12 - twaalf - дванадесет часа - dvanáct - tolv - बारह - twelve - dodici - zwölf - dotze - dvanaest - divpadsmit - dvylika - tolv - alas-dose - dwanaście - doze - midi - prinz - двенадцать - дванаест - dvanajst - dvanásť - doce - kaksitoista - mười hai - δώδεκα - XII
Selasa, 03 Februari 2009
Ada Apa Dengan Cinta? -- Pembahasan Santai Mengenai Lagu-lagu Lokal
Jadi... saya mendapati bahwa ternyata musik Indonesia polanya agak monoton:
- Penyanyi atau band yang personilnya laki-laki (terutama kalau vokalisnya laki-laki) bercerita tentang sang wanita. Entah ia mengejar tapi tidak kesampaian, entah dia merasa ditipu sang cewek, entah dia rebutan dengan laki-laki lain, dan sebagainya. Sebenarnya variasinya banyak, tapi belakangan ini terasa semakin banyak keluhan mengenai kaum hawa dalam lagu-lagu mereka.
- Penyanyi atau band yang personilnya wanita (terutama kalau vokalisnya wanita) bercerita tentang sang pria. Kurang lebih sama dengan penyanyi/band pria, hanya saja ditambahkan variasi tema "punya pacar lebih dari satu". Tetap saja, belakangan banyak komplain soal sang pria.
Ini membuat saya berpikir... Kok jadi sama-sama mempermasalahkan lawan jenisnya yah...? Mungkin ini yang menyebabkan perceraian jadi lazim di kalangan selebritis? Karena masing-masing akhirnya menyadari kalau pasangannya "lelaki buaya darat", "memang dasar kamu *piip*", dan semacamnya dan memutuskan untuk "cari pacar lagi"?
Lama-lama semua lagu kembali ke "ada apa dengan cinta" deh kalau begini. :D
Kalau saya sih lebih suka "ayo goyang duyu~". Variasi di antara tema cinta!
Hehe.
Senin, 01 Desember 2008
Handphone
Suatu siang di angkot, seorang laki-laki tengah menelepon dengan HP-nya. Meskipun gw nggak pernah ngerti kenapa orang bisa bertelpon ria dengan tenang di dalam angkot yang katanya banyak copet itu, gw anggap biasa juga kasus ini. Yang tidak biasa...
Laki-laki itu menempelkan handphone ke sisi kepala saat mendengarkan lawan bicaranya dan melepaskan dari sisi kepala serta mengarahkan bagian handphone untuk menerima suara ke depan mulutnya saat menjawab.
Err, gw rasa itu nggak perlu. Si mas itu nampaknya tidak terlalu percaya sama teknologi dan nggak pede dengan telepon yang panjang dari ujung ke ujungnya (berasa gak sampai yah suaranya kalo tetep dipegang di sisi kepala yah, Mas)
Rasanya pengen banget bilang, "Mas, kalo ngerasa handphone-nya kurang mantap menerima suara Mas, coba kapan-kapan beli handphone-nya yang jenis candy bar jaman dulu yang segede telepon rumah. Dijamin keterima itu suaranya Mas."
:D
Hehe.