Kamis, 24 Desember 2009

[Resensi] Ring

Judul: Ring
Pengarang: Koji Suzuki
Penerbit: Qanita
Harga: (lupa)
Jumlah hlm: 440

Empat remaja tewas mengenaskan dengan ekspresi wajah penuh ketakutan.
Sebuah kaset video misterius ditemukan.
Seorang jurnalis berjuang melindungi dirinya dan keluarganya.
Semuanya terhubung dalam suatu lingkaran setan tak berujung.


Di suatu tempat peristirahatan, empat orang remaja menonton sebuah video misterius. Keempatnya tewas tepat seminggu kemudian. Di tempat yang sama, Kazuyuki Asakawa, seorang jurnalis surat kabar di Tokyo, menemukan video itu dan mengungkapsebuah kutukan. Hanya tujuh hari yang dimiliki Asakawa untuk mempertahankan hidupnya. Suasana diperkeruh dengan keberadaan Sadako, seorang gadis misterius dari masa lalu.

Mampukah Asakawa mengungkap rahasia yang bisa menyelamatkan nyawanya? Siapakah Sadako, dan apa yang diinginkannya? Misteri apakah yang tersembunyi dalam kaset video itu?


Senin, 07 Desember 2009

[Resensi] Xar&Vichattan: Takhta Cahaya



Judul: Xar&Vichattan: Takhta Cahaya
Pengarang: Bonmedo Tambunan
Penerbit: Penerbit Adhika Pustaka
Harga: Rp 49.500,-
Jumlah hlm: 312

Peperangan antara Kuil Xar dan Vichattan berhadapan dengan Kuil Kegelapan tidak terhindarkan. Pasukan Kegelapan mulai mendekati Desa Cimea. Sementara itu pasukan Xar dan Vichattan yang telah mengetahui gelagat itu mulai mengungsikan penduduk dan berjaga-jaga.

tapi perang kali ini tampaknya berlangsung tidak seimbang. xar dan Vichattan tidak lagi didukung kekuatan Cahaya yang telah hilang seiring hancurnya Kuil Cahaya tujuh tahun yang lalu. Satu-satunya cara untuk mengimbangi Kuil Kegelapan adalah dengan membangun kembali Kuil Cahaya.

Namun menegakkan kembali Kuil Cahaya tak semudah membalikkan telapak tangan. Hanya orang terpilih saja yang dapat membangkitkan Kuil Cahaya. Akhirnya Dalrin, Gerome, Kara, dan Antessa ditunjuk oleh roh Cahaya masa lalu sebagai ahli waris Kuil Cahaya. Penduduk Xar dan Vichattan tidak ada yang percaya mendengar berita itu. Mereka hanya empat orang anak kecil, tetapi diberi tugas yang sangat berat. Sekarang mereka mau tidak mau harus menjalankan tugas itu demi membangun kembali kekuatan Cahaya dan mengalahkan Kegelapan.


[Resensi] Musashi


Judul: Musashi
Pengarang: Eiji Yoshikawa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 155.000,-
Jumlah hlm: 1248

Miyamoto Musashi adalah anak desa yang bercita-cita menjadi samurai sejati. Di tahun 1600 yang penuh pergolakan itu, ia menceburkan diri ke dalam Pertempuran Sekigahara, tanpa menyadari betul apa yang diperbuatnya. Setelah pertempuran berakhir, ia mendapati dirinya terbaring kalah dan terluka di tengah ribuan mayat yang bergelimpangan.

Dalam perjalanan pulang, ia melakukan tindakan gegabah yang membuatnya menjadi buronan hingga seorang pendeta Zen berhasil menaklukkannya. Otsu, gadis cantik yang mengaguminya, membebaskan Musashi dari hukumannya, tapi Musashi kembali tertangkap. Selama tiga tahun ia mesti menjalani kehidupan mengasingkan diri, dan masa-masa itu dipergunakannya untuk menyelami karya-karya klasik Jepang dan Cina.

Setelah bebas kembali, ia menolak diberi jabatan sebagai samurai. Selama beberapa tahun berikutnya, ia mengejar cita-citanya dengan tekad penuh mengukuti Jalan Pedang, dan menjadi samurai sejati. Lambat laun ia mengerti bahwa mengikuti Jalan Pedang bukan sekedar mencari sasaran untuk mencoba kekuatannya. Ia terus mengasah kemampuan, belajar dari alam dan mendisiplinkan diri untuk menjadi manusia sejati. Ia menjadi pahlawan yang tidak mau menonjolkan diri bagi orang-orang yang hidupnya telah ia sentuh atau telah menyentuh dirinya. Ujian puncak baginya adalah ketika ia harus bertarung melawan Sasaki Kojiro, saingan terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh. Mereka akan mengadu kemampuan, dan Musashi ingin membuktikan bahwa kekuatan dan keterampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan.


Minggu, 06 Desember 2009

[Resensi] Zauri: Legenda Sang Amigdalus

Judul: Zauri: Legenda Sang Amigdalus
Pengarang: Dian K
Penerbit: PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Harga: Rp 45.500,-
Jumlah hlm: 311

”Iya, tapi Amigdalus itu apa?” tanya Kid tak sabar.

“Amigdalus adalah orang yang punya kekutan hampir tak terbatas. Selama ini Cuma desas-desus, tapi aku tidak mengira ini akan benar-benar terjadi. Legendanya sendiri usianya sudah ratusan tahu,” kata Zen.

Semua sibuk mencerna kata-kata Zen. Kedua alis Kid bahkan nyaris bertaut saking kerasnya ia berpikir. Ternyata permasalahan ini berkembang menjadi sangat serius. Lebih dari itu, sekarang melibatkan Elgamb dan mungkin seluruh dunia, mengingat Mario punya ambisi yang menyeramkan. Pemikiran ini membuat mereka merinding.

“Sebentar... kau bilang kekuatan Amigdalus hampir tak terbatas? Lalu, kalau Dios seorang diri menantangnya...” Kid tidak meneruskan kata-katanya. Semua berpaling ke arah kepulan asap, merasa ngeri.


Minggu, 29 November 2009

[Resensi] The Amber Spyglass


Judul: The Amber Spyglass
Pengarang: Philip Pullman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 67.500,-
Jumlah hlm: 624

Will adalah si pembawa pisau. Sekarang, didampingi para malaikat, ia bertugas mengantarkan senjata yang dahsyat dan berbahaya itu kepada Lord Asriel---sesuai perintah ayahnya ketika menjelang ajal.

Tapi bagaimana ia bisa mencari Lord Asriel, ketika Lyra hilang? Padahal hanya dengan bantuan gadis itu ia dapat memahami berbagai intrik yang mengepungnya.

Dua kekuatan besar dari banyak dunia bersiap-siap perang, dan Will harus menemukan Lyra, sebab mereka dalam perjalanan menuju pertempuran, perjalanan tak terelakkan yang bahkan akan membawa mereka ke dunia kematian...


I-buk versus I-badi

Suatu pagi di hari Minggu.

Nyokap: "Eh, itu YM-an gimana sih caranya?"
Gw: "Kalo dari hape pake ebuddy saja." *penggembar e-buddy kalo untuk chat HP*
Nyokap: "Mana? Kemarin dicari, adanya buku semua."
Gw: "Gubraks. Itu mah e-book, bukan e-buddy!"
Nyokap: "Oh, salah yah? Namanya tapi kan masih mirip-mirip dikit."
Gw: "Yang sama cuma 'e' ama 'b' doang ..."

==

Hehe.

Kamis, 10 September 2009

[Resensi] The Subtle Knife


Judul: The Subtle Knife (Pisau Gaib)
Pengarang: Phillip Pullman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga:
Jumlah hlm: 408

Will baru berumur dua belas tahun tapi telah membunuh orang. Sekarang ia sendirian, dalam pelarian, bertekad menemukan fakta yang sebenarnya tentang ayahnya yang hilang.

Lalu Will memasuki jendela yang menuju ke dunia lain, dan mendapat teman baru—gadis kecil liar dan aneh bernama Lyra. Seperti Will, gadis itu punya misi yang akan dilaksanakannya dengan risiko apapun.

Tapi dunia Cittagazze ajaib dan meresahkan. Spectre yang mengisap jiwa dan mematikan gentayangan di mana-mana, sementara jauh di atas, samar-samar terdengar kepakan sayap para malaikat.

Dan di Torre degli Angeli yang misterius bersembunyi rahasia paling penting Cittagazze—benda yang membuat orang-orang dari banyak dunia rela melenyapkan nyawa orang lain untuk mendapatkannya...


Selasa, 08 September 2009

Gerakan Feminisme Merambah

Di mobil, dalam perjalanan ke kampus, sedang membicarakan anjing yang bisa mengikuti majikan tanpa tali pengikat.

==

Nyokap gw: "Mungkin kalo Doberman tetep mesti diiket kali yah, siapa tahu ada orang lain yang bau anjing Doberman cewek. Ntar ditabrak lagi. Eh, doberman kalo cewek jadinya namanya bukan Doberman dong.""
Gw: "Jadi Doberwoman."
Nyokap gw: "Haha, iya, ya, bener juga."

==

Hehe.

Minggu, 09 Agustus 2009

Lintas Spesies

Dalam perjalanan menuju BEC di suatu siang yang cerah.

Nyokap gw: "Itu mobil kenapa ngelupas-ngelupas gitu sih catnya?"
Gw: "Lagi ganti kulit kali."

==

Hehe.

Senin, 03 Agustus 2009

Gak Cuma Baju

Suatu sore di hari Senin awal bulan.

Nyokap gw: "Muridnya Papa tu yang namanya 'Kevin' kecil-kecil yah?"
Gw: "Kecil?" *dalam hati bertanya-tanya apakah 'Kevin' yang adik gw juga kecil*
Nyokap gw: "Iya kan si Kevin S tu."
Gw: "Yah, kalo mau Kevin yang gede mah Kevin XL, Ma."
Nyokap gw: "Iya yah."

==

Hehe.

Minggu, 26 Juli 2009

Tukang Kebun Barangkali?

Di mobil, dalam perjalanan pulang dari gereja.

Nyokap gw: "Itu Boys Before Flowers apaan sih?"
Gw: "Oh, itu mah gampangnya, versi Korea dari Meteor Garden. Kalo yang asli Jepang kan Hana Yori Dango, nah ini versi Korea."
Nyokap gw: "Terus judulnya kok 'boys before flowers' ngartiinnya gimana tuh?"
Gw: "Ngg, kayaknya karena dari judul awalnya juga ada sangkut pautnya ama bunga. F4 kan juga 'F'-nya dari 'flowers'. Cowok-cowok bunga. Hana Yori Dango juga kayaknya berkaitan ama bunga."
Nyokap gw: "Oooh, jadi 'Boys Before Flowers' tu artinya 'Pria Kembang Setaman' kali ya?"
Gw: "Hmm, mungkin ...?" *dalam hati ngegubraks*

==

Hehe.

Jumat, 03 Juli 2009

Quote Number 4

"Diam itu (e)mas, bicara itu mbak."

==

Plesetan ungkapan, tidak ada sumber ide.

Hehe.

Jumat, 26 Juni 2009

Bakal Dituntut?

26 Juni 2009, pagi hari di Labdas 3 bersama Nanook (nama laptop)

SMS dari nyokap: "Eh d intrnt apa bner michael jackson rip?"
SMS balasan dari gw: "Bnr kok. Aku baru tau jg td."
SMS dari nyokap: "Wah jadi zombi tuh" *merujuk pada Dancer Zombie dari game Plants VS Zombie*
*Langsung mengganti status YM*
SMS balasan dari gw: "Mudah2an nggak."

==

Turut berduka cita atas meninggalnya Michael Jackson. Mudah-mudahan beliau (benar-benar) beristirahat dengan tenang dan PopCaps tidak mendapat masalah dengan Plants VS Zombie mereka setelah berita duka cita ini diturunkan.

Senin, 15 Juni 2009

Emangnya Udah Mati, Mau Gimana Lagi?

Saat makan malam yang cukup "ningrat" dengan menu tidak biasa: gurame bakar.

Gw: "Ini gurame apa nila sih?"
Nyokap gw: "Gurame. Kalo nila kan bau tanah."
Gw: "Hoh, udah mau mati berarti yah."
Nyokap gw: "Bener juga."

==

Hehe.

Minggu, 07 Juni 2009

Quote Number 3

"Nggak semua yang kelihatan harus dilihat (kecuali hantu di game Fatal Frame yang bisa ngebunuh, itu harus dilihat meskipun nggak kelihatan)."

==

Plesetan slogan iklan permen. Terima kasih buat yang chat ama gw Jumat kemarin. Ocehan ngawurnya menginspirasi. :D

Hehe.

Minggu, 31 Mei 2009

Alternatif Lain Untuk Mengucapkan Hal Menakutkan

Terjadi kira-kira sebulan yang lalu ...

Lokasi: Kampus, lewat jam delapan malam, lab Grafika dan Intelejensia Buatan, nongkrongin JSP dan Servlet bersama dua orang lain

Gw: *ada SMS masuk ke HP*
Isi SMS: "Belum selesai? Malam ini hari H ato masih hari F?"
Gw: *menunjukkan SMS gw ke temen gw yang rajin ngikutin blog gw*
Temen gw: *ngakak*
Gw: *dalam hati* "H-2 = Hari F, H-1 = Hari G."

==

Hehe.

Selasa, 21 April 2009

Syukur deh ...

Di tengah kuliah, di tengah-tengah berlangsungnya presentasi di depan kelas ...

Gw: "Untung Spider-man jaringnya muncul dari tangan yah, gak ngikutin laba-laba beneran."
Temen gw: "Apaan? Dari mulut?"
Gw: "Bukan. Laba-laba ngeluarin jaring kan dari organ yang letaknya berlawanan dengan mulut."
Temen gw: *mikir* "Sumpah, gak enak abis ngebayanginnya ..."

Info: Laba-laba mengeluarkan benang bukan dari mulutnya (jangan terpengaruh film tentang monster laba-laba raksasa), tapi dari bagian belakang tubuhnya. Silakan ditafsirkan sendiri kalo di Spider-man jadinya bagian mana.

==

Hehe.

Senin, 13 April 2009

Quote Number 2

"Doa adalah hal paling universal di dunia ini setelah USB (Universal Serial Bus)."

==

Terima kasih buat seseorang yang reply milis-nya yang membuat gw mengerutkan alis.

Hehe.

Kamis, 09 April 2009

Quote Number 1

"Sehabis tanggal merah, pastilah ada tanggal hitam."

==

Terima kasih kepada Tommy untuk inspirasinya.

Hehe.

Sabtu, 28 Maret 2009

What D&D Character Am I?

Ehem, jadi ceritanya gw nemu suatu link "personality test" lagi pas lagi keluyuran di suatu website.

"Personality test" yang satu ini didasarkan pada game Dungeon and Dragon yang cukup dikenal di kalangan gamer. Yah, gw sebenernya belum pernah main sih, tapi tahu aja. :D

Oke, jadi hasil tesnya gini:

I Am A: Neutral Good Human Ranger (2nd Level)

Ability Scores:

Strength-14

Dexterity-11

Constitution-11

Intelligence-14

Wisdom-16

Charisma-12

Alignment:
Neutral Good A neutral good character does the best that a good person can do. He is devoted to helping others. He works with kings and magistrates but does not feel beholden to them. Neutral good is the best alignment you can be because it means doing what is good without bias for or against order. However, neutral good can be a dangerous alignment because it advances mediocrity by limiting the actions of the truly capable.

Race:
Humans are the most adaptable of the common races. Short generations and a penchant for migration and conquest have made them physically diverse as well. Humans are often unorthodox in their dress, sporting unusual hairstyles, fanciful clothes, tattoos, and the like.

Class:
Rangers are skilled stalkers and hunters who make their home in the woods. Their martial skill is nearly the equal of the fighter, but they lack the latter's dedication to the craft of fighting. Instead, the ranger focuses his skills and training on a specific enemy a type of creature he bears a vengeful grudge against and hunts above all others. Rangers often accept the role of protector, aiding those who live in or travel through the woods. His skills allow him to move quietly and stick to the shadows, especially in natural settings, and he also has special knowledge of certain types of creatures. Finally, an experienced ranger has such a tie to nature that he can actually draw on natural power to cast divine spells, much as a druid does, and like a druid he is often accompanied by animal companions. A ranger's Wisdom score should be high, as this determines the maximum spell level that he can cast.

Find out What Kind of Dungeons and Dragons Character Would You Be?, courtesy of Easydamus (e-mail)


Buat yang mau nyoba, ada linknya di bawah hasil tes.

Hehe.

Senin, 16 Maret 2009

Trading Student Game?

*di tengah-tengah pembicaraan tentang pertukaran pelajar*

Nyokap gw: "Pelajar kok dituker-tuker. Ntar kalo keliru gimana?"

Gw: "(Hebat, bisa-bisanya nyambung ke sana...)"

==

Hehe.

Rabu, 04 Maret 2009

Personality Test di Malam Hujan

Sementara rekan sekelompok saya mengerjakan bagiannya dalam tugas kelompok kali ini, detik terus merangkak, hujan masih mengguyur, saya tiba-tiba menemukan sebuah link dari forum yang sedang saya jelajahi.

http://www.mypersonality.info/personality-types/

Penasaran, bosan, tidak ada kerjaan, tiba-tiba saya mendapati diri saya mencoba tes tersebut dan hasilnya ...



Lucu juga melihat kepribadian berdasarkan sebuah tes. :D

Hehe.

Jumat, 06 Februari 2009

Kok Gw Punya Nyokap Super Garing Sih Alih-alih Superwoman...?

Sesaat sebelum berangkat latihan kendo di kampus.

Nyokap: "Tahu gak hape apa yang ganti kelamin?"
Gw: "Haa...?" (memikirkan semua merek hape)
Nyokap: "Tahu gak?"
Gw: "Nggak..."
Nyokap: "Xperia. (dia menyebutnya "eks priya" yang diartikan jadi "ex pria")"
Gw: "..."

==

Hehe.

Pengetahuan Dari Setiap Sudut

Dulu, saya pernah mendapat tugas membaca sebuah buku berjudul "Menjadi Manusia Pembelajar" karangan Andrias Harefa (lupa, tolong diralat kalau salah). Berhubung waktu yang diberikan untuk membaca tidak banyak dan saya juga kurang berminat untuk membeli jenis buku yang--menurut saya--bertema "bagaimana menjadi...", saya tidak membaca teliti dan tuntas buku tersebut.

Lama kemudian, saat liburan panjang pergantian semester, saya menghabiskan banyak waktu di rumah dengan bermain game. Seumur-umur belum pernah saya memainkan game seantusias itu! Rata-rata 4-8 jam saya habiskan setiap harinya di depan layar TV, memainkan game tersebut (maklum, game konsol PS2).

Sudah jelas ini antara efek baik-buruk video game! Menurut pakar kesehatan, sudah pasti saya akan dihujat karena kegiatan saya berpotensi mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan mulai dari obesitas, berkurangnya daya lihat, dan aneka kerusakan lain yang sering disebut-sebut dalam artikel kesehatan yang memojokkan video game. Di lain pihak, saya selaku mahasiswa teknik informatika, terpukau pada AI dalam game, terobosan baru dalam gameplay-nya, cerita yang apik, dan segala hal yang menurut salah satu mata kuliah saya merupakan indikator sukses sebuah perangkat lunak.

Anda harus berhenti membaca pada detik ini juga jika berharap saya membahas video game. :D Yang akan saya bahas masih tetap sesuai dengan judul yang saya tulis dan sedikit kalimat pembukaan di atas, yaitu mengenai belajar, tapi belajar yang akan saya bahas sedikit banyak terinspirasi oleh game adiktif yang saya mainkan selama liburan, itu sebabnya saya menuliskannya.

Selain sekedar bermain, saya juga memikirkan apa sih yang sebenarnya menyebabkan kecanduan yang amat sangat pada game tersebut? Cerita, itulah jawabannya.

Sangat di luar pandangan yang dianut oleh sebagian besar orang bahwa game selayaknya dikonsumsi oleh anak-anak saja, saya setuju jika game yang saya mainkan mendapat rating "mature". Alasannya? Kekompleksan cerita. Orang dewasa dengan pikiran terbuka yang bersedia memainkan game tersebut pastinya mengerti bahwa tema "true self" dan konflik utama berupa pembunuhan berantai dalam game tersebut bukanlah konsumsi bagi mereka yang bermental anak-anak, tapi dapat menjadi suatu pelajaran tersendiri bagi mereka yang bermental dewasa. (Dalam hal ini, saya membedakan "mature" dan "adult" dari segi kedewasaan mental, bukan fisik.)

Setelah berpikir dan merenung--saya biasanya terlihat bengong jika memasuki taraf "merenung", jadi mungkin orang yang mengenal saya jarang mendapati saya berpose ala patung Sang Pemikir--akhirnya saya kembali teringat akan buku yang saya sebut di atas dan berkesimpulan bahwa memang benar selama hidupnya manusia tidak bisa berhenti belajar.

Kemudian, saya memikirkan kembali tentang suatu hal yang terus teringat oleh saya setelah mengekstrak intisari dari buku di atas, yaitu tentang manusia yang berhenti belajar. Apa sebabnya?

Menurut saya, sebabnya tidak sukar untuk disimpulkan. Mereka gagal melaksanakan tahap-tahap awal menjadi seorang pembelajar.

Dan menurut saya (saya tebalkan, mengingat seorang pakar telematika pernah menuduh blogger adalah para penipu, harap diingat ini murni hasil pemikiran saya, tidak ada usaha penjiplakan, penipuan, dan lain-lain di dalamnya), tahap-tahap awal menjadi seorang pembelajar adalah:

1. Berpikiran positif
Berkat pelajaran dari orang tua yang ditanamkan sejak kecil, orang menjauhi sesuatu yang buruk, jelek, atau negatif. Sebenarnya, pemikiran akan sesuatu yang negatif sangat bergantung pada sudut pandang orang tersebut.

Mengadaptasi cerita dari kuliah agama, bayangkan seseorang mendengar sesuatu di luar rumahnya di malam hari. Ia pergi keluar untuk mengecek dan mendapati ada sesuatu yang panjang serta melingkar di sela-sela rumput di halamannya! ULAR! Orang itu pun berlari kembali ke dalam rumah, dengan tergesa-gesa mengambil kapak, dan segera mencacah makhluk yang ia lihat. Setelah puas, ia kembali ke dalam rumah, mengunci pintu, dan tidur dengan nyenyak hingga esok hari.

Saat ia keluar pagi berikutnya, ia mendapati bahwa apa yang dilihatnya semalam ternyata seekor ular-ularan plastik yang ditinggalkan anaknya di halaman. Sesuatu yang sama sekali tak berbahaya, berbeda sekali dengan apa yang ia kira semalam!

Dari cerita di atas, terbukti bahwa orang seringkali mendapati sebuah pandangan yang berbeda dari sudut lain. Dengan mempercayai bahwa suatu hal tidak mutlak negatif, ia seharusnya dapat mengubah sudut pandangnya hingga menemukan suatu hal yang positif. Intinya selalu: positive thinking!

