Laman

Rabu, 04 Mei 2011

Enter The Playbook

Alkisah di suatu siang pada tanggal 3 Mei 2011, bertempat di Markas Besar PT. Nightspade Multi Kreasi yang berlokasi di Ligar datanglah sebuah paket "misterius". Setelah sang CEO mengutus seorang Chief untuk menerima paket tersebut, maka dimulailah proses pembongkaran paket. Apa gerangan isinya?

*WARNING! Sangat banyak gambar!*


Inilah yang terlihat setelah bungkus paket terbuka dengan bantuan gunting oleh salah seorang Chief:


Tampak Depan



Tampak Belakang


It's iPad! It's Galaxy Tab! NOOOOO!!! It's Blackberry Playbook!!!

Betul sekali. Isi paket tersebut adalah Blackberry Playbook. Konon katanya, menurut penuturan sang CEO, gadget tersebut berhak mereka dapatkan setelah mereka mengirimkan aplikasi untuk Playbook yang di-approve oleh pihak Research in Motion (RIM).

Berlanjut ke kronologis pembongkaran kemasan Playbook yang secara rutin diselingi oleh proses dokumentasi cepret-cepret menggunakan kamera telepon genggam.

Yang terlihat pertama kali terlihat setelah kardus dibuka adalah sang gadget sendiri yang nampang dengan menterengnya. Rupa-rupanya gadget ini ukurannya jauh lebih kecil yang kami kira (saat kejadian pembongkaran paket ini, ada tiga orang saksi mata, satu di antaranya adalah sang Chief yang tadi menerima paket, saya, lalu seorang lagi yang berulang kali turut terjepret karena duduk berseberangan dengan saya).


Nah, inilah sang gadget baru yang benar-benar baru dikeluarkan dari dalam kardus. Mungkin tidak terlihat dalam gambar, tapi sebenarnya Blackberry Playbook ini sudah terbungkus dalam softcase-nya bahkan saat masih di dalam kardus. Softcase-nya sendiri terbuat dari sejenis karet, bukan silikon, dan bagian tempat mengeluarkan Playbook dirancang sedemikian rupa sehingga tidak perlu tambahan risleting atau kancing untuk mencegah softcase terlepas.


Tanpa sedikit pun merasa sayang pada memory telepon, inilah foto Blackberry Playbook setelah dikeluarkan dari softcase dan softcase-nya sendiri. Hmm, makin nampak mungil saja yah gadget yang satu ini? Karena belum punya anti gores yang layak dan pantas, pelindung layar yang masih terpasang belum dibuka sama sekali untuk keamanan. Biasa, barang baru masih disayang-sayang, kalau sudah lama sih ...


Inilah loading screen Blackberry Playbook. Loadingnya cukup lama, mungkin dikarenakan baru pertama kalinya dinyalakan. Setelah loading selesai, sambutan pertama adalah setting wi-fi dan tetek bengek lainnya yang dibutuhkan agar gadget ini dapat digunakan. Menurut pendapat sang Chief yang menangani proses set-up ini, ada beberapa fungsi Blackberry Playbook yang baru dapat digunakan apabila dihubungkan dengan ponsel Blackberry.


Sedikit gambaran saat tengah memasuki proses set-up Blackberry Playbook. Ada yang sibuk mengatur settingan Blackberry Playbook, ada pula yang mengomentari betapa banyak namun tipisnya buku panduan yang disertakan dalam kemasan Playbook ini.

Saya tidak sempat memfoto, tapi Playbook ini sempat dibandingkan secara langsung dengan iPad yang kebetulan berada di meja sama dan langsung terlihat dengan jelas bahwa ukuran Playbook setengah dari ukuran iPad. Untuk masalah fungsionalitas, saya belum mendapat update terkini dari pengoprek-pengoprek di Mabes Nightspade.

Catatan akhir: postingan blog yang satu ini juga dibuat untuk mengantisipasi paham "no pic = hoax" yang banyak dianut oleh sebagian besar netter saat ini. :P

6 komentar:

captain_kuro mengatakan...

uwoo setelah iPet sekarang pleBuk, kapan nih android?

Ivon mengatakan...

mungkin ini pertanyaan bego...tapi:
apa beda antara Ipad, Tablet PC, dan Playbook ini?

*ketahuan katronya bukan main...wkwkwk, maklum udah lama gag langganan PCMedia >.<*

Mantoel Toeink mengatakan...

@captain_kuro: Waduh, entahlah yg tabung gas 3 kilo itu kapan munculnya di mabes. :P

@Ivon: iPad, tablet ama Playbook emg sbnrnya gak beda jauh sih. Fungsionalitas utamanya berkisar dr: main game, browsing, baca e-book, update status jejaring sosial. :P Tentu saja kalo mau dipake buat nulis, jangan pake ini. :)) Mendingan pake netbook yg ada keyboard fisiknya.

Tablet PC yg belakangan ini muncul kebanyakan ber-OS Android, kyk misalnya Samsung Galaxy Tab ato Dell Streak. Kalo iPad, krn produkannya Apple, dia OSnya jg iOS, operating system yg masih sekeluarga ama MacOS. Kalo Playbook ini, kalo gak salah OSnya beda juga, kalo gak salah msh sekeluarga ama OS smartphone Blackberry, tapi gw rada krg yakin soal ini. *panda kurang ngoprek*

Oh, selain buat browsing, buka e-book, dan main game, kalo Galaxy Tab masih bisa dipake buat SMS ama telepon setahu gw sih. Dan kalo yg ada kameranya bisa dipake buat foto juga.

Hehe.

ivon mengatakan...

hurhur, ntar klo di masa depan pc tablet gt udah bisa sekalian pressure sensitive, bakalan enggak perlu pen tablet lgi kali yah, wkwk

hmm, masih bingung sih, mo beli netbook atau sekalian laptop aj... :/ ak sdri cukup puas dgn netbook, tpi temen2 pada bilang mending langsung laptop, biar process-nya lebih cepat.. memang ada bedanya ya kecepatan antara netbook dan laptop? :?

Mantoel Toeink mengatakan...

@Ivon: Gak perlu pressure sensitive kali. :D :D Kan tablet skrg ini udah pada ... halah gw lupa itu resistive ato capacitive sih yg mendeteksi elektron dari ujung jari itu. :P

Gak perlu pressure2an jadinya. :D :D Cukup gosok asal ujung jari nempel dan kamu pny elektron di ujung jari elu, bisa deh. :D

Dan, antara netbook ama notebook, emg bedanya cukup signifikan sih dari segi performa.

Contohnya temen gw nih, dia kan sesama programmer seperti gw. Dulu dia pny notebook dan notebook tsb krn umur akhirnya gak bisa terlalu mobile lagi, hrs dicolok kabel terus. Terus dia beli netbook.

Yg terjadi:
Di notebook: Winamp nyala, Mozilla Firefox nyala, YM nyala, Netbeans (salah satu tools utk programming) nyala, sang notebook masih baik2 saja.

Di netbook: Winamp nyala, Mozilla Firefox nyala, YM nyala, Netbeans nyala, sang netbook lsg jadi luemot~

Kira2 demikianlah gambarannya. :D :D Itu timbang2 sendiri aja. Kalo diperkirakan pakenya bakal cuma buat browsing, chatting, dengerin lagu sambil nulis di MsWord, itu masih bisa pake netbook (pake notebook lbh bisa lagi).

Tapi kalo mau main game yg rada berat, ato combo ngoding+chatting+browsing+dengerin lagu+bikin laporan di MsWord+nyalain TweetDeck, nah itu cocokan pake notebook.

Kira2 begitulah. :D

Hehe.

Ivon mengatakan...

ahhh, makasih banyak untuk gambarannya, benar2 membantu it :D :D thx2!

mmm, kekny ada yg kurang jelas ya...

pressure sensitivity it salah satu keunggulan Pen Tablet yang amat disukai ma illustrator, karena kalau nekanny pelan2 di permukaan tablet, nanti garis yang dihasilkan tipis, tapi kalau nekannya kuat2, ntar garisny juga ikut tebal :D

kecuali elektron yg kmu maksud it bisa untuk membaca dan menghasilkan tebal-tipisny garis sesuai yg diinginkan penggunanya, maka itu sudah pantas untuk menggantikan fungsi Pen Tablet :))

thx untuk penjelasan notebook-ny, btw, XD