Senin, 13 April 2015

Boardgame Challenge - Day 3


Yak, laporan hari terakhir Boardgame Challenge cabang Bandung!

Maaf karena postingnya telat satu hari ...



Hari terakhir adalah hari paling sibuk dari rangkaian acara ini.

Pertama, kami harus mem-balancing game yang telah dirancang, dibuat prototype kasarnya, dan kemudian dites kemarin.

Kedua, kami harus memfinalkan prototype yang telah dibuat supaya lebih menarik dan juga lebih bisa dimainkan saat sesi exhibition di akhir nanti.

Setelah berkutat dengan gambar, tulisan peraturan, poster, dan sejumlah dokumen terkait legal, akhirnya sampailah di sesi exhibition.

Inilah kelompok saya yang telah tiga hari berjuang berjuang mendesain dan membuat prototype boardgame:


Kami berempat tidak kenal satu sama lain di awal acara. Saya bertemu dengan Alim (paling kiri di foto) gara-gara kami duduk di barisan yang sama, lalu saat ada instruksi membuat kelompok, yang saya lakukan adalah menengok ke kanan dan bilang dengan tidak tahu malu, "Mas, dateng bareng temen ato sendiri? Mau sekelompok?"

Donny (kedua dari kanan) adalah teman dari teman saya yang saat jam makan siang, sekembalinya dari sholat Jumat, belum dapat kelompok. Jadi waktu Alim kembali dari Jumatan, saya tanya Donny boleh ikutan atau Alim udah mengajak orang lain lagi.

Eh, saya belum bilang ya kalau kelompok kerja di acara ini minimal 2 orang dan maksimal 4 orang?

Yang terakhir, Odit (kedua dari kiri) bergabung saat sesi mencoba boardgame dari Kummara. Kami baru bertiga sementara instruksi dari panitia mewajibkan minimal 4 orang bersama-sama memainkan boardgame yang dibagikan. Saat sedang bergeser mencari tempat, kami bertemu dengan Odit yang langsung ditodong, "Udah dapet kelompok main? Kalo belum mau gabung gak?"

Dan setelah sesi mencoba boardgame tersebut selesai, Odit sekalian direkrut setelah dipastikan dia belum bergabung dengan kelompok lain.

Sekedar informasi tambahan tidak penting, umur kami berempat beda semua, profesi dan latar belakang pendidikan juga beda semua dan kami tidak saling kenal sebelumnya.

*saya tahu soal umur karena saya meminta KTP mereka ketika mengisi dokumen-dokumen legal

Ngomong-ngomong, poster yang dibuat Donny untuk exhibition tidak terlalu kelihatan di foto di atas, jadi ini saya fotokan lagi di rumah:


Setelah berkutat dengan berbagai judul, akhirnya kami mengambil judul "Runtah Tina Galaksi" (= Sampah Dari Galaksi).

Inilah tampilan akhir rapid prototype yang digunakan saat exhibition (untung ada Alim dan Donny yang bisa gambar):


Iya, kalian gak salah baca kok, itu memang Abah H. Gandalp (pake "p", bukan "f"), Aa Gon (bin Aa Thon), Kang Sumegol, dan Ceuceu Euwin. Beberapa orang terbukti langsung ngeh dengan plesetan dari siapa saja mereka itu. :))

Saya memfoto ulang "pampasan perang" Boardgame Challenge berupa bingkisan dari Kompas Gramedia, sertifikat keikutsertaan, dan prototype kit:



Acara ini saya vonis top markotop amajing bingits. Ilmunya dapet, temennya dapet, pengalamannya dapet, kenyangnya dapet (ya siapa sih yang gak kenyang kalo selama acara disuplai snack 2x dan makan siang???).

Buat yang di Jakarta dan kebetulan baca postingan ini sebelum hari H dan kalian adalah seseorang yang punya pikiran "saya pingin bikin game", saya sangat merekomendasikan untuk ikut berpartisipasi di Boardgame Challenge ini. Memang ada rencana untuk mengadakan acara ini setiap tahun dari pihak Kompas Gramedia dan Kummara, tapi yang namanya rencana itu kan penuh dengan potensi untuk batal entah karena apa, jadi lebih baik ikut saja sekarang.

Tidak ada komentar: