Laman

Sabtu, 13 November 2010

[Resensi] Wizards



Judul: Wizards
Pengarang: Neil Gaiman, Mary Rosenblum, Patricia A. McKillip, Nancy Kress, Jeffrey Ford, Terry Bisson, Terry Dowling, Gene Wolfe, Orson Scott Card, Garth Nix, Kage Barker, Eoin Colfer, Jane Yolen, Tad Williams, Elizabeth Hand, Andy Duncan, Peter S. Beagle, Tanith Lee
Penerbit: Penerbit Matahati
Harga: Rp 92.500,-
Jumlah hlm: 571

Para penyihir selalu ada dalam imajinasi manusia selama ribuan tahun. Tiap tahun dan tiap budaya sejak zaman prasejarah memiliki seseorang dengan caranya sendiri yang dapat menggunakan sihir, berdoa pada roh, mengetahui rahasia di balik benda-benda tua dan memanggil kekuatan terpendam di dalamnya, dan seseorang yang dapat melihat dua dunia, baik dunia nyata maupun dunia roh dan dapat bermeditasi di antara keduanya. Ada yang baik dan bijaksana, jahat dan pengumpat, dan ada pula yang mabigu—memiliki kedua sifat tersebut.

Di dalam buku Wizards, para penulis ahli fantasi masa kini bekerja sama menceritakan makhluk-makhluk gaib ini—berada di kedua zaman, masa lalu dan masa kini, di dalam alam fantasi yang tidak pernah ada sebelumnya.


Kenal dengan salah satu nama pengarangnya? Beberapa nama, seperti Neil Gaiman (Good Omens, Neverwhere, Anansi Boys, Coraline), Garth Nix (Sabriel), Eoin Colfer (serial Artemis Fowl) kemungkinan besar sudah dikenal luas karena buku-bukunya sudah diterbitkan di Indonesia, tapi bukan berarti nama-nama lain yang terpampang adalah mereka yang kurang terkenal. Bukan! Seluruh pengarang yang berkontribusi dalam kumpulan cerpen ini rata-rata pernah menjadi nominasi atau memenangkan berbagai penghargaan dan telah memiliki lebih dari tiga karya.

Ini pertama kalinya ada kumpulan cerpen non-lokal masuk ke dalam koleksi saya, jadi sejujurnya saya agak sukar membahas karena isinya saja sudah campur sari, masing-masing penulis memiliki gaya bercerita sendiri-sendiri. Poin plus dari ke-“campur-sari”-an ini adalah dalam satu buku pembaca bisa menemukan variasi cerita yang luas, karakter penyihir yang tidak sama (mulai dari yang dapat mengubah bidak catur dari besi menjadi sekelompok tentara besi raksasa, roh penyihir yang masih bisa menyihir, penyihir yang menarikan sihirnya, sampai penyihir yang ada di kover majalah …). Tapi saking beragamnya gaya para penulis, saya mendapati ada penulis yang menggunakan terlalu banyak halaman untuk sebuah cerpen sementara ada penulis lain yang menghabiskan sekitar 7 halaman saja. Jujur, saat membaca kumpulan cerpen fantasi ini, saya sempat bosan di salah satu cerita, nge-blank total nggak ngerti di cerita lain, dan “krik-krik” dengan gaya bahasa cerita lainnya. Untuk beberapa orang, mendapati banyak ragam cerita dan gaya bercerita mungkin justru mengganggu kenyamanan membaca.

Komentar positif dan negatif dari saya? Hmm, sulit memberikan komentar positif dan negatif untuk setiap cerita pendek di dalam Wizards ini menurut saya karena masing-masing penulisnya memiliki ciri khas tersendiri. Bagi penggemar cerita fantasi baik fantasi lokal maupun fantasi non-lokal, saya rasa buku ini layak dimiliki. Sedikit peringatan bagi mereka yang kurang menyukai topik penyihir karena seluruh cerita pendek yang dirangkum di dalam Wizards berkaitan dengan penyihir (makanya judulnya Wizards :D).

Skor: 9/10

0 komentar: