Handphone

Suatu siang di angkot, seorang laki-laki tengah menelepon dengan HP-nya. Meskipun gw nggak pernah ngerti kenapa orang bisa bertelpon ria dengan tenang di dalam angkot yang katanya banyak copet itu, gw anggap biasa juga kasus ini. Yang tidak biasa...


Laki-laki itu menempelkan handphone ke sisi kepala saat mendengarkan lawan bicaranya dan melepaskan dari sisi kepala serta mengarahkan bagian handphone untuk menerima suara ke depan mulutnya saat menjawab.


Err, gw rasa itu nggak perlu. Si mas itu nampaknya tidak terlalu percaya sama teknologi dan nggak pede dengan telepon yang panjang dari ujung ke ujungnya (berasa gak sampai yah suaranya kalo tetep dipegang di sisi kepala yah, Mas)


Rasanya pengen banget bilang, "Mas, kalo ngerasa handphone-nya kurang mantap menerima suara Mas, coba kapan-kapan beli handphone-nya yang jenis candy bar jaman dulu yang segede telepon rumah. Dijamin keterima itu suaranya Mas."


:D


Hehe.

Komentar

親分 mengatakan…
Yaa, tapi HP zaman dulu yang guede itu enak juga sih, tahan lama :P
Anonim mengatakan…
Ho oh, dulu HP gw (err tipe apa itu warna ijo2 gt) awet bgt, ga pernah error tuh rasanya.

Tuh mas2 baru pertama bli HP, kali~

Postingan populer dari blog ini

Simple Notes: Fiction Junction (Character Part 1: Classification)

[Resensi] Valharald