lBtLloBm0/TcDX_VNOHGI/AAAAAAAAAKY/XucJowQFwVc/s320/DSC00026.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 240px; margin: 0 0 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Nah, inilah sang gadget baru yang benar-benar baru dikeluarkan dari dalam kardus. Mungkin tidak terlihat dalam gambar, tapi sebenarnya Blackberry Playbook ini sudah terbungkus dalam softcase-nya bahkan saat masih di dalam kardus. Softcase-nya sendiri terbuat dari sejenis karet, bukan silikon, dan bagian tempat mengeluarkan Playbook dirancang sedemikian rupa sehingga tidak perlu tambahan risleting atau kancing untuk mencegah softcase terlepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-jrm3MfFnPI8/TcDaEM3htNI/AAAAAAAAAKg/j43C5tVhez8/s1600/DSC00027.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602717702157350098" src="http://4.bp.blogspot.com/-jrm3MfFnPI8/TcDaEM3htNI/AAAAAAAAAKg/j43C5tVhez8/s320/DSC00027.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Tanpa sedikit pun merasa sayang pada memory telepon, inilah foto Blackberry Playbook setelah dikeluarkan dari softcase dan softcase-nya sendiri. Hmm, makin nampak mungil saja yah gadget yang satu ini? Karena belum punya anti gores yang layak dan pantas, pelindung layar yang masih terpasang belum dibuka sama sekali untuk keamanan. Biasa, barang baru masih disayang-sayang, kalau sudah lama sih ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2e4xXn5Gmrw/TcDbaznazsI/AAAAAAAAAKo/Bp1K2KsxA0o/s1600/DSC00029.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602719190027521730" src="http://4.bp.blogspot.com/-2e4xXn5Gmrw/TcDbaznazsI/AAAAAAAAAKo/Bp1K2KsxA0o/s320/DSC00029.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 240px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Inilah loading screen Blackberry Playbook. Loadingnya cukup lama, mungkin dikarenakan baru pertama kalinya dinyalakan. Setelah loading selesai, sambutan pertama adalah setting wi-fi dan tetek bengek lainnya yang dibutuhkan agar gadget ini dapat digunakan. Menurut pendapat sang Chief yang menangani proses set-up ini, ada beberapa fungsi Blackberry Playbook yang baru dapat digunakan apabila dihubungkan dengan ponsel Blackberry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-D8eJ2_YDg10/TcDezgZRL0I/AAAAAAAAAK4/i1BuYQSQBDM/s1600/DSC00031.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602722912899510082" src="http://2.bp.blogspot.com/-D8eJ2_YDg10/TcDezgZRL0I/AAAAAAAAAK4/i1BuYQSQBDM/s320/DSC00031.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Sedikit gambaran saat tengah memasuki proses set-up Blackberry Playbook. Ada yang sibuk mengatur settingan Blackberry Playbook, ada pula yang mengomentari betapa banyak namun tipisnya buku panduan yang disertakan dalam kemasan Playbook ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak sempat memfoto, tapi Playbook ini sempat dibandingkan secara langsung dengan iPad yang kebetulan berada di meja sama dan langsung terlihat dengan jelas bahwa ukuran Playbook setengah dari ukuran iPad. Untuk masalah fungsionalitas, saya belum mendapat update terkini dari pengoprek-pengoprek di Mabes Nightspade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan akhir: postingan blog yang satu ini juga dibuat untuk mengantisipasi paham "no pic = hoax" yang banyak dianut oleh sebagian besar netter saat ini. :P&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-8135013209966178016?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/8135013209966178016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=8135013209966178016' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8135013209966178016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8135013209966178016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2011/05/enter-playbook.html' title='Enter The Playbook'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qLEDEdhTrvg/TcDUnLYRTXI/AAAAAAAAAKA/ih3d7Gwpr3c/s72-c/DSC00023.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-5933191678876078524</id><published>2011-02-13T07:45:00.005+07:00</published><updated>2011-09-17T13:26:07.041+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='slice of life'/><title type='text'>What Are You Doing Right Now?</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Apa yang kamu lakukan sekarang? Kedengarannya narsis sekali saya ngomongin tentang apa yang saya lakukan sekarang ini, yah? :D :D Well, tapi mungkin ada saja yang penasaran (indikasi pembenaran sikap narsis dengan memanfaatkan orang lain) dengan apa yang saya kerjakan sekarang setelah "euforia" dgn Fantasy Fiesta 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Part-time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melanjutkan pekerjaan "part-time" bersama teman saya di &lt;a href="http://www.nightspade.com/"&gt;PT. Nightspade Multi Kreasi&lt;/a&gt;. Pekerjaan ini sebenarnya ditargetkan selesai November tapi berbagai masalah (saya tahu beberapa orang pernah bilang jangan menyebut kata "masalah" tapi gantilah dengan "tantangan", well, saya memilih kata yang umum digunakan saja) datang bergantian. Mulai dari penggunaan flash yang ternyata belum sepenuhnya didukung oleh iOS sehingga pergerakan animasi program menjadi kelewat lambat, ketiadaan program pengembangan yang mendukung pengerjaan di operating system Windows, masalah memory pada iPad, debugging, dan faktor-faktor X lain yang tidak ada kaitannya dengan programming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sekitar akhir bulan Januari kemarin, pekerjaan saya tuntas dan di-submit ke appStore. Approval dari "para petinggi" Apple turun di akhir Januari/awal Februari, dan inilah dia, Taby The Little Mouse, storybook anak-anak untuk iPad, siap didownload di &lt;a href="http://bit.ly/f5i91f"&gt;sini&lt;/a&gt;. Untuk video demonya, bisa dilihat di &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=5iNq9wuMU78"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau Anda mengira saya yang mengerjakan cerita atau artworknya, Anda salah besar. :D :D Di sini saya bekerja sebagai programmernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. TA aka Tugas Akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum lulus kuliah. Target saya adalah lulus tahun ini (April jika memungkinkan). Status terakhir saat saya nyaris sidang, program yang saya buat masih tergolong abal-abal, pasti sangat tidak memuaskan dosen pembimbing (kenapa sih saya pilih profesor sebagai dosen pembimbing? [T_T]). Sekitar Desember tahun lalu saya menemukan sebuah referensi yang luar biasa, tapi setelah mencoba mencangkok potongan programnya ke dalam program yang saya garap selama ini, tidak ada efek yang terjadi. Jadilah sekarang secara membabi buta saya memutuskan untuk menggunakan referensi terbaru tersebut sebagai basis program yang saya buat. :| Itu artinya ada banyak perubahan juga yang harus saya lakukan di dokumen tugas akhir. :|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menyelesaikan draft&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika penulis-penulis yang terlibat dalam kumcer Fantasy Fiesta 2010 lain sudah dalam taraf mengedit draft, mengirim naskah ke penerbit, bahkan sudah lebih dari satu yang punya karya terbit lainnya, saya masih guling-guling dalam level menyelesaikan draft. Cerita yang sedang ditulis sekarang ini sebenarnya merupakan remake dari cerita yang muncul pertama kalinya saat saya SMP, sekitar 9-10 tahun silam. Kali ini, setelah memperoleh banyak pelajaran dari banyak nongkrong dan nimbrung di forum, saya (merasa) berhasil menyusun sebuah cerita dengan fondasi yang lebih kokoh, jauh lebih kokoh dan solid dibandingkan cerita saat SMP dulu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kenapa remakenya memakan waktu sangat lama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu karena semakin banyak saya tahu mengenai penulisan, saya makin banyak memikirkan ini dan itu, plus saya masih belum meluangkan waktu wajib menulis setiap harinya, jadi tidak heran kalau draft ini bisa ditinggal sampai sebulan penuh tidak tersentuh ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Vocaloid "Fangirl-ism"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vocaloid adalah sebuah program voice synthesizer, tapi dikhususkan pada "sing" bukan "speech". Itu penjelasan paling simpel yang bisa saya buat untuk Vocaloid. Bagi orang lain, mungkin kalau saya sebut nama-nama seperti Hatsune Miku, Kagamine Rin-Len, dan Megurine Luka, mereka justru langsung tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai (sangat) tertarik dengan Vocaloid semenjak salah satu teman saya di "markas besar" Nightspade menunjukkan game Project Diva 2nd di PSP kepada saya. Sebelumnya saya hanya sebatas tahu Vocaloid dari cerita teman saya itu, yang telah terlebih dahulu mencoba programnya, belum ada fanatisme pada para karakter yang saya sebut di atas. Tapi sesudah saya melihat game Project Diva 2nd dan mendengar lagu berjudul Gemini ("dinyanyikan" oleh Kagamine Rin-Len), saya mulai mencari MP3 gamenya, membaca artikel di salah satu majalah, dan melihat beberapa PV (Promotional Video, tapi bisa juga diartikan sebagai video klip musik). Sampai-sampai salah satu teman SMA saya mengingatkan saya di Twitter supaya saya jangan terjerumus ke jurang kelam bernama "otaku". [T_T]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, Vocaloid memukau saya tidak hanya dengan karakternya yang (super) imut saja, tapi teknologi, perkembangan, para composer pengguna Vocaloid, dan lagu-lagunya juga. Saya terkategori sebagai orang yang deaf tune aka tuli nada, tapi saya sudah bertekad akan bereksperimen dengan program ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menghabisi stok buku yang belum terbaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak, jika ditanya berapa buku sih yang belum terbaca semenjak dibeli tahun lalu. Ada buku yang berstatus pinjaman, ada buku yang berstatus beli, diberi, hasil bookswap di event. Ditambah dengan rasa persaingan memenuhi target buku yang dibaca dalam setahun ini, sebuah challenge yang ada di komunitas Goodreads, tiba-tiba saja dalam dua hari terakhir ini saya membaca lebih banyak halaman daripada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin memang sudah saatnya semangat membaca saya kembali seperti saat SD dulu, yang sepanjang hari libur kerjaannya membaca buku hasil pinjaman dari taman bacaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bereksperimen dengan "keitai shousetsu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keitai shousetsu diterjemahkan secara harafiah menjadi novel ponsel. Sebenarnya yang saya kerjakan tidak sepenuhnya membuat novel dengan memanfaatkan media telepon genggam, tapi saya sekarang ini sedang mencoba aktif kembali di &lt;a href="http://www.videogamesindonesia.com/forum/"&gt;forum Video Games Indonesia&lt;/a&gt; dengan memposting cerita di sana. Rasanya sudah lama sekali semenjak saya terakhir memposting cerita di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa "keitai shousetsu"? Ini berkaitan dengan "teori" yang baru-baru ini saya simpulkan mengenai keterkaitan antara media membaca dengan bentuk tulisan yang dibaca. Saya menyimpulkan bahwa tulisan (cerita) yang ada di media semacam forum akan jauh lebih banyak dibaca apabila formatnya tidak sama dengan format novel. Dalam artian, kalimat yang lebih singkat dan padat, serta minimalisir deskripsi yang "berbunga-bunga". Saya memperhatikan hal ini dari pengamatan terhadap beberapa postingan cerita di forum VGI, terutama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang saya tulis di forum VGI bisa dilihat di &lt;a href="http://www.videogamesindonesia.com/forum/showthread.php?t=75881"&gt;sini&lt;/a&gt;. Saya sudah bertekad sejak awal bahwa seluruh cerita ini akan saya tulis tanpa beban ini-itu yang biasanya saya pikirkan dalam menulis draft novel dan saya akan mengerjakan seluruh bagian cerita ini di ponsel saya. Intinya, cerita itu adalah cerita suka-suka yang ditulis dengan norma-norma menulis yang benar, tapi plotnya sendiri mungkin membuat orang "krik-krik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyanjung duluan soal menulis seluruhnya di ponsel ... Saya menggunakan hape Sony Ericsson Xperia X10 mini pro untuk menulisnya. Hape itu dilengkapy keypad QWERTY jadi tentu saja saya tidak perlu jempol super powerful untuk mengetik setidaknya 100-200 kata saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan hape saya, si Amaguq, tombolnya tidak jadi rusak karena diforsir seperti ini. :|&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-5933191678876078524?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/5933191678876078524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=5933191678876078524' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5933191678876078524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5933191678876078524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2011/02/what-are-you-doing-right-now.html' title='What Are You Doing Right Now?'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-6998197465070954314</id><published>2010-12-27T19:36:00.009+07:00</published><updated>2011-09-17T13:27:23.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='slice of life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simple notes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing knowledge'/><title type='text'>Simple Notes: Fantasy Fiesta 2010 (Part 2: Behind My Story)</title><content type='html'>Postingan yang satu ini masih merupakan kelanjutan posting "special edition" dalam rangka euforia Fantasy Fiesta 2010. Pada saat postingan ini dimuat, buku-bukunya seharusnya sudah tersebar cukup merata di kota-kota besar di Indonesia. :D :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang setiap kejadian pasti ada cerita. Itulah yang akan saya bahas kali ini, khusus secara narsis memilih diri sendiri sebagai objek ceritanya. :D :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Before The Showdown&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Cerita yang ada di kumpulan cerpen Fantasy Fiesta 2010 adalah cerita kedua yang saya buat untuk lomba Fantasy Fiesta 2010&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Betul sekali. Cerita pertama yang rencananya akan dimasukkan ke ajang Fantasy Fiesta 2010 merupakan potongan prolog dari salah satu proyek yang masih berupa rencana. Beruntung saya tidak langsung mengirimkan cerita tersebut, tapi terlebih dahulu memajangnya di blog dan di Goodreads untuk melihat penilaian dari beberapa orang teman. Salah satu komentar yang saya dapatkan dari hasil "test the water" ini membuat saya "histeris": "Buset! Cerita yang elu bikin kok temanya persis kayak yang gw bikin buat dimasukin ke sana???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja karena cerita yang dari segi tema mirip, terlalu mirip, atau malah nyaris sama akan mengurangi penilaian di mata juri, saya langsung memutuskan untuk menarik mundur cerita yang telah saya buat tersebut dan berusaha secepatnya memikirkan cerita baru untuk diikutsertakan. Saat itu waktunya sekitar satu minggu lagi hingga pendaftaran ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Cerita kedua dibuat dalam waktu kira-kira 1 hari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alasannya? Menghabiskan lebih banyak waktu untuk memikirkan dan mematangkan idenya sebelum akhirnya waktu yang tersisa jadi kurang dari 1 minggu. Waktu cerita selesai dibuat, nyaris tidak ada proses editing yang terlalu lama sebelum akhirnya dikirimkan ke e-mail panitia lomba. Sesudah dikirim baru deh terasa kacau balaunya perasaan karena deg-degan dengan penilaian di antara cerita-cerita lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Judul cerita yang akhirnya dikirim berasal dari hasil bengong di depan lemari buku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di antara deretan buku yang ditaruh di lemari, ada satu buku karya John Boyne  dengan kover bergaris-garis kelabu-biru kusam dan putih. Judulnya, The Boy in Striped Pyjamas--Anak Lelaki Berpiama Garis-garis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya judul cerita yang akhirnya saya setor berjudul "Anak Lelaki dan Si Pengubah Wujud". :P Judul yang kata teman saya kurang "wah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;After The Showdown&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya ada rencana untuk membuat extended edition dari cerita yang sudah disetor, sebagai "pembalasan dendam" terhadap kuota 3000 kata yang diterapkan sebagai peraturan lomba. :D Tapi akhirnya rencana tersebut dibatalkan karena cerita terpilih untuk dimasukkan ke dalam kumpulan cerpen Fantasy Fiesta 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal mendetail yang bermunculan dalam rangka membuat extended edition:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Ferrida&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ferrida, Sang Kepala Suku, adalah karakter pertama yang awalnya tidak direncanakan muncul dalam cerita. Untuk versi extended yang akhirnya ada di buku, Ferrida dimunculkan dengan peran tidak sebanyak rencana semula karena keterbatasan halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferrida adalah adik kepala suku terdahulu, menggantikan kakaknya atas titah dari sang kakak sendiri. Sebelum menjadi kepala suku, Ferrida tergabung sebagai salah satu anggota kelompok "spesial" yang bertugas menangani para Pengubah Wujud yang gila. Wanita yang sering kali berbuat nekat jika berkaitan dengan keluarganya atau sukunya ini adalah seorang Pengubah Wujud dengan wujud serigala. Geddaro pernah berhadapan dengan Ferrida ketika dikuasai kegilaan, nyaris kehilangan kaki karena Ferrida mengigitnya agar ia tidak bisa melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model karakter Ferrida didasarkan pada Fang dari game PS3 Final Fantasy XIII. Hal yang mempertautkan Fang dan Ferrida yang muncul sekilas di cerita adalah tombak. Ferrida tengah mengerjakan tombak untuk berburu ikan di cerita yang dimuat di kumcer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini gambar Fang dari Final Fantasy XIII:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TR7PJY1lEnI/AAAAAAAAAHw/5zZ83EGGRgQ/s1600/final-fantasy-13-wallpaper-fang-002-1280.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557106750414721650" src="http://3.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TR7PJY1lEnI/AAAAAAAAAHw/5zZ83EGGRgQ/s320/final-fantasy-13-wallpaper-fang-002-1280.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 256px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada gambar untuk Ferrida karena dia bukan pemeran utama cerita. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Hemmala&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hemmala adalah Sang Dukun Suku. Cukup bayangkan seorang nenek tua yang rambut panjangnya berwarna putih semua, itulah Hemmala. Hemmala sebenarnya baik hati, tapi galak dan tidak segan menggebuk siapa pun yang dianggapnya berbuat salah mulai dari anak didiknya sampai sang kepala suku. Banyak yang menduga Hemmala sebenarnya seorang Pengubah Wujud dengan wujud burung gagak, tapi tidak ada yang pernah melihatnya berubah wujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemmala sama sekali tidak dimunculkan di versi kumpulan cerpen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Junnita-Junnito&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kembar perempuan dan laki-laki yang seusia dengan Mattao. Keduanya sama-sama anak didik Hemmala. Sebenarnya yang secara sadar ingin menjadi murid sang dukun adalah Junnita, tapi ternyata dia tidak berbakat menangani hal-hal yang berkaitan dengan perdukunan, sementara kakak laki-lakinya--Junnito--yang sebenarnya tidak berminat pada perdukunan justru dipilih sendiri oleh Hemmala untuk menjadi muridnya karena terlihat berbakat. Junnita paling sering menjadi korban tongkat Hemmala yang berat karena dianggap kurang cepat tanggap pada pelajaran sang dukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junnita masih sempat muncul tanpa nama disebutkan di cerita versi buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Ikat kepala&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ikat kepala adalah identitas paling mendasar untuk suku-suku yang ada. Seseorang dapat diketahui berasal dari suku mana dengan melihat corak pada ikat kepala serta warna corak tersebut. Ikat kepala Mattao bercorak segitiga dengan warna hijau, menandakan bahwa ia adalah anggota suku yang tinggal di area hutan di gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkecualian dalam peraturan penggunaan ikat kepala diberlakukan untuk para Pengubah Wujud dan buronan. Para Pengubah Wujud tidak mengenakan ikat kepala, karena rentan terlepas atau sobek pada saat mereka berubah wujud. Sebagai gantinya, ikat kepala penanda suku diikatkan di lengan atau digunakan seperti kalung di sekeliling leher. Para buronan, sebagai simbolisasi bahwa mereka tidak diterima oleh suku mereka sendiri karena kesalahannya, sama sekali tidak boleh mengenakan ikat kepala yang memiliki corak serta warna suku tertentu. Sebagai gantinya, para buronan ini diberikan ikat kepala yang polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, rite, ada sedikit artwork yang dibuat oleh teman saya. Ilustrasi karakter ini sebenarnya dibuat untuk alasan promosi Fantasy Fiesta 2010. Saya meminta tolong pada salah satu teman saya (SD, SMP, SMA :P) yang saya tahu punya kemampuan lebih dalam hal mewarnai menggunakan pensil warna. Seperti yang sudah diduga, hasilnya ternyata memang oke punya. :D Memuaskan. Dan menurut saya pewarnaan menggunakan pensil warna memang pas dengan nuansa karakter cerita. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TR7PpOEOSYI/AAAAAAAAAH4/d0LxGnJ2QMc/s1600/Ch.Geddaro%2BFIN.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557107297279166850" src="http://3.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TR7PpOEOSYI/AAAAAAAAAH4/d0LxGnJ2QMc/s320/Ch.Geddaro%2BFIN.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0 10px 10px 0; width: 150px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TSFALZO-AMI/AAAAAAAAAJ0/kC2nVl7nF6M/s1600/Ch.Mattao%2BFIN.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557793979648311490" src="http://3.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TSFALZO-AMI/AAAAAAAAAJ0/kC2nVl7nF6M/s320/Ch.Mattao%2BFIN.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 320px; margin: 0 0 10px 10px; width: 181px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-6998197465070954314?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/6998197465070954314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=6998197465070954314' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6998197465070954314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6998197465070954314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/12/simple-notes-fantasy-fiesta-2010-part-2.html' title='Simple Notes: Fantasy Fiesta 2010 (Part 2: Behind My Story)'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TR7PJY1lEnI/AAAAAAAAAHw/5zZ83EGGRgQ/s72-c/final-fantasy-13-wallpaper-fang-002-1280.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-7570191851757192389</id><published>2010-12-09T20:36:00.002+07:00</published><updated>2011-09-17T13:28:02.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='slice of life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simple notes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing knowledge'/><title type='text'>Simple Notes: Fantasy Fiesta 2010 (Part 1: The History and The Book)</title><content type='html'>Simple Notes kali ini sifatnya "spesial" karena saya tidak akan menguraikan tentang tips dan trik menulis berdasarkan pengalaman saya. Tenang, apa yang akan dibahas di dalam sini tetap berdasarkan pengalaman nyata kok. :D Silakan dibaca lebih lanjut jika Anda tertarik mengetahui apa yang hendak saya bicarakan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fantasy Fiesta pertama kali dikenalkan oleh Dian K. (penulis Zauri: Legenda Sang Amigdalus) dan R.D. Villam (penulis Akkadia: Gerbang Sungai Tigris) di tahun 2009. Keduanya berkolaborasi mengadakan sebuah lomba menulis cerita pendek bertema fantasi (kalau Anda langsung bertanya apakah ini sejenis dongeng Bobo, saya tidak menyalahkan, dongeng memang termasuk cerita fantasi kok :D) di dunia maya. Pertama kalinya diadakan, lomba Fantasy Fiesta ini "tertutup" untuk komunitas Kemudian.com. Non-member Kemudian.com memang bisa mengikuti lomba tersebut, tapi setelah terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota Kemudian.com, makanya saya bilang "tertutup" dalam tanda kutip. Di tahun 2009 pesertanya berjumlah 16 peserta dan pemenang yang dipilih adalah 2 orang (saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di tahun 2010 terjadi sedikit "revolusi" oleh para dedengkot pengada Fantasy Fiesta 2010. Kali ini peserta tidak lagi berada dalam lingkup komunitas Kemudian.com, tapi meluas mulai dari Lautan Indonesia, Goodreads Indonesia, Kemudian.com, dan lain-lain. Berkat "viral marketing" oleh para peserta yang telah membuat cerita, memposting di blog pribadi masing-masing dan mencantumkan keterangan bahwa cerita tersebut diikutsertakan dalam ajang Fantasy Fiesta 2010, lengkap dengan alamat weblog berisi peraturan lomba, makin banyak yang tertarik dan ikut serta. Saya dan salah satu rekan saya dari forum Video Games Indonesia (dan juga tergabung dalam Goodreads Indonesia) juga salah satu yang terjaring "viral marketing" tersebut dan akhirnya ikut serta. Entah apa yang dilakukan peserta lain setelah mengirimkan cerita masing-masing via e-mail kepada R.D. Villam, yang pasti saya dan teman saya sibuk menghitung mundur deadline dan menghitung jumlah peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua heboh tidak karuan saat mendapati bahwa cerita yang masuk dan dianggap sah bergenre fantasi berjumlah 74 peserta. Persaingan ketat! Persaingan berat! AAAAGGGGGHHHH!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kengasalan kami berlanjut hingga keesokan harinya, ketika satu persatu cerita dibuka untuk bisa dibaca oleh khalayak ramai penghuni dunia maya. Sesudah semua cerita dibuka (ada sistem pembukaan entry cerita berdasarkan jam, ini yang menurut saya menambah sensasi tersendiri) kami mulai membaca dan mengomentari cerita-cerita yang ada di sana. Awalnya berurutan, tapi lama kelamaan saya mulai acak-acakan urutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi lain yang terjadi di Fantasy Fiesta 2010 adalah kali ini ada seorang lagi juri yang akan melakukan penilaian selain Dian K. dan R.D. Villam, yakni Bonmedo Tambunan (penulis Xar&amp;amp;Vichattan). Saya langsung menelan ludah ngeri membayangkan bagaimana ketiga juri harus berhadapan dengan 74 karya, masing-masing 3000 kata. *Psst, para juri ini memang bekerja sangat keras menilai seluruh cerita yang ada, saya kebetulan mem-follow Twitter Dian dan Bonmedo :P*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, ajang Fantasy Fiesta 2010 yang di belakangnya diikuti dengan wacana--entah dari siapa waktu itu--untuk menjadikan cerpen-cerpen yang ada sebagai kumpulan cerpen, pengumuman pemenang beserta 10 besar dilakukan. Saya tidak akan bohong mengatakan bahwa saat itu saya lumayan down saat mengetahui masuk 10 besar pun tidak, tapi setelahnya ada sedikit cerita lain yang tidak akan saya beberkan di sini yang menjadi pelipur lara saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejutannya belum berhenti di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya mendapat bocoran dari "pihak berwenang" ajang ini bahwa wacana kumpulan cerpen (kumcer) yang dilontarkan di forum diskusi sukses menarik perhatian "pihak berwenang" tersebut dan tak lama setelah pengumuman pemenang dilaksanakan, para "pihak berwajib" menjalankan rencana tak terduga yang bermula dari wacana di forum diskusi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here's the result:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TQDckJbFEGI/AAAAAAAAAG0/YRpu_tkb1O0/s1600/FF2010PosterGifSmall.gif"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548677254483349602" src="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TQDckJbFEGI/AAAAAAAAAG0/YRpu_tkb1O0/s320/FF2010PosterGifSmall.gif" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 226px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan para "kontributor"-nya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Candu Aksara karya Dewi Putri Kirana (Juara 1 Fantasy Fiesta 2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Apollyon karya Fachrul R. U. N. (Juara 2 Fantasy Fiesta 2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Sang Pelukis karya Fredrik Nael (Juara 3 Fantasy Fiesta 2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Aku Hidup Seribu Tahun karya L. M. R. Pradana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Anak Lelaki dan Si Pengubah Wujud karya Magdalena M. Amanda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Bocah Serigala dan Isyarat-Isyarat Api karya Jaladara (penulis Un Dans L’Eternite, Satu Dalam Keabadian)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Boxinite karya R. Mailindra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Dewa Laut Istana Camar karya 145&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Drama Terhebat yang Pernah Ada karya Tyas Palar (penulis Death To Come)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Hujan karya Ivon Natasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Kota Para Penjarah karya Luz Balthasaar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Labirin karya Aphrodite&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Moka Si Mobil Jelaga karya Yuniar K. (penulis Masakan Ayah vs Masakan Ibu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Nama Terlarang di Angkasa karya Calvin M. Sidjaja (penulis Jukstaposisi: Cerita Tuhan Mati)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Speak of the Devil: Perangkap karya F. A. Purawan (penulis Garuda 5: Utusan Iblis)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Kerinduan Buku karya Elbintang (Juara 1 Fantasy Fiesta 2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Hari Terakhir karya Erwin Adriansyah (Juara 2 Fantasy Fiesta 2009, penulis e-book Forever Wicked, Ex Nihilo)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Rhytma karya Bonmedo Tambunan (Juri Fantasy Fiesta 2010, penulis Xar &amp;amp; Vichattan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Api karya Klaudiani (Juri Fantasy Fiesta 2010, penulis Zauri: Legenda Sang Amigdalus)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Matahari Sylvania karya R. D. Villam (Juri Fantasy Fiesta 2010, penulis Akkadia)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soft launchingnya diadakan tanggal 5 Desember 2010 kemarin, merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara Festival Pembaca Indonesia yang diadakan oleh Goodreads Indonesia. Bisa dibilang, acara soft launching tersebut juga sekaligus merupakan gathering tahap kedua dari beberapa orang yang ceritanya terpilih untuk menjadi bagian dalam buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda tebak yang mana yang merupakan karya saya? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N.B.: Saya sedang agak malas mengetik, jadi saya men-copas list penulis dan karyanya dari blog milik &lt;a href="http://blog.its.ac.id/dyah03tc/2010/12/09/fantasy-fiesta-2010-segera-terbit/"&gt;Aphrodite&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-7570191851757192389?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/7570191851757192389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=7570191851757192389' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7570191851757192389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7570191851757192389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/12/simple-notes-fantasy-fiesta-2010-part-1.html' title='Simple Notes: Fantasy Fiesta 2010 (Part 1: The History and The Book)'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TQDckJbFEGI/AAAAAAAAAG0/YRpu_tkb1O0/s72-c/FF2010PosterGifSmall.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-315904330831530048</id><published>2010-11-24T12:52:00.004+07:00</published><updated>2011-09-17T13:28:29.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='slice of life'/><title type='text'>Oni?</title><content type='html'>Gambar yang disertakan berikut ini bukan gambar hantu atau penampakan makhluk gaib yang ditangkap dengan kamera khusus, tapi hasil rontgen. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TOypQPzxU3I/AAAAAAAAAGs/gXOYfXdShAQ/s1600/DSC00008.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542991337972913010" src="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TOypQPzxU3I/AAAAAAAAAGs/gXOYfXdShAQ/s320/DSC00008.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TOypP5AYkBI/AAAAAAAAAGk/xhRtMUIfzMQ/s1600/DSC00007.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542991331851800594" src="http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TOypP5AYkBI/AAAAAAAAAGk/xhRtMUIfzMQ/s320/DSC00007.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menarik dari hasil rontgen ini selain tampak menyeramkan? Eh, tidak kelihatan itu rontgen bagian mana? Itu rontgen bagian kepala, dengan posisi agak sedikit mendongak. Jika diperhatikan lebih lanjut akan ditemukan apa yang menjadi rongga mata dan rahang sebagai patokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memfoto hasil rontgen tersebut dua kali, jaga-jaga barangkali kualitas fotonya kurang bagus untuk diposting. Ternyata hasilnya kurang lebih sama. Ya sudah, akhirnya saya masukkan keduanya dalam postingan ini sebagai bahan "pembanding". :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang, masuk ke bagian menariknya. Perhatikan bagian atas rontgen, di sekitar jidat si tengkorak. Bisa Anda lihat ada "tanduk" mungil di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lho? Jadi ini hasil rontgen siapa atau apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil rontgen Oni (setan/iblis di Jepang, biasanya digambarkan bertanduk tunggal di dahi)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hasil rontgen saya. :P Disuruh dokter THT untuk melihat ada pembengkakan sinus atau tidak dan saya malah mendapat konfirmasi kalau saya memang memiliki "tanduk".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-315904330831530048?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/315904330831530048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=315904330831530048' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/315904330831530048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/315904330831530048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/11/oni.html' title='Oni?'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TOypQPzxU3I/AAAAAAAAAGs/gXOYfXdShAQ/s72-c/DSC00008.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-6694082748077222866</id><published>2010-11-13T20:44:00.002+07:00</published><updated>2011-09-17T13:29:18.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] Wizards</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TN6XEICLmhI/AAAAAAAAAGc/mXWIOMsEYOs/s1600/wizard.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539030688844192274" src="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TN6XEICLmhI/AAAAAAAAAGc/mXWIOMsEYOs/s320/wizard.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 200px; margin: 0 0 10px 10px; width: 140px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: Wizards&lt;br /&gt;Pengarang: Neil Gaiman, Mary Rosenblum, Patricia A. McKillip, Nancy Kress, Jeffrey Ford, Terry Bisson, Terry Dowling, Gene Wolfe, Orson Scott Card, Garth Nix, Kage Barker, Eoin Colfer, Jane Yolen, Tad Williams, Elizabeth Hand, Andy Duncan, Peter S. Beagle, Tanith Lee&lt;br /&gt;Penerbit: Penerbit Matahati&lt;br /&gt;Harga: Rp 92.500,-&lt;br /&gt;Jumlah hlm: 571&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Para penyihir selalu ada dalam imajinasi manusia selama ribuan tahun. Tiap tahun dan tiap budaya sejak zaman prasejarah memiliki seseorang dengan caranya sendiri yang dapat menggunakan sihir, berdoa pada roh, mengetahui rahasia di balik benda-benda tua dan memanggil kekuatan terpendam di dalamnya, dan seseorang yang dapat melihat dua dunia, baik dunia nyata maupun dunia roh dan dapat bermeditasi di antara keduanya. Ada yang baik dan bijaksana, jahat dan pengumpat, dan ada pula yang mabigu—memiliki kedua sifat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam buku Wizards, para penulis ahli fantasi masa kini bekerja sama menceritakan makhluk-makhluk gaib ini—berada di kedua zaman, masa lalu dan masa kini, di dalam alam fantasi yang tidak pernah ada sebelumnya.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenal dengan salah satu nama pengarangnya? Beberapa nama, seperti Neil Gaiman (Good Omens, Neverwhere, Anansi Boys, Coraline), Garth Nix (Sabriel), Eoin Colfer (serial Artemis Fowl) kemungkinan besar sudah dikenal luas karena buku-bukunya sudah diterbitkan di Indonesia, tapi bukan berarti nama-nama lain yang terpampang adalah mereka yang kurang terkenal. Bukan! Seluruh pengarang yang berkontribusi dalam kumpulan cerpen ini rata-rata pernah menjadi nominasi atau memenangkan berbagai penghargaan dan telah memiliki lebih dari tiga karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pertama kalinya ada kumpulan cerpen non-lokal masuk ke dalam koleksi saya, jadi sejujurnya saya agak sukar membahas karena isinya saja sudah campur sari, masing-masing penulis memiliki gaya bercerita sendiri-sendiri. Poin plus dari ke-“campur-sari”-an ini adalah dalam satu buku pembaca bisa menemukan variasi cerita yang luas, karakter penyihir yang tidak sama (mulai dari yang dapat mengubah bidak catur dari besi menjadi sekelompok tentara besi raksasa, roh penyihir yang masih bisa menyihir, penyihir yang menarikan sihirnya, sampai penyihir yang ada di kover majalah …). Tapi saking beragamnya gaya para penulis, saya mendapati ada penulis yang menggunakan terlalu banyak halaman untuk sebuah cerpen sementara ada penulis lain yang menghabiskan sekitar 7 halaman saja. Jujur, saat membaca kumpulan cerpen fantasi ini, saya sempat bosan di salah satu cerita, nge-blank total nggak ngerti di cerita lain, dan “krik-krik” dengan gaya bahasa cerita lainnya. Untuk beberapa orang, mendapati banyak ragam cerita dan gaya bercerita mungkin justru mengganggu kenyamanan membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar positif dan negatif dari saya? Hmm, sulit memberikan komentar positif dan negatif untuk setiap cerita pendek di dalam Wizards ini menurut saya karena masing-masing penulisnya memiliki ciri khas tersendiri. Bagi penggemar cerita fantasi baik fantasi lokal maupun fantasi non-lokal, saya rasa buku ini layak dimiliki. Sedikit peringatan bagi mereka yang kurang menyukai topik penyihir karena seluruh cerita pendek yang dirangkum di dalam Wizards berkaitan dengan penyihir (makanya judulnya Wizards :D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor: 9/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-6694082748077222866?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/6694082748077222866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=6694082748077222866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6694082748077222866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6694082748077222866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/11/resensi-wizards.html' title='[Resensi] Wizards'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TN6XEICLmhI/AAAAAAAAAGc/mXWIOMsEYOs/s72-c/wizard.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-2290020263521955563</id><published>2010-10-24T21:03:00.006+07:00</published><updated>2011-09-17T13:29:56.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='slice of life'/><title type='text'>Kotak Sony Ericsson Dari Masa ke Masa</title><content type='html'>Bukan resensi, bukan simple notes, bukan celetukan garing ngasal biasanya, jadi posting tentang apakah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini lebih ke arah sharing "pengalaman", kalau bisa dibilang begitu juga, memiliki tiga jenis handphone Sony Ericsson. Kedengaran sombong sekali ini yah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handphone Sony Ericsson (SE, tapi bukan SquareEnix) pertama adalah W850i, dipilih berbasis balas dendam terhadap produsen handphone segala umat yang mereknya berawalan "n" berakhiran "a" dan terdiri atas lima huruf karena susah banget disambungkan ke komputer padahal pemanfaatannya--menurut saya--lebih optimal jika menggunakan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat puas dengan W850i ini, apalagi untuk pertama kalinya saya merasakan kecocokan dengan model slider (dan jadi fanatik dengan model tersebut), pertama kali merasakan handphone sebagai MP3 player, pertama kali punya handphone 3G yang bisa video call, dan sebagainya. Nama yang diberikan kepada W850i ini adalah Precious. Kenapa? Supaya bisa meniru Gollum di film LoTR: "My Precious~ My Precious~"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib Precious berakhir tragis karena kebodohan saya sendiri. [T_T] Peristiwa yang tidak ingin saya ingat lagi meskipun merupakan pembelajaran yang baik, keras, sekaligus mahal buat saya. ("My Precious~ My Precious~" - Gollum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengganti Precious adalah SE W595 (saat beli, kebanyakan model Sony Ericsson mulai menggunakan nama dan sebagian besar yang masih menggunakan nomor tidak lagi diakhiri "i"). Berjanji untuk tidak mengulangi kebodohan yang menyebabkan hilangnya Precious, saya menamai W595 ini Consortium. Mereka yang mengenal W3C biasanya angkat alis begitu mendengar nama itu. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Consortium bermodel slider, sama seperti Precious, lebih tipis, tanpa kamera video call, tapi sudah 3,5G (HSDPA, lebih unggul dari Precious yang hanya 3G). Tadinya saya menarget W995, model slider terbaru dari SE yang spesifikasinya ciamik jika dibandingkan dengan W850i maupun W595, tapi harganya tidak ketulungan dan saya merasa butuh hape yang memadai secepatnya (setelah kehilangan Precious, saya menggunakan hape-sejuta-umat yang cuma bisa untuk telepon dan SMS untuk sementara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: "memadai" = "bisa dipake internetan", bentuk kebutuhan tersier bagi sebagian besar pengguna telepon genggam umumnya, namun menjadi primer bagi yang sehari-harinya (harus) bersentuhan dengan internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Consortium tidak berada di tangan saya hingga satu tahun. Penyebabnya? Adik saya ingin ganti ponsel karena tombol keypad yang dirasa terlalu kecil untuk jarinya dan mama saya menyarankan agar dia membeli hape seperti milik saya, berbuntut pada Consortium akan dibeli sebagai hape second apabila saya sudah menentukan pilihan pengganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahta Consortium diambil alih oleh--diklaim oleh pihak SE--ponsel Android terkecil hingga April 2010: SE XPERIA X10 mini pro. Nama yang saya berikan kepadanya adalah Amaguq, nama makhluk dari mitologi Inuit, mengikuti pola penamaan desktop (Tekkeitsertok) dan laptop (Nanook) saya. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berpisah dengan Consortium, saya menyempatkan diri memfoto ketiga boks. Berdampingan. Ini fotonya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TMRCaF2x5OI/AAAAAAAAAGU/wnWvxf26TT4/s1600/DSC00003.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531619258333783266" src="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TMRCaF2x5OI/AAAAAAAAAGU/wnWvxf26TT4/s320/DSC00003.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa dramatisnya perubahan ukuran boksnya ... Ini semua dengan dalih "go green". User Guide untuk Amaguq pun bentuknya berbeda jauh dari yang sudah-sudah, plus kertasnya sepertinya kertas degradable seperti kantong plastik yang belakangan ini banyak dipakai di supermarket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amaguq belum dieksplorasi lebih lanjut sehingga saya belum bisa bercerita banyak tentang dia. :D Terlalu banyak hal baru yang perlu dipelajari tentang model tersebut, mulai dari OS Android yang belum pernah saya dalami, interface berbeda, tidak adanya Walkman, penggunaan layar sentuh, adanya keyboard QWERTY, dan seterusnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat saya sudah fasih menguasainya dan menggunakannya untuk produktifitas menulis yang lebih oke. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih sudah menyimak tulisan "nggak jelas" ini. :D :D Semoga hari Anda menyenangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-2290020263521955563?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/2290020263521955563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=2290020263521955563' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/2290020263521955563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/2290020263521955563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/10/kotak-sony-ericsson-dari-masa-ke-masa.html' title='Kotak Sony Ericsson Dari Masa ke Masa'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TMRCaF2x5OI/AAAAAAAAAGU/wnWvxf26TT4/s72-c/DSC00003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-1287614966727781249</id><published>2010-09-28T22:24:00.001+07:00</published><updated>2010-09-28T22:30:43.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan nyokap'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Terus Terang, Terang Terus</title><content type='html'>Saat sedang sakit di rumah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap gw: *mengamati komposisi Mizone* "Ini ada anion ada kation, ntar bisa nyala berarti ya?"&lt;br /&gt;Gw: "Itu namanya neon, Ma, kalo nyala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-1287614966727781249?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/1287614966727781249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=1287614966727781249' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1287614966727781249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1287614966727781249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/09/terus-terang-terang-terus.html' title='Terus Terang, Terang Terus'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-5515969909202621218</id><published>2010-08-13T11:55:00.000+07:00</published><updated>2010-08-13T11:58:29.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Redenominasi (Lagi)</title><content type='html'>Saat Seminar II salah satu teman ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw: "Si Geri kok nyebutnya 2000 Hz lagi sih? Katanya tadi yang bener 20000 Hz."&lt;br /&gt;Temen: "Iya. Itu salah tulis."&lt;br /&gt;Gw: "Oh ... Kena redenominasi?"&lt;br /&gt;Temen: "..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-5515969909202621218?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/5515969909202621218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=5515969909202621218' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5515969909202621218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5515969909202621218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/08/redenominasi-lagi.html' title='Redenominasi (Lagi)'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-8955324658824664453</id><published>2010-08-10T09:47:00.003+07:00</published><updated>2011-09-17T13:32:00.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hobi'/><title type='text'>Signat 3: Moonlight (prolog)</title><content type='html'>Ini prolog proyek pribadi berjudul Signat 3 yang sekaligus akan digunakan untuk lomba Fantasy Fiesta 2010. Versi ini adalah versi mentah yang masih belum di-edit sama sekali, jumlah katanya juga masih belum memenuhi kriteria lomba. Kemungkinan besar akan terdapat versi berbeda untuk lomba dan untuk rilis. Tentu saja untuk judul saat dimasukkan ke lomba juga tidak mungkin dilabeli "prolog" seperti sekarang. :D Enjoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma, 19 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu tahun, selalu ada masa-masa di mana malam terasa lebih gelap dan mencekam dari biasanya. Jam malam sudah lewat satu jam silam. Jalanan kota lengang, hanya beberapa mobil berlapis baja yang melintas. Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, semua orang di seluruh penjuru dunia kini menaati peraturan jam malam yang diberlakukan berdasarkan waktu lokal masing-masing. Apa yang dulu ditutup-tutupi sebagai fenomena tak terjelaskan, disangkal sebagai mitos dan buah-buah paranoia manusia, telah membuktikan bahwa dirinya nyata saat malam menjelang, dengan cara yang keras: korban jiwa, seluruhnya adalah mereka yang menganggap peraturan jam malam adalah hal konyol dan seharusnya dibuktikan salah dengan cara dilanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang lain mengerjakan segala sesuatunya di rumah yang hangat, was-was namun mempercayakan nasib pada pihak berwenang, di salah satu markas militer dua orang non-Italia berjalan di koridor. Salah satunya, seorang gadis remaja berusia belasan tahun, berhenti berjalan dan melihat kota melalui jendela koridor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini sesepi di kota-kota lain di Indonesia,” komentar gadis itu. Tanpa bisa ditahan, bulu kuduknya meremang. Sukar membayangkan dirinya baru saja melalui tes kualifikasi untuk menjadi salah satu orang yang bekerja di luar sana di malam hari, tidak terlindung di balik tembok rumah yang telah dimanterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di Eropa pun ada monster. Tidak ada bedanya,” balas orang yang lain, seorang laki-laki berjubah hitam dengan rambut pirang kecokelatan.  “Mereka yang bukan mage atau pemburu spesial, jadi apa boleh buat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku senang aku berasal dari Indonesia, Carter,” lanjut si gadis berambut hitam. Dia menjauh dari jendela dan kembali berjalan mengikuti lelaki berjubah. “Malam hari di sana tidak sedingin di sini. Gila, kukira aku berada di neraka es saat pertama kali datang kemari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carter menghela napas. “Aku sudah mengingatkanmu soal musim dingin di Eropa, Talisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa berjalan mengikuti Carter. Beberapa kali mereka berpapasan dengan tentara berseragam yang—selalu—melemparkan pandang waspada kepada mereka berdua, lalu kembali memandang ke depan setelah menerima anggukan singkat dari Carter. Tanpa Carter memimpin jalan dalam jubah mage-nya yang bertatah simbol besar berwarna emas, Talisa tidak yakin dapat mencapai ujung koridor terpendek bangunan ini. Salah satu tentara pasti sudah menahannya untuk diinterogasi di kantor penjaga. Yah, di mana normalnya seorang anak perempuan berjalan-jalan di dalam bangunan milik pihak militer di malam hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua tiba di sebuah lift yang dijaga ketat oleh empat orang tentara yang membawa persenjataan lengkap. Talisa mengernyit, seketika itu juga gugup melihat postur tubuh keempat tentara yang menjaga lift. Carter berbicara kepada salah satunya dalam bahasa Inggris, menunjukkan surat berstempel resmi dan kartu identitas, kemudian membiarkan badannya diperiksa lebih teliti. Bagian pemeriksaan badan itu yang membuat Talisa makin gugup. Tidak ada tentara perempuan di sini dan gadis itu tidak suka memikirkan dia harus menjalani pemeriksaan yang sama dengan Carter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia beruntung para tentara itu tidak memeriksanya. Mereka membukakan pintu lift yang nampak berat dan mempersilakan keduanya masuk. Di dalam lift metalik itu, tak ada panel bertombol seperti lift biasa. Benda tersebut langsung meluncur turun tanpa perlu menekan tombol apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka tidak memeriksaku,” gumam Talisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak satupun di antara mereka wanita, wajar saja mereka tidak menyentuhmu. Mereka tidak mau dianggap melakukan pelecehan.” Carter menarik napas panjang. “Mereka akan membunuh kita berdua di tempat kalau kau membuat kekacauan,” ujar Carter. “Itu aturan untuk mage yang bertugas sebagai mentor pemburu sepertiku. Kau adalah tanggung jawabku. Kau berbuat kesalahan, hukumannya untuk kita berdua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang saja, kata Talisa dalam hati. Aku tidak akan membuatmu terlibat masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita kemari untuk menjemput Ushio-san kan?” gumam Talisa. “Ada urusan apa mage diundang kemari?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesuatu yang berkaitan dengan monster.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushio-san—seorang mage dari Jepang atau di tempat asalnya dia menyebut diri onmyouji—datang dari Indonesia bersama Talisa dan Carter. Dia diputuskan ikut pergi di detik-detik terakhir, menurut yang Talisa dengar. Tadinya dia mengira Ushio-san hanya ditugasi sebagai pengawas ekstra, tapi setibanya di bandara, laki-laki Jepang itu langsung dijemput pihak militer sementara Talisa bersama Carter pergi ke tempat lain di sudut lain kota untuk menjalani ujian kualifikasi pemburu. Lebih mengherankan lagi, Carter—dan Talisa yang sepaket dengan Carter di hampir setiap kesempatan—diijinkan datang ke tempat militer untuk bergabung dengan apapun yang tengah dikerjakan Ushio-san.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu lift terbuka, menampakkan sebuah koridor berlapis logam dengan deretan pintu di kedua sisinya. Ada sesuatu dalam atmosfer ruangan ini yang membuat Carter dan juga Talisa tidak segera melangkahkan kaki ke luar lift. Seandainya Carter tidak berinisiatif keluar dari lift, keduanya akan tetap diam di sana hingga lift tertutup kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurutmu di balik pintu ini ada zombi?” bisik Talisa. “Atau mereka memotong-motong mayat? Mayat alien atau monster atau malah manusia …?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau kebanyakan nonton film,” tukas Carter. Ia tidak dapat memberikan penyangkalan lain sementara bulu kuduknya sendiri mulai meremang. Lorong berlapis logam ini mengisyaratkan dirinya sebagai tempat rahasia tempat berlangsungnya segala jenis aktivitas yang diajukan Talisa. Satu-satunya cara untuk mengetahui kebenarannya hanyalah dengan masuk ke salah satu ruangan karena tidak ada jendela untuk mengintip, namun firasat Carter menyatakan kalau sebaiknya ia jauh-jauh dari pintu nomor berapapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak suka tempat ini, tapi aku tidak tahu kenapa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada kesempatan untuk melarikan diri,” kata Carter pelan. Ia sudah mulai berjalan lagi. Suara langkahnya bergema sepelan apapun ia berusaha meletakkan kaki. “Kurasa itu yang membuat kita ngeri.” Dia tersenyum samar dan menoleh pada anak asuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa meringis. “Kita jemput saja Ushio-san dan kita kembali ke tempat kita menginap. Mudah-mudahan urusannya sudah selesai.” Gadis itu melirik nomor besar berwarna merah menyala di setiap pintu logam. “Dia ada di ruangan mana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katanya,” Carter berhenti di hadapan salah satu pintu dengan dua angka tertera, “nomor tiga belas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pada saat Carter menekan tombol interkom di sisi pintu, Talisa merasakan sesuatu dalam benaknya. Merasakan, bukan memikirkan atau membayangkan. Orang-orang yang menangani kesehatannya secara khusus menyatakan bahwa hal semacam itu selalu terjadi pada orang-orang seperti Thar—mereka yang mengalami insiden dengan monster seperti yang dialami gadis itu tiga tahun silam. Mereka “beresonansi” dengan keberadaan monster terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ada monster di balik pintu ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa menelan ludah. Sementara Carter berbicara pada seseorang yang menjawab via interkom dari dalam ruangan, Talisa mengendurkan kancing sarung pistolnya. Dia tidak sepenuhnya salah mengenai tempat ini, sepertinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu logam menggeser terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan di balik pintu berlapis logam seperti lorong yang ada di luar. Suhunya jauh lebih dingin dari ruangan normal dan lampu-lampu sorot berjajar di langit-langit di dua sisi, menyorot langsung ke tengah-tengah ruangan. Teriakan kasar seorang laki-laki mengisi ruangan seluas lapangan bola itu, disusul geram kesakitan tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuanku yang sangat saya hormati.” Carter mengeraskan suaranya sedemikian rupa, mengalahkan teriakan marah laki-laki berseragam militer di tengah ruangan. “Saya kira Mr Ushio dipanggil kemari untuk urusan monster, bukan menginterogasi manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki yang tadi berteriak adalah seseorang bertampang tegas (dan galak, menurut Talisa) dengan kepala plontos. Salah satu daun telinganya rusak parah, tapi selebihnya tidak ada bekas luka yang signifikan di wajahnya. Tingginya jauh melebihi Carter—Talisa menebak 180 senti atau lebih—dan lengannya yang berotot menunjukkan kemampuannya mematahkan leher Carter dalam satu sentakan. Talisa mungkin bisa mengatasi orang ini, tapi daripada keyakinannya mengalahkan orang ini, dia jauh lebih merasa yakin kalau ia tak ingin berurusan dengannya. Tidak, tidak, sebaiknya memang hindari berurusan dengan tentara. Yang manapun apalagi yang di kepalan tangannya terdapat percikan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bergeser ke samping Carter yang tengah berbicara dengan si lelaki tinggi besar, Talisa tahu apa yang membuat Carter nekat berseru menghentikan pekerjaan si lelaki tinggi besar dan kenapa Ushio-san yang berdiri cukup jauh terlihat gugup dan berulang kali membetulkan kacamatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal ada yang salah dengan kata “menginterogasi” yang dilontarkan Carter dan absennya sosok monster mengerikan—yang setengah diharapkan Talisa. Sosok yang disebut “monster” meringkuk di lantai, bernapas berat serta terengah-engah. Talisa melihatnya dengan mata kepala sendiri bagaimana kepala, kaki, serta tangan “monster” itu sama sekali tak ada bedanya dengan manusia. “Monster” itu bahkan mengenakan kaus hitam dan celana jins panjang seperti layaknya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan mendekati benda itu, Nona!” Si lelaki tinggi besar memperingatkan Talisa dengan suara menggelegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu manusia bukan benda. Talisa memprotes dalam hati dan melangkah mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan, sampah sialan, jangan coba-coba mendekati tamuku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa menekap mulut untuk menahan teriakan saat menyaksikan si lelaki tinggi besar mendaratkan tendangan telak ke perut “monster” itu. Suara tersedak terdengar dari mulut si “monster”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sir.” Carter menyentuh pundak si lelaki tinggi besar, mendapatkan perhatian penuh dari pria tersebut. “Dengan penuh hormat, Sir, bisakah Anda menahan diri untuk tidak memukulinya lebih lanjut?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia bahkan tidak ada separuhnya manusia kalau Anda sudah melihatnya sendiri,” jawab si lelaki tinggi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tahu. Ya, maafkan kelancangan saya. Kami tidak bermaksud ikut campur urusan Anda, tapi bisakah kami bicara baik-baik dengannya? Maksud saya, tentu saja, jika dia memang bisa berbicara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia bisa bicara. Menyumpah serapah dalam bahasa Jepang.” Talisa tahu sekarang apa peran Ushio-san di tempat ini: penerjemah. “Tapi dia tak menjawab pertanyaan kami sejak tadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami akan mencoba bicara dengannya,” kata Carter, berusaha meyakinkan si lelaki tinggi besar. “Hanya mencoba, Sir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si lelaki tinggi besar menatap Carter lamat-lamat, memikirkan kelayakan sang mage untuk menginterogasi tawanan. Merasa tidak ada ruginya ia membiarkan mage itu mencoba bertanya, laki-laki itu akhirnya mengangkat bahu dan berjalan menjauhi sang tawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanyakan padanya siapa dan di mana ibunya sekarang,” bisik si lelaki tinggi besar di telinga Carter. “Kantor pusat pembasmi monster membutuhkan keterangan lengkap mengenai hal itu untuk mencegah lebih banyak makhluk sepertinya di dunia ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si lelaki tinggi besar berjalan mendekati pintu, memutuskan untuk mengawasi dari sana bersama kedua rekannya yang bertugas menjaga pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa meringis tertahan saat mendapati Carter tanpa rasa takut mendekati sosok yang terkapar di hadapan mereka. Mage itu menyentuh bahunya dengan lembut, mendapatkan reaksi tersentak kaget dari sosok tersebut. Setelah merasa sosok itu tak akan menyerang, Carter berkata kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau bisa duduk?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushio-san menerjemahkannya tanpa diminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tak perlu menunggu lama untuk jawabannya. Sang “monster”, dengan tangan terborgol di balik punggung, dengan mudah membuat dirinya duduk bersila di hadapan mereka semua. Untuk pertama kalinya dalam sesi interogasi ini wajahnya terlihat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makhluk itu mengenakan berangus logam di sekitar mulutnya, mencegahnya menggigit siapapun. Pelipisnya tergores dan salah satu matanya lebam. Saat menatap wajahnya, Talisa menyadari kalau warna mata sosok di hadapannya berwarna ungu cerah. Di samping itu, separuh wajah, leher, lengan,  serta kakinya nampak dihiasi tato berbentuk lidah-lidah api hitam yang bercabang-cabang, membuatnya terlihat seperti anak-anak punk yang sering nongkrong di beberapa sudut kota menjelang malam. Rambut hitamnya dipotong pendek dengan menyisakan selarik “buntut” di tengah-tengah. Sisanya, tidak ada keanehan yang dapat ditemukan Talisa hingga dapat menyatakan bahwa sosok itu adalah “monster”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku dengar apa yang dibisikkan si Kolonel.” Tanpa disangka-sangka, orang bertato itu bicara. Dalam bahasa Inggris yang dipahami oleh ketiga orang di depannya. “Kalian akan menanyakan di mana ibuku, eh? Percuma kalian berbisik kalau berada dalam jarak lima meter dariku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carter mengernyit. “Sebenarnya kau ini apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pemburu Iblis terbaik di dunia. Kata Ayah, sebenarnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau punya nama?” Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Talisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nama?” Sosok itu berpikir sejenak. “Kode namaku Lemur, prototip pertama Project Hunter. Ayah memberiku nama Juuna Kuramoto.” Ia kembali memberi jeda beberapa detik. “Kau bisa memanggilku dengan panggilan yang mana saja. Tapi aku tetap tidak akan menjawab pertanyaanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa?” tanya Carter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juuna menggeram, melontarkan tatapan tajam pada sang mage. “Kalian membunuh ayahku. Untuk apa? Kau bisa menjawabnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia melawan saat tentara menggrebek laboratorium kalian,” jawab Carter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begitu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya. Seandainya dia menyerah baik-baik, dia pasti tidak terbunuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juuna kembali terdiam. Kali ini ia menundukkan kepala dalam-dalam. Talisa sempat melihat mata ungunya meredup penuh kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Carter,” bisik Talisa, “apa itu Project Hunter?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carter menggaruk dagu. “Aku dengar dari temanku saat berada di kantor. Katanya pihak militer Jepang baru-baru ini menyerbu sebuah laboratorium tersembunyi di pinggiran kota. Kudengar kepala laboratorium itu mengadakan penelitian ilegal selama dua puluh tahun terakhir. Dari tempat itu mereka mendapatkan sejumlah data penelitian dan beberapa oknum yang mensponsori proyek tersebut.” Carter mengalihkan pandangan pada Juuna. “Dia termasuk di antara objek percobaan mereka. Percobaan menciptakan petarung terhebat, pemburu Iblis terbaik, apapun mereka menyebutnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mutan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan.” Carter mengawasi gerak-gerik makhluk di hadapannya dengan gusar. “Manusia setengah monster. Dilahirkan dari rahim manusia biasa, tapi dia memiliki kemampuan alami layaknya monster. Kekuatannya melebihi Mutan biasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jrak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa mengerjap, otomatis memaksakan matanya agar beradaptasi dengan kegelapan total. Ia tak perlu berusaha melihat dalam gelap terlalu lama karena lampu darurat berwarna kekuningan menyala di sudut-sudut ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mati lampu di saat seperti ini …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang berada dalam ruangan terdiam, seakan-akan menunggu hal buruk terjadi. Sang Kolonel mengucapkan sesuatu pada rekannya dalam bahasa Italia, sama sekali tak dipahami oleh Talisa. Suhu ruangan yang dingin perlahan-lahan menghangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insting Talisa menangkap keberadaan monster lain. Tepat di ruangan sebelah. Dia tidak merasakan kehadiran makhluk itu dari awal, jadi kenapa …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kukira ada kargo lain yang datang kemari bersamaku.” Juuna bergumam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Carter,” desis Talisa. “Di ruang sebelah.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua mage sontak mengarahkan tangan kepada Juuna ketika gadis setengah monter itu melonjak berdiri. Sebuah lambang di telapak tangan Carter dan Ushio-san berpendar dalam kegelapan. Juuna mengabaikan ancaman di dekatnya, menggumamkan sesuatu yang tak terdengar jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tak bisa menggunakan sihir yang lebih kuat daripada sihir untuk melumpuhkan,” ujar Carter. Kening pria itu berkerut, nampak serius sekaligus panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tempat ini dibuat untuk menekan aktivitas sihir seminimal mungkin, Mage Carter.” Ushio-san menjawab. “Agar Iblis yang ditahan tidak dapat menggunakan sihir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara logam yang dihantam mengalihkan perhatian mereka. Talisa menebak, monster yang ia rasakan telah membobol pintu ruangan tempatnya dikurung. Kolonel dan kedua tentara lain menyiagakan senjata api masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu Golem, kukira.” Juuna menatap waspada ke arah pintu. Mata violetnya nampak berkilau dalam kegelapan. “Tubuhnya dilapisi batu. Kalian butuh tank untuk menembus tubuhnya.” Ia memiringkan kepala. “Atau pemburu Iblis sungguhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau hanya mencoba menakut-nakuti kami, setengah monster,” sahut Kolonel ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juuna memandang sang Kolonel. “Oke. Silakan dibuktikan sendiri.” Dia mengalihkan perhatian kepada Talisa. “Kau berbau Iblis juga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksudmu?!” hardik Talisa, tersinggung dikatai seperti itu. “Aku bukan monster!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mutan.” Juuna mengangguk, menyetujui ralatnya sendiri. “Itu sebabnya bau manusiamu jauh lebih mencolok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa menarik keluar pistolnya, tapi tak menodongkannya pada Juuna. “Kau memilih manusia untuk makan malammu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku alergi daging manusia. Tidak, intinya bukan itu. Kau pemburu Iblis kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memangnya kenapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kukira pemburu Iblis bekerja bertiga. Dengan satu mage dan satu Mutan lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Talisa baru saja resmi menjadi pemburu monster,” sela Carter. Ia menoleh cemas ke arah pintu yang berdentam kencang akibat pukulan dari luar. Pintu logam itu mulai melesak ke dalam. “Dia belum memiliki partner ker—“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu biarkan aku yang menjadi partnermu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“A-apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku serius,” sambung Juuna. “Saat ini juga,” dia melirik pintu yang sudah dalam kondisi mencemaskan, “kita membutuhkan satu tim pemburu Iblis yang lengkap.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hantaman terakhir mengirim pintu besi melayang ke ujung ruangan. Rentetan tembakan meledak di sekitar pintu, diarahkan ke sosok gempal yang berdiri di ambang pintu. Makhluk itu menyeret langkahnya, masuk ke dalam siraman cahaya dan menampakkan tonjolan-tonjolan kaku di sekujur tubuhnya. Peluru yang ditembakkan melesak ke dalam sisik batunya dan ia tetap merayap lamban mendekati salah satu tentara. Si Kolonel meneriakkan sesuatu kepada keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa meraih lengan Juuna, membalikkan badan gadis setengah monster itu untuk melihat borgol yang mengekang pergelangan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Talisa! Jangan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini akan sedikit sakit,” kata Talisa. Ia menyentuh belenggu yang lebih mirip pasung mini dari logam itu, mengira-ngira bagian tengahnya, kemudian menghantam bagian tengahnya sekuat tenaga. Borgol itu patah menjadi dua bagian, membebaskan tangan Juuna yang langsung meraih berangus di wajahnya, berusaha melepaskan benda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih banyak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang kau lakukan?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengabaikan protes Carter, Talisa berlari ke depan Golem. Makhluk itu telah memojokkan si tentara yang kehabisan peluru di sudut ruangan. Tangannya yang berbonggol-bonggol terangkat tinggi, siap melumat sosok di hadapannya. Ketakutan setengah mati hingga kehilangan tenaga pada kedua kakinya, si tentara merosot terduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa berdiri di antara Golem dan si tentara, tepat pada saat monster raksasa di hadapannya menjatuhkan tangan. Talisa mengangkat tangan kanan setinggi mungkin, persis di jalur pukulan. Ia mengertakkan gigi ketika sisi tangan Golem mendarat di telapak tangan kanannya, tertahan tanpa banyak kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cool.” Talisa hanya menangkap sosok yang mengatakan itu sebagai kelebatan bayangan lewat di samping dan di belakangnya. Rupanya itu Juuna, yang memanfaatkan tangan Golem yang terjulur rendah sebagai landasan mendaki. Ia melompat ke kepala Golem tanpa keraguan, menghunjamkan sesuatu yang membuat si monster batu menggerung serak dan mengangkat tangannya. Juuna melompat turun dari bahu Golem, seolah-olah tak menyadari bahwa tinggi bahu Golem dengan lantai mencapai lima meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kulitnya masih dingin. Kau juga merasakannya kan?” Juuna bertanya di sela-sela gerungan Golem. “Itu karena selama ini dia dibekukan. Kriogenik. Aku,” sisik-sisik hitam menjalar di sekeliling lehernya, “akan membakarnya. Seharusnya kulitnya retak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa teringat pada es batu yang dimasukkan ke dalam teh panas. Es batu itu retak karena perubahan suhu. Ide Juuna memanfaatkan konsep itu dan kalau kulit Golem ini retak …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si makhluk batu menggeram serak, kembali mengangkat tangannya untuk melumat lawannya. Meskipun destruktif, gerakannya sangat lambat, sampai-sampai Talisa yakin makhluk ini dapat dikalahkan dengan mudah hanya bermodal tank baja. Masalahnya mereka ada beberapa meter di bawah tanah dan tidak ada tank yang disimpan untuk berjaga-jaga di tempat ini. Saat melihat salah satu mata Golem, Talisa baru mengerti kenapa makhluk itu jadi bergerak lebih liar. Rupanya Juuna menusuk matanya dengan pisau militer yang entah kapan diambilnya dari salah satu tentara di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik berikutnya, Talisa menganggap si batu yang lamban itu hanya setara kecoa baginya dan Juuna. Mereka bisa mengalahkannya dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengabaikan tangan Golem yang terangkat tinggi, Juuna mendekati makhluk itu. Talisa mengira Juuna akan memanfaatkan tangan monster itu untuk mendaki naik ke kepala dan menyerang mata yang tersisa. Dugaannya salah. Juuna tidak menunggu. Ia menyerang dengan semburan api jingga yang akan membuat malu penyembur api manapun karena besarnya jilatan api dan kenyataan bahwa gadis itu tidak menggunakan minyak dan sumber api sama sekali. Suara berderak terdengar dari dada Golem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa menunggu Juuna menghentikan semburan apinya dan menerjang maju. Dia mengayunkan tinjunya sekuat tenaga, mendaratkannya ke garis retakan di dada Golem. Satu kali, dua kali, hingga ia mendengar bunyi batu pecah. Tubuh raksasa yang menjulang di hadapannya limbung dan jatuh terjengkang akibat pukulan Talisa. Perban yang membalut tangan kanannya terkoyak, menampakkan tangan manusia berlapis perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak memberi kesempatan bagi Golem untuk bangkit dan melawan kembali, Talisa mengacungkan pistol yang ada di tangan kirinya sedari tadi, menembak tiga kali ke dada Golem yang tak terlindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa menunggu. Napasnya terengah-engah. Moncong pistolnya masih diarahkan ke dada lawannya yang terbuka, siap menembak kapanpun makhluk itu menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Semakin lama ia menunggu lawannya bangkit, semakin gemetaran tangannya yang memegang pistol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia sudah tamat,” kata Juuna. Dia mengitari tubuh raksasa yang terbujur tak bergerak di lantai ruangan, memeriksa kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kukira Golem dikalahkan dengan mengambil kertas di mulutnya.” Talisa menemukan suaranya kembali. Ia menurunkan pistolnya, ragu-ragu. “Tidak seperti itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia dinamai Golem karena tubuhnya berlapis batu.” Juuna mengangkat bahu. “Begitu saja kok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa menghela napas penuh kelegaan. Setelah segala sesuatunya berlalu, ia baru menyadari kalau lututnya lemas. Gadis itu menjauhi buruan perdananya dan duduk berlutut, tak tahu bagaimana seharusnya bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cool.” Juuna berkata sekali lagi. Saat gadis setengah monster itu menyeringai, Talisa dapat melihat gigi-giginya yang runcing. “Sepertinya kita bisa jadi tim yang baik, ya?” Dia menghampiri Talisa dan mengulurkan tangan, menawarkan diri membantu berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talisa berusaha tersenyum (yang menjadikannya seperti agak meringis) dan menyambut uluran tangan itu. Entah apa kata yang lainnya setelah melihat semua yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Talisa, dia tidak keberatan menjadikan Juuna partnernya. Dia tidak se-“setengah monster” yang dikatakan Kolonel. Ya, tidak seburuk itu memang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-8955324658824664453?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/8955324658824664453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=8955324658824664453' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8955324658824664453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8955324658824664453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/08/signat-3-moonlight-prolog.html' title='Signat 3: Moonlight (prolog)'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-4420104921617975451</id><published>2010-08-08T20:54:00.002+07:00</published><updated>2011-09-17T13:51:09.739+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simple notes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hobi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing knowledge'/><title type='text'>Simple Notes: Fiction Junction (Character Part 2: The Rules)</title><content type='html'>Bagian kedua (dan harusnya juga bagian terakhir) dari pembahasan mengenai karakter sebuah cerita. Kalau sebelumnya ada sedikit klasifikasi sederhana tipe-tipe berbagai karakter di game, anime, manga, novel, dan lainnya, maka kali ini yang akan dibahas adalah pembuatan karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekedar pengingat, suatu tokoh fiksi jarang yang benar-benar baru gres mengingat sastra sudah berkembang dari jaman dahulu kala. Asosiasi paling dekat adalah nasi goreng. Dari masa ke masa nasi goreng pasti ya nasi digoreng, tapi varian-varian nasi goreng bermunculan, seperti nasi goreng ikan asin, nasi goreng mawut, dan seterusnya. Nasi goreng (karakter) mungkin basisnya sama, tapi komponen tambahannya (keju, ikan asin, mie goreng, dst) bisa berbeda dan cita rasa yang ditimbulkan kepada konsumen pun unik dan tidak seperti suatu penjiplakan bodoh (jiplak fotokopi, tanpa ada perubahan sama sekali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau nasi goreng? Sama halnya seperti membuat karakter, Anda dipersilakan membuat sesuatu (yang sepanjang pengetahuan Anda) baru gres. Hal seperti ini justru jauh lebih mengesankan dalam sebuah proses pembuatan karakter. Mulai dari nol. Ada harapan karakter Anda malah dijadikan panutan bagi karakter orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke. Berarti sudah beres dengan masalah basis karakter. Mari ambil contoh, kita akan membuat karakter macam Edward Cullen dari Twilight Saga. Kenapa saya ambil karakter itu? Karena karakter itu dibenci dan dicintai banyak orang. Yang benci adalah pecinta vampir bad-ass yg menghisap darah dan "jahat" sementara yang cinta adalah mereka yang suka dengan penggambaran vampir yang tampan, keren, baik hati, kuat, pokoknya pria idaman wanita banget kecuali sisi vampirnya (sebentar, ada juga orang-orang yang menganggap berpacaran dengan makhluk berbahaya itu sebagai kegiatan eksotis, saya rasa, jadi perkecualikan yang terakhir untuk beberapa kasus). Jika dalam cerita saya muncul seorang karakter vampir tampan yang tidak mau terkena cahaya matahari karena kulitnya bisa berkilau-kilau lengkap dengan karakteristik persis sama dengan Edward Cullen, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi: pertama, orang akan menganggap itu hanya cameo/plesetan Edward Cullen, kedua, rumah saya tiba-tiba hilang dibuldozer fans Edward Cullen yang tidak terima saya menjiplak karakter kesayangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cameo biasanya kentara pada nama dan sifat paling menonjol, tapi sisanya sang karakter tidak berperan terlalu banyak dalam cerita dan tidak ada karakteristik lebih mendetail yang terlihat dari karakter cameo tersebut. Saat seseorang menyadari entah dari nama atau karakteristik khas sang karakter cameo, si pembaca tidak akan merespons karakter tersebut sebagai karakter jiplakan, tapi sebagian besar akan langsung tahu karakter tersebut berdasarkan siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plagiat menunjukkan sebagian besar karakteristik khas karakter yang pernah ada di karya orang lain. Anda masih ingat kasus Buku Harian Naila yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta? Cerita dan karakter di sana langsung dicap plagiat oleh konsumen luas (dan mereka yang nonton dorama 1 Litre of Tears) karena &lt;i&gt;terlalu banyak&lt;/i&gt; hal yang sama dengan sumber aslinya, termasuk ceritanya padahal dikatakan (seperti terdapat di hampir setiap pembuka atau penutup sinetron) bahwa kesamaan tokoh dan cerita hanyalah ketidaksengajaan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah hukum-hukum fisika karakter yang perlu dicermati saat akan membuat karakter, baik original recipe maupun modification recipe:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Hukum Aksi Reaksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hukum Aksi Reaksi karakter berbicara mengenai respons karakter atas karakter lainnya. Daripada mencontohkan reaksi yang wajar, saya lebih memilih untuk mencontohkan reaksi yang tidak wajar, misalnya seperti seorang karakter yang biasa-biasa saja, tidak kaget apalagi sampai menolak saat diberi tahu bahwa dia terpilih untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran. Jika diceritakan bahwa karakter tersebut pengecut, tidak punya kemampuan, selalu menghindar dari masalah, dan seterusnya, maka hal tersebut tidak wajar, tapi bagaimana jika orang tersebut telah begitu mengidamkan peran penyelamat dunia dan sudah mempersiapkan diri untuk peran tersebut selama hidupnya? Aksi-reaksi karakter dapat dinilai wajar atau tidaknya secara relatif berdasarkan latar belakang dan sifat karakter tersebut, dan aksi-reaksi karakter adalah suatu hal wajib ada--menurut saya--dalam sebuah cerita untuk menjaga warna cerita dan para karakternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TF65ez7-aJI/AAAAAAAAAF0/yOvnStQO05I/s1600/220px-Goetia_seal_of_solomon.svg.png"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503039733682301074" src="http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TF65ez7-aJI/AAAAAAAAAF0/yOvnStQO05I/s320/220px-Goetia_seal_of_solomon.svg.png" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 220px; margin: 0 10px 10px 0; width: 220px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Hukum Kesetimbangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hukum Kesetimbangan karakter berbicara mengenai komposisi sifat yang seimbang antara baik dan tidak baik. Ini adalah variabel dengan parameter yang paling luas. Kenapa ada hukum seperti ini di sini? Karena kita semua tahu bahwa tidak ada manusia yang benar-benar jahat atau benar-benar baik. Benar bahwa ada cerita yang menceritakan kebaikan (murni) melawan kejahatan (murni), tapi itu cerita untuk pembaca yang masih sangat muda. Bahkan dalam cerpen untuk konsumsi anak-anak pun saya mendapati bahwa penggerak masalah dalam cerita paling baik justru sifat jelek si pemeran utama (diasumsikan bahwa pemeran utama cerita anak kebanyakan juga anak-anak dengan segala sifat rewel, manja, dan sifat-sifat buruk khas anak-anak lainnya) yang menunjukkan keberagaman sifat karakter. Bayangkan betapa membosankan (dan tidak realistis) sebuah dunia cerita yang diisi karakter "hitam" dan "putih", there wasn't even grey (mengutip sedikit lirik lagu berjudul Technicolour oleh Paloma Faith).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Hukum Kekekalan Massa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hukum Kekekalan Massa karakter tidak berbicara mengenai karakter yang tetap kurus langsing hingga akhir cerita, tapi berbicara mengenai konsistensi sifat sang karakter dari awal hingga akhir cerita. Apakah konsistensi yang dimaksud di sini adalah apabila sang karakter adalah seorang bodoh bebal maka hingga akhir dia akan tetap bodoh bebal? Belum tentu. Jika sebuah kejadian yang sangat besar di dalam cerita berhasil membuat si karakter bodoh bebal itu berniat untuk mengatasi kebodohannya dengan semangat '45 dan tekad membara, apakah salah jika pada suatu titik sang bodoh bebal menjadi nyaris setara dengan karakter lain yang lebih pintar? Karakteristik tokoh dapat berubah apabila ada kejadian dalam cerita yang cukup kuat untuk mengubah kepribadiannya. Tapi apabila &lt;b&gt;tidak ada angin tidak ada hujan apalagi petir dan boro-boro ada kejadian luar biasa&lt;/b&gt; tiba-tiba seorang jenderal ekstra-jahat dalam cerita yang manipulatif, licik, dan haus kekuasaan tiba-tiba di menjelang akhir cerita bertobat setobat-tobatnya (bukan, ini bukan skenario sinetron hidayah) dan malah membantu pemeran utama untuk bersama-sama memerangi musuh lain, itu--saya katakan dengan lantang--adalah sebuah FAIL. FAIL. EPIC FAIL. EPIQUE PHAIL. Massa karakteristik sang jenderal dalam contoh sama sekali tidak kekal. Ada "massa" yang hilang entah ke mana, bahkan jadi zat kimia berbentuk gas pun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga berguna dan mencerahkan. Segala masukan diterima dengan sukarela. :D :D&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-4420104921617975451?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/4420104921617975451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=4420104921617975451' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4420104921617975451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4420104921617975451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/08/simple-notes-fiction-junction-character.html' title='Simple Notes: Fiction Junction (Character Part 2: The Rules)'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TF65ez7-aJI/AAAAAAAAAF0/yOvnStQO05I/s72-c/220px-Goetia_seal_of_solomon.svg.png' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-6470070969840842382</id><published>2010-06-19T18:29:00.010+07:00</published><updated>2011-09-17T14:09:39.283+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] Valharald</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TByq6nM_QzI/AAAAAAAAAFk/cRrlQtzM5Js/s1600/xx_Valharald.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484446370163016498" src="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TByq6nM_QzI/AAAAAAAAAFk/cRrlQtzM5Js/s320/xx_Valharald.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 144px; margin: 0 0 10px 10px; width: 100px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: Valharald: Kesatria Talismandala dan Pertempuran di Vincha&lt;br /&gt;Pengarang: Adi Toha&lt;br /&gt;Penerbit: DIVA Press&lt;br /&gt;Harga: Rp 50.000,-&lt;br /&gt;Jumlah hlm: 411&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sungguh, inilah sebuah dongeng cerdas yang penuh dengan hentakan!&lt;br /&gt;Pada sebuah negeri (VarchLand) yang telah mengalami masa-masa damai selama beratus-ratus tahun, tiba-tiba terancam mengalami kehancuran oleh sebuah kekuatan kegelapan yang datang dari bangsa Vomorian.&lt;br /&gt;Padahal, di masa-masa damai tersebut para kesatria VarchLand menyimpan seluruh peralatan perang dan senjata-senjata rahasianya di sebuah ruang rahasia dan menyegelnya dengan sebuah kunci yang juga sangat rahasia. Bahkan, di ruang rahasia tersebut juga tersimpan Mahkota Liafala yang merupakan mahkota tertinggi negeri VarchLand. Siapapun yang bisa memakainya, maka dialah yang pantas menjadi raja. Masing-masing kesatria memegang satu buah kunci yang sama berbentuk segitiga yang merupakan bagian dari kunci lainnya. Kunci-kunci tersebut diwariskan turun-temurun kepada orang-orang yang tepat untuk memilikinya.&lt;br /&gt;Sebelum semua kunci berhasil disatukan, pasukan kegalapan bangsa Vomorian telah lebih dulu mendarat di Pantai Vincha dengan armada perangnya yang berjumlah sangat besar. Mereka mulai menebarkan teror dan kerusakan.&lt;br /&gt;Nah, dari sinilah sebuah legenda tentang dua belas kesatria gagah berani dari negeri VarchLand yang disebut Kesatria Talismandala kembali menjadi harapan. Mampukah mereka menghadapi kekuatan kegelapan tersebut? Berhasilkah kekuatan Kesatria Talismandala menyelamatkan negeri Vincha dari kehancuran?&lt;br /&gt;Selamat membaca novel &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Valharald &lt;/span&gt;yang sangat seru dan menarik ini!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memulai pembahasan apapun mengenai novel ini, saya harus mengingatkan bahwa saya membaca novel pinjaman, bukan beli sendiri. Karena itulah, mohon dimaafkan apabila ada data buku yang kurang akurat. Untuk bagian kutipan dari dalam novel, kebetulan saya menulis resensi ini saat sang buku belum dikembalikan ke empunya jadi setidaknya saya benar-benar menyalin dan tidak ada kesalahan yang terlalu fatal kecuali jika saya sedang meleng, kesalahan ketik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pertama kali mendengar novel ini di salah satu forum pembicaraan di Goodreads dan setelah ada di tangan saya, baru saya sadar kalau sebenarnya saya sudah pernah melihat novel ini di toko buku yang kerap saya sambangi. Nah, kalau saya pernah melihat dan bisa sampai taraf tidak ingat pada judulnya, biasanya memang ada sesuatu yang “salah”—menurut saya—pada novel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran deh, siapa yang pertama kali mempelopori kewajiban sosok manusia atau sesuatu yang menyerupai manusia harus memenuhi bagian kiri kover depan? Ini novel fiksi fantasi lokal kedua yang saya dapati menaruh sosok di bagian kiri kover depan, tapi saya merasa sebelum ini saya pernah melihat sebuah novel fiksi terjemahan yang meletakkan sosok di bagian sebelah kiri kover (saya tidak ingat). Entah berapa lama lagi trend sosok memenuhi sisi kiri kover depan ini akan berlangsung …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari keberadaan sosok berbaju zirah di separuh kover depan sebelah kiri, hal lain yang menarik perhatian dari sampul novel ini adalah sosok lain yang mengisi sisa tempat yang tidak dijajah si pria berbaju zirah. Ketiga sosok lain yang tidak berzirah adalah dua orang wanita dan seorang pria, nah, yang menarik perhatian adalah mereka sosok yang lebih berupa foto ketimbang ilustrasi tangan atau komputer. Saya pribadi sejujurnya kurang menyukai kover depan yang diisi dengan foto manusia begitu. Kenapa sih tidak menggunakan ilustrasi? Kalaupun tidak ada tenaga ilustrator, apakah ada yang salah apabila tidak ada sosok manusia sedikit pun di kover depan? Misalnya, hanya judul novel, nama pengarang, endorsement jika ada, lalu sedikit ilustrasi yang tidak usah sosok makhluk hidup. Contohnya seperti The Godfather atau 5 cm. Kedua novel itu minimalis sekali dalam hal kover, kalah jauh dengan, misalnya serial The Secrets of Immortal Nicholas Flamel, tapi minimalis sekalipun tetap membuat buku tersebut nampak mencolok saat disandingkan dengan tumpukan buku lainnya. People do judge the book by its cover, apalagi kalau buku di toko semuanya disegel. :D Berdasarkan pembahasan saya di atas, bisa ditebak bahwa saya akan ragu-ragu sekali mengambil Valharald dari rak buku karena masalah sampul depannya yang tidak sesuai selera. (Untung ada teman yang berbaik hati meminjamkan. :D :D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinopsis, kira-kira cukup menggambarkan isi buku, menurut saya. Jika diperhatikan lebih lanjut, mungkin beberapa orang akan merasa ada yang aneh pada kalimat kedua sinopsis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada sebuah negeri (VarchLand) yang telah mengalami masa-masa damai selama beratus-ratus tahun, tiba-tiba terancam mengalami kehancuran oleh sebuah kekuatan kegelapan yang datang dari bangsa Vomorian.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejanggalan tersebut disebabkan oleh kata “pada” dan “tiba-tiba”. Mari saya perlihatkan apabila kedua kata tersebut dilenyapkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebuah negeri (VarchLand) yang telah mengalami masa-masa damai selama beratus-ratus tahun, terancam mengalami kehancuran oleh sebuah kekuatan kegelapan yang datang dari bangsa Vomorian.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “pada” merujuk pada tempat atau lokasi. Betul bahwa “negeri VarchLand” adalah sebuah tempat, tapi dalam konteks kalimat ini, ia berfungsi sebagai sebuah subjek, bukan keterangan tempat. Tambahan kata “pada” sebelum “negeri VarchLand” memberikan kesan bahwa rangkaian kata di depan merupakan suatu keterangan tempat, tapi pada kenyataannya diikuti oleh kata “mengalami” yang merupakan sebuah predikat dan kata kerja aktif dengan ciri didahului sebuah subjek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, cukup deh ngomong soal tata bahasa. Saya bukan pakarnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar jadi rasanya tidak etis kalau saya mengomentari seorang pengarang yang novelnya sudah terbit padahal saya ikut merancang EYD, pengajar bahasa Indonesia, penulis buku tentang tata bahasa, dan menerbitkan buku sendiri belum pernah dilakoni sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari menjabarkan isi novel ini ke dalam bentuk poin-poin yang lebih mudah dicerna saja. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan:&lt;br /&gt;- Aliran cerita yang enak untuk diikuti&lt;br /&gt;Ada banyak flashback di dalam novel ini tapi saat flashback disisipkan di cerita “masa kini”, alirannya tidak terganggu sama sekali dan porsi setiap flashback saya rasa cukup pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tata bahasa yang baik&lt;br /&gt;Meskipun hal ini sudah menjadi sebuah kewajiban bagi semua novel yg diterbitkan di seantero nusantara ini, saya masih menemukan ada saja novel yang “kecolongan” dalam hal paling mendasar, yakni tata bahasa. Valharald ini termasuk ke dalam novel yang tata bahasanya tergarap dengan baik (dan benar) dari segi teknis, mulai dari huruf kapital, penggunaan tanda baca, penggunaan kata baku dalam sebuah narasi (yang ini mungkin preferensi pribadi, tapi setahu saya ada aturan seperti itu dalam sebuah karya tulis), semuanya oke, kecuali beberapa salah ketik minor dalam hal huruf kapital. Woot, jangan salah, teknik penulisan mungkin kedengarannya terlalu formal dan tidak keren sama sekali, tapi bagi saya sebuah tata bahasa yang baik berpengaruh kepada kenikmatan membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan:&lt;br /&gt;- Layout “ajaib”&lt;br /&gt;Ada sebuah kotak-kotak kecil berisi kutipan kalimat yang terdapat di halaman tersebut. Tidak setiap halaman dihiasi kotak-kotak tersebut, tapi pada awalnya saya melihat, saya merasa sedikit terganggu karena perhatian saya jadi terfokus pada kotak-kotak yang mirip sekali seperti pada artikel di Intisari itu. Untungnya pada akhirnya saya berhasil mengabaikan kotak-kotak tersebut selama membaca sehingga keluhan saya hanya berhenti sampai di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Salah ketik yang fatal&lt;br /&gt;Kenapa fatal? Karena yang salah diketik adalah nama! Saya kutipkan beberapa kalimat yang saya ingat dan berhasil saya temukan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Itu dia. Ingolf!” seru Ingemar kegirangan.&lt;br /&gt;“Hah? Ingolf? Kau yakin?” tanya Ingemar ragu. “Semudah inikah menemukannya?”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganti kata “Ingemar” di kalimat kedua dengan “Einar”. (Saat dialog tersebut terjadi, Ingemar tengah bersama-sama dengan Einar.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Owain, kita akan segera bertemu dengan adikmu di Vincha. Ayah berharap ia baik-baik saja. Ayah yakin jika tidak ada sesuatu hal yang menghambatnya dalam perjalanan, ia telah sampai di Vincha,” kata Azkhara.&lt;br /&gt;“Aku harap juga demikian, Ayah,” balas Gwyneira.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gwyneira adalah adik yang dimaksud oleh Azkhara (boro-boro ada di jarak sepuluh meter dari mereka saat dialog di atas terjadi). Harusnya “Gwyneira” di sana diganti dengan “Owain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Logika yang terasa kurang pas.&lt;br /&gt;Salah satunya adalah mengenai kepergian para Kesatria Talismandala ke medan perang. Ada dua pertanyaan besar yang timbul saat saya mencapai akhir buku ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesiapan mereka menghadapi sebuah peperangan.&lt;br /&gt;Perang berbeda dengan sebuah pertarungan biasa. Sebuah pertarungan biasanya tidak melibatkan terlalu banyak lawan—kira-kira seimbang dalam hal jumlah antara si penyerang dan yang diserang, sedangkan dalam sebuah peperangan ada sangat banyak jumlah musuh yang datang menghampiri. Pengalaman dalam sebuah pertarungan—entah melawan beruang entah melawan makhluk asing yang makan orang, tapi dalam jumlah lebih sedikit daripada sebuah pasukan perang—seharusnya tidak dianggap sama dengan pengalaman berperang. Tidak diceritakan apakah kalung yang menjadi penanda para Kesatria itu memiliki kekuatan mistis entah apa untuk melindungi penggunanya atau bagaimana sehingga mereka yang tidak memiliki pengalaman menggunakan senjata dan bertarung pun diterjunkan ke dalam peperangan (sekedar informasi, dari dua belas Kesatria, ada satu yang sama sekali tidak dibekali pengetahuan bertarung yang memadai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apa jadinya bila salah satu Kesatria tewas dalam peperangan?&lt;br /&gt;Kedua belas Kesatria Talismandala diceritakan terjun semua ke dalam peperangan, bahkan ikut berperang langsung, bukan mengomandani. Ada dua orang (wanita) di antara mereka yang memang perannya sebagian besar adalah sebagai tenaga medis, tapi sisanya diterjunkan ke medan perang. Siapa sih yang punya ide menurunkan mereka ke peperangan? Orang itu pasti tidak berpikir apa yang akan terjadi seandainya salah satu Kesatria terbunuh. Repot jadinya kalau salah satu, salah dua, atau bahkan salah enam dari mereka gugur karena terinjak Orcus atau Ogre atau malah tidak sengaja kena bola api Pelindung Draach. Harus ada pengganti mereka yang gugur dalam pertarungan agar “kunci” yang menjadi topik utama sepanjang buku ini tetap berada di tangan yang pantas dan dapat digunakan untuk mengakses ruang rahasia tempat tersimpannya senjata mutakhir untuk melawan musuh mereka. Kenapa kedua belas orang itu tidak diutus saja untuk membuka dan mengambil senjata untuk melawan musuh-musuh mereka? Toh cukup dengan mengutus mereka pergi begitu saja akan ada masalah tersendiri karena musuh (asumsikan mereka punya mata-mata) pasti tidak akan membiarkan mereka tiba di tempat penyimpanan senjata mutakhir itu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua pertanyaan di atas, saya menyimpulkan sendiri bahwa si pengarang terlalu bernafsu menampilkan sebuah peperangan besar yang sangat menentukan di dalam ceritanya. Pola ini mengingatkan saya pada peperangan yang terjadi di Lord of The Ring. Bedanya, jika di LoTR Frodo harus menghancurkan The One Ring untuk mengalahkan Sauron, di Valharald ini kedua belas kunci harus disatukan untuk membuka tempat penyimpanan senjata mutakhir yang pernah digunakan untuk melawan musuh yang sama. Bedanya lagi, Frodo—ditemani Sam—tetap melanjutkan perjalanan untuk menghancurkan cincin sementara urusan perang melawan pasukan Mordor diserahkan kepada Aragorn dkk, di Valharald ini para karakter yang berperan sebagai “Frodo” malah ikut berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kasih briefing ke Vomorian*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, Vomorian, lain kali kalian ketemu orang-orang yang namanya Cuchulainn, Fionn, Urias, Gavin, Tighearnan, Gwyneira, Eira, Owain, Einar, Valharald, Ingemar, Ingolf, kalian langsung bunuh mereka dan ambil kalungnya lalu bawa jauh-jauh dari mereka. Mendingan mulai dari Eira dulu karena dia paling lemah, tapi target utamanya Einar atau Fionn karena bau-baunya dia ini bakal sah jadi penguasa VarchLand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Malah memihak Vomorian.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Karakter yang datar&lt;br /&gt;Bukan datar tanpa emosi, tapi lebih karena mereka sepertinya memiliki sifat yang kira-kira sama. Bahkan Cuchulainn yang diceritakan sebagai “orang liar” yang tinggal di hutan sendirian selama bertahun-tahun pun bisa beradaptasi saat bertemu dengan manusia lainnya (dia hanya tidak bisa beradaptasi dengan menunggang kuda, tapinya). Mereka semua adalah orang-orang berbudi baik yang sepertinya tidak bisa merasa marah pada seorang “pengacau” (ini sebutan dari saya) yang hobinya ninggalin anak asuhnya sebatang kara atau bersikap (sok) misterius kepada mereka. Karakter yang saya suka hanya si kembar Ingemar-Ingolf karena salah satu dari mereka masih sempat ditunjukkan bisa merasa marah. Einar hanya sekilas ditunjukkan besar kepala dan sangat bengal di masa mudanya, tapi sisanya dia adalah seorang raja muda yang baik. Karakter yang potensial saya sukai lagi adalah Gavin, mengingat bagaimana dia telah bertemu dengan seorang “pengacau” (ini juga sebutan yang saya gunakan agar tidak spoiler) lainnya. Sayangnya Gavin sudah dilibas oleh Einar dan Fionn dalam hal porsi cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Out of topic: *uhuk* Meng-handle dua belas orang sekaligus memang susah yah? *uhuk* *lirik draft DNMS* Makanya nggak sekaligus lagi sekarang. *uhuk* Jadinya lebih oke, IMHO. *uhuk uhuk dan sudah saatnya kita kembali ke topik pembicaraan utama setelah promosi draft belum jadi yang nggak tahu malu ini*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan lagi. Mereka mungkin berusia dua puluhan tahun, tapi saya tetap merasa janggal saat mereka sepertinya tidak merasakan apa-apa saat telah membunuh seseorang. Orang yang mereka bunuh bisa dibilang memang jahat, tapi benarkah kita bisa membunuh orang jahat begitu saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ketidakkonsistenan karakteristik&lt;br /&gt;Ini terutama terjadi pada karakter bernama Valharald. Diceritakan bahwa Valharald ini adalah penasihat kerajaan yang bijak. Lucunya setelah sekian lama disuguhi kunjungan dan pertemuannya dengan orang-orang terpilih dan orang-orang penting, di bab delapan, bab milik Gavin, beliau yang merupakan karakter paling uzur di antara kedua belas Kesatria, berubah menjadi maling buah plum yang digebukin preman pasar. Jawabannya kepada Gavin yang menolongnya pun tidak bisa dibilang baik atau bijak (dia bisa digebukin preman pasar karena mencuri saja sudah tidak terdengar bijak). Kalau itu bukan Valharald, tapi musuh yang menyamar, kenapa dia menyuruh Gavin ke tempat berkumpulnya Kesatria lainnya dan tidak berniat mencuri kunci atau membunuh Gavin saat itu juga agar kuncinya tidak terkumpul? Dengan pemikiran demikian, saya yakin bahwa orang tua yang ditemui Gavin adalah Valharald. Kalau itu bukan Valharald, maka pertanyaan saya tadi masuk ke dalam kelemahan mengenai tindakan yang tidak logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Plot biasa&lt;br /&gt;Betul. Biasa. Betul sekali. Nobody that becomes somebody to saves everybody. Betul sekali. Dan dilengkapi dengan peperangan. Hmmmmmm. Plot semacam ini mungkin sudah ada dari sejak tahun 70-an di game-game dan sudah lebih tua lagi untuk ukuran sebuah karya sastra. Saya sendiri sebenarnya tidak bisa menebak mengapa seorang pengarang memilih plot seperti ini padahal jika dilihat dari biografinya beliau ini sudah pernah menghasilkan kumpulan cerpen anak yang ceritanya lebih bervariatif. Sungguh sebuah misteri. Hmm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Siapa sebenarnya target pembacanya?&lt;br /&gt;Poin plus, menurut salah satu reviewer di Goodreads, novel ini adalah kata-kata mutiara yang lumayan sering diungkapkan para karakternya. Kata-kata mutiara itu, sayangnya, lewat begitu saja bagi saya. Anggapan saya sejauh ini bukan karena kata-kata mutiaranya basi (positive thinking) tapi karena saya sudah pernah mendengar kata-kata serupa di media lain dan di umur kepala dua ini saya sudah tidak terlalu idealis lagi dalam berpikir. Kata-kata mutiara dan moral of the story biasanya sangat pas untuk sebuah cerita anak-anak, makanya saya sempat berpikir bahwa Valharald ini jangan-jangan sebuah novel yang ditujukan untuk anak-anak dan bisa menjadi konsumsi segala usia (karena ini bukan bir atau vodka atau susu bayi, jadi kakek-kakek mau baca paling efek sampingnya hanya bosan bukan yang terkait ginjal, hati, atau lambung). Tapi! Saat saya melihat kembali kovernya, saya kurang yakin anak-anak akan tertarik untuk mengambil buku ini dari rak buku. Ditambah lagi, ternyata di dalam cerita ada hal-hal yang saya rasa kurang cocok untuk anak SD (anak hasil hamil di luar nikah dan ortu sang ibu tidak merestui anaknya menikah dengan orang yang telah menghamili dan beberapa jenis kasus Termehek-mehek TransTV lain, meskipun tidak sebanyak itu jumlahnya). Mohon maaf apabila ternyata pendapat terakhir tentang hal yang pantas dan tidak pantas bagi anak-anak itu salah. Saya kurang mengerti standar mengenai apa yang pantas dan tidak pantas bagi anak-anak sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor: 5/10&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-6470070969840842382?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/6470070969840842382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=6470070969840842382' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6470070969840842382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6470070969840842382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/06/resensi-valharald.html' title='[Resensi] Valharald'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TByq6nM_QzI/AAAAAAAAAFk/cRrlQtzM5Js/s72-c/xx_Valharald.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-1165815590872196090</id><published>2010-06-19T11:43:00.008+07:00</published><updated>2011-09-17T14:17:44.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] The Death to Come</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TBxO4Y-4WqI/AAAAAAAAAFc/LosqLb48dpM/s1600/dtc_fa-front.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484345176916253346" src="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TBxO4Y-4WqI/AAAAAAAAAFc/LosqLb48dpM/s320/dtc_fa-front.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 320px; margin: 0 0 10px 10px; width: 196px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: The Death to Come&lt;br /&gt;Pengarang: Tyas Palar&lt;br /&gt;Penerbit: Penerbit Imania&lt;br /&gt;Harga: Rp 40.000,-&lt;br /&gt;Jumlah hlm: 354&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Edward Twickenham, penyihir Glamorgan dengan bakat yang misterius.&lt;br /&gt;Ivar Eidjford, penyihir Denmark yangbisa melihat kilasan masa depan.&lt;br /&gt;Junda, penyihir Lithuania, pemilik cermin pencari orang yang sakti.&lt;br /&gt;Tariq, sang alkemis bijaksana yang ahli memperbaiki barang sihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Penyihir telah menggariskan larangan untuk tidak mencampuri urusan manusia. Namun keempat kawan itu tidak bisa tinggal diam ketika Ivar melihat Kilasan Masa Depan mengenai nasib mengerikan yang akan menimpa umat manusia. Oleh karena tidak ada yang bisa mengartikan kilasan yang Ivar lihat, Edward bersama ketiga rekannya memutuskan untuk mencari penyihir terbesar dalam sejarah untuk membantu mereka: Merlin. Perjalanan mereka mencari Merlin tak hanya mengungkapkan rahasia masa depan, namun juga rahasia masa lalu yang menyedihkan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih melihat di toko buku dan tertarik dengan sampul atau sinopsisnya, pertama kali saya tahu buku ini justru dari salah seorang teman saya. Rasanya aneh saja untuk pertama kali tahu buku ini, saya tidak melihat dan tertarik sendiri tapi direkomendasikan oleh teman saya itu. Akhirnya, saya mendapat pinjaman buku ini setelah sebelumnya terlebih dahulu berakhir dipinjam orang lain sebelum saya. (Kasihan yang punya, kayaknya keberadaan buku ini di tangannya jauh lebih singkat daripada keberadaan di tangan para peminjam. :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari mulai membahas dari sampul depan. Dilihat dari jauh, sebenarnya sampul novel ini nampak menarik. Judulnya bisa terlihat dari jarak pandang agak jauh dan nuansa kelamnya dari jarak yang sama juga kentara. Tapi! Saat saya melihat lebih dekat, saya merasa ada copy paste Ringwraith dari Lord of The Ring versi film. Memang jubahnya berbeda warna dan saya kurang yakin dengan bentuk kudanya, tapi terasa sekali kalau ketiga sosok di ujung kanan bawah itu bukan gambar original dari pihak penerbit. Sosok yang ada di sebelah kiri, yang menguasai separuh kover, awalnya saya kira sebagai sesosok tengkorak hidup berjubah, tapi kemudian di review lain yang diposting di blog lain sang reviewer menyatakan bahwa sosok itu adalah sosok seorang kakek tua. Setelah membaca review tersebut, saya mengamati kembali dan baru menyadari kalau mungkin memang itu sebenarnya sosok kakek-kakek, bukan tengkorak hidup perlambang maut yang menjadi topik utama novel ini. (Sepertinya sedang menjadi trend tersendiri memenuhi sebagian kover dengan satu sosok saja, di bagian kiri kover, terutama. :D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berbicara mengenai cerita, saya agak kebingungan dengan ilustrasi di bagian dalam. Pada daftar isi, font yang digunakan terkesan bahwa novel ini adalah cerita anak, bertentangan dengan kover yang terkesan dark. Tambah lagi ada ilustrasi bintang “imut-imut” yang salah tempat, novel ini jadi terbanting-banting antara novel dark atau novel ringan yang cocok untuk konsumsi anak-anak yang belum boleh lihat video Peterporn. Untuk melengkapi epique phail, pihak penerbit sekalian menambahkan ilustrasi Merlin versi Disney, di daftar isi dan di setiap sisi judul bab. Gilaaaaakkk! Mereka kok nggak mikirin bahwa ilustrasi dalam novel pun menjadi penilaian tersendiri oleh para pembaca? Setidaknya untuk layout teks, saya berani menilai bahwa layoutnya bagus, lebih bagus dari novel fikfan lokal terakhir yang saya baca. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bicara soal cerita, rasanya agak sedikit aneh saja saat saya membaca sinopsis dan tidak ada big bad guy alias karakter antagonis yang harus dikalahkan oleh para pemeran utama cerita ini. Bisa dibilang, ini sedikit berbeda dengan kebanyakan tipe cerita fiksi fantasi yang umum ditemui, tapi ada bagusnya juga variasi seperti ini. :D Si pengarang sudah mendapat angin berupa “cerita tidak klise atau biasa saja”. Setelah saya membaca lengkap isi buku ini—bukan random page read lagi seperti yang biasa saya lakukan—memang cerita novel yang satu ini tidak sekedar mengalahkan kejahatan dan seterusnya, tapi lebih ke arah perjalanan untuk mencapai suatu tujuan (yang bukan mengalahkan big bad guy). Masalahnya jenis-jenis cerita seperti inilah yang jatuhnya datar tanpa ada konflik yang cukup seru dan menegangkan. Si pemeran utama melakukan perjalanan, cerita kejadian-kejadian dalam perjalanan, baik halangan, rintangan, dan lainnya, kemudian tercapainya tujuan, lalu sudah, selesai. Ceritanya datar, tidak ada klimaks yang benar-benar terasa (jika saya simpulkan berdasarkan pengalaman membaca buku lain bergaya serupa, klimaks cerita terjadi pada saat berbagai pengungkapan mengejutkan dibeberkan kepada pembaca), tapi ada penyelesaian cerita. Setidaknya, meskipun di kover depan sudah tertulis dengan sangat jelas bahwa buku ini adalah buku pertama dari sebuah trilogi, saya tidak mendapati ending yang memaksa saya untuk membeli buku kedua untuk tahu kelanjutan cerita yang belum selesai. Saat nantinya buku kedua terbit, saya akan jauh lebih tergoda untuk membelinya dengan alasan “kali ini ceritanya tentang apa?” bukan untuk melanjutkan cerita buku pertama yang terputus. Ini poin bagus untuk sebuah cerita fiksi fantasi yang menggunakan plot tidak biasa tapi terjatuh ke dalam kedataran kisah sebuah perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut ke kekurangan dan kelebihan, pembahasannya akan sedikit berubah menjadi poin-poin seperti resensi saya biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan:&lt;br /&gt;- Penulisan yang rapi&lt;br /&gt;Termasuk di dalamnya susunan kalimat, pemilihan kata, penggunaan tanda baca dan seterusnya. Standar buku lokal harusnya selalu menyertakan hal seperti ini dalam editing. :p (kadang-kadang ada yang tidak menyertakan)&lt;br /&gt;- Tema yang tidak biasa&lt;br /&gt;Kalau saya boleh bilang, ini buku fiksi fantasi pertama yang saya baca dan temanya bukan melawan suatu kekuatan jahat dan teman-teman sejenisnya, tapi lebih ke arah perjalanan untuk mencapai suatu tujuan.&lt;br /&gt;- Setting fresh&lt;br /&gt;Kebanyakan fiksi fantasi lokal menggunakan setting dunia lain, tapi untuk yang satu ini, setting yang digunakan adalah di Eropa. Butuh riset yang cukup mendalam supaya para pengamat buku yang teliti tidak mencela suatu novel yang mengambil setting dunia nyata entah di jaman apa karena ketidakkonsistenan dengan kondisi dunia nyata di masa dan tempat yang serupa.&lt;br /&gt;Psst, ada slentingan yang mengatakan bahwa para pengarang fiksi fantasi biasanya “melarikan diri” dengan membuat sebuah setting yang sama sekali baru agar tidak diprotes para pengamat teliti tersebut, selain itu ada pula yang bilang kalau membuat dunia baru menjadikan sebuah cerita fantasi lebih mudah digarap. Itu benar, tapi bukan berarti membuat setting sendiri artinya menjadikan sebuah cerita lebih mudah dibuat daripada menggunakan setting dunia nyata. Para pengamat buku masih sangat menjunjung tinggi logika dan konsistensi, karena itulah setting tidak nyata pun bisa jadi masalah. Mereka memang cerewet, para pengamat buku itu (dan saya ngomong seolah-olah saya bukan termasuk ke tukang bikin resensi yang ngasal dan bawel).&lt;br /&gt;- Referensi yang baik&lt;br /&gt;Saya tidak mengecek ulang referensi yang dituliskan di dalam buku ini, tapi percaya begitu saja. Ini bukan perbuatan bagus bagi seorang penulis resensi, tapi saya merasa bahwa referensi yang dicantumkan di dalam sana sesuai dengan kebutuhan. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan:&lt;br /&gt;- Ilustrasi dan font daftar isi&lt;br /&gt;Sudah dibahas di atas, silakan dilihat lagi jika lupa. :D&lt;br /&gt;- Cerita yang datar&lt;br /&gt;Tidak ada konflik yang greget, tidak ada klimaks yang terasa sebagai “klimaks cerita”. Ini salah satu kelemahan sebuah novel bertema “perjalanan” (saya tidak tahu istilah yang tepat, jadi tolong diralat jika ada yang tahu apa sebenarnya genre cerita yang saya maksud)&lt;br /&gt;- Sinopsis yang sedikit kurang klop&lt;br /&gt;Dalam sinopsis tersirat bahwa keempat orang yang disebut-sebut, para karakter utama, adalah empat sekawan dan ada indikasi bahwa mereka telah bersama-sama sejak awal. Saat saya mulai membaca, ternyata tidak demikian di ceritanya. Ini mungkin cuma kesalahan kecil saja dalam hal penulisan sinopsis.&lt;br /&gt;- Footnote referensi&lt;br /&gt;Diletakkan di setiap akhir bab. Rapi, betul, tapi saya jadi bolak balik halaman untuk kroscek antara referensi dan di mana letak “objek” yang diberi keterangan itu dalam cerita. Kemungkinan besar footnote ini diletakkan di akhir setiap bab karena beberapa referensi cukup panjang untuk dijejalkan di bawah halaman yang sama di mana kata tersebut muncul. Kalau, benar, seharusnya poin ini dimasukkan ke dalam kelebihan karena saya tahu betapa mengganggunya footnote yang panjang di bagian bawah halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal terakhir sebelum saya menutup resensi kali ini, sebenarnya saya bertanya-tanya mengenai pernyataan Ivar di bab paling terakhir. Diperingatkan bagi Anda sekalian yang telah membaca sampai sini, apa yang saya pertanyakan ini mungkin adalah sebuah spoiler yang tidak ingin Anda dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&amp;gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;SPOILER (ANDA SUDAH DIPERINGATKAN!)&lt;br /&gt;”Ke Lithuania dulu, mengunjungi makam Junda …” &amp;lt;- dikatakan oleh Ivar  Apa yang sebenarnya terjadi pada Junda??? Dia beneran mati atau ini salah ketik nama yang sangat amat fatal sekali???SPOILER&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Skor: 7/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-1165815590872196090?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/1165815590872196090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=1165815590872196090' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1165815590872196090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1165815590872196090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/06/resensi-death-to-come.html' title='[Resensi] The Death to Come'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/TBxO4Y-4WqI/AAAAAAAAAFc/LosqLb48dpM/s72-c/dtc_fa-front.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-3718966034518072071</id><published>2010-05-22T21:33:00.008+07:00</published><updated>2011-09-17T14:37:00.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simple notes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hobi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing knowledge'/><title type='text'>Simple Notes: Fiction Junction (Character Part 1: Classification)</title><content type='html'>Dua komponen utama (menurut saya) dari sebuah tulisan fiksi adalah karakter dan cerita. Pertanyaannya, siapa yang lahir duluan? Karakter atau cerita? Lagi-lagi menurut saya, ini seperti mempertanyakan yang mana duluan antara ayam dan telur. Abu Nawas dalam satu cerita bilang bahwa telur dulu baru ayam karena telur tidak mengenal ayam tapi ayam mengenal telur (berarti ayam pernah jadi telur, tapi telurnya dari mana ...?). Orang yang lebih logis akan menyatakan pasti ayam duluan karena telur pertama pasti berasal dari ayam (lalu ayamnya dari mana ...?). Saya pribadi lebih suka jawaban garing: telur duluan karena adanya "telur ayam", bukan "ayam telur".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk karakter versus cerita, perdebatannya tidak akan sesukar dilema ayam telur. Jika dalam perdebatan ayam telur, ayam merupakan sebuah titik di dalam sebuah lingkaran dan telur adalah titik lainnya dalam lingkaran, maka dalam karakter versus cerita, karakter adalah sebuah titik di ujung sebuah garis dan cerita adalah titik lain di ujung lain garis. Tidak ada aturan khusus apakah akan mulai menarik garis dari titik karakter atau dari titik cerita. Dari mana pun garis ditarik, garis tersebut akan berhenti di titik ujung lainnya. Saya akan mencoba menjabarkan bagaimana karakter dan cerita dibuat sebagai panduan awal memilih titik awal menarik garis. Tentu saja, semua penjelasan di bawah ini adalah a la saya, tidak didaftarkan paten apapun, dan tidak berlatar belakang kepakaran (saya bukan mahasiswa jurusan sastra, hanya makhluk yang hobi menulis dan kebetulan sudah agak lama mendalami bidang tersebut :D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Karakter&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar utama penciptaan karakter adalah &lt;i&gt;role-play&lt;/i&gt; alias bermain peran seperti dalam sebuah sandiwara yang dipentaskan. Kenapa demikian? Karena dari awal hingga akhir cerita, Anda akan lekat bersama sang karakter yang telah Anda ciptakan. Karakteristiknya harus konsisten dari awal hingga akhir, kalaupun ada suatu hal yang mengubah karakteristik tokoh tersebut, maka perubahan tersebut pun harus diaplikasikan dengan konsisten. Hanya dengan menempatkan diri Anda sebagai karakter tersebut (untuk yang sebaliknya kurang diharapkan, tapi ada perkecualian tersendiri untuk hal tersebut), penokohan dapat terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tipe umum karakter yang dicintai orang dari masa ke masa:&lt;br /&gt;1. Karakter super-baik&lt;br /&gt;Baik, suka menolong, patuh pada orang tua, rajin bekerja, jago dalam suatu bidang, dan seterusnya. Ini adalah karakter 100%, murni, baik! (Saya merasa sedang promosi susu.) Tipe yang satu ini dicintai karena segala kebaikannya, karena dia adalah seorang tokoh yang sikap dan sifatnya bisa dijadikan panutan bagi penonton/pembaca untuk senantiasa menjadi orang baik-baik. Jenis karakter yang satu ini sekarang sudah dapat dikatakan agak sukar bersaing karena semakin banyak orang yang tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan karakter super-baik ini nyaris tidak memiliki ruang untuk perkembangan karakteristiknya. Biasanya untuk mengusahakan agar karakter ini tidak ditinggalkan penggemarnya karena bosan, ada kejadian buruk yang menimpanya dan membuatnya tidak berdaya atau ada kilasan kejadian yang menunjukkan sisi lain dirinya.&lt;br /&gt;Beberapa contoh karakter ini adalah: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Doraemon_characters"&gt;Hidetoshi Dekisugi&lt;/a&gt; (Doraemon), &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_.hack_characters#Kite"&gt;Kite&lt;/a&gt; (.hack//IMOQ), &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peter_Pevensie"&gt;Peter Pevensie&lt;/a&gt; (The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karakter bodoh-tolol&lt;br /&gt;Ceroboh, hobi terlambat ke sekolah, pemalas, tukang tidur, kalau bangun hampir selalu kesiangan, agak lemot memahami sesuatu dan seterusnya. Berkebalikan dengan sang karakter super-baik yang semua sifat dan sikapnya menjadi panutan, tipe karakter ini adalah tipe karakter yang mendapat tempat di hati justru karena orang merasa dekat dengannya, merasa simpati, atau malah merasa lebih baik dari si karakter ini. Jangan salah, karakter ini sangat berpotensial memikat hati saat perkembangannya terlihat. Ada kedekatan tersendiri menyaksikan seseorang yang bodoh-tolol dengan usahanya berhasil mencapai kemajuan hingga setara atau bahkan melampaui rekan-rekannya yang lain. Taraf kebodohan atau ketololan karakter ini biasanya cukup tinggi sehingga jarang diterapkan ke dalam media tulisan dan jauh lebih banyak ditemukan di anime, manga, atau game Jepang.&lt;br /&gt;Beberapa contoh karakter ini adalah: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Doraemon_characters"&gt;Nobi Nobita&lt;/a&gt; (Doraemon), &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sailor_Moon_(character)"&gt;Tsukino Usagi&lt;/a&gt; (Sailormoon)&lt;br /&gt;Contoh karakter bodoh-tolol yang mengalami peningkatan: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Naruto_Uzumaki"&gt;Uzumaki Naruto&lt;/a&gt; (Naruto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Karakter bad-ass&lt;br /&gt;Secara kasar, dapat dikatakan bahwa karakter ini "jahat", tapi dia dapat dimaklumi, itulah deskripsi terbaik untuk tipe ini. Jenis yang satu ini dicintai karena secara tidak langsung mencerminkan hal-hal buruk yang dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dilakukan, seperti misalnya menonjoki orang sampai setengah mati, menembaki selusin penyerang bersenjata, dan semacamnya. Meskipun bisa berkembang ke arah baik, tipe karakter ini biasanya secara konsisten mempertahankan "kejahatan" mereka dari awal hingga akhir cerita. Justru berbeda dengan karakter super-baik, karakter bad-ass tidak terlalu berpotensial membuat bosan dengan "kejahatan" mereka yang konsisten dari awal hingga akhir selama bentuk "kejahatan" mereka logis, wajar, dan tidak pasaran seperti "pokoknya aku mau menghancurkan dunia, titik".&lt;br /&gt;Beberapa contoh karakter ini adalah: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Black_Lagoon_characters#Revy"&gt;Revy&lt;/a&gt; (Black Lagoon), &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vito_Corleone"&gt;Don Vito Corleone&lt;/a&gt; (The Godfather), &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oda_Nobunaga"&gt;Oda Nobunaga&lt;/a&gt; (Taiko)&lt;br /&gt;Contoh karakter bad-ass yang di akhir cerita berubah karakteristik: Roscuro (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Tale_of_Despereaux"&gt;The Tale of Despereaux&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Karakter menyebalkan&lt;br /&gt;Hobi mengeluh, seenaknya sendiri, egois, sombong, arogan, tapi tidak jahat adalah ciri paling utama tipe ini. Karakteristik seperti ini masih termasuk wajar ditemukan di dunia nyata, tapi untuk kebanyakan orang akan dianggap menyebalkan. Jenis ini bukan jenis yang akan dijadikan favorit oleh banyak orang seandainya dijadikan pemeran utama, tapi sensasi membenci dan sebal pada pemeran utama menjadi resep tersendiri untuk tetap memikat orang mengikuti cerita. Umumnya karakter menyebalkan yang tidak ditempatkan di posisi pemeran utama menjadi pendamping pemeran utama, entah sebagai saingan atau sebagai teman (karena karakter utama adalah seorang karakter super-baik, wajar dia bisa bertahan berteman dengan orang menyebalkan). Sebagian besar karakter menyebalkan lambat laun "bertobat" atau setidaknya kadar menyebalkannya berkurang seiring dengan berjalannya cerita.&lt;br /&gt;Beberapa contoh karakter ini adalah: Mr Norrell (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jonathan_Strange_and_Mr_Norrell"&gt;Jonathan Strange and Mr Norrell&lt;/a&gt;), &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Haseo#Haseo"&gt;Haseo&lt;/a&gt; (.hack//G.U.), Luke (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tales_of_the_abyss"&gt;Tales of The Abyss&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Karakter cool/keren&lt;br /&gt;Pendiam, cuek, punya prinsip, punya kemampuan yang tidak main-main, dan punya fans sendiri di penampilan perdana. Ini adalah pemikat fans paling spektakuler, jauh melampaui jenis-jenis di atas. Karakter ini memiliki sedikit ciri campur aduk dari tipe-tipe di atas, ditambah dengan sifat yang dianggap keren seperti pendiam, cuek, dan punya kemampuan yang tidak main-main. Kencenderungan mereka disukai pun bermacam-macam, dari sekedar melihat tampang plus gaya yang keren, aksi yang keren, tindak-tanduk yang di luar dugaan, dan lain-lain. Karakter ini biasanya paling banyak ditemukan di game, entah sebagai antagonis atau protagonis. Perkembangan mereka cukup sulit karena campuran sifat merekalah yang justru menjadi daya tarik tersendiri.&lt;br /&gt;Beberapa contoh karakter ini adalah: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_Strife"&gt;Cloud Strife&lt;/a&gt; (Final Fantasy VII), &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Squall_Leonhart"&gt;Squall Leonhart&lt;/a&gt; (Final Fantasy VIII), &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dante_(Devil_May_Cry)"&gt;Dante&lt;/a&gt; (Devil May Cry)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Karakter "galau"&lt;br /&gt;Dirundung kebingungan, paranoid, seringkali merasa tidak yakin, emosional, inilah jenis karakter yang mengundang nuansa paling kelam dan dipenuhi ion negatif. Karakter ini biasanya diceritakan mengalami sesuatu yang membuatnya merasa kebingungan dan kehilangan arah, kejadian yang cukup buruk. Kemungkinan lainnya adalah karakter tersebut memang diceritakan tengah mencari jati dirinya dan karena pembawaannya yang serba salah, jadilah ia membawa aura negatif sepanjang cerita. Dengan karakter utama seperti ini, cerita biasanya berkisar pada pencapaian yang diperoleh oleh si karakter, yang nantinya akan mengubah hidup si karakter cukup drastis. Karakteristik ini biasanya mengundang simpati dari orang atau membuat orang sebal tapi penasaran sehingga mengikuti terus ceritanya. Peluang pengembangan karakter ini sangat besar, entah ke arah yang baik atau buruk, tapi sering kali diarahkan ke perkembangan yang lebih baik.&lt;br /&gt;Beberapa contoh karakter ini adalah: William Parry (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Subtle_Knife"&gt;His Dark Materials: The Subtle Knife&lt;/a&gt;), Ariella Montero (The Society of S), &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tsukasa_(.hack)#Tsukasa"&gt;Tsukasa&lt;/a&gt; (.hack//SIGN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonus: Damsel-in-distress&lt;br /&gt;Alias "wanita yang tak berdaya", meskipun tidak sepenuhnya tidak berdaya. Tipe ini sekarang tidak hanya menjadi ciri khas karakter wanita, tapi ada beberapa karakter pria yang begitu menyedihkannya hingga terjatuh ke dalam kategori ini. Seperti yang telah dikatakan, karakter ini tidak berdaya, hampir tidak memiliki kegunaan apa-apa selain untuk dilindungi atau diselamatkan tokoh utama lainnya (betul sekali, terlepas dari lakon pemeran utama sebenarnya dipegang oleh sang damsel-in-distress). Bisa disimpulkan secara umum bahwa sang damsel-in-distress ini adalah sumber dari segala sumber masalah yang merundung karakter utama lainnya, setidaknya sebagian besar sumber dari segala sumber masalah berasal dari dia. Lucunya, karakter yang begitu menyedihkan ini menjadi populer karena dibenci sekaligus dicintai oleh dua pihak yang berbeda. Pihak pertama membencinya karena karakter ini demikian menyedihkan dan mengesalkannya karena kerjaannya hanya menarik masalah kepada rekan-rekannya, sementara pihak kedua menyukainya karena merasa ingin menjadi karakter tersebut supaya bisa diselamatkan atau dilindungi oleh para karakter pendukung yang (biasanya) merupakan karakter cool/keren. Sekarang ini karakteristik damsel-in-distress sudah diberi kesempatan untuk berkembang dan tidak se-distress itu sampai membuat orang muak. &lt;br /&gt;Beberapa contoh karakter ini adalah: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bella_Swan"&gt;Isabella Swan&lt;/a&gt; (Twilight Saga), &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pacifica_Casull"&gt;Pacifica Casull&lt;/a&gt; (Scrapped Princess), Shirley Fennes (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tales_of_Legendia"&gt;Tales of Legendia&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe-tipe di atas adalah sebagian kecil klasifikasi sederhana a la saya, jadi (pasti) masih ada karakter yang tidak tercakup ke dalam salah satu tipe, tapi saya harap sudah lebih ada gambaran mengenai tipe-tipe umum karakter dalam cerita. Pengelompokkan di atas bertujuan untuk mengarahkan akan jadi seperti apa karakter yang akan dibuat nantinya. Untuk proses pembuatan karakter sebenarnya tidak ada peraturan khusus selain tetap di batas-batas yang dapat diterima konsumen. Mengenai penciptaan karakter, akan disajikan di postingan selanjutnya blog ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga berguna dan mencerahkan. Komentar dan masukan diterima. :D :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-3718966034518072071?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/3718966034518072071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=3718966034518072071' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/3718966034518072071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/3718966034518072071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/05/simple-notes-fiction-junction-character.html' title='Simple Notes: Fiction Junction (Character Part 1: Classification)'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-4917023414356895267</id><published>2010-05-12T22:35:00.009+07:00</published><updated>2011-09-17T14:38:43.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simple notes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hobi'/><title type='text'>Simple Notes: Startup!</title><content type='html'>Katanya menulis itu mudah, tapi pada kenyataannya, saat menghadapi kertas kosong atau menghadapi file baru word processor, kita baru menyadari bahwa menulis itu susah karena bingung harus mulai menulis apa. Terutama sekali hal ini terjadi pada mereka yang sudah lepas dari bangku SMP/SMA, yang sudah memandang segala sesuatunya dengan lebih serius, terutama jika mengenai tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen mata kuliah Jurnalisme Sains dan Teknologi di universitas saya pernah berkata, "Jika Anda bingung bagaimana memulai sebuah tulisan, maka tuliskanlah kebingungan tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju pada usulannya itu, sampai suatu ketika di kuliah yang sama, sang dosen membahas tugas-tugas yang dikumpulkan kepadanya minggu lalu dan mengomentari bahwa salah seorang mahasiswa mendahului tulisannya dengan kalimat kira-kira sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sebenarnya saya bingung harus menulis apa ...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak dosen mengomentari bahwa seharusnya yang semacam itu tidak perlu dituliskan dalam kalimat pembukaan artikel, langsung saya balas dengan, "Itu kayaknya karena dulu bapak bilang, 'Kalau Anda bingung hendak menuliskan apa, maka tulislah tentang kebingungan tersebut.', Pak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Untung Pak Acep tidak marah waktu saya mengatakan hal tersebut. :P*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesuai dugaan, menelan bulat-bulat saran dari dosen pun bukan hal baik. Apa yang dimaksudkan oleh Pak Acep bukan setiap kali bingung hendak menulis, maka artikel-artikel pun diawali dengan pembukaan "Sebenarnya saya bingung mau menulis apa ..." (biasanya disambung dengan alasan kenapa tiba-tiba si penulis memutuskan untuk menulis apa yang akhirnya dituliskan) tapi lebih ke arah, "Anda bisa menjadikan apapun di sekitar Anda sebagai topik, termasuk kebingungan Anda hendak mulai menulis tentang apa". Bukan berarti setiap kali Anda bingung hendak menulis apa maka yang ditulis adalah bingung-bingungnya. :D :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Simple Notes yang ini, saya akan mencoba merunut apa sih yang sebenarnya diperlukan untuk memulai sebuah tulisan selain motivasi untuk menulis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Stepping stone 1: Apa yang hendak kamu tulis?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan "apa" topik, tapi "apa" bentuk tulisannya. Fiksi atau fakta? Sastra atau jurnalistik? Prosa atau puisi? Berita atau feature? Pertama-tama hal itulah yang harus ditentukan. Setelah menentukan pilihan, mari berlanjut ke langkah selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Stepping stone 2: Mengertikah kamu bentuk tulisan yang kamu pilih biasanya berisi apa?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita isinya bagaimana, puisi kriteria dasarnya apa, dan seterusnya. Bahkan pemahaman mengenai fakta dan fiksi pun harus selalu diingat di taraf ini. Saya kurang setuju dengan seseorang yang membuat sebuah prosa dan mendaulat bahwa prosanya puitis, tapi pada kenyataannya prosa yang ia buat bukan puitis melainkan berisi kalimat-kalimat melompat-lompat yang membentuk sebuah paragraf yang tidak menyampaikan sesuatu yang jelas kepada pembacanya. Demikian pula dengan berita, jangan membuat berita yang dicemari dengan opini pribadi, itu namanya bukan berita. Tetaplah fokus dengan tulisan macam apa yang hendak Anda buat. Ingatlah ada batasan-batasan untuk kemelencengan dalam sebuah bentuk tulisan. Anda boleh melanggarnya, tapi langgarlah seelegan dan seminimal mungkin agar pembaca tidak bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Stepping stone 3: Contoh dari mana yang kira-kira pas dengan (selera dan) kebutuhan saya ya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, "kebutuhan" bisa dimengerti, tapi kenapa ada "selera" juga??? Meskipun terdengar tidak masuk akal dan agak bodoh (&lt;a href="http://loresketch.blogspot.com/2010/03/antara-aku-dan-dia-memilih-point-of.html?showComment=1271141202288#c8932188375374638888"&gt;bego dan skizo&lt;/a&gt;? :D :D referensi terdapat di bagian komen link tersebut, bukan di postingan utama) saya selalu percaya bahwa hasil karya yang terbaik dari seseorang adalah hasil pengerjaan sepenuh hati, jiwa, dan raga. Penjelasannya? Sebenarnya simpel: jika Anda sakit (raga), jika Anda stres/mengalami gangguan mental (jiwa), atau jika Anda tidak/kurang menyukai sesuatu (hati), apa yang Anda pekerjakan akan terasa kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda perhatikan, cara penulisan berita di berbagai media massa (mulai dari harian Kompas hingga tabloid Lampu Hijau) berbeda-beda dan memiliki ciri khas tersendiri. Untuk jurnalistik, tergantung media mana yang akan Anda kirimi tulisan Anda, dapat disesuaikan karakteristik berita/artikel yang akan Anda tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda suka sastra? Ada banyak penyair dengan segudang puisi mereka, ada banyak cerpenis, novelis, dan lainnya, masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Silakan dipilih (karya) siapa yang hendak Anda jadikan panutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembaca blog yang gak sabar: Kapan mulai menulisnya???&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, udah nggak sabar? Ya silakan atuh ditulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembaca blog yang gak sabar: Tapi saya masih bingung mau nulis apa!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya makanya selangkah demi selangkah! Kamu &lt;a href="http://loresketch.blogspot.com/2010/03/antara-aku-dan-dia-memilih-point-of.html?showComment=1271141202288#c8932188375374638888"&gt;bego dan skizo&lt;/a&gt; yaa??? &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Patapon"&gt;Patapon&lt;/a&gt; berperang pun selangkah demi selangkah, mengikuti ritme dengan baik dan benar, kamu maunya instan aja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S-rM7gJeweI/AAAAAAAAAE0/Ax8zalMtKpc/s1600/Fran.png"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470410020008935906" src="http://1.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S-rM7gJeweI/AAAAAAAAAE0/Ax8zalMtKpc/s320/Fran.png" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0 0 10px 10px; width: 150px;" /&gt;&lt;/a&gt;*ctar ctar!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Stepping stone 4: Topik apa yang sebaiknya saya ambil?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan lebih memfokuskan ke tulisan jurnalistik untuk tahapan ini, karena saya merasa ada sangat banyak ide liar yang bisa dituangkan menjadi sebuah karya sastra, tapi untuk menulis fakta, kita dibatasi pada kenyataan yang terjadi di sekeliling kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membagi model pencarian topik ini menjadi dua kategori paling umum:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berdasarkan peristiwa terkini.&lt;br /&gt;2. Berdasarkan bidang keahlian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa bisa apa saja, dengan skala sebesar apapun, mulai dari penemuan makam tua di pelosok negeri hingga skandal dunia hitam yang berhasil diungkap. Satu poin pentingnya adalah peristiwa tersebut harus menarik, setidaknya menulis merasa topik yang diambilnya akan dibaca. Seorang pembaca tidak akan menganggap bebek Pak Bondan bertelur sebagai sesuatu yang unik, tapi kalau bebek Pak Bondan menghasilkan telur berlapis emas, itu baru luar biasa. :D Akal-akalan utama sebuah artikel terletak di bagian judulnya. Anda bisa menempatkan judul "Bebek Pak Bondan Bertelur Emas" tapi isi di dalamnya sedikit berbohong (karena sebenarnya berisi tips dan trik menjadi kaya dengan berjualan telur bebek, tidak benar-benar berkisah tentang telur emas). Itu membohongi, tapi pembaca telah membaca tulisan Anda dan mereka mengkompensasi penipuan yang Anda lakukan melalui judul karena menganggap isi artikel tersebut bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama berlaku dengan tulisan berdasarkan bidang keahlian. Anda tahu mengenai struktur bangunan ini dan itu karena kuliah di jurusan Teknik Sipil. Masalah selanjutnya adalah bagaimana membuat tulisan yang sangat teknis dan tidak dipahami orang awam menjadi sesuatu yang layak dibaca?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, (calon) pembaca suka sesuatu yang unik, setidaknya di luar pemahaman umum yang selama ini mereka pegang. Dari sana, tulisan berupa inovasi bisa langsung mendapatkan tempat. Kedua, (calon) pembaca biasanya tertarik membaca artikel yang berkaitan dengan berita terkini (misalnya gempa bumi 19 SR menenggelamkan pulau XYZ). Jika memang bisa, kaitkan bidang Anda dengan masalah tersebut, tentunya dari sudut pandang bidang yang Anda kuasai. Ini memerlukan analisis ini dan itu, tapi percayalah, pembaca suka mendapatkan pengetahuan baru di balik suatu peristiwa, apalagi jika sudut pandangnya sangat ... tidak biasa, sebutlah begitu. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah terbesarnya adalah bagaimana menuliskan sesuatu yang sangat teknis dan mungkin tidak terjangkau oleh pengetahuan kebanyakan masyarakat pembaca? Nah, itu adalah sesuatu yang saya belum temukan tips dan triknya selain saran untuk "merendahkan intelejensia" hingga setara dengan pemikiran pembaca pada umumnya. Saran itu sendiri belum diujicobakan dan saya merasa saran tersebut kurang memadai untuk diikuti. Mohon maaf yang sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jauh lebih menganjurkan untuk mereka yang belum berhasil mendapatkan tips-trik untuk hal tersebut agar menulis yang tidak terlalu "wah" namun dikaitkan dengan peristiwa yang menjadi trend saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Stepping stone 5: Saya sudah mengikuti langkah-langkah di atas, tapi masih tetap bingung saat membuka word processor, bagaimana ini?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saatnya kita menyesal karena telah menganggap remeh pelajaran Bahasa Indonesia saat SD/SMP/SMA. Ingat ajaran mengenai kerangka karangan? Itu adalah hal yang saya dapati sangat membantu dalam menyusun dan mengontrol apa saja yang hendak saya masukkan ke dalam tulisan saya. Dengan kerangka karangan--tidak usah terpaku pada bentuk baku di buku teks, bisa dibuat berupa daftar saja--saya dapat mengecek kembali struktur tulisan, mengeliminasi yang tidak perlu, dan menambahkan yang dirasa perlu. Remeh, menyebalkan, dan merepotkan, tapi Ade Rai tidak akan jadi binaragawan kalau tidak menjalani latihan ini-itu plus diet ini-itu untuk membentuk ototnya. Makanya kan yang penting niat menulis yang datangnya dari hati, kan? :D :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Additional stepping stone: Niatkanlah dirimu, bulatkanlah tekadmu, sepenuh hatilah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga berguna dan mencerahkan. Komentar dan masukan diterima. Nggak nolak juga sumbangan dana (apa hubungannya pula ini???). :D :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-4917023414356895267?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/4917023414356895267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=4917023414356895267' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4917023414356895267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4917023414356895267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/05/simple-notes-startup.html' title='Simple Notes: Startup!'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S-rM7gJeweI/AAAAAAAAAE0/Ax8zalMtKpc/s72-c/Fran.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-3464660891471013034</id><published>2010-05-11T21:58:00.003+07:00</published><updated>2011-09-17T14:39:15.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simple notes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hobi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing knowledge'/><title type='text'>Simple Notes: Tiga Motivasi Umum Menulis</title><content type='html'>Bagi yang biasa mengikuti postingan-postingan blog ini, pastinya tiba-tiba terasa aneh mendapati ada judul cukup serius dengan tag "writing" alih-alih "coding" yang harusnya menjadi bidang untuk dibahas berkaitan dengan jurusan kuliah saya. Kali ini saya akan memuat postingan berlabel "Simple Notes", membahas mengenai hobi saya menulis cerita fiksi (bukan menulis kode program :D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pendahuluan, saya menyatakan dengan gamblang bahwa postingan ini dbuat dalam rangka tidak mau kalah dengan isi &lt;a href="http://loresketch.blogspot.com/"&gt;blog teman saya&lt;/a&gt; yang berisi tips dan trik menulis serta sharing pengalamannya mendalami bidang tulis menulis (seingat saya secara tidak formal, maaf kalau salah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai menulis sejak kelas 6 SD, dimulai dari tulisan tangan menggunakan pensil di buku tulis, kemudian berkembang menggunakan word processor di komputer (sst, jangan sebut merek, pasti semua tahu apa yang saya maksud :D :D). Dari mulai menulis tanpa pengetahuan yang benar mengenai EYD sampai sekarang sudah hafal sebagian besar teknik umum penggunaan tanda baca dan huruf kapital yang tertulis di EYD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya tidak terjerumus ke dalam curhat colongan mengenai masa evolusi kemampuan menulis saya, mari kita lanjutkan ke sedikit sharing knowledge. Harap diperhatikan bahwa "knowledge" yang saya maksudkan adalah "knowledge" yang saya dapatkan dari pengamatan, pemahaman, hasil ngobrol, materi kuliah, dan lain-lain. Akurasinya? Keterpercayaannya? Hm, saya terpaksa mengatakan sesuatu yang bikin bosan: saya serahkan penilaiannya kepada Anda sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, apa sih sebenarnya yang membuat orang tertarik untuk mulai menulis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Melampiaskan sesuatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari, inilah trend saat ini. :D Trend terdahulu adalah buku harian, yang biasanya diawali dengan "Dear Diary ..." (kalo "Dear, John" ato "Dear, Anne" ato siapa gitu, kenapa yah?), sekarang trendnya adalah update status Facebook, Twitter, Goggle Buzz (saya masih kurang ngeh dengan yang satu ini), dan berbagai social-networking lainnya. Masalah sederhana semacam "Sedang makan gurame asam manis di Warung Seafood Mister X" yang diposting sebagai status FB, tweet, dan lainnya adalah bentuk sederhana dari pelampiasan. Merasa ingin memberi tahu, merasa ingin direspons (cari perhatian dong?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, memang cari perhatian sih. Memangnya saya nulis posting berlabel "knowledge sharing" ini bukan berbasis "cari perhatian"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari motivasi "pelampiasan" ini terbagi menjadi dua kubu antara yang memang ingin berbagi pengetahuan atau hal menarik dengan yang ingin cari perhatian, keduanya tetap tergolong menulis. Entah itu jutaan karakter atau hanya 140 karakter, tetap, bagi saya terlihat sebagai suatu kegiatan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kategori ini, biasanya masalah teknis macam EYD tidak banyak diperhatikan oleh sang penulis. Mereka menulis dengan ikhlas entah itu di buku tulis biasa (diary atau jurnal harian) atau di berbagai media internet seperti website pribadi, blog, atau berbagai jenis social-networking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psst, katanya menulis sesuatu memang dapat mengurangi kadar stres, jadi jangan ragu menuliskan sesuatu yang abal-abal entah itu di diary/jurnal/kertas coretan gak jelas atau di internet, selama Anda mengetahui siapa saja yang dapat mengakses tulisan Anda dan dampak seperti apa yang mungkin Anda timbulkan dengan tulisan Anda seandainya khalayak ramai dapat membacanya. Saya ingin mengurangi jumlah orang stres di dunia ini, tapi saya tidak ingin kasus Evan Brimob, marshabm, Luna Maya, dkk menjamur gara-gara saran saya untuk melampiaskan sesuatu via tulisan. (Untuk detail kasus yang saya sebutkan, silakan di-goggle :D Evan Brimob bermasalah di FB, marshabm dan Luna Maya di Twitter)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Alasan ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Motivasi ini muncul sekitar tahun 2000-an, saat teenlit lokal sedang marak-maraknya ditemukan di pasaran dalam negeri. Kebanyakan penulis teenlit tersebut adalah remaja berusia SMP/SMA/kuliah. Dengan modal cerita yang mudah dipahami, setting yang dekat dengan kehidupan nyata, serta strategi pemasaran yang baik (yo'i peran penerbit dan percetakan jangan dilupakan :D) teenlit menjadi bacaan favorit plus trend pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah teenlit disukai banyak khalayak, para penulis artikel di media massa mulai menggali informasi mengenai para pengarangnya yang masih belia. Dari sana, muncullah dorongan "kalian juga bisa menulis" kepada para remaja yang membaca seluk beluk di balik pengarang teenlit. Salah satu artikel koran yang saya pernah saya baca (saya juga simpan, tapi di mana ya ...?) bahkan menyisipkan iming-iming bahwa menulis teenlit itu juga bisa untuk tambah-tambah uang saku. Kadang kala ada yang membahas lengkap mengenai pembagian royalti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu juga bisa" + "lumayan buat nambah uang saku" + pengaruh media massa + (entah siapa yang ngomong pertama kali)"menulis itu mudah" = motivasi untuk menulis, tapi berharap duitnya, suksesnya, terkenalnya, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini termasuk jenis penulisan yang kurang ikhlas, tapi bukan berarti terjatuh ke kategori tidak bermoral atau haram atau apalah yang jelek-jelek. Sah saja jika orang berorientasi pada materi selama cara memperolehnya bukan melalui korupsi atau hal lain yang merugikan sesama. Tapi! Biasanya elemen terakhir dari rumus di atas membuat orang menggampangkan menulis, mulai dari tidak ingat ada panduan bernama EYD untuk huruf kapital dan tanda baca, membuat plot-plot simpel yang biasa banget atau malah membuat plot-plot luar biasa yang jatuhnya ditanyai sana-sini karena nggak logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah ... main game itu gampang, tapi kalo kamu nggak tahu harus pencet tombol yang mana ya susah. Programming web itu juga gampang, tapi kalo kamu lupa aturan baku tag HTML yaa di browser ini jalan di browser itu jalan tapi tampilan jelek padahal pas dites di browser yang lain lagi jalan dengan tampilan gaul abis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa, tipe bermotivasi ekonomi ini juga mencakup para wartawan yang tak kenal lelah meliput berita, terutama sekali wartawan surat kabar. :D Selain wartawan, masih ada pula jurnalis, yang keberadaannya ada di tengah-tengah tipe pertama dan tipe kedua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Disuruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Skripsi, tesis, laporan praktikum, dokumentasi tertulis, sebut deh semua jenis tulisan wajib dibikin di masa-masa sekolah. Saya tidak merasa perlu berpanjang lebar menjelaskan, tapi dalam sebagian besar kasus, jenis tulisan ini dibuat dengan kurang ikhlas karena disuruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian pembahasan untuk kali ini. :D Untuk Simple Notes selanjutnya, saya akan membahas mengenai Startup Menulis alias bagaimana sebaiknya kita mulai menulis. Mudah-mudahan sharing yang tidak seberapa ini bermanfaat. :D Terima kasih karena sudah menyimak. Masukan Anda dinantikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-3464660891471013034?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/3464660891471013034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=3464660891471013034' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/3464660891471013034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/3464660891471013034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/05/simple-notes-tiga-motivasi-umum-menulis.html' title='Simple Notes: Tiga Motivasi Umum Menulis'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-2374074403591501381</id><published>2010-04-11T17:46:00.002+07:00</published><updated>2010-04-11T17:50:49.795+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quote ngasal of the day'/><title type='text'>Quote Number 5</title><content type='html'>Original: "All work and no play makes Jack a dull boy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi geek: "All play and no code makes Hack a null boy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koreksi tata bahasa diterima dengan hati terbuka. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-2374074403591501381?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/2374074403591501381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=2374074403591501381' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/2374074403591501381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/2374074403591501381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/04/quote-number-5.html' title='Quote Number 5'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-7246663200479169412</id><published>2010-03-26T19:11:00.006+07:00</published><updated>2011-09-17T14:39:50.243+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] Akkadia: Gerbang Sungai Tigris</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S6ytSpFS-mI/AAAAAAAAAEU/P8-VhSvMgWw/s1600/Akkadia11.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452923784616147554" src="http://3.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S6ytSpFS-mI/AAAAAAAAAEU/P8-VhSvMgWw/s320/Akkadia11.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 320px; margin: 0 0 10px 10px; width: 226px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: Akkadia: Gerbang Sungai Tigris&lt;br /&gt;Pengarang: R.D. Villam&lt;br /&gt;Penerbit: Penerbit Adhika Pustaka&lt;br /&gt;Jumlah hlm: 400&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gadis itu berlutut dengan kedua tangan mencengkeram tanah. Cahaya yang jauh lebih terang dan menyilaukan daripada cahaya merah Gada Geledek keluar dari dalam tubuhnya, menembus lapisan-lapisan tebal baju putihnya yang berlumuran darah. Kepalanya mendongak. tak sampai sedetik kemudian sinar merah menyambar dari sepasang matanya. Ratusan prajurit yang berada pada lintasan garis lurus dari puncak bukit hingga ke ujung lembah terbelah seketika. Potongan-potongan tubuh mereka hangus dalam jilatan api. Ada kegelapan di dalam diri gadis itu. Sesuatu yang sangat jahat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mesopotamia, abad ke-24 Sebelum Masehi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu Kerajaan Akkadia berhasil menaklukkan negeri-negeri di sekitarnya, dan untuk menahan serangan mereka seorang penyihir bangsa Elam dari tanah Persia menciptakan dinding ajaib di sepanjang Sungai Tigris. Naia, putri dari Kazalla yang negerinya telah dihancurkan Akkadia, bermaksud menyeberangi sungai dan meminta perlindungan pada bangsa Elam, namun di tengah perjalanan ia diserang dan harus berpisah dari para prajuritnya. Dalam keadaan terdesak Naia terpaksa mengambil keputusan tersulit: memanggil makhluk-makhluk terkutuk dari dunia kegelapan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang patut dicatat dalam sejarah saya membeli buku adalah saya terpikat oleh buku ini sejak pertama kali karena kovernya! Kebetulan pengarang buku ini aktif di salah satu forum yang juga saya ikuti, jadi meskipun jarang mengecek buku baru ke toko buku terdekat, saya tahu kapan buku ini dirilis dan seperti apa tampilan kovernya, jadi saya benar-benar terpikat murni oleh kovernya, bahkan tanpa pernah membaca sinopsisnya sama sekali. Tapi karena distribusi yang (sepertinya) kurang merata atau memang Bandung kurang up-to-date, saya mendapatkan buku ini bukan karena membeli tapi meminjam dari teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, mari mulai dari bagian terluar, yakni kover. Sekilas pandang, kover ini punya daya tarik tersendiri. Kalau boleh subyektif, akan saya katakan karena paduan warna gelapnya yang pas. Saya suka dengan warna dominan biru hitam yang menghiasi kover novel ini. Kalau dilihat lebih dekat lagi, akan terlihat bahwa detail gambarnya pun ciamik, bukan kualitas main-main. Saya, jujur, jauh lebih menyukai kover yang semacam ini ketimbang kover yang menggunakan foto orang asli yang diedit. Sekali lagi, kover dari Adhika Pustaka, hasil karya Imaginary Friends, sukses menyokong angka penjualan buku. :D :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, mari kita lihat isinya. Seperti biasa, di bagian awal terlihat adanya daftar isi (sampai 20-an chapter, whew, banyak juga untuk buku setebal ini) dan peta. Peta yang ada tidak seberapa detail, hanya menunjukkan kota, sungai, dan gunung. Saya yang pelajaran sejarah dan geografinya buruk ini kurang mengerti apakah peta tersebut dibuat demikian karena memang daerah yang digunakan sebagai setting cerita adalah daerah yang minim sekali hutan atau skala petanya membuat tidak perlu ditambahkan gambar landscape lain selain sungai dan gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, memasuki cerita, saya mendapati penulisan yang rapi dan gaya bahasa formal yang enak dinikmati. Aduh, apa yang bisa dikomentari dari masalah ini? Sepertinya tidak ada. :D :D Ini salah satu poin bagus novel ini, penulisan yang rapi dan dapat dinikmati. Untuk novel yang beredar di pasaran, cukup jarang ada novel yang secara teknis penulisan belepotan sampai-sampai membacanya pun terasa tidak nyaman, tapi masih ada beberapa novel yang kurang enak dibaca karena masalah gaya bahasa si pengarangnya. Dalam poin ini, Akkadia menempati posisi aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekarang, mengenai plotnya sendiri. Plot Akkadia menurut saya cukup menarik, tapi saya tegaskan sekali lagi bahwa saya membubuhkan kata “cukup”, berarti masih ada yang terasa kurang. Dengan blak-blakan saya menyatakan bahwa saya merasa tertipu dengan sinopsis cerita yang ditulis di belakang buku! Dengan pernyataan “Mesopotamia, abad ke-24 Sebelum Masehi”, saya mengira cerita di dalam Akkadia akan seperti Jonathan Strange&amp;amp;Mr Norrell atau trilogi His Dark Materials yang mengambil tempat Inggris alternatif, serupa tapi tak sama dengan dunia nyata. Masalah pertama—menurut pendapat saya, ini masalah pengarangnya, mungkin—tidak banyak pembaca yang mengetahui seperti apa kondisi Mesopotamia di abad ke-24 SM, membuat imajinasi mereka harus dituntun habis-habisan oleh deskripsi pengarang. Tentu saja ada beberapa pembaca yang bisa memahami karena memang mencintai dan senang mempelajari sejarah, mereka adalah perkecualian. Akkadia, menurut pandangan saya yang lemah di bidang sejarah, tidak menuntun pembacanya terlalu dalam memahami Mesopotamia pada jaman dahulu kala. Ini berimbas pada saya kehilangan imajinasi mengenai Mesopotamia masa abad ke-24 SM itu seperti apa dan imajinasi saya melantur membayangkan setting suka-suka yang menggambarkan sebuah dunia antah berantah berdasarkan petunjuk saya akan setting wajar suatu dunia fiksi-fantasi. Itulah masalah kedua, alhasil saya merasa semua kejadian di novel ini tidak terjadi di dunia “serupa tapi tak sama” seperti yang tertera di sinopsisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dianalogikan, saya merasa seperti membeli sekotak dodol yang tulisan di kemasannya “Dodol Garut Enak Banget” dan saat saya buka, saya mendapati isinya adalah “Mochi Sukabumi”, gak klop biarpun adonannya mirip-mirip. Setelah saya cicipi, mochi-nya memang uenak tenan seperti labelnya, tapi saya tetap merasa tertipu. Kan saya beli dodol, tapi dapatnya mochi. Haa, bagaimana ini??? Mochi-nya memang enak banget, tapi saya tadinya berharap dodolnya yang enak banget …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, sekarang merinci lebih lanjut kelebihan dan kekurangan yang saya dapati. Here we go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Penggarapan yang apik&lt;br /&gt;Ini mencakup penulisan dan lain sebagainya. Sudah saya jabarkan cukup jelas kan di atas? :D :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Glosari&lt;br /&gt;Satu hal yang saya sukai dari glosari ini adalah berbekal isi glosari dan sinopsis yang menyatakan bahwa setting cerita ada di Mesopotamia, saya … berkonsultasi kepada Wikipedia. :D :D Saya merasa glosari ini sedikit banyak membantu saya meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam cerita novel ini berlokasi di Mesopotamia abad ke-24 SM, tapi sesudah saya baru merasa demikian setelah melakukan kroscek mengenai beberapa hal, salah satunya nama raja-raja Elam dan kota Kazalla. Silakan dicari di internet bagi yang sudah membaca Akkadia. :D :D Ini salah satu bukti juga bahwa pengarangnya telah melakukan riset untuk materi ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Nama dan karakteristik&lt;br /&gt;Nama-nama di novel ini, sekalipun saya tidak tahu apakah sesuai dengan penamaan di jaman dan lokasi geografisnya, singkat dan cukup mudah diingat. Karakteristik, terutama karakteristik fisik tokoh-tokohnya juga mudah diingat dan saya sama sekali tidak tertukar mengenali karakter selama perjalanan cerita. Nice! :D :D Dalam tulisan lain kadang ada yang karakteristik atau nama membuat saya tertukar dengan karakter lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Siapa pemeran utama yang paling utama di antara yang utama?&lt;br /&gt;Ini pertanyaan terbesar setelah saya menuntaskan membaca Akkadia. Siapa pemeran utamanya? Saya merasa seorang pemeran utama adalah karakter paling utama dari yang utama. Eh, bingung? Saya akan mengambil contoh sedikit, misalnya dari … Saint Seiya. Semoga contoh yang saya ambil tidak terlalu uzur untuk dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di serial Saint Seiya, ada sekitar lima karakter yang dianggap “utama”, major, tapi dari berlima itu hanya Seiya yang merupakan pemeran utama (yang paling utama di antara yang utama), sedangkan teman-temannya hanya pemeran utama tanpa embel-embel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Akkadia, saat saya merasa bahwa pemeran utama cerita ini adalah X, tiba-tiba muncullah Y yang perannya tidak kecil, menggeser si X, saat saya berpikir bahwa Y adalah pemeran utama, Z datang menggeser Y. Pergeseran yang terjadi ditandai dengan kejadian yang cukup fenomenal, seperti misalnya memanggil makhluk berbahaya untuk menyelamatkan nyawa sendiri dan pasukan (dilakukan X), melewati suatu ujian berat (dilakukan oleh Y), mengalahkan musuh sebenarnya (dilakukan oleh Z). Saya akan menolerir kalau ketiga hal tersebut memang dilakukan oleh karakter yang berbeda untuk pembagian bobot “keutamaan karakter”, supaya karakter lain tidak terlalu tenggelam oleh karakter lain, tapi saya mendapati masing-masing aksi tersebut justru menenggelamkan karakter lainnya karena perbedaan level aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Karakter yang terlalu kuat&lt;br /&gt;Salah satu adegan yang menurut saya terasa salah adalah pada saat terjadi pengepungan oleh sebuah pasukan (saya akan menghindari menyebutkan nama) terhadap dua orang pemeran utama. Para pasukan jumlahnya lebih dari selusin, bersenjatakan tombak, dan seperti layaknya pasukan, mengenakan pelindung cukup lengkap. Lawan mereka adalah dua orang, satu bersenjatakan gada, satu lagi bersenjatakan pedang. Kemudian ada dua paragraf di bawah ini (yah, kesebut juga deh namanya siapa pelaku-pelakunya):&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Naia menghitung jumlah prajurit akkadia yang mengepung mereka. di jalanan sempit ini, yang terlihat olehnya ada sekitar tiga puluh prajurit bertombak. Sepuluh di antara mereka sudah terkapar tak sadarkan diri atau mati, tetapi mungkin masih lebih banyak lagi prajurit yang akan datang. sebanyak apa pun musuh yang telah dijatuhkan oleh Fares, tampaknya masih lebih banyak lagi yang datang mengepung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Heaahh!” Naia tak lagi mampu menahan diri. Pedangnya meliuk-liuk kencang bagai angin liar, mengutip kepala beberapa prajurit Akkadia&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama! Mari kita buat suatu asumsi akan ukuran pedang, tombak dan gada. Saya membuat ini berdasarkan pengetahuan saya, mohon diralat jika didapati kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========&amp;gt;&amp;gt; (ini tombak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; (ini pedang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===[[[]]] (ini gada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tidak usah komentar kalau ilustrasinya macam alay …)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah perbedaan panjang masing-masing senjata. Tombak adalah senjata terpanjang di sini. Dalam kondisi pertarungan satu lawan satu, tombak bisa dikalahkan oleh gada atau pedang dengan memanfaatkan ruang pergerakan si pengguna tombak dan memanfaatkan kecepatan pergerakan kaki si pengguna gada/pedang. Tapi! Itu kondisinya satu lawan satu, bayangkan jika dua orang melawan banyak orang! Puluhan! Dikepung! Pengepungnya membawa tombak, yang bertahan membawa gada dan pedang! Gada mungkin saja digunakan untuk menghancurkan tombak, membuka ruang serangan (awas itu yang bersenjatakan pedang kegebuk …), tapi pedang tidak akan semembabi buta gada dalam menghancurkan tombak lawan. Selain itu, jika melakukan serangan tanpa menyingkirkan tombak-tombak terlebih dahulu, ruang untuk menyerang secara akurat akan sempit sekali. Nyelip ke sono mau tebas, aduh ketusuk tombak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bisa diamati kembali bahwa dikatakan kalau Naia mengutip kepala lawannya. Itu terdengar segampang saya mencuil ceri dari atas kue. Pedang tidak memotong leher semudah itu, apalagi situasinya sedang dikepung, oleh tombak pula. Mau maju, adaww, tombakkk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Karakter utama berjaya, karakter sampingan mati aja lu …&lt;br /&gt;Yep, seperti yang saya tulis, saya mendapati kecenderungan:&lt;br /&gt;a. Karakter utama banget: kuat dan pny skill melebihi yang lainnya, susah matinya&lt;br /&gt;b. Karakter cukup utama: kuat, susah matinya&lt;br /&gt;c. Karakter kroco: kita tahu namanya cukuplah, mati itu salah sendiri, namanya juga lagi perang …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu gambaran umum dari saya mengenai nasib karakter-karakter dalam novel ini. Tidakkah … ada komisi yang akan memperjuangkan kesetaraan hak hidup dan skill untuk karakter-karakter dalam novel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terlalu banyak julukan untuk para karakter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; … Dan tidak dijelaskan lebih lanjut makna dari julukan tersebut hingga akhir cerita. Saya terutama bertambah bete karena salah satu karakter menjelang akhir cerita menjadi semacam kepanjangan lidah pengarang dan menyampaikan bahwa semua julukan, semua sebutan yang dikenakan pada para karakter manusia di novel ini hanyalah sebutan/julukan yang diciptakan oleh sesama manusia lainnya, belum terbukti kebenaran sejatinya. Tambah tidak menjawab apa makna julukan yang disebar sejak awal cerita dan dijadikan judul tiap bab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dari pembahasan di atas jika dinyatakan dengan nilai adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor: 7/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-7246663200479169412?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/7246663200479169412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=7246663200479169412' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7246663200479169412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7246663200479169412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/03/resensi-akkadia-gerbang-sungai-tigris.html' title='[Resensi] Akkadia: Gerbang Sungai Tigris'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S6ytSpFS-mI/AAAAAAAAAEU/P8-VhSvMgWw/s72-c/Akkadia11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-5537129979585754544</id><published>2010-03-16T21:48:00.006+07:00</published><updated>2010-03-17T09:19:13.843+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan nyokap'/><title type='text'>Tidak Ada Gelar Sarjana Bernomor</title><content type='html'>Di dalam mobil, menuju kampus, tengah membicarakan salah satu teman yang "aksel" S2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Berarti nanti A**ru pas lulus gelarnya ST12 dong? Kan S1 sekalian S2.&lt;br /&gt;Gw: "Nggak gitu juga sih, Ma ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Bagi yang bertanya-tanya apa itu ST, ST adalah Sarjana Teknik.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-5537129979585754544?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/5537129979585754544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=5537129979585754544' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5537129979585754544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5537129979585754544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/03/tidak-ada-gelar-sarjana-bernomor.html' title='Tidak Ada Gelar Sarjana Bernomor'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-275543457383443591</id><published>2010-03-12T11:32:00.002+07:00</published><updated>2010-03-12T11:42:46.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Out of The Box, Out of The River</title><content type='html'>&lt;p&gt;Mata kuliah jurnalisme ...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dosen: "... Sebagai penulis kita harus keluar dari bingkai. Harus berani melawan arus supaya dapat menemukan mata air."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gw: (dalam suara pelan, ke teman yang duduk di belakang) "Susah amat, jalan aja di pinggir sungainya."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;==&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hehe.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-275543457383443591?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/275543457383443591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=275543457383443591' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/275543457383443591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/275543457383443591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/03/out-of-box-out-of-river.html' title='Out of The Box, Out of The River'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-8286097469133328467</id><published>2010-03-03T18:05:00.008+07:00</published><updated>2011-09-17T14:41:10.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resep ngasal'/><title type='text'>Beef Poverty</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S45C8mKeFxI/AAAAAAAAAD0/PtmQXpt6R6M/s1600-h/DSC00033.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444362608341554962" src="http://1.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S45C8mKeFxI/AAAAAAAAAD0/PtmQXpt6R6M/s320/DSC00033.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;- Saus spageti&lt;br /&gt;- Jamur kaleng&lt;br /&gt;- Daging giling&lt;br /&gt;- Bawang bombai&lt;br /&gt;- Sosis&lt;br /&gt;- Roti polos/roti hotdog/burger&lt;br /&gt;*Semuanya dengan takaran "sesuai selera" karena ini resep ngasal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;- Potong jamur, sosis dan bawang bombai.&lt;br /&gt;- Tumis bawang bombai dan daging giling, tambahkan sedikit air. Masak hingga kecokelatan.&lt;br /&gt;- Masukkan saos spageti (di supermarket dijual botolan).&lt;br /&gt;- Masukkan sosis dan jamur yang sudah dipotong, aduk rata.&lt;br /&gt;- Matikan api setelah saus mendidih. Untuk masalah keenceran, disesuaikan dengan selera.&lt;br /&gt;- Potong roti menjadi dua bagian.&lt;br /&gt;- Masukkan saus yang sudah jadi ke dalam roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P.S: Untuk rotinya, tidak disarankan menggunakan roti tawar yang sudah diiris karena setiap potongannya tipis dan lebih berpori-pori, saus bisa "bocor".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-8286097469133328467?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/8286097469133328467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=8286097469133328467' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8286097469133328467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8286097469133328467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/03/beef-prosperity-palsu.html' title='Beef Poverty'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S45C8mKeFxI/AAAAAAAAAD0/PtmQXpt6R6M/s72-c/DSC00033.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-7174306266879990600</id><published>2010-02-14T14:07:00.009+07:00</published><updated>2011-09-17T14:41:36.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resep ngasal'/><title type='text'>Salad Kakap Goreng</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S3ejKTz3W2I/AAAAAAAAADI/FrVH_0uQJCE/s1600-h/DSC00029.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437994472584993634" src="http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S3ejKTz3W2I/AAAAAAAAADI/FrVH_0uQJCE/s320/DSC00029.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;- Tomat&lt;br /&gt;- Mentimun&lt;br /&gt;- Kakak goreng tepung (gunakan tepung roti)&lt;br /&gt;- Bawang bombai&lt;br /&gt;- Mayonaise&lt;br /&gt;*Semuanya dengan takaran "sesuai selera" karena ini resep ngasal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;- Potong-potong tomat dan mentimun kecil-kecil. Bentuk potongan terserah saja dan bahkan tidak dilarang kok kalau potongannya tetap besar-besar.&lt;br /&gt;- Masukkan tomat dan mentimun yang sudah dipotong ke mangkok.&lt;br /&gt;- Potong bawang bombai kecil-kecil. Kira-kira seperdelapan bagian dari bawang bombai utuh untuk satu butir tomat dan satu mentimun, tapi, sekali lagi, karena ini resep ngasal, takaran boleh diubah sesuai selera.&lt;br /&gt;- Masukkan bawang bombai ke dalam mangkok.&lt;br /&gt;- Goreng kakap yang sudah dibaluri dengan tepung roti dan tiriskan setelah berwarna kecokelatan. Untuk hasil yang maksimal, baluri daging fillet kakap dua kali: tepung roti, kocokan telur, tepung roti. (Yang terakhir ini berdasarkan pengalaman pribadi dengan bitterballen)&lt;br /&gt;- Suwir/cabik kakap goreng. Jangan terlalu kecil supaya daging kakap tetap terasa. Awas, daging kakap, yang baru diangkat dari penggorengan, panas!&lt;br /&gt;- Masukkan beberapa sendok mayonaise (sekali lagi, sesuai selera).&lt;br /&gt;- Aduk rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P.S: Terlalu banyak mayonaise biasanya menyebabkan perut terasa tidak enak (mual; taraf terparah, yakni muntah, pernah terjadi di acara MTV berjudul I Bet You Will di mana peserta disuruh memakan satu toples besar mayonaise), tapi diimbangi dengan sayur, efeknya tidak separah jika menggunakan mayonaise di masakan lain selain salad, misalnya saat makan chicken schnitzel + nasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-7174306266879990600?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/7174306266879990600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=7174306266879990600' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7174306266879990600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7174306266879990600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2010/02/salad-kakap-goreng.html' title='Salad Kakap Goreng'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S3ejKTz3W2I/AAAAAAAAADI/FrVH_0uQJCE/s72-c/DSC00029.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-6165967483239178337</id><published>2009-12-24T22:02:00.004+07:00</published><updated>2011-09-17T14:42:40.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] Ring</title><content type='html'>Judul: Ring&lt;br /&gt;Pengarang: Koji Suzuki&lt;br /&gt;Penerbit: Qanita&lt;br /&gt;Harga: (lupa)&lt;br /&gt;Jumlah hlm: 440&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Empat remaja tewas mengenaskan dengan ekspresi wajah penuh ketakutan.&lt;br /&gt;Sebuah kaset video misterius ditemukan.&lt;br /&gt; Seorang jurnalis berjuang melindungi dirinya dan keluarganya.&lt;br /&gt;Semuanya terhubung dalam suatu lingkaran setan tak berujung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu tempat peristirahatan, empat orang remaja menonton sebuah video misterius. Keempatnya tewas tepat seminggu kemudian. Di tempat yang sama, Kazuyuki Asakawa, seorang jurnalis surat kabar di Tokyo, menemukan video itu dan mengungkapsebuah kutukan. Hanya tujuh hari yang dimiliki Asakawa untuk mempertahankan hidupnya. Suasana diperkeruh dengan keberadaan Sadako, seorang gadis misterius dari masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah Asakawa mengungkap rahasia yang bisa menyelamatkan nyawanya? Siapakah Sadako, dan apa yang diinginkannya? Misteri apakah yang tersembunyi dalam kaset video itu?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadako, karakter hantu yang tiba-tiba menjadi populer di sekitar tahun 2002 lalu—tidak salah lagi—membuat saya membeli novel ini tanpa pikir panjang. Selain penasaran sehebat apa horor dalam novel ini sehingga filmnya laris manis bahkan sampai dibuat ulang di Amerika, saya juga ingin tahu versi asli cerita Sadako (seperti biasa,novel yang diadaptasi menjadi film kan tidak selamanya memiliki jalan cerita yang sesuai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata tidak salah kalau novel ini menjadi booming di Jepang. Segera setelah saya selesai membaca, saya langsung menyetujui bahwa inilah yang dinamakan novel horor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya penulisan Koji Suzuki sangat khas orang Jepang: simpel (saya suka sih yang seperti ini) sehingga novel ini otomatis menjadi mudah dimengerti. Settingnya Jepang luar dalam (wajar, mengingat sang pengarang adalah orang Jepang asli) dan (sepertinya) tidak memerlukan pengetahuan banyak untuk memahami settingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senjata utama dari novel ini sendiri adalah ketakutan akan waktu dan kematian. Sekedar informasi, saya tidak menemukan ada sosok berambut panjang dengan gaun putih yang merangkak keluar dari TV (ciri khas Sadako). Si pemeran utama benar-benar hanya menonton video, yakin deh kalau saya nonton juga nggak bakalan setakut waktu nonton video yang ada Sadako merayap keluar dari layar. Ketegangan yang dibangun terasa agak longgar, tapi konsisten selama beberapa saat sebelum ending. Sempat mereda menjelang akhir dan—sial, membuat saya deg2an membacanya—tiba2 meningkat tajam beberapa halaman sebelum ending. Formula menarik untuk sebuah horor. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari novel ini akan ketahuan kenapa horor Jepang bisa menjadi terkenal (beda sekali jika dibandingkan dengan “Suster Ngesot”, “Tali Pocong Perawan”, dkk yang asli buatan bangsa sendiri). Saya tidak akan membeberkan rahasia kecil itu di sini. Sebaiknya sih dibaca sendiri saja novel ini. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor: 7,5 / 10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-6165967483239178337?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/6165967483239178337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=6165967483239178337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6165967483239178337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6165967483239178337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/12/resensi-ring.html' title='[Resensi] Ring'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-1225964236029301728</id><published>2009-12-07T08:02:00.006+07:00</published><updated>2011-09-17T14:43:11.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] Xar&amp;Vichattan: Takhta Cahaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/SxxVBplPT4I/AAAAAAAAACI/0aDlu3GkA1k/s1600-h/xar.gif"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412294339022770050" src="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/SxxVBplPT4I/AAAAAAAAACI/0aDlu3GkA1k/s320/xar.gif" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 320px; margin: 0 0 10px 10px; width: 227px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: Xar&amp;amp;Vichattan: Takhta Cahaya&lt;br /&gt;Pengarang: Bonmedo Tambunan&lt;br /&gt;Penerbit: Penerbit Adhika Pustaka&lt;br /&gt;Harga: Rp 49.500,-&lt;br /&gt;Jumlah hlm: 312&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Peperangan antara Kuil Xar dan Vichattan berhadapan dengan Kuil Kegelapan tidak terhindarkan. Pasukan Kegelapan mulai mendekati Desa Cimea. Sementara itu pasukan Xar dan Vichattan yang telah mengetahui gelagat itu mulai mengungsikan penduduk dan berjaga-jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi perang kali ini tampaknya berlangsung tidak seimbang. xar dan Vichattan tidak lagi didukung kekuatan Cahaya yang telah hilang seiring hancurnya Kuil Cahaya tujuh tahun yang lalu. Satu-satunya cara untuk mengimbangi Kuil Kegelapan adalah dengan membangun kembali Kuil Cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menegakkan kembali Kuil Cahaya tak semudah membalikkan telapak tangan. Hanya orang terpilih saja yang dapat membangkitkan Kuil Cahaya. Akhirnya Dalrin, Gerome, Kara, dan Antessa ditunjuk oleh roh Cahaya masa lalu sebagai ahli waris Kuil Cahaya. Penduduk Xar dan Vichattan tidak ada yang percaya mendengar berita itu. Mereka hanya empat orang anak kecil, tetapi diberi tugas yang sangat berat. Sekarang mereka mau tidak mau harus menjalankan tugas itu demi membangun kembali kekuatan Cahaya dan mengalahkan Kegelapan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang bisa ditebak oleh mereka yang lumayan sering membaca resensi saya, yap, buku ini juga dibeli pada saat Gramedia menggelar diskon di BSM (diskonnya 30%! b[&amp;gt;_&amp;lt;]d). Sejujurnya, dari kemarin kemarin memang saya penasaran dengan novel fantasi lokal ini karena kemasannya yang ciamik. Akhirnya karena merasa kapan lagi saya bisa mendapatkan novel terbitan non-GPU dan rekan-rekan yang didiskon sampai 30%, saya beli buku ini. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak sama dengan kasus novel fantasi lokal yang pernah saya bahas, Zauri, ada kemungkinan dalam pembahasan ini ada komentar yang muncul karena saya sudah terlebih dahulu membaca resensi orang lain mengenai novel ini. Mohon dimaafkan untuk kekhilafannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, novel lokal harus dibahas mulai dari kover dan sinopsisnya. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinopsis, sejauh ini terasa baik-baik saja. Selain ditampilkan dengan tulisan yang mudah dibaca, sinopsis juga menjabarkan garis besar cerita secara seperlunya—meskipun setelah saya membaca isinya, ada urutan yang terasa terbalik—tanpa membocorkan hal penting dalam cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kover? Itu hal yang paling saya puja puji dari novel ini. Gilaaa, ini pertama kalinya saya sebegitu terpesonanya dengan kover novel fantasi lokal sampai-sampai beberapa jam sesudah membelinya, saya mengamati detail kovernya. [&amp;gt;_&amp;lt;] Ilustrator kovernya memang top dah! Apa yang digambarkan di depan cukup sesuai dengan gambaran makhluk serta karakter di bagian dalam novel. Satu hal yang terasa janggal adalah pada ilustrasi wanita berambut merah yang ada di punggung angsa raksasa (jika sesuai dengan cerita, nama karakter itu adalah Lahana). Bagian—sori—dada Lahana terlihat agak aneh dan menurut saya seseorang dengan jabatan seperti dirinya kemungkinan besar akan menggunakan baju yang lebih tertutup—kecuali ada konsep baru yang menyatakan bahwa dalam pertarungan baju yang minim akan memudahkan pergerakan, terlepas dari perlindungan terhadap serangan menjadi lebih minim. Oh, ya, sekedar info tambahan, saya telah melakukan kroscek tentang tim ilustrator novel ini, Imaginari Friends Studio, dan memastikan bahwa studio tersebut rupanya juga pernah membuat ilustrasi untuk majalah National Geographic edisi Juili 2009, pada artikel mengenai satwa purba nusantara. Mereka memang seorang pro di bidangnya, saya akui. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki halaman awal novel, saya menemukan berturut-turut: daftar isi, peta setting, kata pengantar dari pengarang. Tidak ada masalah dengan ketiganya. Petanya sendiri melingkupi wilayah yang cukup kecil, dibuat secara sederhana, tapi informatif. Kata pengantar sih ya gitulah ya, pendek kok, jadi bisa dibaca sendiri, dijamin nggak bakal ketiduran pas baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari beralih ke mode pembahasan secara menyeluruh. :D (saya lebih suka menggunakan cara demikian karena saya memang meminimalisir bocoran cerita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita, secara garis besar … mohon maaf karena harus mengatakan ini, game RPG lawas sekitar dua puluh tahun lalu, mungkin. Inti ceritanya dapat dijabarkan dengan: jahat versus baik, cahaya versus kegelapan, tidak lebih tidak kurang. Tidak lebih tidak kurang. Itulah yang membuat saya kurang berkenan dengan jalan cerita novel ini. Terakhir kali saya menemukan plot cerita seperti ini adalah di game Dissidia (PSP) di mana game tersebut memang merupakan suatu game fighting yang menjual karakter-karakter (semua karakter utama antagonis dan protagonis Final Fantasy dari 1-10 ada di sana) dan gameplay yang unik, bukan menjual cerita seperti pada game-game RPG. Tidak ada larangan untuk menggunakan suatu ide yang sudah ada berpuluh-puluh tahun silam, tapi sejauh ini para pembuat cerita—novelis, pembuat cerita game, anime, manga, komik, film, dan lainnya—telah melakukan inovasi pada cerita dengan tema yang serupa sehingga penggunaan ide cerita klasik tanpa adanya variasi akan terlihat seperti pesawat Fokker lawan pesawat Sukhoi. Sama-sama pesawat tapi yang satu kalah inovasi, memble lah jadinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, terlepas dari tema cerita yang ketinggalan jaman, saya merasa ada nuansa campursari—ini bukan maksudnya menghina, lho—dalam komposisi yang membentuk novel ini. Ada campuran antara  gameWarcraft III: Reign of Chaos/The Frozen Throne (dari deskripsi pasukan kegelapan), novel His Dark Materials (dari segi karakter berusia muda), Deltora Quest (dari misi mencari sesuatu untuk mengalahkan lawan), dan, yang paling terasa, The Chronicles of Narnia (dari perjalanan yang mereka lakukan). Hm, ketimbang memikirkan kemungkinan bahwa pengarang memang mencomot  konsep dari judul yang saya sebutkan, saya lebih berpikir positif dan menerima nuansa yang ada dalam novel ini sebagai pengalaman baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang! Saatnya menjabarkan hal-hal yang saya temukan secara lebih spesifik! Baik dan buruk! Here I come.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Positif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Teknis&lt;br /&gt;Tidak ada kekurangan yang signifikan dalam teknis menulis. Kalaupun ada, sejauh yang saya ingat, hanya terbatas pada penggunaan tanda baca yang berjumlah lebih dari satu, seperti “!!!” atau “!!?