Simple Notes: Tiga Motivasi Umum Menulis

Bagi yang biasa mengikuti postingan-postingan blog ini, pastinya tiba-tiba terasa aneh mendapati ada judul cukup serius dengan tag "writing" alih-alih "coding" yang harusnya menjadi bidang untuk dibahas berkaitan dengan jurusan kuliah saya. Kali ini saya akan memuat postingan berlabel "Simple Notes", membahas mengenai hobi saya menulis cerita fiksi (bukan menulis kode program :D).




Sebagai pendahuluan, saya menyatakan dengan gamblang bahwa postingan ini dbuat dalam rangka tidak mau kalah dengan isi blog teman saya yang berisi tips dan trik menulis serta sharing pengalamannya mendalami bidang tulis menulis (seingat saya secara tidak formal, maaf kalau salah).

Saya mulai menulis sejak kelas 6 SD, dimulai dari tulisan tangan menggunakan pensil di buku tulis, kemudian berkembang menggunakan word processor di komputer (sst, jangan sebut merek, pasti semua tahu apa yang saya maksud :D :D). Dari mulai menulis tanpa pengetahuan yang benar mengenai EYD sampai sekarang sudah hafal sebagian besar teknik umum penggunaan tanda baca dan huruf kapital yang tertulis di EYD.

Supaya tidak terjerumus ke dalam curhat colongan mengenai masa evolusi kemampuan menulis saya, mari kita lanjutkan ke sedikit sharing knowledge. Harap diperhatikan bahwa "knowledge" yang saya maksudkan adalah "knowledge" yang saya dapatkan dari pengamatan, pemahaman, hasil ngobrol, materi kuliah, dan lain-lain. Akurasinya? Keterpercayaannya? Hm, saya terpaksa mengatakan sesuatu yang bikin bosan: saya serahkan penilaiannya kepada Anda sekalian.

Pertama, apa sih sebenarnya yang membuat orang tertarik untuk mulai menulis?

Menurut saya:
1. Melampiaskan sesuatu
Tanpa disadari, inilah trend saat ini. :D Trend terdahulu adalah buku harian, yang biasanya diawali dengan "Dear Diary ..." (kalo "Dear, John" ato "Dear, Anne" ato siapa gitu, kenapa yah?), sekarang trendnya adalah update status Facebook, Twitter, Goggle Buzz (saya masih kurang ngeh dengan yang satu ini), dan berbagai social-networking lainnya. Masalah sederhana semacam "Sedang makan gurame asam manis di Warung Seafood Mister X" yang diposting sebagai status FB, tweet, dan lainnya adalah bentuk sederhana dari pelampiasan. Merasa ingin memberi tahu, merasa ingin direspons (cari perhatian dong?).

Hm, memang cari perhatian sih. Memangnya saya nulis posting berlabel "knowledge sharing" ini bukan berbasis "cari perhatian"?

Terlepas dari motivasi "pelampiasan" ini terbagi menjadi dua kubu antara yang memang ingin berbagi pengetahuan atau hal menarik dengan yang ingin cari perhatian, keduanya tetap tergolong menulis. Entah itu jutaan karakter atau hanya 140 karakter, tetap, bagi saya terlihat sebagai suatu kegiatan menulis.

Untuk kategori ini, biasanya masalah teknis macam EYD tidak banyak diperhatikan oleh sang penulis. Mereka menulis dengan ikhlas entah itu di buku tulis biasa (diary atau jurnal harian) atau di berbagai media internet seperti website pribadi, blog, atau berbagai jenis social-networking.

Psst, katanya menulis sesuatu memang dapat mengurangi kadar stres, jadi jangan ragu menuliskan sesuatu yang abal-abal entah itu di diary/jurnal/kertas coretan gak jelas atau di internet, selama Anda mengetahui siapa saja yang dapat mengakses tulisan Anda dan dampak seperti apa yang mungkin Anda timbulkan dengan tulisan Anda seandainya khalayak ramai dapat membacanya. Saya ingin mengurangi jumlah orang stres di dunia ini, tapi saya tidak ingin kasus Evan Brimob, marshabm, Luna Maya, dkk menjamur gara-gara saran saya untuk melampiaskan sesuatu via tulisan. (Untuk detail kasus yang saya sebutkan, silakan di-goggle :D Evan Brimob bermasalah di FB, marshabm dan Luna Maya di Twitter)

2. Alasan ekonomi
Motivasi ini muncul sekitar tahun 2000-an, saat teenlit lokal sedang marak-maraknya ditemukan di pasaran dalam negeri. Kebanyakan penulis teenlit tersebut adalah remaja berusia SMP/SMA/kuliah. Dengan modal cerita yang mudah dipahami, setting yang dekat dengan kehidupan nyata, serta strategi pemasaran yang baik (yo'i peran penerbit dan percetakan jangan dilupakan :D) teenlit menjadi bacaan favorit plus trend pada masa itu.

Setelah teenlit disukai banyak khalayak, para penulis artikel di media massa mulai menggali informasi mengenai para pengarangnya yang masih belia. Dari sana, muncullah dorongan "kalian juga bisa menulis" kepada para remaja yang membaca seluk beluk di balik pengarang teenlit. Salah satu artikel koran yang saya pernah saya baca (saya juga simpan, tapi di mana ya ...?) bahkan menyisipkan iming-iming bahwa menulis teenlit itu juga bisa untuk tambah-tambah uang saku. Kadang kala ada yang membahas lengkap mengenai pembagian royalti.

"Kamu juga bisa" + "lumayan buat nambah uang saku" + pengaruh media massa + (entah siapa yang ngomong pertama kali)"menulis itu mudah" = motivasi untuk menulis, tapi berharap duitnya, suksesnya, terkenalnya, dll.

Ini termasuk jenis penulisan yang kurang ikhlas, tapi bukan berarti terjatuh ke kategori tidak bermoral atau haram atau apalah yang jelek-jelek. Sah saja jika orang berorientasi pada materi selama cara memperolehnya bukan melalui korupsi atau hal lain yang merugikan sesama. Tapi! Biasanya elemen terakhir dari rumus di atas membuat orang menggampangkan menulis, mulai dari tidak ingat ada panduan bernama EYD untuk huruf kapital dan tanda baca, membuat plot-plot simpel yang biasa banget atau malah membuat plot-plot luar biasa yang jatuhnya ditanyai sana-sini karena nggak logis.

Yah ... main game itu gampang, tapi kalo kamu nggak tahu harus pencet tombol yang mana ya susah. Programming web itu juga gampang, tapi kalo kamu lupa aturan baku tag HTML yaa di browser ini jalan di browser itu jalan tapi tampilan jelek padahal pas dites di browser yang lain lagi jalan dengan tampilan gaul abis.

Jangan lupa, tipe bermotivasi ekonomi ini juga mencakup para wartawan yang tak kenal lelah meliput berita, terutama sekali wartawan surat kabar. :D Selain wartawan, masih ada pula jurnalis, yang keberadaannya ada di tengah-tengah tipe pertama dan tipe kedua ini.

3. Disuruh
Skripsi, tesis, laporan praktikum, dokumentasi tertulis, sebut deh semua jenis tulisan wajib dibikin di masa-masa sekolah. Saya tidak merasa perlu berpanjang lebar menjelaskan, tapi dalam sebagian besar kasus, jenis tulisan ini dibuat dengan kurang ikhlas karena disuruh.

Sekian pembahasan untuk kali ini. :D Untuk Simple Notes selanjutnya, saya akan membahas mengenai Startup Menulis alias bagaimana sebaiknya kita mulai menulis. Mudah-mudahan sharing yang tidak seberapa ini bermanfaat. :D Terima kasih karena sudah menyimak. Masukan Anda dinantikan.

Komentar

Dyah mengatakan…
Postingan yang menarik. Sepertinya saya masuk kategori yang pertama (mungkin) karena menulis cerita agar orang lain membacanya, syukur2 kalo bisa membuat perasaan pembacanya jadi berbahagia
(tapi udah setaun lebih belum kelar2 juga, hehe)

Salam kenal! :)
Saya juga seorang programmer :D
Juno Kaha mengatakan…
Wah, sesama programmer! :D :D Jadi malu ketahuan malah ngisi blognya ama yg kyk ginian bukannya soal kodingan. :P :P

Hm, setahun belum kelar? Tenang aja. Yg namanya nulis itu byk revisi, jadi gak bisa selesai dalam waktu singkat kalo emang berniat bagus. Berlaku buat program maupun tulisan. :D

Salam kenal juga. :D

Hehe.
Dyah mengatakan…
Hehehe, aq juga ngisi blogq ama hal2 yg ga brhubungan dg programming kok :p

Novelq ga kelar2 mungkin karena kesibukan bekerja ato emang pengarangnya yg males ngerjain, hihihihi :D
Ivon mengatakan…
*angguk2*

numpang jalan2 di blog Juu yah, hehehe :D

hmmm, sekalian nambah alasan...
ak menulis karena ingin membuat cerita 'versiku' sendiri, yang walau mirip (bahasa kerennya: terispirasi) cerita lain, tapi yang penting, akulah yang memberi awal dan akhir untuk cerita tersebut :)
(sifatnya memang rada2...gimana gitu yah, huehehehe ^^;)
Juno Kaha mengatakan…
@Ivon: Itu membuat gw teringat kalo salah satu pengarang Indonesia, Clara Ng, awalnya dulu bikinnya fanfic dan diposting di internet pas masa2 dia kuliah. :D :D Fanfic tu sbnrnya salah satu bentuk pelampiasan dari "gw sbnrnya pengennya ceritanya gini/ada cerita gini lhooo". Berangkat dr bkn cerita berbasiskan pny org lain, ada org2 yg akhirnya mengembangkan cerita originalnya sendiri. :D

Hehe.

Postingan populer dari blog ini

[Resensi] Valharald

Simple Notes: Fiction Junction (Character Part 1: Classification)

Simple Notes: Ketika Negara Api Menyerang ...