AFA ID 2013 Battlefield
Sekali lagi saya kembali jalan-jalan. :D
Setelah kemarin ini saya jalan-jalan ke PopCon Asia 2013, kali ini saya jalan-jalan ke Anime Festival Asia Indonesia 2013!
Bagaimana pengalaman kali ini?
Saya berangkat dari Bandung sekitar pukul 7 kurang sedikit. Berkat bantuan teman saya, saya berhasil ikut bus berisi rombongan yang semuanya memang hendak pergi ke AFA ID (lumayan, bayarnya lebih murah daripada naik travel dan belakangan saya baru tahu kalau biaya 80k itu mencakup pulang pergi). Kumpulnya sih jam 6 tapi karena saya tidak kenal siapa-siapa di rombongan, saya nungguin teman saya itu.
Sepanjang perjalanan, karena isinya mayoritas penggemar anime/manga/game/Vocaloid jadinya yang diputar di dalam bis adalah konser Mikupa Sapporo. :P
Sampai di Senayan, parkirnya agak jauh dari JCC. Setibanya di JCC, ternyata selain AFA ID dan Indonesia Game Show (IGS) juga ada dua pameran lagi, yang satu pameran maritim-sesuatu, yang satu lagi pameran bisnis dan waralaba. Tentu saja saya nggak mampir ke dua yang terakhir itu. :P
Sempat terjadi kebingungan mengenai tiket. Saya sempat mengantri di barisan yang sudah punya tiket dan hendak masuk ke dalam dan ternyata ada tempat terpisah untuk beli/redeem tiket. Jadi saya ngeloyor ke sana lagi hanya untuk mendapati ...
... ANTRIANNYA KENAPA PUANJANG SEKALI?!?!?! (O_o)
Itu pun belum semua antrian saya foto. Masih ada antrian di luar pagar, mengular dua lapis di jalur mobil lewat. Selama mengantri, saya dua kali ngobrol sok kenal sok akrab dengan sesama pengantri. Yang pertama gatel meralat anak kecil yang ngomongin tato nomor di lengan Hatsune Miku, Kagamine Rin-Len, dan Megurine Luka. Yang kedua dengan mbak-mbak yang sama kepanasannya sama saya karena udah kejemur sekitar setengah jam (atau lebih) dan saya lupa awal mula obrolannya dari mana tapi rasanya nyinggung-nyinggung T.M. Revolution.
Lalu ada panitia AFA yang mengumumkan sesuatu ke antrian. Karena kurang denger jelas, saya diem-diem aja sampe dua kali dia kasih pengumuman, ketiga kalinya, saya jadi penasaran. Setelah titip tempat dengan mbak-mbak di belakang saya tadi, saya datengin panitia yang kayaknya mengumumkan sesuatu tentang VIP atau redeem tiket.
Saat itu harusnya ada sound effect "holy-holy" waktu panitia ngasih tahu bahwa bagi mereka yang redeem tiket boleh langsung ke jalur yang rupanya berada di sisi lain antrian! Langsung deh saya dan beberapa orang lain yang bawa-bawa hasil print-out voucher tiket online keluar dari antrian ("Mbak, isi aja!" kata saya ke si mbak-mbak yang saya mintain tolong jagain. Makasih ya mbak udah jagain. :D).
Berkutat sekitar lima belas menit di depan loket, akhirnya saya mendapatkan tiketnya.
Saat itu sudah sekitar jam ... 12 siang. Untungnya waktu saya datang ke pintu masuk, antrian sudah berkurang jauh jadi saya bisa melenggang masuk (dan ternyata jalur untuk kategori tiket berbeda, jalurnya juga berbeda). Di pintu masuk, saya dikasih gelang penanda untuk identifikasi karena saya beli tiket yang termasuk akses ke stage dan konser.
Karena saya sudah ada rencana ikut nonton artist appeareance di stage, saya langsung ke dalam stage.
Dan mendapati dengan sakit hati bahwa screening Madoka the movie (yang niatnya saya tonton, tapi pupus karena screening menurut jadwal dimulai jam 10.15) memasuki 5 menit terakhir. (T_T)
Tapi setidaknya saya tidak telat artist appeareance.
Ada dua sesi artist appeareance yang di-host oleh Stella Lee dan Danny Choo. Yang pertama mengundang Eir Aoi, Aya Hirano, dan May'n; tiga-tiganya adalah artis yang konsernya diadakan hari Jumat tanggal 6 September kemarin.
Impresi pertama tentang mereka bertiga:
Eir Aoi - Ternyata tampangnya biasa banget (aduh, maaf ngomongnya gak disensor). Saya sampai sekarang masih nggak ngerti kok dia bisa-bisanya bilang: "Saya kira Indonesia panas banget karena saya datang dari negara dengan empat musim. Ternyata nggak sepanas bayangan saya." (O_O) Padahal beliau dari Hokkaido katanya.
Aya Hirano - Saya tahu dia seiyuu (sekaligus penyanyi) yang lumayan terkenal, tapi saya sama sekali nggak nyangka kalau suara aslinya pun sangat-sangat-sangat-sangat-sangat seperti karakter anime!
May'n - Dia muncul pakai baju batik aja saya udah kaget (kapan dia belinya???). Lebih kaget lagi karena ternyata beliau adalah yang paling fasih menggunakan bahasa Inggris meskipun pelafalannya masih terdengar aneh.
Saya tidak seberapa ingat apakah di awal sesi kedua atau di pertengahan sesi pertama, sang MC sempat berkata: "Barusan saya terima kabar dari bos saya, Johnny. Dia nyeremin banget kalo lagi marah, serius. Dia titip pesan ke saya, katanya sesi ini adalah sesi tanpa foto maupun video. Maaf, tolong matikan kamera kalian dan jangan memfoto lagi. Terutama kalian yang ada di daerah sini. Tolong matikan kameranya."
Di awal acara memang sudah ada pemberitahuan baik di proyektor di stage dan pengumuman dari speaker untuk tidak memfoto maupun merekam sesi tersebut ... Sumpah, saya saat itu tidak ikutan memvideo atau memfoto (makanya bagian postingan ini kok sepi gambar) tapi malu setengah mati karena kayaknya kok ada impresi bahwa orang Indonesia susah dibilangin ...
Sesi kedua mengundang fripSide, Baby Metal, dan Kalafina.
Impresi pertama tentang mereka bertiga:
fripSide - Sang vokalis bilang hal pertama yang bikin dia terkesima adalah gedung-gedung di Jakarta yang tinggi-tinggi dan banyak mobil; membuat saya bertanya-tanya sebenarnya di mana dia tinggal karena katanya di Tokyo pun banyak gedung tinggi. Kalau soal mobil banyak sih ... sebagai orang yang sering dengar tentang Jakarta macet cuma bisa ketawa aja deh. Ha ha ha ha ...
Baby Metal - Mereka punya gaya kenalan yang lucu. Dan kelihatannya mereka masih SMP. Dan ... kelihatannya mereka kok jaga jarak sama personilnya fripSide yang cowok. Apa takut karena tampangnya si personil fripSide itu kayak om-om ya ...?
Kalafina - Kenapa orang-orang kok neriakinnya cuma Keiko??? Kasihan amat ntar Wakana dan Hikaru merasa gak ada fans ... Komentar saya terutama soal suara karena saya belum pernah dengar suara anggota Kalafina kalau lagi nggak nyanyi. Suaranya Wakana biasa-biasa aja. Suaranya Keiko, di luar dugaan, rada cempreng, tapi nggak sampai kayak Aya Hirano. Suaranya Hikaru adalah gambaran riil gimana suara seseorang bisa "selembut sutra"; lembut banget padahal mukanya paling jutek (maaf) di antara mereka bertiga.
Selesai sesi artist appeareance, saya kembali ke area pameran.
Suasananya kayak gini (difoto dari sudut lowong yang memungkinkan saya bernapas):
Jadi saya memutuskan untuk kabur sejenak ke arena IGS di sebelah. Say hi ke beberapa teman yang kebetulan buka booth di sana, sekalian nunjukin tiga foto di atas supaya mereka kebayang kayak apa situasinya di dalam AFA ID.
Soal kenapa AFA ID kok bisa sampai padat tak terkendali sampai berpotensi bikin orang pingsan sesak napas itu, saya punya tuduhan sendiri: ada orang-orang yang duduk di tepian jalur jalan dan main PSP (tidak ada alasan bahwa mereka lagi mencoba game baru karena saya tidak lihat ada yang jualan PSP maupun gamenya) atau entah melakukan apa bersama temannya dan ini nggak cuma di satu dua tempat.
Saya jadi sangat paham kenapa dosen saya dulu ada yang langsung otomatis menegur ketika para mahasiswanya duduk di lorong/koridor gedung. Maaf, Bu ... baru pahamnya sekarang setelah mengalami sendiri jadi orang yang terhambat gara-gara yang duduk-duduk itu ...
Saya tidak sempat memfoto oknum-oknum nongkrong itu karena sulit mengeluarkan ponsel dalam kerumunan. Tapi saya berulang kali mengatakan kepada teman saya bahwa saya gatel banget pengen dengan frontal bilang ke mereka yang duduk-duduk itu untuk minggir atau menginjak-injak mereka langsung tapisembari ngomong "Permisi! Permisi!" atau malah membentuk barikade bersama beberapa orang untuk membuldozer mereka semua.
... Sayangnya tidak satu pun saya lakukan ... Nyali saya kecil. Apalagi cuma sendirian.
Oke, lanjut ke ketika akhirnya saya kelaparan banget dan memutuskan untuk nekat turun ke basement mencari makan. Basementnya penuuhhhhhhhh dan booth makanan semuanya ngantri kalau nggak sold-out atau kehabisan nasi.
Saya batal ngantri dan malah keluyuran, hanya untuk kembali kabur ke arah tangga naik. Untungnya saya mendapat dua foto cosplayer yang oke banget.
Setelah naik ke atas lalu turun lagi karena akhirnya kalah dengan kelaparan dan naik lagi, ketemu dengan yang cosplay-nya ciamik juga.
Foto yang saya ambil kurang oke karena sulit mendapatkan foto cosplayer yang satu itu tanpa ada orang lain ikutan di sebelahnya. Foto di atas pun ketutupan ama mbak-mbak berjilbab merah yang lagi jalan mau ke sampingnya sang cosplayer. orz
Saya gagal memfoto cosplayer yang diduga menjadi Ouma Shu dari Guilty Crown (saya kurang yakin karena jaketnya agak beda). Padahal Void pedang (?) yang dia bawa-bawa super keren mengkilap/semi-transparan.
Tidak memfoto lagi hingga antrian menuju stage tempat konser mengular, saya kembali ke arena IGS untuk ... mencharge hape. Dengan tidak tahu malu saya nebeng colokan di booth teman saya. Untung masih ada satu colokan kosong.
Tapi akibatnya, saya gagal melaksanakan niat nongkrong di depan pintu menuju stage konser demi dapat tempat di depan.
Gimana konsernya?
Amazing. :D
DJ yang membawakan pembukaan asyik banget. Medley lagu-lagu anime-nya mantap dan sukses meningkatkan mood penonton, terlepas sampai sekarang saya belum mendapat kepastian apakah Guren no Yumiya yang terpotong itu adalah ketidaksengajaan (karena dia sampe sujud minta maaf) atau kesengajaan (karena motongnya kok pas banget bikin orang kecele pas teriak).
Agak kecewa karena waktu fripSide membawakan lagu "only my railgun", di bagian refrain, saat penonton disodorin mic diminta nyanyi bareng, malah gak sigap dan jadinya bagian itu kosong. \(>___<)/
Moral cerita: harus hafal lirik lagu biar konser jadi lebih asyik.
Baby Metal ternyata sesuai dugaan, unik karena musiknya metal gahar tapi penyanyinya tidak selalu ikutan teriak-teriak gahar dan kombinasinya sukses. Plus, mereka bertiga luar biasa karena membawakan 4-5 lagu berturut-turut tanpa rehat memulihkan napas selain intro lagu. Saya pribadi masih kurang bisa menikmati musiknya Baby Metal. Mungkin kalau sudah lebih banyak dengar lebih terbiasa.
Ada kemunculan sekelompok ... girl band/idol group yang tak terduga di antara Baby Metal dan Kalafina. Saya kira cuma saya yang nggak tahu mereka itu siapa, tapi ternyata setelah tengok kiri-kanan, kayaknya orang lain juga pada nggak tahu.
Sempat ada jeda terlalu lama antara girl band/idol group dengan Kalafina. Setelah konser selesai, pembahasan yang beredar di antara saya dan teman-teman adalah pihak panitia berusaha memperbaiki sound system yang kurang oke (serius, kurang oke karena begitu musik fripSide dan Baby Metal sampai bagian keras, suaranya pecah gak karuan).
Beda dengan fripSide dan Baby Metal yang hampir di tiap lagu kalau nggak lompat-lompat sambil mengayunkan lightstick ya teriak di sela-sela lagu, saat Kalafina tampil, cuma satu lagu yang mengundang penonton untuk ikutan teriak. Mereka bertiga keren banget. Lebih-lebih proyektor panggung dimanfaatkan untuk menampilkan animasi-animasi yang sesuai dengan mood lagu atau cuplikan-cuplikan dari anime yang theme songnya adalah lagu yang saat itu sedang dibawakan, selain judul lagu.
Mengingat Yuki Kajiura adalah founder Kalafina dan saat konsernya dulu dia juga menggunakan format menampilkan judul lagu di layar panggung, curiga deh kalau beliau sudah bikin SOP manggung dan ikut merancang penampilan panggung Kalafina.
Dengan dugaan bahwa waktu tampil Kalafina berkurang gara-gara masalah sound system, penonton meninggalkan tempat konser sekitar jam 10 malam. Saya masih sempat menangkap basah dua cosplayer yang bikin propertinya niat.
Phwa~ Saya sebenarnya masih kurang puas karena belum berhasil melihat-lihat ada barang apa aja di sana, tapi untuk konsernya sendiri, saya puas.
Beberapa foto tambahan:
Rombongan Al Sekoting (sayang saya gagal memfoto cosplayer yang menjadi Hanzi dengan bagus sekali):
Foto-foto di atas mengakhiri cerita jalan-jalan kali ini. :D Mudah-mudahan tahun depan masih ada AFA ID lagi dan saya bisa mengunjunginya lagi. :D
Setelah kemarin ini saya jalan-jalan ke PopCon Asia 2013, kali ini saya jalan-jalan ke Anime Festival Asia Indonesia 2013!
Bagaimana pengalaman kali ini?
Saya berangkat dari Bandung sekitar pukul 7 kurang sedikit. Berkat bantuan teman saya, saya berhasil ikut bus berisi rombongan yang semuanya memang hendak pergi ke AFA ID (lumayan, bayarnya lebih murah daripada naik travel dan belakangan saya baru tahu kalau biaya 80k itu mencakup pulang pergi). Kumpulnya sih jam 6 tapi karena saya tidak kenal siapa-siapa di rombongan, saya nungguin teman saya itu.
Sepanjang perjalanan, karena isinya mayoritas penggemar anime/manga/game/Vocaloid jadinya yang diputar di dalam bis adalah konser Mikupa Sapporo. :P
Sampai di Senayan, parkirnya agak jauh dari JCC. Setibanya di JCC, ternyata selain AFA ID dan Indonesia Game Show (IGS) juga ada dua pameran lagi, yang satu pameran maritim-sesuatu, yang satu lagi pameran bisnis dan waralaba. Tentu saja saya nggak mampir ke dua yang terakhir itu. :P
Sempat terjadi kebingungan mengenai tiket. Saya sempat mengantri di barisan yang sudah punya tiket dan hendak masuk ke dalam dan ternyata ada tempat terpisah untuk beli/redeem tiket. Jadi saya ngeloyor ke sana lagi hanya untuk mendapati ...
... ANTRIANNYA KENAPA PUANJANG SEKALI?!?!?! (O_o)
![]() |
| Antrian Puanjang no 1 |
![]() |
| Antrian Puanjang no 2 |
![]() |
| Antrian Puanjang no 3 |
Itu pun belum semua antrian saya foto. Masih ada antrian di luar pagar, mengular dua lapis di jalur mobil lewat. Selama mengantri, saya dua kali ngobrol sok kenal sok akrab dengan sesama pengantri. Yang pertama gatel meralat anak kecil yang ngomongin tato nomor di lengan Hatsune Miku, Kagamine Rin-Len, dan Megurine Luka. Yang kedua dengan mbak-mbak yang sama kepanasannya sama saya karena udah kejemur sekitar setengah jam (atau lebih) dan saya lupa awal mula obrolannya dari mana tapi rasanya nyinggung-nyinggung T.M. Revolution.
Lalu ada panitia AFA yang mengumumkan sesuatu ke antrian. Karena kurang denger jelas, saya diem-diem aja sampe dua kali dia kasih pengumuman, ketiga kalinya, saya jadi penasaran. Setelah titip tempat dengan mbak-mbak di belakang saya tadi, saya datengin panitia yang kayaknya mengumumkan sesuatu tentang VIP atau redeem tiket.
Saat itu harusnya ada sound effect "holy-holy" waktu panitia ngasih tahu bahwa bagi mereka yang redeem tiket boleh langsung ke jalur yang rupanya berada di sisi lain antrian! Langsung deh saya dan beberapa orang lain yang bawa-bawa hasil print-out voucher tiket online keluar dari antrian ("Mbak, isi aja!" kata saya ke si mbak-mbak yang saya mintain tolong jagain. Makasih ya mbak udah jagain. :D).
Berkutat sekitar lima belas menit di depan loket, akhirnya saya mendapatkan tiketnya.
![]() |
| Pamer dulu tiketnya~ |
![]() |
| Dari kertas, tapi kertasnya alot gak mudah sobek |
Dan mendapati dengan sakit hati bahwa screening Madoka the movie (yang niatnya saya tonton, tapi pupus karena screening menurut jadwal dimulai jam 10.15) memasuki 5 menit terakhir. (T_T)
![]() |
| Foto stage dari tribun, sebelum saya tahu bahwa dilarang ambil foto |
Ada dua sesi artist appeareance yang di-host oleh Stella Lee dan Danny Choo. Yang pertama mengundang Eir Aoi, Aya Hirano, dan May'n; tiga-tiganya adalah artis yang konsernya diadakan hari Jumat tanggal 6 September kemarin.
Impresi pertama tentang mereka bertiga:
Eir Aoi - Ternyata tampangnya biasa banget (aduh, maaf ngomongnya gak disensor). Saya sampai sekarang masih nggak ngerti kok dia bisa-bisanya bilang: "Saya kira Indonesia panas banget karena saya datang dari negara dengan empat musim. Ternyata nggak sepanas bayangan saya." (O_O) Padahal beliau dari Hokkaido katanya.
Aya Hirano - Saya tahu dia seiyuu (sekaligus penyanyi) yang lumayan terkenal, tapi saya sama sekali nggak nyangka kalau suara aslinya pun sangat-sangat-sangat-sangat-sangat seperti karakter anime!
May'n - Dia muncul pakai baju batik aja saya udah kaget (kapan dia belinya???). Lebih kaget lagi karena ternyata beliau adalah yang paling fasih menggunakan bahasa Inggris meskipun pelafalannya masih terdengar aneh.
Saya tidak seberapa ingat apakah di awal sesi kedua atau di pertengahan sesi pertama, sang MC sempat berkata: "Barusan saya terima kabar dari bos saya, Johnny. Dia nyeremin banget kalo lagi marah, serius. Dia titip pesan ke saya, katanya sesi ini adalah sesi tanpa foto maupun video. Maaf, tolong matikan kamera kalian dan jangan memfoto lagi. Terutama kalian yang ada di daerah sini. Tolong matikan kameranya."
Di awal acara memang sudah ada pemberitahuan baik di proyektor di stage dan pengumuman dari speaker untuk tidak memfoto maupun merekam sesi tersebut ... Sumpah, saya saat itu tidak ikutan memvideo atau memfoto (makanya bagian postingan ini kok sepi gambar) tapi malu setengah mati karena kayaknya kok ada impresi bahwa orang Indonesia susah dibilangin ...
Sesi kedua mengundang fripSide, Baby Metal, dan Kalafina.
Impresi pertama tentang mereka bertiga:
fripSide - Sang vokalis bilang hal pertama yang bikin dia terkesima adalah gedung-gedung di Jakarta yang tinggi-tinggi dan banyak mobil; membuat saya bertanya-tanya sebenarnya di mana dia tinggal karena katanya di Tokyo pun banyak gedung tinggi. Kalau soal mobil banyak sih ... sebagai orang yang sering dengar tentang Jakarta macet cuma bisa ketawa aja deh. Ha ha ha ha ...
Baby Metal - Mereka punya gaya kenalan yang lucu. Dan kelihatannya mereka masih SMP. Dan ... kelihatannya mereka kok jaga jarak sama personilnya fripSide yang cowok. Apa takut karena tampangnya si personil fripSide itu kayak om-om ya ...?
Kalafina - Kenapa orang-orang kok neriakinnya cuma Keiko??? Kasihan amat ntar Wakana dan Hikaru merasa gak ada fans ... Komentar saya terutama soal suara karena saya belum pernah dengar suara anggota Kalafina kalau lagi nggak nyanyi. Suaranya Wakana biasa-biasa aja. Suaranya Keiko, di luar dugaan, rada cempreng, tapi nggak sampai kayak Aya Hirano. Suaranya Hikaru adalah gambaran riil gimana suara seseorang bisa "selembut sutra"; lembut banget padahal mukanya paling jutek (maaf) di antara mereka bertiga.
Selesai sesi artist appeareance, saya kembali ke area pameran.
Suasananya kayak gini (difoto dari sudut lowong yang memungkinkan saya bernapas):
![]() |
| Mereka ngantri apaan itu di basement?! (Belakangan saya tahu mereka ngantri Maid Cafe) |
![]() |
| Tadinya saya berada di sana (>_<) |
![]() |
| Astaganaga |
Soal kenapa AFA ID kok bisa sampai padat tak terkendali sampai berpotensi bikin orang pingsan sesak napas itu, saya punya tuduhan sendiri: ada orang-orang yang duduk di tepian jalur jalan dan main PSP (tidak ada alasan bahwa mereka lagi mencoba game baru karena saya tidak lihat ada yang jualan PSP maupun gamenya) atau entah melakukan apa bersama temannya dan ini nggak cuma di satu dua tempat.
Saya jadi sangat paham kenapa dosen saya dulu ada yang langsung otomatis menegur ketika para mahasiswanya duduk di lorong/koridor gedung. Maaf, Bu ... baru pahamnya sekarang setelah mengalami sendiri jadi orang yang terhambat gara-gara yang duduk-duduk itu ...
Saya tidak sempat memfoto oknum-oknum nongkrong itu karena sulit mengeluarkan ponsel dalam kerumunan. Tapi saya berulang kali mengatakan kepada teman saya bahwa saya gatel banget pengen dengan frontal bilang ke mereka yang duduk-duduk itu untuk minggir atau menginjak-injak mereka langsung tapisembari ngomong "Permisi! Permisi!" atau malah membentuk barikade bersama beberapa orang untuk membuldozer mereka semua.
... Sayangnya tidak satu pun saya lakukan ... Nyali saya kecil. Apalagi cuma sendirian.
Oke, lanjut ke ketika akhirnya saya kelaparan banget dan memutuskan untuk nekat turun ke basement mencari makan. Basementnya penuuhhhhhhhh dan booth makanan semuanya ngantri kalau nggak sold-out atau kehabisan nasi.
Saya batal ngantri dan malah keluyuran, hanya untuk kembali kabur ke arah tangga naik. Untungnya saya mendapat dua foto cosplayer yang oke banget.
![]() |
| Alice dari Shadow Hearts (yang sempat saya kira Elizabeth dari Persona 3 ...) |
![]() |
| Slenderman!!! Mengundang pertanyaan dari para pemotret: "Itu orang beneran ato boneka?" (saya foto jauh-jauh selain karena kerumunan, takut dikejar) |
![]() |
| Lightning-sama! |
Saya gagal memfoto cosplayer yang diduga menjadi Ouma Shu dari Guilty Crown (saya kurang yakin karena jaketnya agak beda). Padahal Void pedang (?) yang dia bawa-bawa super keren mengkilap/semi-transparan.
Tidak memfoto lagi hingga antrian menuju stage tempat konser mengular, saya kembali ke arena IGS untuk ... mencharge hape. Dengan tidak tahu malu saya nebeng colokan di booth teman saya. Untung masih ada satu colokan kosong.
Tapi akibatnya, saya gagal melaksanakan niat nongkrong di depan pintu menuju stage konser demi dapat tempat di depan.
Gimana konsernya?
Amazing. :D
DJ yang membawakan pembukaan asyik banget. Medley lagu-lagu anime-nya mantap dan sukses meningkatkan mood penonton, terlepas sampai sekarang saya belum mendapat kepastian apakah Guren no Yumiya yang terpotong itu adalah ketidaksengajaan (karena dia sampe sujud minta maaf) atau kesengajaan (karena motongnya kok pas banget bikin orang kecele pas teriak).
Agak kecewa karena waktu fripSide membawakan lagu "only my railgun", di bagian refrain, saat penonton disodorin mic diminta nyanyi bareng, malah gak sigap dan jadinya bagian itu kosong. \(>___<)/
Moral cerita: harus hafal lirik lagu biar konser jadi lebih asyik.
Baby Metal ternyata sesuai dugaan, unik karena musiknya metal gahar tapi penyanyinya tidak selalu ikutan teriak-teriak gahar dan kombinasinya sukses. Plus, mereka bertiga luar biasa karena membawakan 4-5 lagu berturut-turut tanpa rehat memulihkan napas selain intro lagu. Saya pribadi masih kurang bisa menikmati musiknya Baby Metal. Mungkin kalau sudah lebih banyak dengar lebih terbiasa.
Ada kemunculan sekelompok ... girl band/idol group yang tak terduga di antara Baby Metal dan Kalafina. Saya kira cuma saya yang nggak tahu mereka itu siapa, tapi ternyata setelah tengok kiri-kanan, kayaknya orang lain juga pada nggak tahu.
Sempat ada jeda terlalu lama antara girl band/idol group dengan Kalafina. Setelah konser selesai, pembahasan yang beredar di antara saya dan teman-teman adalah pihak panitia berusaha memperbaiki sound system yang kurang oke (serius, kurang oke karena begitu musik fripSide dan Baby Metal sampai bagian keras, suaranya pecah gak karuan).
Beda dengan fripSide dan Baby Metal yang hampir di tiap lagu kalau nggak lompat-lompat sambil mengayunkan lightstick ya teriak di sela-sela lagu, saat Kalafina tampil, cuma satu lagu yang mengundang penonton untuk ikutan teriak. Mereka bertiga keren banget. Lebih-lebih proyektor panggung dimanfaatkan untuk menampilkan animasi-animasi yang sesuai dengan mood lagu atau cuplikan-cuplikan dari anime yang theme songnya adalah lagu yang saat itu sedang dibawakan, selain judul lagu.
Mengingat Yuki Kajiura adalah founder Kalafina dan saat konsernya dulu dia juga menggunakan format menampilkan judul lagu di layar panggung, curiga deh kalau beliau sudah bikin SOP manggung dan ikut merancang penampilan panggung Kalafina.
Dengan dugaan bahwa waktu tampil Kalafina berkurang gara-gara masalah sound system, penonton meninggalkan tempat konser sekitar jam 10 malam. Saya masih sempat menangkap basah dua cosplayer yang bikin propertinya niat.
![]() |
| Karakter original dari God Eater (menilik dari senjatanya yang hybrid) |
![]() |
| Ruby Rose dari RWBY |
Beberapa foto tambahan:
![]() |
| Background ajang narsis |
![]() |
| No Colossal Titan harmed during the making of these masks |
![]() |
| Lightstick yang masih nyala setelah 12 jam berlalu |
![]() |
| Tiada tembok untuk dijaga, pagar pun jadi |
![]() |
| Tidak sedang mode tempur |
![]() |
| "Mari bersiap melawan Titan, guys!" - anonymous Scouting Legion, di sudut persiapan cosplay |
Foto-foto di atas mengakhiri cerita jalan-jalan kali ini. :D Mudah-mudahan tahun depan masih ada AFA ID lagi dan saya bisa mengunjunginya lagi. :D





















Komentar