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Konsep sihir&lt;br /&gt;Original. :D Acungan jempol untuk konsep sihir yang ditata dengan rapi, tidak sekedar rapal mantera, ayunkan tongkat, cahaya berkelabat, dan “BLAAARRR!”, tapi pengarang juga melengkapi konsep sihirnya hingga perbedaan pengaplikasian hingga keterbatasan penggunaan sihir. Jika dibandingkan dengan sihir dalam Harry Potter (saya memilih judul yang paling “sihir” di antara yang lain) yang jarang didetailkan prosesnya dan tidak ada yang namanya kehabisan energi, konsep ini terasa jauh lebih manusiawi. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Glosari&lt;br /&gt;Salah satu cara terampuh dalam menangani penjelasan yang tidak berhasil dimampatkan ke dalam cerita. Saya tidak pernah menolak ada glosari, lumayan membantu di saat perlu mengecek konsep dan istilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negatif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Karakteristik&lt;br /&gt;Hampir setiap karakter dalam novel ini dapat diungkapkan dengan satu hingga beberapa kata sifat singkat, tapi tidak lebih dari sepuluh sifat. Hasilnya? Saya sampai berpikir yang membedakan para karakternya adalah cara mereka berkata-kata dan penampilan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penampilan para karakter pun sejak awal seakan-akan dialiansi sehingga pihak baik atau pendukung protagonis selalu berpakaian cerah dan secara fisik bersih, dalam artian tidak ada cacat fisik yang signifikan (apalagi mental) sementara pihak jahat atau pendukung antagonis selalu berpakaian serba hitam dan secara fisik lebih kena sifat tegaan dari pengarang, alias ada yang punya banyak bekas luka, ada yang jalannya pincang, dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa karakter baik tidak boleh cacat mental atau fisik …? Ini namanya diskriminasi karakter! *ilustrasi protes para karakter antagonis dan pendukungnya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respons karakter satu sama lainnya pun terkesan datar. Kalaupun ada sesuatu yang terbilang lucu, itu hanyalah terjadi antara Gerome-Kara. Lucunya juga datar sih sebenarnya menurut standar saya. Mau bukti???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Antessa dan Dalrin tersenyum geli melihat tingkah laku kedua sahabat mereka itu.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa kalipun Gerome-Kara tonjok-tonjokan (Kara menonjok Gerome, tidak berlaku sebaliknya :D) teman mereka responsnya senyum aja, sampe pengarangnya juga kayaknya capek sendiri dan akhirnya meng-copas pernyataan mengenai respons Antessa-Dalrin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa ini dengan karakteristik??? Padahal kelemahan plot sebenarnya bisa diangkat hanya dengan karakter-karakter yang solid, tapi pengarang sepertinya kurang pol dan berani dalam meramu karakteristik tokoh-tokohnya. Sangat disayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dialog&lt;br /&gt;Pola paling umum dialog dalam novel ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;”*Nama yang diajak bicara*, *apa yang hendak ditanyakan/diberitahukan/diperingatkan dan lainnya*”&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;” *Apa yang hendak ditanyakan/diberitahukan/diperingatkan dan lainnya*, *nama yang diajak bicara/panggilan teman/sobat/sahabat dan sejenisnya”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola di atas sangat banyak ditemukan dalam dialog, membuat saya sempat jengah membacanya dan bertanya-tanya apakah pengarang memang memasukkan unsur dialog seperti ini sebagai ciri khas orang dunia sana dalam berbicara, suatu ketidaksengajaan atau hal ini memang untuk kepentingan penyusunan kalimat yang artistik or whatever it called?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Deus ex Machina&lt;br /&gt;Deus ex Machina sebenarnya wajar untuk dilakukan, hanya saja ada batasan berupa konsistensi dan logika untuk menerapkannya sehingga Deus ex Machina yang terjadi akan diterima sebagai suatu “keberuntungan berpihak pada para karakter” bukan sebagai “ini pengarangnya ikut-ikutan aja, dasar geje”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Black Hole&lt;br /&gt;Di awal hingga pertengahan cerita, diceritakan bahwa penyihir dari pihak Kuil Kegelapan mampu mengeluarkan bola hitam yang efeknya menghisap serangan sihir lawannya bahkan perapal sihirnya seperti black hole. Mengerikan memang, saya baru saja terpikir kalau para penyihir itu baik, mereka akan menyelesaikan permasalahan sampah, minimal di Indonesia yang gunungan sampahnya hobi longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, menjelang akhir cerita, bola hitam ini jadi kurang mantap lagi, padahal statusnya Kuil Cahaya yang menyokong keampuhan ilmu para pengikut Xar&amp;amp;Vichattan bangkit juga belum. Saya merasa efek bola hitam ini sengaja dibuat melempem oleh pengarang demi menyelamatkan para karakternya—yang sebenarnya nggak utama-utama amat sih, mati agak konyol harusnya dibiarin aja, toh namanya juga lagi perang dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Teleport?&lt;br /&gt;Menjelang akhir cerita, ada suatu prosesi yang harus dijalani oleh keempat karakter utama, di mana kondisi mereka menjadi, sebutlah, tidak bisa melakukan apapun untuk membela diri mereka dari berbagai upaya menggagalkan prosesi. Di saat-saat itu, terjadi sesuatu yang menegangkan: salah satu oknum Kuil Kegelapan berhasil melepaskan serangan yang mengarah cukup akurat kepada mereka berempat dan serangan tersebut terlambat disadari oleh dua makhluk non-manusia yang tengah bertarung melawan naga berkepala dua (Nama naganya Nolacerta dan dia edan-edanan! Bodinya segede gunung dan katanya dia memperbesar diri lagi berkali-kali lipat! Pantesan aja jin yang dipanggil Sangkuriang bikin perahu yang dibalik aja bisa jadi gunung. Para jin gaulnya sama makhluk macem Nolacerta yang gedenya amit-amit sih! [&amp;gt;o&amp;lt;]). Ketika usaha pertolongan dari dua makhluk non-manusia dan seorang manusia nampaknya akan gagal karena masalah kecepatan dan sisa kekuatan, tiba-tiba …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya Dalrin yang menahan serangan itu (dan tidak terhisap seperti khas serangan bola hitam yang dijabarkan sebelumnya, lihat poin a. di atas mengenai serangan black hole, kecuali ada beberapa tipe bola hitam yang saya tidak ketahui).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*krik?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membaca bagian itu, saya berseru dalam hati, “TADI DIA NGGAK ADA DI SANAAAAAA!!! Cepet amat dia tahu-tahu udah ada di atas aja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kesalahan minor lainnya&lt;br /&gt;Ada beberapa, saya paling memperhatikan masalah sebutan (apakah “biarawan” juga dapat digunakan untuk menyebut Ka-Xar dan Es-Xar?), masalah ukuran (Shiba tidak akan kelihatan kalau Nolacerta memang sebesar gunung, mungkin Nolacerta lebih kecilan dikit? Rumah mungkin?), dan penggunaan bahasa Inggris yang terasa kurang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overall, saya menganggap novel ini termasuk ke dalam jajaran “lumayan”, agak disayangkan karena jatuhnya hanya di level itu bukan “bagus” karena kekurangan yang—menurut saya—cukup signifikan serta fatal di karakteristik dan plot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor: 6/10&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-1225964236029301728?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/1225964236029301728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=1225964236029301728' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1225964236029301728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1225964236029301728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/12/resensi-xar-takhta-cahaya.html' title='[Resensi] Xar&amp;Vichattan: Takhta Cahaya'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/SxxVBplPT4I/AAAAAAAAACI/0aDlu3GkA1k/s72-c/xar.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-2334656418984424660</id><published>2009-12-07T07:33:00.003+07:00</published><updated>2011-09-17T14:43:45.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] Musashi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/SxxWapJsbEI/AAAAAAAAACQ/HA98vZH0VRI/s1600-h/ECEI3039big.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412295867915594818" src="http://1.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/SxxWapJsbEI/AAAAAAAAACQ/HA98vZH0VRI/s320/ECEI3039big.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 249px; margin: 0 0 10px 10px; width: 163px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul: Musashi&lt;br /&gt;Pengarang: Eiji Yoshikawa&lt;br /&gt;Penerbit: Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Harga: Rp 155.000,-&lt;br /&gt;Jumlah hlm: 1248&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Miyamoto Musashi adalah anak desa yang bercita-cita menjadi samurai sejati. Di tahun 1600 yang penuh pergolakan itu, ia menceburkan diri ke dalam Pertempuran Sekigahara, tanpa menyadari betul apa yang diperbuatnya. Setelah pertempuran berakhir, ia mendapati dirinya terbaring kalah dan terluka di tengah ribuan mayat yang bergelimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang, ia melakukan tindakan gegabah yang membuatnya menjadi buronan hingga seorang pendeta Zen berhasil menaklukkannya. Otsu, gadis cantik yang mengaguminya, membebaskan Musashi dari hukumannya, tapi Musashi kembali tertangkap. Selama tiga tahun ia mesti menjalani kehidupan mengasingkan diri, dan masa-masa itu dipergunakannya untuk menyelami karya-karya klasik Jepang dan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bebas kembali, ia menolak diberi jabatan sebagai samurai. Selama beberapa tahun berikutnya, ia mengejar cita-citanya dengan tekad penuh mengukuti Jalan Pedang, dan menjadi samurai sejati. Lambat laun ia mengerti bahwa mengikuti Jalan Pedang bukan sekedar mencari sasaran untuk mencoba kekuatannya. Ia terus mengasah kemampuan, belajar dari alam dan mendisiplinkan diri untuk menjadi manusia sejati. Ia menjadi pahlawan yang tidak mau menonjolkan diri bagi orang-orang yang hidupnya telah ia sentuh atau telah menyentuh dirinya. Ujian puncak baginya adalah ketika ia harus bertarung melawan Sasaki Kojiro, saingan terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh. Mereka akan mengadu kemampuan, dan Musashi ingin membuktikan bahwa kekuatan dan keterampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak puas dengan Taiko karangan Eiji Yoshikawa, saya mulai melirik karyanya yang satu lagi ini, Musashi. Buku dengan tampilan fisik kira2 sama dengan Taiko ini (bahkan sebenarnya lebih tebal) butuh waktu lebih lama dari perkiraan hingga akhirnya terbeli di Pasar Buku Palasari, Bandung. Ini karena masalah dana sebenarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, langsung saja dimulai pembahasan isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali membuka buku, setengah sadar saya melihat siapa penerjemahnya. Murni setengah sadar lho. Lalu untuk pertama kalinya dalam membaca novel saya mendapati di sana tertulis “Tim Penerjemah Kompas”. Wow, “tim”??? Menarik, menarik, pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ada semacam kata pengantar. Satu hal lagi yang tidak biasa dari sekian banyak novel yang bertengger di lemari saya. Penasaran, saya baca juga kata pengantarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kata pengantar itulah saya akhirnya tahu bahwa dulunya novel Musashi ini pernah dimuat sebagai cerita bersambung di harian Kompas. Jujur, agak ngeri membayangkan buku setebal ini dimuat di koran! Berapa lama yah sampe tamat? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ada informasi lain bahwa novel Musashi ini awalnya memiliki tebal 35000 halaman! Ini jelas fakta yang kelewat mengerikan! 35000 halaman! Lalu ada proses peringkasan hingga menjadi 1200+ halaman. (kerja keras pihak yg meringkas nih) Hal inilah yang membuat saya maklum apabila rentang waktu semua kejadian di dalam novel terasa cepat berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(masih mikir... 35000 halaman itu... apa karena pake tulisan Jepang yang pake kuas itu dan nulisnya gak bolak balik yah? Kalo iya sih masih agak wajar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang baru saya sadari, ketiga novel Jepang saya (maksudnya, ditulis oleh pengarang Jepang) ternyata mengalami dua kali proses penerjemahan. Dari bahasa Jepang diterjemahkan menjadi bahasa Inggris, baru kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Sama halnya dengan novel Musashi ini. Ternyata novel yang sudah berbahasa Indonesia ini hasil terjemahan dari versi bahasa Inggris. Ya, tidak apa-apalah, yang penting ceritanya sama kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, isi dari novel ini terfokus pada perjalanan hidup Musashi, sama seperti yang tersirat dari judulnya. Tapi, mengimbangi banyaknya porsi Miyamoto Musashi, tokoh2 lain yang berkaitan dengannya juga diceritakan. Dari banyaknya penceritaan yang dilakukan, pembaca dikenalkan lebih jauh pada sifat2 karakter lainnya dan juga perasaan serta keterkaitan mereka dengan sang tokoh utama. Nyaris tak terasa adanya pemeran figuran dalam novel ini karena pemberian porsi cerita yang cukup besar kepada tokoh2 lain selain sang protagonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saya menyukai cara penulis mempertahankan karakter2nya agar tidak tenggelam oleh “aura” pemeran utama, ada resiko strategi menceritakan karakter2 lain scr mendalam ini dapat membuat pembaca jadi tidak fokus pada pemeran utama dan mgkn melupakan nama2 yang banyak terdapat di dlm novel ini (suatu hal yang tidak terjadi terlalu parah pada saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian... satu hal yang menurut saya cukup fatal adalah terlalu rapatnya jalinan hubungan antar karakter. Akan saya jelaskan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, karakter2 yg demikian banyak sering berpapasan atau bertemu secara kebetulan di negeri Jepang yang ukurannya lebih besar daripada Pulau Jawa dan pada masa cerita itu terjadi, belum sepadat Jepang masa kini. Seberapa mungkin sih orang tanpa sengaja bertemu dalam perjalanan menuju suatu tempat yang berbeda, tapi kebetulan saja bersilang jalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, hubungan yg bersifat “si ini ternyata adalah anak si itu” dan variasi “si ini ternyata...” lainnya banyak beredar di antara karakter2nya. Kadang agak menyebalkan kan berpikir mengenai betapa kecilnya dunia ini? (betapa kecilnya Jepang ini kalo di novel ini :D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, perubahan karakter! Salah satu ciri khas sebuah novel menurut pelajaran bahasa Indonesia yang pernah saya dapat salah satunya adalah “adanya perubahan nasib tokoh”. Musashi menerapkannya, sangat menerapkannya, tapi dalam cara yg mendekati cara menyajikan Pop Mie. Nyaris instan. Saya tidak akan mengungkapkan terlalu detail di resensi ini karena tidak ingin men-spoiler apapun, jadi akan saya contohkan bbrp yg dpt diceritakan scr garis besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Teman lama Musashi. Dari yang awalnya teman, karena suatu kesalahpahaman dia jadi membenci Musashi. Sejak lama sifatnya memang luar biasa parah. Pemalas dan kurang usaha (menjengkelkan bukan? :D). Kemudian, sekian ratus halaman menjelang akhir buku, dia mengalami suatu kejadian yang mengubah hidupnya. Ia tertangkap basah, nyaris menghadapi hukuman mati, namun atas kebaikan seseorang hidupnya diselamatkan dan setelahnya, ia tiba-tiba diceritakan telah bertemu kembali dengan Musashi dan sama sekali tdk nampak menaruh dendam kesumat padanya. Ada entah berapa ratus halaman, yang menguraikan seluk beluk ia dapat berbaikan kembali dengan temannya, hilang. Lalu, sama cepatnya dengan ia berbaikan kembali dengan Musashi, karakter ini diceritakan berubah sikap menjadi orang yang lebih konsisten dan bertanggung jawab. Jika memperhatikan jalannya waktu, sikap pemalas dari karakter ini telah berlangsung selama sekitar enam tahun, lalu perubahannya terjadi dan berlangsung selama dua tahun. Memang bukan tidak mgkn terjadi, tapi saya kira agak langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ibu dari teman lama Musashi. Wanita tua ini demikian membenci Musashi krn menganggapnya telah merusak anaknya. Saya berani menjamin, siapapun yg membaca novel ini juga akan merasa bete sendiri mendapati bagaimana karakter yg satu ini bersikap. :D Lalu tiba2... Sama seperti yg terjadi pada anaknya, sekian ratus halaman menjelang akhir buku, ia bertobat! Padahal selama hidupnya dia adalah org yg saleh dan tiba2 di suatu titik menjelang akhir cerita itu ia memperoleh pencerahan yg mengubah seluruh sikapnya yang keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, sekali lagi, menyalahkan peringkasan 35000 halaman menjadi 1200+ halaman utk hal ini! [&amp;gt;_&amp;lt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sekian dengan kekurangan, skrg saatnya beralih ke komentar netral dan bagus. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, poin bagus yang ditawarkan oleh novel ini adalah motivasi dan pembelajaran yang ditawarkan dalam ceritanya. Saya pribadi menangkap bbrp pesan tersirat semacam “perubahan itu mungkin”, “belajar dan berkembang seiring dgn waktu”, dan “memutuskan akan menjadi apa dalam kehidupan”. (saya tidak memaksakan pembaca lainnya menangkap pesan yang sama dari novel ini, ketiga pesan yg saya dapat itu murni hasil tafsiran pribadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menolerir semua kelemahan2 yg telah dijabarkan di atas karena saya rasa novel ini lebih difokuskan utk menceritakan pencerahan2 dan pelajaran2 yg didapat oleh seorang Musashi dalam perjalanan hidupnya. Buku ini, jelas, tidak akan cocok bagi mereka yg plg malas mendapat “kuliah” mengenai bagaimana sebaiknya bersikap dlm hidup ini dari sebuah buku. :D Saya jelas tidak menyarankan untuk kalangan seperti itu, tapi bagi penikmat novel (standar biasa dan standar pecinta Paulo Coelho) bolehlah novel ini dijajal. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yg lupa saya bahas. Sang pengarang novel, hidup lama setelah masa2 Musashi. Saya benar2 salut karena beliau sanggup menceritakan sebuah masa entah berapa ratus tahun silam dgn tingkat kebenaran yg cukup tinggi. Ini membuktikan pengarang menuliskan sesuatu dgn bekal pengetahuan yg memadai, sehingga karyanya tidak hanya berkesan “apa adanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor: 9 / 10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-2334656418984424660?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/2334656418984424660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=2334656418984424660' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/2334656418984424660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/2334656418984424660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/12/resensi-musashi.html' title='[Resensi] Musashi'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/SxxWapJsbEI/AAAAAAAAACQ/HA98vZH0VRI/s72-c/ECEI3039big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-5916987301294127969</id><published>2009-12-06T21:00:00.007+07:00</published><updated>2011-09-17T14:44:14.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] Zauri: Legenda Sang Amigdalus</title><content type='html'>Judul: Zauri: Legenda Sang Amigdalus&lt;br /&gt;Pengarang: Dian K&lt;br /&gt;Penerbit: PT Gramedia Widiasarana Indonesia&lt;br /&gt;Harga: Rp 45.500,-&lt;br /&gt;Jumlah hlm: 311&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Iya, tapi Amigdalus itu apa?” tanya Kid tak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Amigdalus adalah orang yang punya kekutan hampir tak terbatas. Selama ini Cuma desas-desus, tapi aku tidak mengira ini akan benar-benar terjadi. Legendanya sendiri usianya sudah ratusan tahu,” kata Zen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sibuk mencerna kata-kata Zen. Kedua alis Kid bahkan nyaris bertaut saking kerasnya ia berpikir. Ternyata permasalahan ini berkembang menjadi sangat serius. Lebih dari itu, sekarang melibatkan Elgamb dan mungkin seluruh dunia, mengingat Mario punya ambisi yang menyeramkan. Pemikiran ini membuat mereka merinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebentar... kau bilang kekuatan Amigdalus hampir tak terbatas? Lalu, kalau Dios seorang diri menantangnya...” Kid tidak meneruskan kata-katanya. Semua berpaling ke arah kepulan asap, merasa ngeri.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingo! Ini adalah novel fiksi fantasi lokal yang mendapat kehormatan untuk menempati lemari buku saya. Sebenarnya sudah cukup lama juga sejak saya pertama kali mengetahui novel ini, hasil mengikuti salah satu forum terbesar di Indonesia dan membaca resensi di blog milik salah satu anggota forum tersebut. Lalu kenapa menunda membelinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, rupanya novel ini sudah cukup lama berada di pasaran dan kebetulan toko buku yang paling dekat dengan tempat saya berdomisili, hobinya adalah kehabisan stok, entah itu komik, entah itu novel. Kedua, saat saya berhasil mengontak pengarangnya langsung dan sudah diberi tahu bahwa ia bisa mengusahakan satu jilid, kirim via pos, saya—jujur—mendadak ragu-ragu membelinya. Alasannya simpel, produk lokal memang sukar dipercaya kualitasnya. Silakan maki-maki saya karena alasan terakhir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, jadi setelah saya benar-benar kehabisan, tiba-tiba Gramedia mengadakan bursa buku, lokasinya hanya tinggal menyeberang jalan—bisa sih lewat terowongan khusus karena lokasinya juga termasuk bagian dari universitas. Gambling, saya ke sana, karena berdasarkan pengalaman silam, ada saja stok buku “langka”. Memang dasar sudah nasib, dengan uang minim di dompet, rupanya saya ketemu novel yang satu ini dengan harga yang pasti bikin pengarangnya sakit hati karena jauh dari aslinya—saya sih bahagia karena dapat buku murah banget. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yak, jadi mari dimulai saja pembahasannya. Hm, sebelum berlanjut, ada beberapa hal yang mungkin menjadikan resensi ini berbeda dengan resensi-resensi saya yang lain, hal itu karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saya kenal pengarangnya. Mau dibilang bagaimana juga, ada rasa sungkan kalo menghina terlalu dahsyat, lha wong saya juga belum tentu bisa bikin sebagus ini, kok menghina, mau dicincang apa? :D :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ini novel lokal. Berbeda dengan kebanyakan buku koleksi saya yang merupakan terjemahan dari bahasa lain, pembahasan untuk novel lokal pasti lebih banyak, mulai dari kover, sinopsis, teknis menulis dan lainnya. Kenapa? Murni karena ini bukan terjemahan. Saya harus protes apa soal terjemahan yang di luar pengetahuan saya selain cerita dan “taktik” bercerita si pengarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saya pernah membaca resensi orang lain mengenai novel ini. Resensi yang pernah dibaca, sedikit banyak mempengaruhi pendapat, itu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, mari mulai dari kover dan sinopsis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kover ... hmm, setuju dengan pendapat di resensi yang pernah saya baca. Harusnya font seperti itu dipakai buat judul novel “Kuntilanak Jembatan Ancol” yak dan semacamnya. Kesan kerennya salah lokasi, singkatnya demikian. Gambar kristal, pedang, kayaknya sih baik-baik saja. Saya tidak begitu pintar soal layout sih ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya stres adalah sinopsisnya! Agggh!!! Kover buku ini, depan dan belakang, didominasi warna biru gelap. Di bagian belakang, memang ada warna yang lebih muda, yang cenderung putih ditaruh di atas warna lain yang lebih gelap. Alih-alih menggunakan warna kontras sekalian, sinopsis ditulis dengan warna hitam dan ukuran hurufnya kecil! Bahkan saat mengangkat novel ini dari tumpukannya, saya langsung malas baca sinopsisnya, padahal biasanya itu adalah bagian inisiasi ritual saya dalam menilai buku. Jadi, setelah akhirnya saya membaca sinopsis—berhari-hari setelah novel ini menjadi penghuni baru lemari—kemudian membaca isi buku selama sehari penuh, saya agak menyesalkan kenapa yang disebut sinopsis ternyata adalah potongan dari isi novelnya sendiri. Rasanya itu bukan sinopsis deh namanya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah deh soal sinopsis, yang pasti saya sekarang sudah selesai bacanya. :D :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalimat pembuka dalam bahasa Inggris ala dongeng anak-anak di halaman kelima. Ehee, nggak tahu deh ini kerjaan editor atau kerjaan pengarangnya. Sesudah baca, udah jelas kalimat itu bisa dibuang jauh-jauh. :D Really, believe me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya merasa sudah menulis panjang lebar dari atas, saya kena serangan rasa malas membahas isi novel per bab, jadi saya akan mengubah bahasan saya jadi mode “secara keseluruhan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, secara keseluruhan, runtutan cerita cukup bersih, dalam artian tidak ada logika salah yang terlalu mengganggu. Jujur, saya yang terbiasa main game dengan pola “karakter-utama-ditemukan-di-suatu-tempat-dalam-keadaan-amnesia-dan-baru-memperoleh-kembali-ingatan-selama-dalam-perjalanan” cukup kaget mendapati bahwa bab pertama justru menceritakan proses si pemeran utama kehilangan ingatan, jadi alih-alih di sepanjang cerita saya terkaget-kaget dengan “wah, si ini ternyata ...” dan sejenisnya, saya malah secara rutin merasakan “aduuuh, gak gitu ...” dan “dia kan sebenarnya ...” :D Mungkin untuk orang lain, formula ini dirasakan aneh atau bahkan mengganggu, tapi saya cukup menikmati “sensasi” yang tidak biasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlanjut ke bab-bab selanjutnya—mungkin karena saya sudah banyak main berbagai game RPG—runtutan cerita mengarah ke pola klise. Karakteristik-karakteristik para tokohnya pun sebenarnya ala game RPG, tapi game RPG yang sekitar sepuluh tahun silam, jaman sekarang para pengembang game juga sudah menghindari pola-pola tersebut supaya penggemar game tidak bosan. :D Pola cerita klise yang saya maksud di sini, terutama sekali kentara menjelang akhir cerita. Tipe party member game berguguran satu persatu yang saya sebut sebagai pola, “kalian pergilah duluan, aku akan menahan mereka di sini” Buat yang bukan penggemar game, pasti tidak masalah sih. :D Klise tidak selamanya buruk, itulah hebatnya novel ini. Dia bisa membuat saya bertahan membaca meskipun ada banyak adegan dan pola klise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, setelah cerita, saya akan beralih pada teknis penulisan. Secara keseluruhan, teknis penulisan sudah sangat bagus, meskipun saya agak bingung saya membandingkannya dengan apa kok bisa bilang begitu? :D Yaa, anggaplah, saya yang juga hobi menulis ini tahu cukup banyak mengenai teknis tulisan yang bagus dan baik. Benar kok! Tidak ada tanda kutip yang ketinggalan menutup sebuah kalimat langsung, penempatan tanda baca lain, huruf kapital dan lainnya juga sudah sesuai dengan aturan yang saya tahu, makanya saya bilang bagus. Masalahnya adalah pada duet tanda elipsis dan tanda pisah “...—“ yang tidak hanya sekali saya temukan. Itu penggunaan tanda baca yang setahu saya salah. :| &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari beralih ke hal yang lebih spesifik. Jadi, saat membaca, saya sempat kebingungan dengan “blok” kalimat di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Hei, Kid,” bisik Kayla. “Apa tidak ada perempuan lain di sini? Selain aku, tentunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kid masih celingukan. “Tentu saja ada. Mana dia, ya?” katanya setengah pada diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayla ikut mencari. “Itu dia! Dia sedang bicara dengan seseorang berjanggut di sebelah sana! Kau lihat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kid menoleh dengan antusias. Tetapi, kemudian rasa tertariknya menghilang. “Bukan dia!” katanya kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lho&lt;/span&gt;! Bukanya kau mencari dia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk apa aku mencari dia?! Aku sudah bosan melihatnya setiap hari!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayla menatap Dios, yang sedang menunjukkan botol-botol madu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bubaglop&lt;/span&gt; pada orang berjanggut itu. “Lalu, siapa yang kau cari?” gumamnya heran.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari percakapan itu, yang saya tangkap—percakapannya ditebalkan—Kid mencari “perempuan lain selain Kayla” bukannya mencari Dios seperti yang disimpulkan di akhir percakapan. Saya sampai membaca berulang kali di bagian itu, kebingungan sendiri dengan makna yang saya tangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tenang saja, hal seperti yang saya contohkan di atas hanya terjadi satu kali itu saja. :D Sudah saya bilang kan secara teknis dan cerita, novel ini bagus? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain “blok” percakapan di atas, saya menemukan penggunaan frase yang terasa salah, terjadi lebih dari satu kali dalam cerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Pandangannya langsung tertumbuk pada sepasang mata hitam kecil yang aneh karena tanpa bola mata.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya mungkin tanpa bagian putih dari mata, bukan tanpa bola mata ... Bola mata, kalau makhluknya memang punya mata, pasti ada kan? :D Serem amat kalau tidak ada! :|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralih lagi ke hal yang lebih luas. Beberapa hal yang menurut saya janggal, tapi tidak terhitung sebagai plothole:&lt;br /&gt;- Mio. Dia adalah salah satu karakter yang mengetahui persis kejadian yang menimpa si pemeran utama, sayangnya karena diubah menjadi peri, dia tidak bisa menceritakannya pada orang lain. Selama cerita, saya menyadari bahwa sekalipun ia adalah peri, intelejensianya tetap intelejensia manusia, dalam artian dia memang masih memiliki pola pikir dan akal seperti manusia. Kalau memang begitu ... peri bisa menulis kan? Harusnya dia tulis saja apa yang ingin dia komunikasikan, terutama cerita mengenai pemeran utama ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- “Benteng” Hutan Gizmoa. Jadi, di akhir cerita, hutan ini dikelilingi semacam penghalang, membentuk sejenis benteng milik bos terakhir kalau dalam game. Pertanyaannya adalah ... daripada nungguin di benteng, kenapa si antagonis nggak melaksanakan niatnya untuk menguasai dunia aja? Udah punya kekuatan hebat gitu malah nunggu-nunggu, jadi kan mati. Salah sendiriiiii!!! Antagonis kok goblok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, yap, saya rasa pembahasan saya akan berhenti sampai di sini. Alasannya simpel, masa saya menulis resensi lebih tebal dari bukunya? :D Ngawur sekali deh rasanya. Overall, novel ini adalah novel yang mengobati saya dari trauma terakhir saya membaca novel teenlit. Betul sekali, meskipun ceritanya tergolong klise dan ada kecenderungan sederhana dalam penulisannya, saya benar-benar menikmati membaca novel ini dari awal hingga akhir. :D :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor: 7/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-5916987301294127969?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/5916987301294127969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=5916987301294127969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5916987301294127969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5916987301294127969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/12/resensi-zauri-legenda-sang-amigdalus.html' title='[Resensi] Zauri: Legenda Sang Amigdalus'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-5595547115401637511</id><published>2009-11-29T11:51:00.006+07:00</published><updated>2011-09-17T14:44:35.283+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] The Amber Spyglass</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/SxH-b_wF2sI/AAAAAAAAACA/lqfHgjcCOqw/s1600/HBbQ0537big.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409384384371743426" src="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/SxH-b_wF2sI/AAAAAAAAACA/lqfHgjcCOqw/s320/HBbQ0537big.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 250px; margin: 0 0 10px 10px; width: 166px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul: The Amber Spyglass&lt;br /&gt;Pengarang: Philip Pullman&lt;br /&gt;Penerbit: Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Harga: Rp 67.500,-&lt;br /&gt;Jumlah hlm: 624&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Will adalah si pembawa pisau. Sekarang, didampingi para malaikat, ia bertugas mengantarkan senjata yang dahsyat dan berbahaya itu kepada Lord Asriel---sesuai perintah ayahnya ketika menjelang ajal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana ia bisa mencari Lord Asriel, ketika Lyra hilang? Padahal hanya dengan bantuan gadis itu ia dapat memahami berbagai intrik yang mengepungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kekuatan besar dari banyak dunia bersiap-siap perang, dan Will harus menemukan Lyra, sebab mereka dalam perjalanan menuju pertempuran, perjalanan tak terelakkan yang bahkan akan membawa mereka ke dunia kematian...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku terakhir dari trilogi His Dark Materials! Satu hal yang saya senang adalah kata “trilogi” yang dikatakan si pengarang bukan mengarah ke “trilogi bohongan” yang katanya ada tiga gak tahunya ada empat ato lebih kalo mau tuntas-tas-tas. (plg gak suka ama jenis itu) Dan—wow—harus saya akui The Amber Spyglass adalah pamungkas untuk trilogi ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku ketiga ini rencana peperangan melawan Otoritas (benar sekali! Otoritas dengan “o” huruf kapital! Kalian tahu siapa maksudnya. :D) dijabarkan lebih lanjut. Karakter bernama Lord Asriel yang sejak buku pertama dan kedua kelihatan timbul tenggelam lebih diekspos lagi. Siapa yang menyangka dua orang yang di dua buku sebelumnya terkesan sebagai antagonis (Lord Asriel dan istrinya, Mrs Coulter) akhirnya berperan besar dalam perang tersebut. (tidak akan saya beberkan di sini) Satu-satunya hal yang membuat saya agak bertanya-tanya adalah kenapa daemon Mrs Coulter tidak pernah disebut namanya dan jarang diceritakan tengah berbicara dengan Mrs Coulter. Daemon milik Lord Asriel saja akhirnya diketahui bernama Stelmaria (nama yang bagus :D) dan lebih sering berbicara ketimbang “si monyet emas” milik Mrs Coulter. Jangan-jangan pengarangnya sudah kehabisan ide untuk nama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk karakteristik, sebenarnya masih terasa adanya banyak kejanggalan dalam buku terakhir trilogi ini. Kadang karakteristik berubah secara membingungkan, seperti misalnya sikap Lord Asriel terhadap putrinya, awalnya seperti menganggap anak itu tidak ada apa-apanya dan cenderung menyusahkan, kemudian berubah secara drastis menjadi membanggakan anak tersebut setelah suatu kejadian besar. (saya tahu hal tersebut mungkin terjadi, tapi semuanya tahu mengubah persepsi seseorang dengan sebuah kejadian adalah hal yang sukar, benar?) Sisanya, hampir sebagian besar karakter novel ini mengalami perubahan karakteristik setelah berbagai kejadian dan rata-rata terkesan alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tentang karakter, entah merupakan kelemahan atau memang harus begitu, ada banyak karakter yang perannya besar namun hanya muncul dalam waktu singkat. Satu berperan besar dalam membangunkan pemeran utama dari tidur panjang akibat obat, satu berperan sebagai penyelamat kedua pemeran utama. Untuk karakter pertama, kemunculannya dan interaksi dengan karakter lain porsinya cukup banyak, tapi untuk karakter kedua... dia muncul di awal cerita, kemudian menghilang dan muncul lagi menjelang akhir buku sebelum akhirnya lenyap sama sekali (bukan manusia sih, jadi “lenyap” sebutnya bukan “mati”) . Hmm, apakah ini taktik pengarang untuk mengamankan pemeran utamanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sedikit berbeda dengan plot “nobody that become somebody to save everybody” yang biasanya berkaitan dengan “takdir” dan “ramalan”, The Amber Spyglass menerapkan resep yang sedikit berbeda. Kedua pemeran utama (Lyra dan Will, lupa sebut dari tadi) seolah-olah digerakkan oleh kebutuhan dan keputusan pribadi mereka dan tanpa mereka sadari sepenuhnya, mereka telah melakukan perubahan besar yang berpengaruh. Lyra, terutama, telah mengetahui ramalan mengenai dirinya, namun ia tidak sepenuhnya mengerti dan di sepanjang cerita berbuat “egois” sesuka hatinya, seperti mencari temannya yang telah tewas hingga ke dunia tempat orang mati. Will tidak jauh berbeda. Ia (memaksa) mencari Lyra yang diculik di buku sebelumnya dan kemudian begitu saja menyertai Lyra pergi ke dunia tempat orang mati berada. Saat berada di sana, mengetahui situasi dan keadaan di sana, mereka membuat keputusan lain lagi (dengan sedikit konsultasi dengan alat bernama alethiometer milik Lyra) dan setelahnya mereka mencari daemon masing-masing yang terpisahkan saat memasuki dunia orang mati. Di sepanjang cerita, mereka mungkin hanya tahu mengenai perang dari karakter lain yang menyertai mereka tanpa pernah sedikit pun berinisiatif untuk terlibat. (masuk akal, anak seumuran mereka mana mungkin berinisiatif terlibat perang?) Ini resep yang berbeda dari plot dengan karakter utama “berkesadaran wajib militer”. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal paling luar biasa dalam cerita ini adalah inti utama cerita. Banyak beredar omongan bahwa trilogi ini menjerumuskan orang pada atheisme. Saya tidak akan menyangkalnya, tapi jika mengesampingkan hal itu sebentar saja, harusnya pembaca yang baik dapat menemukan sisi lain selain sekedar “kampanye atheisme” (yang kalau tidak salah juga disangkal oleh pengarangnya sendiri). Saat baru membaca setengah buku ini, saya sempat memikirkan sebuah pertanyaan “apa yang akan dilakukan orang seandainya apa yang selama ini ia percayai sebagai sesuatu yang benar dan mutlak ternyata tidak benar?”. Itu pertanyaan yang cukup menarik. :D  (hei! Bukan berarti saya sudah jadi atheis karena terpengaruh buku ini!!! NO!) Dan menurut pendapat saya, wejangan dalam buku ini bukanlah “lawan apa yang salah”, tapi lebih cenderung ke “jalani kehidupanmu sepenuhnya” (ada versi bhs Inggrisnya yg lbh keren, tapi gw lupa dan daripada salah lebih baik tidak mencoba mem-bahasainggris-kannya :D). Setiap orang punya kehidupan, dalam kehidupan itu, lakukan sesuatu, buatlah keputusan, dan jangan menyesal saat kehidupan berakhir. Saya menangkap pesan tersebut dalam buku ini (selain masalah atheis yang diributkan orang...) dan menurut saya itu pesan yang disisipkan dengan bagus oleh sang pengarang dalam karyanya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang agak membuat saya mengernyitkan kening saat membaca buku ini adalah kisah cinta Lyra-Will. Memang dipadatkan di akhir buku, tapi kadarnya... kadarnya setara dengan kisah cinta di novel Twilight yang disebar di sepanjang cerita. Saya jenis orang yang tidak menolerir porsi kisah cinta sebanyak itu, mungkin berbeda untuk pembaca yang lain. Tapi harus saya akui, kisah cinta yang disisipkan di saat-saat akhir buku ini cukup romantis. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor: 8 / 10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-5595547115401637511?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/5595547115401637511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=5595547115401637511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5595547115401637511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5595547115401637511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/11/resensi-amber-spyglass.html' title='[Resensi] The Amber Spyglass'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/SxH-b_wF2sI/AAAAAAAAACA/lqfHgjcCOqw/s72-c/HBbQ0537big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-4688684488500287849</id><published>2009-11-29T10:35:00.004+07:00</published><updated>2009-11-29T10:42:03.926+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan nyokap'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>I-buk versus I-badi</title><content type='html'>Suatu pagi di hari Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap: "Eh, itu YM-an gimana sih caranya?"&lt;br /&gt;Gw: "Kalo dari hape pake ebuddy saja." *penggembar e-buddy kalo untuk chat HP*&lt;br /&gt;Nyokap: "Mana? Kemarin dicari, adanya buku semua."&lt;br /&gt;Gw: "Gubraks. Itu mah e-book, bukan e-buddy!"&lt;br /&gt;Nyokap: "Oh, salah yah? Namanya tapi kan masih mirip-mirip dikit."&lt;br /&gt;Gw: "Yang sama cuma 'e' ama 'b' doang ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-4688684488500287849?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/4688684488500287849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=4688684488500287849' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4688684488500287849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4688684488500287849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/11/i-buk-versus-i-badi.html' title='I-buk versus I-badi'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-7217704830175415394</id><published>2009-09-10T22:06:00.005+07:00</published><updated>2011-09-17T14:45:16.559+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] The Subtle Knife</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/Sqkag8b74MI/AAAAAAAAAA0/jT5RPmoFlY4/s1600-h/HAPP4147big.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379860383152201922" src="http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/Sqkag8b74MI/AAAAAAAAAA0/jT5RPmoFlY4/s320/HAPP4147big.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 250px; margin: 0 0 10px 10px; width: 164px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul: The Subtle Knife (Pisau Gaib)&lt;br /&gt;Pengarang: Phillip Pullman&lt;br /&gt;Penerbit: Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Harga:&lt;br /&gt;Jumlah hlm: 408&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Will baru berumur dua belas tahun tapi telah membunuh orang. Sekarang ia sendirian, dalam pelarian, bertekad menemukan fakta yang sebenarnya tentang ayahnya yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Will memasuki jendela yang menuju ke dunia lain, dan mendapat teman baru—gadis kecil liar dan aneh bernama Lyra. Seperti Will, gadis itu punya misi yang akan dilaksanakannya dengan risiko apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dunia Cittagazze ajaib dan meresahkan. Spectre yang mengisap jiwa dan mematikan gentayangan di mana-mana, sementara jauh di atas, samar-samar terdengar kepakan sayap para malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di Torre degli Angeli yang misterius bersembunyi rahasia paling penting Cittagazze—benda yang membuat orang-orang dari banyak dunia rela melenyapkan nyawa orang lain untuk mendapatkannya...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti seri sebelumnya—The Golden Compass—The Subtle Knife unggul dalam penulisan sinopsisnya. Terbukti saya penasaran setelah bolak-balik membaca sinopsisnya di toko buku (atau bisa jadi ini sih karena saya saja yang mudah terpengaruh :D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, jalan cerita dalam seri kedua ini lebih terasa sebagai lanjutan. Jika tidak terlebih dahulu membaca The Golden Compass, dijamin susah mengikuti cerita novel kedua ini. Ini menjadikan poin minus lain selain ending yang sekali lagi berkesan mengambang dan membuat pembaca merasa “wajib” membeli lanjutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan lain yang saya temukan adalah semakin jauh dari kenyataannya isi novel ini. Salah satu contohnya adalah saat sang pemeran utama terluka dan lukanya berdarah selama berhari-hari. Harusnya di akhir cerita dia sudah mati kehabisan darah kan? :D Ditambah—lagi-lagi—dengan karakteristik tokoh-tokohnya yang terlalu dewasa, semakin terasa kurang dekat dengan keseharian pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya dari semua poin2 negatif itu masih ada satu poin positif selain sinopsisnya: unsur kejutan. Si pengarang masih tetap menyisipkan elemen kejutan dalam ceritanya (tentu tidak akan saya bilang apa kejutannya :D). Meskipun jika dibandingkan dengan novel lain yang saya baca, kejutan di sini tidak seberapa hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor: 6 / 10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-7217704830175415394?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/7217704830175415394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=7217704830175415394' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7217704830175415394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7217704830175415394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/09/resensi-subtle-knife.html' title='[Resensi] The Subtle Knife'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/Sqkag8b74MI/AAAAAAAAAA0/jT5RPmoFlY4/s72-c/HAPP4147big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-8993792915828405857</id><published>2009-09-08T12:50:00.003+07:00</published><updated>2009-09-08T12:57:04.667+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan nyokap'/><title type='text'>Gerakan Feminisme Merambah</title><content type='html'>Di mobil, dalam perjalanan ke kampus, sedang membicarakan anjing yang bisa mengikuti majikan tanpa tali pengikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Mungkin kalo Doberman tetep mesti diiket kali yah, siapa tahu ada orang lain yang bau anjing Doberman cewek. Ntar ditabrak lagi. Eh, doberman kalo cewek jadinya namanya bukan Doberman dong.""&lt;br /&gt;Gw: "Jadi Doberwoman."&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Haha, iya, ya, bener juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-8993792915828405857?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/8993792915828405857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=8993792915828405857' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8993792915828405857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8993792915828405857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/09/di-mobil-dalam-perjalanan-ke-kampus.html' title='Gerakan Feminisme Merambah'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-8976459489287471461</id><published>2009-08-09T18:20:00.002+07:00</published><updated>2009-08-09T18:22:47.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Lintas Spesies</title><content type='html'>Dalam perjalanan menuju BEC di suatu siang yang cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Itu mobil kenapa ngelupas-ngelupas gitu sih catnya?"&lt;br /&gt;Gw: "Lagi ganti kulit kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-8976459489287471461?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/8976459489287471461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=8976459489287471461' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8976459489287471461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8976459489287471461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/08/lintas-spesies.html' title='Lintas Spesies'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-8392496769796487659</id><published>2009-08-03T19:24:00.003+07:00</published><updated>2009-08-03T19:28:07.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Gak  Cuma Baju</title><content type='html'>Suatu sore di hari Senin awal bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Muridnya Papa tu yang namanya 'Kevin' kecil-kecil yah?"&lt;br /&gt;Gw: "Kecil?" *dalam hati bertanya-tanya apakah 'Kevin' yang adik gw juga kecil*&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Iya kan si Kevin S tu."&lt;br /&gt;Gw: "Yah, kalo mau Kevin yang gede mah Kevin XL, Ma."&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Iya yah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-8392496769796487659?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/8392496769796487659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=8392496769796487659' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8392496769796487659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8392496769796487659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/08/gak-cuma-baju.html' title='Gak  Cuma Baju'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-9104594256767934780</id><published>2009-07-26T20:47:00.003+07:00</published><updated>2009-07-26T20:50:57.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan nyokap'/><title type='text'>Tukang Kebun Barangkali?</title><content type='html'>Di mobil, dalam perjalanan pulang dari gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Itu Boys Before Flowers apaan sih?"&lt;br /&gt;Gw: "Oh, itu mah gampangnya, versi Korea dari Meteor Garden. Kalo yang asli Jepang kan Hana Yori Dango, nah ini versi Korea."&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Terus judulnya kok 'boys before flowers' ngartiinnya gimana tuh?"&lt;br /&gt;Gw: "Ngg, kayaknya karena dari judul awalnya juga ada sangkut pautnya ama bunga. F4 kan juga 'F'-nya dari 'flowers'. Cowok-cowok bunga. Hana Yori Dango juga kayaknya berkaitan ama bunga."&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Oooh, jadi 'Boys Before Flowers' tu artinya 'Pria Kembang Setaman' kali ya?"&lt;br /&gt;Gw: "Hmm, mungkin ...?" *dalam hati ngegubraks*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-9104594256767934780?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/9104594256767934780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=9104594256767934780' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/9104594256767934780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/9104594256767934780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/07/tukang-kebun-barangkali.html' title='Tukang Kebun Barangkali?'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-6721664703403655244</id><published>2009-07-03T12:30:00.002+07:00</published><updated>2009-07-03T12:33:06.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quote ngasal of the day'/><title type='text'>Quote Number 4</title><content type='html'>"Diam itu (e)mas, bicara itu mbak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plesetan ungkapan, tidak ada sumber ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-6721664703403655244?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/6721664703403655244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=6721664703403655244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6721664703403655244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6721664703403655244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/07/quote-number-4.html' title='Quote Number 4'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-3838382831788318962</id><published>2009-06-26T10:32:00.002+07:00</published><updated>2009-06-26T10:39:44.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan nyokap'/><title type='text'>Bakal Dituntut?</title><content type='html'>26 Juni 2009, pagi hari di Labdas 3 bersama Nanook (nama laptop)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS dari nyokap: "Eh d intrnt apa bner michael jackson rip?"&lt;br /&gt;SMS balasan dari gw: "Bnr kok. Aku baru tau jg td."&lt;br /&gt;SMS dari nyokap: "Wah jadi zombi tuh" *merujuk pada Dancer Zombie dari game Plants VS Zombie*&lt;br /&gt;*Langsung mengganti status YM*&lt;br /&gt;SMS balasan dari gw: "Mudah2an nggak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turut berduka cita atas meninggalnya Michael Jackson. Mudah-mudahan beliau (benar-benar) beristirahat dengan tenang dan PopCaps tidak mendapat masalah dengan Plants VS Zombie mereka setelah berita duka cita ini diturunkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-3838382831788318962?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/3838382831788318962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=3838382831788318962' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/3838382831788318962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/3838382831788318962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/06/bakal-dituntut.html' title='Bakal Dituntut?'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-1673668647957141655</id><published>2009-06-15T21:20:00.002+07:00</published><updated>2009-06-15T21:21:50.774+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Emangnya Udah Mati, Mau Gimana Lagi?</title><content type='html'>Saat makan malam yang cukup "ningrat" dengan menu tidak biasa: gurame bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw: "Ini gurame apa nila sih?"&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Gurame. Kalo nila kan bau tanah."&lt;br /&gt;Gw: "Hoh, udah mau mati berarti yah."&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Bener juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-1673668647957141655?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/1673668647957141655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=1673668647957141655' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1673668647957141655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1673668647957141655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/06/emangnya-udah-mati-mau-gimana-lagi.html' title='Emangnya Udah Mati, Mau Gimana Lagi?'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-6602408310927132326</id><published>2009-06-07T20:35:00.003+07:00</published><updated>2009-06-26T23:37:22.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quote ngasal of the day'/><title type='text'>Quote Number 3</title><content type='html'>"Nggak semua yang kelihatan harus dilihat (kecuali hantu di game Fatal Frame yang bisa ngebunuh, itu harus dilihat meskipun nggak kelihatan)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plesetan slogan iklan permen. Terima kasih buat yang chat ama gw Jumat kemarin. Ocehan ngawurnya menginspirasi. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-6602408310927132326?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/6602408310927132326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=6602408310927132326' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6602408310927132326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6602408310927132326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/06/quote-number-3.html' title='Quote Number 3'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-2550107378094275775</id><published>2009-05-31T22:09:00.002+07:00</published><updated>2009-05-31T22:35:29.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan nyokap'/><title type='text'>Alternatif Lain Untuk Mengucapkan Hal Menakutkan</title><content type='html'>Terjadi kira-kira sebulan yang lalu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi: Kampus, lewat jam delapan malam, lab Grafika dan Intelejensia Buatan, nongkrongin JSP dan Servlet bersama dua orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw: *ada SMS masuk ke HP*&lt;br /&gt;Isi SMS: "Belum selesai? Malam ini hari H ato masih hari F?"&lt;br /&gt;Gw: *menunjukkan SMS gw ke temen gw yang rajin ngikutin blog gw*&lt;br /&gt;Temen gw: *ngakak*&lt;br /&gt;Gw: *dalam hati* "H-2 = Hari F, H-1 = Hari G."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-2550107378094275775?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/2550107378094275775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=2550107378094275775' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/2550107378094275775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/2550107378094275775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/05/alternatif-lain-untuk-mengucapkan-hal.html' title='Alternatif Lain Untuk Mengucapkan Hal Menakutkan'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-5964206682681466716</id><published>2009-04-21T18:53:00.002+07:00</published><updated>2009-04-21T19:11:51.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Syukur deh ...</title><content type='html'>Di tengah kuliah, di tengah-tengah berlangsungnya presentasi di depan kelas ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw: "Untung Spider-man jaringnya muncul dari tangan yah, gak ngikutin laba-laba beneran."&lt;br /&gt;Temen gw: "Apaan? Dari mulut?"&lt;br /&gt;Gw: "Bukan. Laba-laba ngeluarin jaring kan dari organ yang letaknya berlawanan dengan mulut."&lt;br /&gt;Temen gw: *mikir* "Sumpah, gak enak abis ngebayanginnya ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info: Laba-laba mengeluarkan benang bukan dari mulutnya (jangan terpengaruh film tentang monster laba-laba raksasa), tapi dari bagian belakang tubuhnya. Silakan ditafsirkan sendiri kalo di Spider-man jadinya bagian mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-5964206682681466716?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/5964206682681466716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=5964206682681466716' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5964206682681466716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5964206682681466716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/04/syukur-deh.html' title='Syukur deh ...'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-825905120973498515</id><published>2009-04-13T12:55:00.003+07:00</published><updated>2009-06-07T20:37:51.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quote ngasal of the day'/><title type='text'>Quote Number 2</title><content type='html'>"Doa adalah hal paling universal di dunia ini setelah USB (Universal Serial Bus)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih buat seseorang yang reply milis-nya yang membuat gw mengerutkan alis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-825905120973498515?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/825905120973498515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=825905120973498515' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/825905120973498515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/825905120973498515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/04/quote-number-2.html' title='Quote Number 2'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-4823557366233336595</id><published>2009-04-09T23:50:00.003+07:00</published><updated>2009-04-09T23:53:55.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quote ngasal of the day'/><title type='text'>Quote Number 1</title><content type='html'>"Sehabis tanggal merah, pastilah ada tanggal hitam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kepada Tommy untuk inspirasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-4823557366233336595?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/4823557366233336595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=4823557366233336595' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4823557366233336595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4823557366233336595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/04/sehabis-tanggal-merah-pastilah-ada.html' title='Quote Number 1'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-8715203008413336263</id><published>2009-03-28T20:02:00.004+07:00</published><updated>2009-04-09T23:56:29.761+07:00</updated><title type='text'>What D&amp;D Character Am I?</title><content type='html'>Ehem, jadi ceritanya gw nemu suatu link "personality test" lagi pas lagi keluyuran di suatu website.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Personality test" yang satu ini didasarkan pada game Dungeon and Dragon yang cukup dikenal di kalangan gamer. Yah, gw sebenernya belum pernah main sih, tapi tahu aja. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, jadi hasil tesnya gini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I Am A:&lt;/b&gt; Neutral Good Human Ranger (2nd Level)&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;u&gt;Ability Scores:&lt;/u&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Strength-&lt;/b&gt;14&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dexterity-&lt;/b&gt;11&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Constitution-&lt;/b&gt;11&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Intelligence-&lt;/b&gt;14&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wisdom-&lt;/b&gt;16&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Charisma-&lt;/b&gt;12&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;u&gt;Alignment:&lt;/u&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Neutral Good&lt;/b&gt; A neutral good character does the best that a good person can do. He is devoted to helping others. He works with kings and magistrates but does not feel beholden to them. Neutral good is the best alignment you can be because it means doing what is good without bias for or against order. However, neutral good can be a dangerous alignment because it advances mediocrity by limiting the actions of the truly capable.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;u&gt;Race:&lt;/u&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Humans&lt;/b&gt; are the most adaptable of the common races. Short generations and a penchant for migration and conquest have made them physically diverse as well. Humans are often unorthodox in their dress, sporting unusual hairstyles, fanciful clothes, tattoos, and the like.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;u&gt;Class:&lt;/u&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Rangers&lt;/b&gt; are skilled stalkers and hunters who make their home in the woods. Their martial skill is nearly the equal of the fighter, but they lack the latter's dedication to the craft of fighting. Instead, the ranger focuses his skills and training on a specific enemy a type of creature he bears a vengeful grudge against and hunts above all others. Rangers often accept the role of protector, aiding those who live in or travel through the woods. His skills allow him to move quietly and stick to the shadows, especially in natural settings, and he also has special knowledge of certain types of creatures. Finally, an experienced ranger has such a tie to nature that he can actually draw on natural power to cast divine spells, much as a druid does, and like a druid he is often accompanied by animal companions. A ranger's Wisdom score should be high, as this determines the maximum spell level that he can cast.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Find out &lt;a href='http://www.easydamus.com/character.html' target='mt'&gt;What Kind of Dungeons and Dragons Character Would You Be?&lt;/a&gt;, courtesy of Easydamus &lt;a href='mailto:zybstrski@excite.com'&gt;(e-mail)&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang mau nyoba, ada linknya di bawah hasil tes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-8715203008413336263?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/8715203008413336263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=8715203008413336263' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8715203008413336263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8715203008413336263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/03/what-d-character-am-i.html' title='What D&amp;D Character Am I?'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-6440252330093068555</id><published>2009-03-16T22:43:00.004+07:00</published><updated>2009-03-16T22:56:17.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan nyokap'/><title type='text'>Trading Student Game?</title><content type='html'>*di tengah-tengah pembicaraan tentang pertukaran pelajar*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Pelajar kok dituker-tuker. Ntar kalo keliru gimana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw: "(Hebat, bisa-bisanya nyambung ke sana...)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-6440252330093068555?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/6440252330093068555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=6440252330093068555' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6440252330093068555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6440252330093068555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/03/trading-student-game.html' title='Trading Student Game?'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-7978224539292488651</id><published>2009-03-04T20:25:00.003+07:00</published><updated>2009-03-04T20:31:17.769+07:00</updated><title type='text'>Personality Test di Malam Hujan</title><content type='html'>Sementara rekan sekelompok saya mengerjakan bagiannya dalam tugas kelompok kali ini, detik terus merangkak, hujan masih mengguyur, saya tiba-tiba menemukan sebuah link dari forum yang sedang saya jelajahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.mypersonality.info/personality-types/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran, bosan, tidak ada kerjaan, tiba-tiba saya mendapati diri saya mencoba tes tersebut dan hasilnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/Sa6CTKOfxiI/AAAAAAAAAAk/vvjIq4myWs0/s1600-h/135074.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/Sa6CTKOfxiI/AAAAAAAAAAk/vvjIq4myWs0/s320/135074.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309324276390676002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu juga melihat kepribadian berdasarkan sebuah tes. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-7978224539292488651?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/7978224539292488651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=7978224539292488651' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7978224539292488651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7978224539292488651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/03/personality-test-di-malam-hujan.html' title='Personality Test di Malam Hujan'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/Sa6CTKOfxiI/AAAAAAAAAAk/vvjIq4myWs0/s72-c/135074.png' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-2629388103533812748</id><published>2009-02-06T20:56:00.002+07:00</published><updated>2009-02-06T20:59:51.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan nyokap'/><title type='text'>Kok Gw Punya Nyokap Super Garing Sih Alih-alih Superwoman...?</title><content type='html'>Sesaat sebelum berangkat latihan kendo di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap: "Tahu gak hape apa yang ganti kelamin?"&lt;br /&gt;Gw: "Haa...?" (memikirkan semua merek hape)&lt;br /&gt;Nyokap: "Tahu gak?"&lt;br /&gt;Gw: "Nggak..."&lt;br /&gt;Nyokap: "Xperia. (dia menyebutnya "eks priya" yang diartikan jadi "ex pria")"&lt;br /&gt;Gw: "..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-2629388103533812748?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/2629388103533812748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=2629388103533812748' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/2629388103533812748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/2629388103533812748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/02/kok-gw-punya-nyokap-super-garing-sih.html' title='Kok Gw Punya Nyokap Super Garing Sih Alih-alih Superwoman...?'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-660387470250185787</id><published>2009-02-06T12:44:00.011+07:00</published><updated>2009-02-11T18:25:25.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pengetahuan Dari Setiap Sudut</title><content type='html'>Dulu, saya pernah mendapat tugas membaca sebuah buku berjudul "Menjadi Manusia Pembelajar" karangan Andrias Harefa (lupa, tolong diralat kalau salah). Berhubung waktu yang diberikan untuk membaca tidak banyak dan saya juga kurang berminat untuk membeli jenis buku yang--menurut saya--bertema "bagaimana menjadi...", saya tidak membaca teliti dan tuntas buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kemudian, saat liburan panjang pergantian semester, saya menghabiskan banyak waktu di rumah dengan bermain game. Seumur-umur belum pernah saya memainkan game seantusias itu! Rata-rata 4-8 jam saya habiskan setiap harinya di depan layar TV, memainkan game tersebut (maklum, game konsol PS2). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jelas ini antara efek baik-buruk video game! Menurut pakar kesehatan, sudah pasti saya akan dihujat karena kegiatan saya berpotensi mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan mulai dari obesitas, berkurangnya daya lihat, dan aneka kerusakan lain yang sering disebut-sebut dalam artikel kesehatan yang memojokkan video game. Di lain pihak, saya selaku mahasiswa teknik informatika, terpukau pada AI dalam game, terobosan baru dalam gameplay-nya, cerita yang apik, dan segala hal yang menurut salah satu mata kuliah saya merupakan indikator sukses sebuah perangkat lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus berhenti membaca pada detik ini juga jika berharap saya membahas video game. :D Yang akan saya bahas masih tetap sesuai dengan judul yang saya tulis dan sedikit kalimat pembukaan di atas, yaitu mengenai belajar, tapi belajar yang akan saya bahas sedikit banyak terinspirasi oleh game adiktif yang saya mainkan selama liburan, itu sebabnya saya menuliskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sekedar bermain, saya juga memikirkan apa sih yang sebenarnya menyebabkan kecanduan yang amat sangat pada game tersebut? Cerita, itulah jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat di luar pandangan yang dianut oleh sebagian besar orang bahwa game selayaknya dikonsumsi oleh anak-anak saja, saya setuju jika game yang saya mainkan mendapat rating "mature". Alasannya? Kekompleksan cerita. Orang dewasa dengan pikiran terbuka yang bersedia memainkan game tersebut pastinya mengerti bahwa tema "true self" dan konflik utama berupa pembunuhan berantai dalam game tersebut bukanlah konsumsi bagi mereka yang bermental anak-anak, tapi dapat menjadi suatu pelajaran tersendiri bagi mereka yang bermental dewasa. (Dalam hal ini, saya membedakan "mature" dan "adult" dari segi kedewasaan mental, bukan fisik.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpikir dan merenung--saya biasanya terlihat bengong jika memasuki taraf "merenung", jadi mungkin orang yang mengenal saya jarang mendapati saya berpose ala patung Sang Pemikir--akhirnya saya kembali teringat akan buku yang saya sebut di atas dan berkesimpulan bahwa memang benar selama hidupnya manusia tidak bisa berhenti belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, saya memikirkan kembali tentang suatu hal yang terus teringat oleh saya setelah mengekstrak intisari dari buku di atas, yaitu tentang manusia yang berhenti belajar. Apa sebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, sebabnya tidak sukar untuk disimpulkan. Mereka gagal melaksanakan tahap-tahap awal menjadi seorang pembelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;menurut saya&lt;/span&gt; (saya tebalkan, mengingat seorang pakar telematika pernah menuduh blogger adalah para penipu, harap diingat ini murni hasil pemikiran saya, tidak ada usaha penjiplakan, penipuan, dan lain-lain di dalamnya), tahap-tahap awal menjadi seorang pembelajar adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Berpikiran positif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berkat pelajaran dari orang tua yang ditanamkan sejak kecil, orang menjauhi sesuatu yang buruk, jelek, atau negatif. Sebenarnya, pemikiran akan sesuatu yang negatif sangat bergantung pada sudut pandang orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengadaptasi cerita dari kuliah agama, bayangkan seseorang mendengar sesuatu di luar rumahnya di malam hari. Ia pergi keluar untuk mengecek dan mendapati ada sesuatu yang panjang serta melingkar di sela-sela rumput di halamannya! ULAR! Orang itu pun berlari  kembali ke dalam rumah, dengan tergesa-gesa mengambil kapak, dan segera mencacah makhluk yang ia lihat. Setelah puas, ia kembali ke dalam rumah, mengunci pintu, dan tidur dengan nyenyak hingga esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia keluar pagi berikutnya, ia mendapati bahwa apa yang dilihatnya semalam ternyata seekor ular-ularan plastik yang ditinggalkan anaknya di halaman. Sesuatu yang sama sekali tak berbahaya, berbeda sekali dengan apa yang ia kira semalam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita di atas, terbukti bahwa orang seringkali mendapati sebuah pandangan yang berbeda dari sudut lain. Dengan mempercayai bahwa suatu hal tidak mutlak negatif, ia seharusnya dapat mengubah sudut pandangnya hingga menemukan suatu hal yang positif. Intinya selalu: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;positive thinking&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Percaya bahwa selalu ada yang bisa dipelajari dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prasyarat: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;positive thinking&lt;/span&gt;. Setelah melewati taraf berpikiran positif, telah melihat dari sudut pandang yang berbeda, janganlah diteruskan dengan pikiran, "Ah, sisi baiknya lebih sedikit dari sisi buruknya, tidak ada yang bisa dipelajari.". Anda telah berhenti belajar dengan mengatakan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari ambil satu contoh konkret, yaitu rokok. Menurut pakar, zat-zat yang ada dalam rokok tidak ada satupun yang menguntungkan. Semuanya menyebabkan gangguan kesehatan dan semuanya bukan zat yang selayaknya dikonsumsi manusia. Jadi apa gunanya mero--STOP! Anda berpikir positif di sini. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari yang saya dengar, para perokok merasa tenang dengan mengkonsumsi rokok. Saya mengaitkannya dengan pelajaran biologi semasa SMP/SMA, rokok mengandung zat bernama nikotin yang ternyata mempengaruhi hormon dalam tubuh, memberikan perasaan lebih tenang dan bahkan--menurut artikel Wikipedia--kewaspadaan. Dengan ini kita telah berhasil menemukan satu sisi positif dan alasan mengapa para perokok demikian keras kepala kalau disuruh berhenti merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu? Apakah dengan satu sisi positif kita jadi sebaiknya merokok? Sudah jelas tidak. Anda semua pasti tahu pelajaran apa yang didapat dari pembahasan di atas: "jangan merokok kalau merasa hormon Anda dapat dipicu dengan hal lain"! :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya tidak percaya, dalam proses mencari sisi negatif dan sisi positif pun Anda mempelajari suatu hal. (Harus diakui, saya pun terpaksa membuka Wikipedia untuk mengklarifikasi ingatan saya akan nikotin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Rendah hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang orang yang lebih muda memiliki pengetahuan yang lebih sedikit daripada Anda? Siapa bilang orang yang kerjanya di pasar lebih--maaf--bodoh daripada orang yang mengendarai limusin dengan seorang sopir? Buktinya preman pasar bisa menakut-nakuti seorang bos yang tidak dalam pengawalan. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan orang yang strata atau statusnya lebih rendah pun menyimpan sesuatu yang tidak Anda ketahui selama ini. Anda belum bisa menyombongkan diri akan suatu hal sebelum mengetahui dengan pasti bahwa lawan bicara Anda tidak kalah dalam hal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: Saya tidak melarang Anda bersikap sombong, tapi pesan saya adalah sombonglah dengan elegan dan pasti setelah mengenali "lawan" Anda dan jangan pernah sungkan menelan malu seandainya kesombongan Anda berbalik karena kita tidak pernah tahu serapi apa lawan menyembunyikan kehebatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Tertariklah pada hal baru seperti anak-anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Poin terpenting dalam belajar adalah merasa tertarik, sebuah pemicu untuk belajar, mengalahkan segala hal lain seperti ambisi, ego, dan persaingan. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan modal versi saya tersebut, main game di hari libur pun tidak usai hanya dengan rasa capek karena kelamaan duduk, tapi saya merasa mendapat pengetahuan baru. Anda boleh mencobanya jika berminat, tapi saya juga tidak keberatan jika Anda menganggap tulisan di atas hanyalah selingan saja. Saya bisa belajar membuat artikel lebih baik lagi kan dengan demikian? :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-660387470250185787?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/660387470250185787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=660387470250185787' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/660387470250185787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/660387470250185787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/02/pengetahuan-dari-setiap-sudut.html' title='Pengetahuan Dari Setiap Sudut'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-6149579872237862758</id><published>2009-02-03T22:05:00.006+07:00</published><updated>2009-02-03T22:44:21.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='janggal'/><title type='text'>Ada Apa Dengan Cinta? -- Pembahasan Santai Mengenai Lagu-lagu Lokal</title><content type='html'>Saya sebenarnya tidak terlalu mengikuti perkembangan musik lokal, tapi karena Mama hobi menyetel radio dan televisi (televisi di pagi hari, radio di malam hari) yang tengah menayangkan musik lokal (nyokap mana yang hobi dengerin Oz? :D) otomatis saya jadi ikut mendengarkan dan cukup tahu seputar perkembangan musik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... saya mendapati bahwa ternyata musik Indonesia polanya agak monoton:&lt;br /&gt;- Penyanyi atau band yang personilnya laki-laki (terutama kalau vokalisnya laki-laki) bercerita tentang sang wanita. Entah ia mengejar tapi tidak kesampaian, entah dia merasa ditipu sang cewek, entah dia rebutan dengan laki-laki lain, dan sebagainya. Sebenarnya variasinya banyak, tapi belakangan ini terasa semakin banyak keluhan mengenai kaum hawa dalam lagu-lagu mereka.&lt;br /&gt;- Penyanyi atau band yang personilnya wanita (terutama kalau vokalisnya wanita) bercerita tentang sang pria. Kurang lebih sama dengan penyanyi/band pria, hanya saja ditambahkan variasi tema "punya pacar lebih dari satu". Tetap saja, belakangan banyak komplain soal sang pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini membuat saya berpikir... Kok jadi sama-sama mempermasalahkan lawan jenisnya yah...? Mungkin ini yang menyebabkan perceraian jadi lazim di kalangan selebritis? Karena masing-masing akhirnya menyadari kalau pasangannya "lelaki buaya darat", "memang dasar kamu *piip*", dan semacamnya dan memutuskan untuk "cari pacar lagi"? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama semua lagu kembali ke "ada apa dengan cinta" deh kalau begini. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya sih lebih suka "ayo goyang duyu~". Variasi di antara tema cinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-6149579872237862758?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/6149579872237862758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=6149579872237862758' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6149579872237862758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6149579872237862758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/02/ada-apa-dengan-cinta-pembahasan-santai.html' title='Ada Apa Dengan Cinta? -- Pembahasan Santai Mengenai Lagu-lagu Lokal'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-5149387305431689045</id><published>2009-01-07T19:04:00.004+07:00</published><updated>2009-01-08T21:35:40.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan nyokap'/><title type='text'>Kurasa Itu Ilegal, Ma...</title><content type='html'>Solo, Daerah Gladak, Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap gw: (seturunnya dari mobil, liat sekitar sekilas) "Wah, di sini kalo siang pasti banyak nini-nini (bhs Sunda: nini = nenek) ngumpul yah."&lt;br /&gt;Gw: "Lho, kenapa emangnya?"&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Tuh liat aja. (menunjuk suatu arah)"&lt;br /&gt;Gw: (ngeliat arah yang ditunjuk, sejenis papan nama bangunan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... BURSA AKI ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bhs Sunda: Aki = kakek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw: "Oke..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-5149387305431689045?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/5149387305431689045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=5149387305431689045' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5149387305431689045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5149387305431689045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2009/01/kurasa-itu-ilegal-ma.html' title='Kurasa Itu Ilegal, Ma...'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-8875592719739073108</id><published>2008-12-22T14:06:00.003+07:00</published><updated>2008-12-23T21:03:55.328+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan nyokap'/><title type='text'>Pertanyaan Retoris Yah...?</title><content type='html'>Obrolan di meja makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Sebenernya pertanyaan 'kalo mau ke belakang (WC) lewat mana' tu jawabannya sama aja ya?"&lt;br /&gt;Gw: "Sama gimana?"&lt;br /&gt;Nyokap gw: "Iya lah. Kalo mau ke (bagian sebelah) belakang ya lewat depan dulu kan pastinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-8875592719739073108?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/8875592719739073108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=8875592719739073108' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8875592719739073108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/8875592719739073108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2008/12/pertanyaan-klise-yah.html' title='Pertanyaan Retoris Yah...?'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-350045114332332039</id><published>2008-12-21T11:49:00.002+07:00</published><updated>2008-12-21T11:54:54.635+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Beda Satu Huruf Saja...</title><content type='html'>Di ujung selasar gedung jurusan, bersama beberapa teman cewek sedang duduk-duduk di tangga membicarakan acara khusus cewek. Sudah tercetus "nyalon2" sebagai bagian dari agenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw: "Nyalon-nyalon...? Di salon selain potong rambut emangnya ngapain lagi?"&lt;br /&gt;Temen gw 1: "Kan ada pijit-pijit segala. Enak tuh!"&lt;br /&gt;Gw: "Kayak keyboard aja..."&lt;br /&gt;Temen gw 1: "Hah?"&lt;br /&gt;Gw: "Kan 'dipijit-pijit'."&lt;br /&gt;Temen gw 2: (ngerti maksud gw dan nahan ketawa)&lt;br /&gt;Gw: "Kayak keyboard kan dipijit-pijit." (sambil memperagakan gerakan mengetik)&lt;br /&gt;Temen gw 2: "Ya elah! Dipijat-pijat deh bukan dipijit-pijit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-350045114332332039?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/350045114332332039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=350045114332332039' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/350045114332332039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/350045114332332039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2008/12/beda-satu-huruf-saja.html' title='Beda Satu Huruf Saja...'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-1906060580844043856</id><published>2008-12-15T21:52:00.009+07:00</published><updated>2011-09-17T14:46:12.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] The Golden Compass</title><content type='html'>&lt;a href="http://i53.photobucket.com/albums/g58/juunishi_master/GKXL1507bigcopy.gif"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://i53.photobucket.com/albums/g58/juunishi_master/GKXL1507bigcopy.gif" style="cursor: pointer; float: right; height: 203px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 130px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul: The Golden Compass (Kompas Emas)&lt;br /&gt;Pengarang: Phillip Pullman&lt;br /&gt;Penerbit: Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Harga: Rp 57.500,-&lt;br /&gt;Jumlah halaman: 488&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ketika temannya, Roger, lenyap, Lyra dan daemonnya, Pantalaimon, bertekad menemukannya. Pencarian itu membawa mereka ke alam Utara yang dahsyat, muram tapi menakjubkan, tempat beruang-beruang berbaju besi menguasai dunia es tersebut dan ratu-ratu penyihir beterbangan di langit yang membeku--dan tempat sekelompok ilmuwan melakukan eksperimen mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lyra berhasil melalui berbagai kengerian ini, tapi sesuatu yang lebih berbahaya menunggunya--yang tak pernah terbayangkan olehnya...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formal tapi luwes dan enak dibaca, seperti itulah gaya bercerita Philip Pullman. Pertama kali saya membeli novel ini justru karena mendengar kabar bahwa filmnya akan segera beredar, dan kebiasaan saya adalah kalau film berasal dari novel, jelas harus baca dulu novelnya baru nonton filmnya. Karena itulah saya membeli novel ini, sama sekali tidak tahu akan seperti apa ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang menarik di novel ini adalah sinopsisnya. Pertama kali membaca sinopsisnya, saya penasaran dan setelah membaca seluruh isi buku hingga tuntas, rasa penasaran saya terjawab. Itu salah satu strategi pembuatan sinopsis yang baik menurut saya: membuat pembaca penasaran dan merasa puas setelah membaca novel yang dibelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan novel ini ada pada karakteristiknya. Seorang Lyra yang usianya sekitar sepuluh atau dua belas tahun terasa sebagai seorang anak yang dewasa (menurut saya, tidak sewajarnya sedewasa itu). Karakteristik tokoh-tokoh novel ini tidak biasa--harusnya bisa menjadi poin yang bagus karena menawarkan sesuatu yang tidak generik, tapi entah kenapa saya pribadi justru tidak suka karakteristik seperti itu. Terasa ganjil dan tidak nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan lain menurut saya adalah endingnya. (Sekedar info, novel ini adalah bagian pertama dari trilogi His Dark Materials) Tidak perlu heran menemukan sebuah novel berseri sekarang ini, saya sendiri sudah mengoleksi empat seri termasuk His Dark Materials dan membaca sekitar enam judul. Nah, jika dibandingkan dengan tiga seri lainnya, seri pertama His Dark Materials ini memiliki ending yang terkesan menggantung dan kurang memuaskan. Bagi saya, novel berseri yang baik justru tidak membuat penasaran di akhir novelnya dengan sebuah ending menggantung. Seharusnya masalah satu buku diselesaikan dalam buku itu saja. Apakah masalah buku pertama berhubungan dengan masalah di buku kedua adalah urusan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisanya, gaya penulisan, terbilang cukup mudah dimengerti. Buku ini adalah salah satu contoh novel fantasi bersetting dunia lain yang tidak banyak membuat deskripsi dengan menggunakan perbandingan dengan dunia nyata, salah satu poin plos dalam mendeskripsikan sebuah dunia lain dan merupakan bukti bahwa membuat setting dunia lain yang demikian mirip dengan dunia nyata adalah strategi untuk menghindari banyak penjelasan yang berpotensi membuat pembaca bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor: 7 / 10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-1906060580844043856?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/1906060580844043856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=1906060580844043856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1906060580844043856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/1906060580844043856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2008/12/resensi-golden-compass.html' title='[Resensi] The Golden Compass'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-6862118955419822679</id><published>2008-12-10T20:47:00.004+07:00</published><updated>2008-12-10T21:04:32.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Gantungan FD Malang...</title><content type='html'>Siang hari di tempat nongkrong paling asik untuk mengerjakan tugas plus internetan di kampus, khususnya untuk satu jurusan berinisial "IF".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw: (melihat gantungan flashdisk temen gw) "Agak kasihan gw ngeliat gantungan flashdiskmu."&lt;br /&gt;Gege (nama temen gw, maksa minta dicantumkan): "Kenapa gitu?"&lt;br /&gt;Gw: (tadinya mau bilang soal badan si kodok panjang): "Yah, ini ususnya terburai gitu..."&lt;br /&gt;Temen gw yang berada di sisi lain meja, sedang makan Pop Mie: (nyengir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk gantungan flashdisk yang menjadi korban komentar dapat dilihat di &lt;a href="http://i53.photobucket.com/albums/g58/juunishi_master/DSC00193.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-6862118955419822679?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/6862118955419822679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=6862118955419822679' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6862118955419822679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6862118955419822679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2008/12/gantungan-fd-malang.html' title='Gantungan FD Malang...'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-5978146137163312307</id><published>2008-12-10T08:27:00.003+07:00</published><updated>2008-12-10T21:03:23.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Perlindungan Maksimal!</title><content type='html'>Saat kuliah Sistem Informasi, sedang membahas masalah keamanan sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gw I: "Katanya kondom kan tetep gak bisa melindungi dari virus HIV/AIDS."&lt;br /&gt;Temen gw II: "Iya, katanya cuma untuk mencegah kehamilan."&lt;br /&gt;Gw: "Gw tahu paling aman gimana. Di-laminating aja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-5978146137163312307?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/5978146137163312307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=5978146137163312307' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5978146137163312307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/5978146137163312307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2008/12/perlindungan-maksimal.html' title='Perlindungan Maksimal!'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-6512713082280110440</id><published>2008-12-05T06:41:00.004+07:00</published><updated>2008-12-05T06:45:47.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Lebih Banyak, Lebih...</title><content type='html'>Suatu pagi, saat kuliah sistem operasi yang membahas multiprocessor...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen kuliah gw: "Kalo dua jadi dual core (baca: du-wal kor), empat jadi quad core (baca: kuad kor), delapan kali jadi octa core kali (baca: okta kor) yah?"&lt;br /&gt;Gw: "Yang pasti kalo banyak-banyak jadinya tekor..."&lt;br /&gt;Temen kuliah gw: "..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-6512713082280110440?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/6512713082280110440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=6512713082280110440' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6512713082280110440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/6512713082280110440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2008/12/lebih-banyak-lebih.html' title='Lebih Banyak, Lebih...'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-7078317214986840462</id><published>2008-12-01T07:50:00.005+07:00</published><updated>2008-12-01T10:49:34.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='janggal'/><title type='text'>Handphone</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Suatu siang di angkot, seorang laki-laki tengah menelepon dengan HP-nya. Meskipun gw nggak pernah ngerti kenapa orang bisa bertelpon ria dengan tenang di dalam angkot yang katanya banyak copet itu, gw anggap biasa juga kasus ini. Yang tidak biasa...&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Laki-laki itu menempelkan handphone ke sisi kepala saat mendengarkan lawan bicaranya dan melepaskan dari sisi kepala serta mengarahkan bagian handphone untuk menerima suara ke depan mulutnya saat menjawab.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Err, gw rasa itu nggak perlu. Si mas itu nampaknya tidak terlalu percaya sama teknologi dan nggak pede dengan telepon yang panjang dari ujung ke ujungnya (berasa gak sampai yah suaranya kalo tetep dipegang di sisi kepala yah, Mas)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rasanya pengen banget bilang, "Mas, kalo ngerasa handphone-nya kurang mantap menerima suara Mas, coba kapan-kapan beli handphone-nya yang jenis candy bar jaman dulu yang segede telepon rumah. Dijamin keterima itu suaranya Mas."&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;:D&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hehe.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-7078317214986840462?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/7078317214986840462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=7078317214986840462' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7078317214986840462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7078317214986840462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2008/12/handphone.html' title='Handphone'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-4373753761988121750</id><published>2008-11-28T07:32:00.012+07:00</published><updated>2011-09-17T14:47:18.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] The Godfather</title><content type='html'>&lt;a href="http://i53.photobucket.com/albums/g58/juunishi_master/HBTL5234bigcopy.gif"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://i53.photobucket.com/albums/g58/juunishi_master/HBTL5234bigcopy.gif" style="cursor: pointer; float: right; height: 199px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 130px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kau tidak bisa mengatakan 'tidak' pada orang yang kausayangi, tidak sering. Itu rahasianya. Dan kalau kau mengatakannya, usahakan terdengar seperti 'ya'. Atau kau harus membuat mereka yang mengatakan 'tidak'..."&lt;/span&gt; - Vito Corleone pada Michael Corleone&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: The Godfather (Sang Godfather)&lt;br /&gt;Pengarang: Mario Puzo&lt;br /&gt;Penerbit: Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Harga: Rp. 89.000,-&lt;br /&gt;Jumlah halaman: 680&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Godfather adalah pemimpin Mafia bernama Don Vito Corleone, pria pemurah yang tak kenal ampun dalam meraih dan mempertahankan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godfather adalah pria yang "logis" dan adil. Ia memimpin kerajaan bawah tanah raksasa yang menguasai berbagai kegiatan bisnis ilegel, perjudian, taruhan pacuan kuda, dan serikat buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiran, pemeras, pembunuh--ia memberikan persahabatannya tanpa ada yang berani menolak  serta menentukan mana yang benar dan salah. Menurutnya, pembunuhan halal dilakukan demi keadilan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelam, tenang, dan sadis secara dingin di beberapa bagian tertentu. Mengingat sang pengarang mendapatkan bahan untuk novelnya ini hanya dari perpustakaan (tertulis di bagian data pengarang di bagian akhir buku), cukup mengejutkan mendapati ada orang yang mengira sang pengarang pernah menjadi anggota madia. ("Kalau saya seorang anggota mafia, saya sudah kaya dan tidak perlu menulis buku," kata sang pengarang menanggapi "tuduhan" tersebut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam buku ini, jangan pernah berharap akan menemukan hal-hal yang bersifat baik dan sesuai dengan moral. Semua yang tersembunyi di dalam dunia bawah tanah dijabarkan di sini, mulai dari bisnis-bisnis ilegal dengan cara-cara perlindungannya, daftar suap di berbagai institusi mulai dari gedung parlemen, senator, hingga kepolisian, dan penggunaan serikat buruh untuk berbagai hal. Pembunuhan adalah hal yang wajar ditemukan. Jelas novel ini layak mendapat rating "novel dewasa". Lebih-lebih karena ada adegan "untuk dewasa" yang tidak perlu dijabarkan di sini. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya menulis Mario Puzo sendiri terasa kurang hidup di beberapa tempat--terutama pada bagian di mana ia menceritakan suatu rentang waktu dengan agak cepat, tapi keakuratan hal-hal seperti ilmu kedokteran dan pengetahuan mengenai kegiatan mafia benar-benar membuat saya terpukau (dan akhirnya menolerir "ketidakhidupan tulisannya"). Satu bukti bahwa riset yang mendetail untuk sebuah buku memiliki daya tarik tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor: 8,5 / 10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-4373753761988121750?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/4373753761988121750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=4373753761988121750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4373753761988121750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/4373753761988121750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2008/11/resensi-godfather_28.html' title='[Resensi] The Godfather'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-307226563265270681</id><published>2008-11-27T15:11:00.007+07:00</published><updated>2011-09-17T14:46:51.908+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>[Resensi] Taiko</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.gramedia.com/buku_images/FFeI5119big.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.gramedia.com/buku_images/FFeI5119big.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 250px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 158px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana jika seekor burung tak mau berkicau?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nobunaga menjawab, "Bunuh saja."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hideyoshi menjawab, "Buat burung itu&lt;/span&gt; ingin&lt;span style="font-style: italic;"&gt; berkicau."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ieyasu menjawab, "Tunggu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: Taiko&lt;br /&gt;Pengarang: Eiji Yoshikawa&lt;br /&gt;Penerbit: Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Harga: Rp 130.000,-&lt;br /&gt;Jumlah halaman: 1152&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dalam pergolakan menjelang dekade abad keenam belas, Kekaisaran Jepang menggeliat dalam kekacaubalauan ketika keshogunan tercerai berai dan panglima-panglima perang musuh berusaha merebut kemenangan. Benteng-benteng dirusak, desa-desa dijarah, ladang-ladang dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah penghancuran ini, muncul tiga orang yang bercita-cita mempersatukan bangsa. Nobunaga yang ekstrem, penuh karisma, namun brutal; Ieyasu yang tenang, berhati-hati, bijaksana, berani di medan perang, dan dewasa. Namun kunci dari tiga serangkai ini adalah Hideyoshi, si kurus berwajah monyet yang secara tak terduga menjadi juru selamat bagi negeri porak poranda ini. Ia lahir sebagai anak petani, menghadapi dunia tanpa bekal apa pun, namun kecerdasannya berhasil mengubah pelayan-pelayan yang ragu-ragu menjadi setia, saingan menjadi teman, dan musuh menjadi sekutu. Pengertiannya yang mendalam terhadap sifat dasar manusia telah membuka kunci pintu-pintu gerbang benteng, membuka pikiran orang-orang, dan memikat hati para wanita. Dari seorang pembawa sandal, ia akhirnya menjadi Taiko, penguasa mutlak Kekaisaran Jepang.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya tidak terlalu fanatik pada cerita peperangan. Kelihatannya sih ini karena pengaruh logika Sam Kok = cerita perang = rumit, tapi entah kenapa begitu melihat Taiko di toko buku, membaca sinopsisnya (kira-kira empat tahun lalu) saya langsung tertarik untuk membelinya, meskipun tebalnya melebihi tebal satu buku Harry Potter dan setelah dibaca, tulisannya lebih kecil dan lebih rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali baca, kesan tulisannya langsung terasa. Simpel, jelas, tidak terlalu mendetail dalam hal deskripsi, tapi sangat enak dibaca dan diikuti. (Setelah saya membaca beberapa novel Jepang lain, kemungkinan itulah ciri khas novel-novel dari sana: terasa tenang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya sendiri berkisar di antara pengkhianatan, adu strategi, dan penuh kekerasan perang, tapi taraf kekerasannya sendiri tidak mencapai tahap semacam manga Koroshiya Ichi (kenapa juga novel dibandingkan dengan manga???). Kekerasan di sini terlihat, tapi dalam taraf wajar dan bahkan cenderung agak tersamar karena fokus utama cerita berada di antara petinggi perang yang kebanyakan tidak ikut turun berperang karena mereka mengutamakan strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian paling menarik di dalam novel adalah saat Hideyoshi (saat itu namanya Kinoshita, Hideyoshi sempat berubah nama sebanyak tiga kali menurut novel ini) berhasil membangun sebuah benteng dalam waktu tiga hari! Caranya menghadapi dan meyakinkan para pekerja yang dihasut oleh seseorang untuk bekerja malas-malasan, benar-benar jitu dan luar biasa. Dan sepanjang sisa novel ini, masih ada lagi berbagai taktik yang dilakukan Hideyoshi saat menghadapi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor: 8,5 / 10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-307226563265270681?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/307226563265270681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=307226563265270681' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/307226563265270681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/307226563265270681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2008/11/resensi-taiko_27.html' title='[Resensi] Taiko'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-9222402652610931156</id><published>2008-11-26T10:23:00.005+07:00</published><updated>2008-11-28T11:14:05.215+07:00</updated><title type='text'>10 Things About Me [Tagged!!!]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gweh, gw yg jarang update blog ini kena tag dari temen kuliah. Ya udah deh, ngikutin. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya aturannya gini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Each blogger must post these rules.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Here I come...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sering mengalami "gak mau tapi penasaran"&lt;br /&gt;Contoh konkretnya bolpen listrik Betet, &lt;a href="http://hotel626.com"&gt;Hotel626&lt;/a&gt;. Penasaran pengen nyoba, tapi gak mau!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gampang teralihkan perhatiannya&lt;br /&gt;Ngerjain tugas, terus ditunjukin link ke DeviantArt dan mendapati komik lucu, keren dan bagus banget, lsg deh lupa tu tugas. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cinta mati bela diri!&lt;br /&gt;Tae kwon do udah, kendo sedang dijalani. :D Kalo perlu, gw pengen pernah belajar semua bela diri! Mengincar kempo, aikido, dan capoeira. Sayangnya, gw gak yakin ama yang terakhir, sanggup nggak. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. (menurut seorang frater yang pernah mengajar agama waktu SMA kelas satu) Di luar keliatan tomboi abis, tapi dalamnya tetap cewek.&lt;br /&gt;Harus gw akui ini benar! Baru-baru ini menyadarinya. Kejadian pas SPARTA HMIF tuh contoh nyatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Suka dengan hal-hal yang semasa SD pasti dianggap "aneh", semacam kebudayaan daerah dan isu mengenai alam (iya kan? Jaman SD pasti dianggap cupu kalo seneng hal-hal semacam itu)&lt;br /&gt;Gw rasa gw gak bakat nari, tapi seandainya ada yg mau mengajari dengan sabar, gw gak keberatan belajar tarian dari Jawa. :D Budaya, dari mana pun asalnya, selalu menarik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pengen punya badan bagus.&lt;br /&gt;Dalam artian gak kegemukan dan cukup berotot tapi gak sampe macam Ade Rai juga. :D Makanya semester lima ini aktif ikutan kendo lagi biar ada olahraga rutin minimal seminggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sedang memulai koleksi yang berhubungan dengan juunishi aka dua belas shio.&lt;br /&gt;Udah punya set astrologi (hadiah ultah dari temen), ada guntingan dari kalender, sedang melengkapi gantungan handphone. Freak yah? Target satu koleksi dua belas binatang lengkap sih. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Aku ingin jadi penulis!!!&lt;br /&gt;Jangan dilanjutkan dengan pertanyaan "terus, kenapa masuk informatika???"! Gw gak bisa jawab pertanyaan itu. :|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Punya sinting-gila-iseng-bodoh mode.&lt;br /&gt;Semenjak kuliah aja teredam, padahal pas SMA pernah ngebawa kabur tas temen dari kelas lain ke kelas sendiri, sekian detik sebelum bel bunyi. Alhasil tuh temen satu jam pelajaran pertama mungkin bengong-bengong tanpa tas. Gw sekarang masih nyimpen satu bom asap, mungkin kapan-kapan kalau waktunya pas dipergunakan. &gt;:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mulutnya semakin tidak terkontrol.&lt;br /&gt;Mulai dari menyumpahserapah secara spontan, celetukan-celetukan yang kelewat blak-blakan, dan refleks garing. Kenapa harus membuat susah hidup ini? :D Restya udah jadi korban pagi ini. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, giliran gw menunjuk-nunjuk 10 orang. (sbnrnya gak pengen, karena belum tahu banyak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lagiluculucunya.wordpress.com/"&gt;Nur&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://steviegiovanni.blogspot.com/"&gt;Stevie&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://firmansaragih.wordpress.com/"&gt;Firman&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://nailafithria.blogspot.com/"&gt;Naila&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ghe2punya.wordpress.com/"&gt;Gege&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://totoltotol.wordpress.com/"&gt;Kak Andra&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://crescenthikari.wordpress.com/"&gt;Fiqri&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://indramukmin.wordpress.com/"&gt;Indra Mukmin&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ivannugraha.wordpress.com/"&gt;Ivan Nugraha&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://memyself303.wordpress.com/"&gt;Seli&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw rasa gw melakukan kesalahan besar dengan men-tag Fiqri. Ah, tapi sudahlah. Itu di atas juga ada yang sebenernya gw tahu udah kena tag, tapi tetep gw tag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-9222402652610931156?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/9222402652610931156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=9222402652610931156' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/9222402652610931156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/9222402652610931156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2008/11/10-things-about-me-tagged.html' title='10 Things About Me [Tagged!!!]'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-7100676501651810085</id><published>2008-11-24T22:31:00.002+07:00</published><updated>2008-12-01T08:02:20.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Harusnya Kamu Komentar Gitu Kalau...</title><content type='html'>*Copy paste dari percakapan di YM*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; gw blom crita waktu gw ke CL wkt itu y&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; selain bli Amber Spyglass&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; eh,bkn ding&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; waktu gw bli Subtle Knife &amp;amp; Amber Spyglass yg bwt gw&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; gw jg bli...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (ini ikut2an tmn)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; bra :-P&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; ditambah kaos 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; bli kripik nangka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; parfum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; boros2 dah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; parfum eh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; gw kira elu gak suka pake parfum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; wajib lah &gt;.&lt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; itu jawaban yg seharusnya elu kasih kalo gw tanya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; "gw kira elu gak suka pake bra"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; harusnya elu jawab gitu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#204a87;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temen gw dari forum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; gwakh!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-7100676501651810085?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/7100676501651810085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=7100676501651810085' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7100676501651810085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7100676501651810085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2008/11/harusnya-kamu-komentar-gitu-kalau.html' title='Harusnya Kamu Komentar Gitu Kalau...'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6372527859672151670.post-7905150096110095451</id><published>2008-11-24T20:57:00.003+07:00</published><updated>2008-12-01T08:02:40.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celetukan'/><title type='text'>Beda Efek Mungkin Karena...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;EQ berkata, "Kemarin pas kapan tu gw ama temen-temen gw makan di Gelap Nyawang. Terus pas udahnya beres makan, perut gw mulai kerasa aneh. Temen gw yang laen juga udah mulai ngerasa aneh. Si X katanya agak pusing, si Y katanya kepalanya kerasa gak enak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw menjawab, "Itu berarti otaknya Kak EQ adanya di perut dong!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6372527859672151670-7905150096110095451?l=distrik12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distrik12.blogspot.com/feeds/7905150096110095451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6372527859672151670&amp;postID=7905150096110095451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7905150096110095451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6372527859672151670/posts/default/7905150096110095451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distrik12.blogspot.com/2008/11/beda-efek-mungkin-karena.html' title='Beda Efek Mungkin Karena...'/><author><name>Mantoel Toeink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04117097865122719372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FBMWx0shW0c/S4HqDSc1TvI/AAAAAAAAADU/jWQyBHJKmnI/S220/Kohaku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
