Simple Notes: Fiction Junction (Character Part 1: Classification)
Dua komponen utama (menurut saya) dari sebuah tulisan fiksi adalah karakter dan cerita. Pertanyaannya, siapa yang lahir duluan? Karakter atau cerita? Lagi-lagi menurut saya, ini seperti mempertanyakan yang mana duluan antara ayam dan telur. Abu Nawas dalam satu cerita bilang bahwa telur dulu baru ayam karena telur tidak mengenal ayam tapi ayam mengenal telur (berarti ayam pernah jadi telur, tapi telurnya dari mana ...?). Orang yang lebih logis akan menyatakan pasti ayam duluan karena telur pertama pasti berasal dari ayam (lalu ayamnya dari mana ...?). Saya pribadi lebih suka jawaban garing: telur duluan karena adanya "telur ayam", bukan "ayam telur".
Untuk karakter versus cerita, perdebatannya tidak akan sesukar dilema ayam telur. Jika dalam perdebatan ayam telur, ayam merupakan sebuah titik di dalam sebuah lingkaran dan telur adalah titik lainnya dalam lingkaran, maka dalam karakter versus cerita, karakter adalah sebuah titik di ujung sebuah garis dan cerita adalah titik lain di ujung lain garis. Tidak ada aturan khusus apakah akan mulai menarik garis dari titik karakter atau dari titik cerita. Dari mana pun garis ditarik, garis tersebut akan berhenti di titik ujung lainnya. Saya akan mencoba menjabarkan bagaimana karakter dan cerita dibuat sebagai panduan awal memilih titik awal menarik garis. Tentu saja, semua penjelasan di bawah ini adalah a la saya, tidak didaftarkan paten apapun, dan tidak berlatar belakang kepakaran (saya bukan mahasiswa jurusan sastra, hanya makhluk yang hobi menulis dan kebetulan sudah agak lama mendalami bidang tersebut :D).
Karakter
Dasar utama penciptaan karakter adalah role-play alias bermain peran seperti dalam sebuah sandiwara yang dipentaskan. Kenapa demikian? Karena dari awal hingga akhir cerita, Anda akan lekat bersama sang karakter yang telah Anda ciptakan. Karakteristiknya harus konsisten dari awal hingga akhir, kalaupun ada suatu hal yang mengubah karakteristik tokoh tersebut, maka perubahan tersebut pun harus diaplikasikan dengan konsisten. Hanya dengan menempatkan diri Anda sebagai karakter tersebut (untuk yang sebaliknya kurang diharapkan, tapi ada perkecualian tersendiri untuk hal tersebut), penokohan dapat terjaga.
Beberapa tipe umum karakter yang dicintai orang dari masa ke masa:
1. Karakter super-baik
Baik, suka menolong, patuh pada orang tua, rajin bekerja, jago dalam suatu bidang, dan seterusnya. Ini adalah karakter 100%, murni, baik! (Saya merasa sedang promosi susu.) Tipe yang satu ini dicintai karena segala kebaikannya, karena dia adalah seorang tokoh yang sikap dan sifatnya bisa dijadikan panutan bagi penonton/pembaca untuk senantiasa menjadi orang baik-baik. Jenis karakter yang satu ini sekarang sudah dapat dikatakan agak sukar bersaing karena semakin banyak orang yang tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan karakter super-baik ini nyaris tidak memiliki ruang untuk perkembangan karakteristiknya. Biasanya untuk mengusahakan agar karakter ini tidak ditinggalkan penggemarnya karena bosan, ada kejadian buruk yang menimpanya dan membuatnya tidak berdaya atau ada kilasan kejadian yang menunjukkan sisi lain dirinya.
Beberapa contoh karakter ini adalah: Hidetoshi Dekisugi (Doraemon), Kite (.hack//IMOQ), Peter Pevensie (The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe)
2. Karakter bodoh-tolol
Ceroboh, hobi terlambat ke sekolah, pemalas, tukang tidur, kalau bangun hampir selalu kesiangan, agak lemot memahami sesuatu dan seterusnya. Berkebalikan dengan sang karakter super-baik yang semua sifat dan sikapnya menjadi panutan, tipe karakter ini adalah tipe karakter yang mendapat tempat di hati justru karena orang merasa dekat dengannya, merasa simpati, atau malah merasa lebih baik dari si karakter ini. Jangan salah, karakter ini sangat berpotensial memikat hati saat perkembangannya terlihat. Ada kedekatan tersendiri menyaksikan seseorang yang bodoh-tolol dengan usahanya berhasil mencapai kemajuan hingga setara atau bahkan melampaui rekan-rekannya yang lain. Taraf kebodohan atau ketololan karakter ini biasanya cukup tinggi sehingga jarang diterapkan ke dalam media tulisan dan jauh lebih banyak ditemukan di anime, manga, atau game Jepang.
Beberapa contoh karakter ini adalah: Nobi Nobita (Doraemon), Tsukino Usagi (Sailormoon)
Contoh karakter bodoh-tolol yang mengalami peningkatan: Uzumaki Naruto (Naruto)
3. Karakter bad-ass
Secara kasar, dapat dikatakan bahwa karakter ini "jahat", tapi dia dapat dimaklumi, itulah deskripsi terbaik untuk tipe ini. Jenis yang satu ini dicintai karena secara tidak langsung mencerminkan hal-hal buruk yang dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dilakukan, seperti misalnya menonjoki orang sampai setengah mati, menembaki selusin penyerang bersenjata, dan semacamnya. Meskipun bisa berkembang ke arah baik, tipe karakter ini biasanya secara konsisten mempertahankan "kejahatan" mereka dari awal hingga akhir cerita. Justru berbeda dengan karakter super-baik, karakter bad-ass tidak terlalu berpotensial membuat bosan dengan "kejahatan" mereka yang konsisten dari awal hingga akhir selama bentuk "kejahatan" mereka logis, wajar, dan tidak pasaran seperti "pokoknya aku mau menghancurkan dunia, titik".
Beberapa contoh karakter ini adalah: Revy (Black Lagoon), Don Vito Corleone (The Godfather), Oda Nobunaga (Taiko)
Contoh karakter bad-ass yang di akhir cerita berubah karakteristik: Roscuro (The Tale of Despereaux)
4. Karakter menyebalkan
Hobi mengeluh, seenaknya sendiri, egois, sombong, arogan, tapi tidak jahat adalah ciri paling utama tipe ini. Karakteristik seperti ini masih termasuk wajar ditemukan di dunia nyata, tapi untuk kebanyakan orang akan dianggap menyebalkan. Jenis ini bukan jenis yang akan dijadikan favorit oleh banyak orang seandainya dijadikan pemeran utama, tapi sensasi membenci dan sebal pada pemeran utama menjadi resep tersendiri untuk tetap memikat orang mengikuti cerita. Umumnya karakter menyebalkan yang tidak ditempatkan di posisi pemeran utama menjadi pendamping pemeran utama, entah sebagai saingan atau sebagai teman (karena karakter utama adalah seorang karakter super-baik, wajar dia bisa bertahan berteman dengan orang menyebalkan). Sebagian besar karakter menyebalkan lambat laun "bertobat" atau setidaknya kadar menyebalkannya berkurang seiring dengan berjalannya cerita.
Beberapa contoh karakter ini adalah: Mr Norrell (Jonathan Strange and Mr Norrell), Haseo (.hack//G.U.), Luke (Tales of The Abyss)
5. Karakter cool/keren
Pendiam, cuek, punya prinsip, punya kemampuan yang tidak main-main, dan punya fans sendiri di penampilan perdana. Ini adalah pemikat fans paling spektakuler, jauh melampaui jenis-jenis di atas. Karakter ini memiliki sedikit ciri campur aduk dari tipe-tipe di atas, ditambah dengan sifat yang dianggap keren seperti pendiam, cuek, dan punya kemampuan yang tidak main-main. Kencenderungan mereka disukai pun bermacam-macam, dari sekedar melihat tampang plus gaya yang keren, aksi yang keren, tindak-tanduk yang di luar dugaan, dan lain-lain. Karakter ini biasanya paling banyak ditemukan di game, entah sebagai antagonis atau protagonis. Perkembangan mereka cukup sulit karena campuran sifat merekalah yang justru menjadi daya tarik tersendiri.
Beberapa contoh karakter ini adalah: Cloud Strife (Final Fantasy VII), Squall Leonhart (Final Fantasy VIII), Dante (Devil May Cry)
6. Karakter "galau"
Dirundung kebingungan, paranoid, seringkali merasa tidak yakin, emosional, inilah jenis karakter yang mengundang nuansa paling kelam dan dipenuhi ion negatif. Karakter ini biasanya diceritakan mengalami sesuatu yang membuatnya merasa kebingungan dan kehilangan arah, kejadian yang cukup buruk. Kemungkinan lainnya adalah karakter tersebut memang diceritakan tengah mencari jati dirinya dan karena pembawaannya yang serba salah, jadilah ia membawa aura negatif sepanjang cerita. Dengan karakter utama seperti ini, cerita biasanya berkisar pada pencapaian yang diperoleh oleh si karakter, yang nantinya akan mengubah hidup si karakter cukup drastis. Karakteristik ini biasanya mengundang simpati dari orang atau membuat orang sebal tapi penasaran sehingga mengikuti terus ceritanya. Peluang pengembangan karakter ini sangat besar, entah ke arah yang baik atau buruk, tapi sering kali diarahkan ke perkembangan yang lebih baik.
Beberapa contoh karakter ini adalah: William Parry (His Dark Materials: The Subtle Knife), Ariella Montero (The Society of S), Tsukasa (.hack//SIGN)
Bonus: Damsel-in-distress
Alias "wanita yang tak berdaya", meskipun tidak sepenuhnya tidak berdaya. Tipe ini sekarang tidak hanya menjadi ciri khas karakter wanita, tapi ada beberapa karakter pria yang begitu menyedihkannya hingga terjatuh ke dalam kategori ini. Seperti yang telah dikatakan, karakter ini tidak berdaya, hampir tidak memiliki kegunaan apa-apa selain untuk dilindungi atau diselamatkan tokoh utama lainnya (betul sekali, terlepas dari lakon pemeran utama sebenarnya dipegang oleh sang damsel-in-distress). Bisa disimpulkan secara umum bahwa sang damsel-in-distress ini adalah sumber dari segala sumber masalah yang merundung karakter utama lainnya, setidaknya sebagian besar sumber dari segala sumber masalah berasal dari dia. Lucunya, karakter yang begitu menyedihkan ini menjadi populer karena dibenci sekaligus dicintai oleh dua pihak yang berbeda. Pihak pertama membencinya karena karakter ini demikian menyedihkan dan mengesalkannya karena kerjaannya hanya menarik masalah kepada rekan-rekannya, sementara pihak kedua menyukainya karena merasa ingin menjadi karakter tersebut supaya bisa diselamatkan atau dilindungi oleh para karakter pendukung yang (biasanya) merupakan karakter cool/keren. Sekarang ini karakteristik damsel-in-distress sudah diberi kesempatan untuk berkembang dan tidak se-distress itu sampai membuat orang muak.
Beberapa contoh karakter ini adalah: Isabella Swan (Twilight Saga), Pacifica Casull (Scrapped Princess), Shirley Fennes (Tales of Legendia)
Tipe-tipe di atas adalah sebagian kecil klasifikasi sederhana a la saya, jadi (pasti) masih ada karakter yang tidak tercakup ke dalam salah satu tipe, tapi saya harap sudah lebih ada gambaran mengenai tipe-tipe umum karakter dalam cerita. Pengelompokkan di atas bertujuan untuk mengarahkan akan jadi seperti apa karakter yang akan dibuat nantinya. Untuk proses pembuatan karakter sebenarnya tidak ada peraturan khusus selain tetap di batas-batas yang dapat diterima konsumen. Mengenai penciptaan karakter, akan disajikan di postingan selanjutnya blog ini.
Semoga berguna dan mencerahkan. Komentar dan masukan diterima. :D :D
Untuk karakter versus cerita, perdebatannya tidak akan sesukar dilema ayam telur. Jika dalam perdebatan ayam telur, ayam merupakan sebuah titik di dalam sebuah lingkaran dan telur adalah titik lainnya dalam lingkaran, maka dalam karakter versus cerita, karakter adalah sebuah titik di ujung sebuah garis dan cerita adalah titik lain di ujung lain garis. Tidak ada aturan khusus apakah akan mulai menarik garis dari titik karakter atau dari titik cerita. Dari mana pun garis ditarik, garis tersebut akan berhenti di titik ujung lainnya. Saya akan mencoba menjabarkan bagaimana karakter dan cerita dibuat sebagai panduan awal memilih titik awal menarik garis. Tentu saja, semua penjelasan di bawah ini adalah a la saya, tidak didaftarkan paten apapun, dan tidak berlatar belakang kepakaran (saya bukan mahasiswa jurusan sastra, hanya makhluk yang hobi menulis dan kebetulan sudah agak lama mendalami bidang tersebut :D).
Karakter
Dasar utama penciptaan karakter adalah role-play alias bermain peran seperti dalam sebuah sandiwara yang dipentaskan. Kenapa demikian? Karena dari awal hingga akhir cerita, Anda akan lekat bersama sang karakter yang telah Anda ciptakan. Karakteristiknya harus konsisten dari awal hingga akhir, kalaupun ada suatu hal yang mengubah karakteristik tokoh tersebut, maka perubahan tersebut pun harus diaplikasikan dengan konsisten. Hanya dengan menempatkan diri Anda sebagai karakter tersebut (untuk yang sebaliknya kurang diharapkan, tapi ada perkecualian tersendiri untuk hal tersebut), penokohan dapat terjaga.
Beberapa tipe umum karakter yang dicintai orang dari masa ke masa:
1. Karakter super-baik
Baik, suka menolong, patuh pada orang tua, rajin bekerja, jago dalam suatu bidang, dan seterusnya. Ini adalah karakter 100%, murni, baik! (Saya merasa sedang promosi susu.) Tipe yang satu ini dicintai karena segala kebaikannya, karena dia adalah seorang tokoh yang sikap dan sifatnya bisa dijadikan panutan bagi penonton/pembaca untuk senantiasa menjadi orang baik-baik. Jenis karakter yang satu ini sekarang sudah dapat dikatakan agak sukar bersaing karena semakin banyak orang yang tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan karakter super-baik ini nyaris tidak memiliki ruang untuk perkembangan karakteristiknya. Biasanya untuk mengusahakan agar karakter ini tidak ditinggalkan penggemarnya karena bosan, ada kejadian buruk yang menimpanya dan membuatnya tidak berdaya atau ada kilasan kejadian yang menunjukkan sisi lain dirinya.
Beberapa contoh karakter ini adalah: Hidetoshi Dekisugi (Doraemon), Kite (.hack//IMOQ), Peter Pevensie (The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe)
2. Karakter bodoh-tolol
Ceroboh, hobi terlambat ke sekolah, pemalas, tukang tidur, kalau bangun hampir selalu kesiangan, agak lemot memahami sesuatu dan seterusnya. Berkebalikan dengan sang karakter super-baik yang semua sifat dan sikapnya menjadi panutan, tipe karakter ini adalah tipe karakter yang mendapat tempat di hati justru karena orang merasa dekat dengannya, merasa simpati, atau malah merasa lebih baik dari si karakter ini. Jangan salah, karakter ini sangat berpotensial memikat hati saat perkembangannya terlihat. Ada kedekatan tersendiri menyaksikan seseorang yang bodoh-tolol dengan usahanya berhasil mencapai kemajuan hingga setara atau bahkan melampaui rekan-rekannya yang lain. Taraf kebodohan atau ketololan karakter ini biasanya cukup tinggi sehingga jarang diterapkan ke dalam media tulisan dan jauh lebih banyak ditemukan di anime, manga, atau game Jepang.
Beberapa contoh karakter ini adalah: Nobi Nobita (Doraemon), Tsukino Usagi (Sailormoon)
Contoh karakter bodoh-tolol yang mengalami peningkatan: Uzumaki Naruto (Naruto)
3. Karakter bad-ass
Secara kasar, dapat dikatakan bahwa karakter ini "jahat", tapi dia dapat dimaklumi, itulah deskripsi terbaik untuk tipe ini. Jenis yang satu ini dicintai karena secara tidak langsung mencerminkan hal-hal buruk yang dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dilakukan, seperti misalnya menonjoki orang sampai setengah mati, menembaki selusin penyerang bersenjata, dan semacamnya. Meskipun bisa berkembang ke arah baik, tipe karakter ini biasanya secara konsisten mempertahankan "kejahatan" mereka dari awal hingga akhir cerita. Justru berbeda dengan karakter super-baik, karakter bad-ass tidak terlalu berpotensial membuat bosan dengan "kejahatan" mereka yang konsisten dari awal hingga akhir selama bentuk "kejahatan" mereka logis, wajar, dan tidak pasaran seperti "pokoknya aku mau menghancurkan dunia, titik".
Beberapa contoh karakter ini adalah: Revy (Black Lagoon), Don Vito Corleone (The Godfather), Oda Nobunaga (Taiko)
Contoh karakter bad-ass yang di akhir cerita berubah karakteristik: Roscuro (The Tale of Despereaux)
4. Karakter menyebalkan
Hobi mengeluh, seenaknya sendiri, egois, sombong, arogan, tapi tidak jahat adalah ciri paling utama tipe ini. Karakteristik seperti ini masih termasuk wajar ditemukan di dunia nyata, tapi untuk kebanyakan orang akan dianggap menyebalkan. Jenis ini bukan jenis yang akan dijadikan favorit oleh banyak orang seandainya dijadikan pemeran utama, tapi sensasi membenci dan sebal pada pemeran utama menjadi resep tersendiri untuk tetap memikat orang mengikuti cerita. Umumnya karakter menyebalkan yang tidak ditempatkan di posisi pemeran utama menjadi pendamping pemeran utama, entah sebagai saingan atau sebagai teman (karena karakter utama adalah seorang karakter super-baik, wajar dia bisa bertahan berteman dengan orang menyebalkan). Sebagian besar karakter menyebalkan lambat laun "bertobat" atau setidaknya kadar menyebalkannya berkurang seiring dengan berjalannya cerita.
Beberapa contoh karakter ini adalah: Mr Norrell (Jonathan Strange and Mr Norrell), Haseo (.hack//G.U.), Luke (Tales of The Abyss)
5. Karakter cool/keren
Pendiam, cuek, punya prinsip, punya kemampuan yang tidak main-main, dan punya fans sendiri di penampilan perdana. Ini adalah pemikat fans paling spektakuler, jauh melampaui jenis-jenis di atas. Karakter ini memiliki sedikit ciri campur aduk dari tipe-tipe di atas, ditambah dengan sifat yang dianggap keren seperti pendiam, cuek, dan punya kemampuan yang tidak main-main. Kencenderungan mereka disukai pun bermacam-macam, dari sekedar melihat tampang plus gaya yang keren, aksi yang keren, tindak-tanduk yang di luar dugaan, dan lain-lain. Karakter ini biasanya paling banyak ditemukan di game, entah sebagai antagonis atau protagonis. Perkembangan mereka cukup sulit karena campuran sifat merekalah yang justru menjadi daya tarik tersendiri.
Beberapa contoh karakter ini adalah: Cloud Strife (Final Fantasy VII), Squall Leonhart (Final Fantasy VIII), Dante (Devil May Cry)
6. Karakter "galau"
Dirundung kebingungan, paranoid, seringkali merasa tidak yakin, emosional, inilah jenis karakter yang mengundang nuansa paling kelam dan dipenuhi ion negatif. Karakter ini biasanya diceritakan mengalami sesuatu yang membuatnya merasa kebingungan dan kehilangan arah, kejadian yang cukup buruk. Kemungkinan lainnya adalah karakter tersebut memang diceritakan tengah mencari jati dirinya dan karena pembawaannya yang serba salah, jadilah ia membawa aura negatif sepanjang cerita. Dengan karakter utama seperti ini, cerita biasanya berkisar pada pencapaian yang diperoleh oleh si karakter, yang nantinya akan mengubah hidup si karakter cukup drastis. Karakteristik ini biasanya mengundang simpati dari orang atau membuat orang sebal tapi penasaran sehingga mengikuti terus ceritanya. Peluang pengembangan karakter ini sangat besar, entah ke arah yang baik atau buruk, tapi sering kali diarahkan ke perkembangan yang lebih baik.
Beberapa contoh karakter ini adalah: William Parry (His Dark Materials: The Subtle Knife), Ariella Montero (The Society of S), Tsukasa (.hack//SIGN)
Bonus: Damsel-in-distress
Alias "wanita yang tak berdaya", meskipun tidak sepenuhnya tidak berdaya. Tipe ini sekarang tidak hanya menjadi ciri khas karakter wanita, tapi ada beberapa karakter pria yang begitu menyedihkannya hingga terjatuh ke dalam kategori ini. Seperti yang telah dikatakan, karakter ini tidak berdaya, hampir tidak memiliki kegunaan apa-apa selain untuk dilindungi atau diselamatkan tokoh utama lainnya (betul sekali, terlepas dari lakon pemeran utama sebenarnya dipegang oleh sang damsel-in-distress). Bisa disimpulkan secara umum bahwa sang damsel-in-distress ini adalah sumber dari segala sumber masalah yang merundung karakter utama lainnya, setidaknya sebagian besar sumber dari segala sumber masalah berasal dari dia. Lucunya, karakter yang begitu menyedihkan ini menjadi populer karena dibenci sekaligus dicintai oleh dua pihak yang berbeda. Pihak pertama membencinya karena karakter ini demikian menyedihkan dan mengesalkannya karena kerjaannya hanya menarik masalah kepada rekan-rekannya, sementara pihak kedua menyukainya karena merasa ingin menjadi karakter tersebut supaya bisa diselamatkan atau dilindungi oleh para karakter pendukung yang (biasanya) merupakan karakter cool/keren. Sekarang ini karakteristik damsel-in-distress sudah diberi kesempatan untuk berkembang dan tidak se-distress itu sampai membuat orang muak.
Beberapa contoh karakter ini adalah: Isabella Swan (Twilight Saga), Pacifica Casull (Scrapped Princess), Shirley Fennes (Tales of Legendia)
Tipe-tipe di atas adalah sebagian kecil klasifikasi sederhana a la saya, jadi (pasti) masih ada karakter yang tidak tercakup ke dalam salah satu tipe, tapi saya harap sudah lebih ada gambaran mengenai tipe-tipe umum karakter dalam cerita. Pengelompokkan di atas bertujuan untuk mengarahkan akan jadi seperti apa karakter yang akan dibuat nantinya. Untuk proses pembuatan karakter sebenarnya tidak ada peraturan khusus selain tetap di batas-batas yang dapat diterima konsumen. Mengenai penciptaan karakter, akan disajikan di postingan selanjutnya blog ini.
Semoga berguna dan mencerahkan. Komentar dan masukan diterima. :D :D
Komentar
Hehe.
Ciri-ciri buat Gary: super cakep, jago OR, akhirnya pasti menang, banyak dikerubungi cewe cakep, kaya, jenius, de el el.
Ciri-ciri buat Mary: super cantik, lembut, langsing, suara merdu, kulit putih, hoki gede, dikeceng semua cowo, de el el.
Contoh Gary: ehm, sepertinya Wili Plarkis bisa masuk.
Contoh Mary: ehm, lupa judulnya tapi itu novel harlequin kalo ga salah, bukan fantasy.
Hehe. Kutulis ulang seinget-ingetku soalnya dua kali waktu kemarin itu gagal.
Heinz.
Baca ciri Gary Stu yang disebut Heinz langsung kebayang Tony Stark. Wkwkwkwkw.
Hehe.
Nice artikel
Tipe cool : menyenangkan melihat karakter yg jarang berekspresi itu.
Cool + gak sabaran = combo yang mengasyikkan.
Nice artikel. Penulisnya sendiri paling suka tipe yg mana?
Kalo di cerita yg sedang digarap, dua2nya byk karakter hybrid. Tapi yg hampir selalu ada tu ciri khas karakter "bodoh-tolol" di setiap cerita gw meskipun gak pure. :D
Tentu saja yg gw favoritkan selalu karakter bad-ass. :D :D
Hehe.