2. Percaya bahwa selalu ada yang bisa dipelajari dari berbagai sumber
Prasyarat: positive thinking. Setelah melewati taraf berpikiran positif, telah melihat dari sudut pandang yang berbeda, janganlah diteruskan dengan pikiran, "Ah, sisi baiknya lebih sedikit dari sisi buruknya, tidak ada yang bisa dipelajari.". Anda telah berhenti belajar dengan mengatakan hal tersebut.

Mari ambil satu contoh konkret, yaitu rokok. Menurut pakar, zat-zat yang ada dalam rokok tidak ada satupun yang menguntungkan. Semuanya menyebabkan gangguan kesehatan dan semuanya bukan zat yang selayaknya dikonsumsi manusia. Jadi apa gunanya mero--STOP! Anda berpikir positif di sini. :D

Dari yang saya dengar, para perokok merasa tenang dengan mengkonsumsi rokok. Saya mengaitkannya dengan pelajaran biologi semasa SMP/SMA, rokok mengandung zat bernama nikotin yang ternyata mempengaruhi hormon dalam tubuh, memberikan perasaan lebih tenang dan bahkan--menurut artikel Wikipedia--kewaspadaan. Dengan ini kita telah berhasil menemukan satu sisi positif dan alasan mengapa para perokok demikian keras kepala kalau disuruh berhenti merokok.

Lalu? Apakah dengan satu sisi positif kita jadi sebaiknya merokok? Sudah jelas tidak. Anda semua pasti tahu pelajaran apa yang didapat dari pembahasan di atas: "jangan merokok kalau merasa hormon Anda dapat dipicu dengan hal lain"! :D

Percaya tidak percaya, dalam proses mencari sisi negatif dan sisi positif pun Anda mempelajari suatu hal. (Harus diakui, saya pun terpaksa membuka Wikipedia untuk mengklarifikasi ingatan saya akan nikotin)

3. Rendah hati
Siapa bilang orang yang lebih muda memiliki pengetahuan yang lebih sedikit daripada Anda? Siapa bilang orang yang kerjanya di pasar lebih--maaf--bodoh daripada orang yang mengendarai limusin dengan seorang sopir? Buktinya preman pasar bisa menakut-nakuti seorang bos yang tidak dalam pengawalan. :D

Bahkan orang yang strata atau statusnya lebih rendah pun menyimpan sesuatu yang tidak Anda ketahui selama ini. Anda belum bisa menyombongkan diri akan suatu hal sebelum mengetahui dengan pasti bahwa lawan bicara Anda tidak kalah dalam hal tersebut.

Keterangan: Saya tidak melarang Anda bersikap sombong, tapi pesan saya adalah sombonglah dengan elegan dan pasti setelah mengenali "lawan" Anda dan jangan pernah sungkan menelan malu seandainya kesombongan Anda berbalik karena kita tidak pernah tahu serapi apa lawan menyembunyikan kehebatannya.

4. Tertariklah pada hal baru seperti anak-anak
Poin terpenting dalam belajar adalah merasa tertarik, sebuah pemicu untuk belajar, mengalahkan segala hal lain seperti ambisi, ego, dan persaingan. :D

Dengan modal versi saya tersebut, main game di hari libur pun tidak usai hanya dengan rasa capek karena kelamaan duduk, tapi saya merasa mendapat pengetahuan baru. Anda boleh mencobanya jika berminat, tapi saya juga tidak keberatan jika Anda menganggap tulisan di atas hanyalah selingan saja. Saya bisa belajar membuat artikel lebih baik lagi kan dengan demikian? :D

Selasa, 03 Februari 2009

Ada Apa Dengan Cinta? -- Pembahasan Santai Mengenai Lagu-lagu Lokal

Saya sebenarnya tidak terlalu mengikuti perkembangan musik lokal, tapi karena Mama hobi menyetel radio dan televisi (televisi di pagi hari, radio di malam hari) yang tengah menayangkan musik lokal (nyokap mana yang hobi dengerin Oz? :D) otomatis saya jadi ikut mendengarkan dan cukup tahu seputar perkembangan musik Indonesia.

Jadi... saya mendapati bahwa ternyata musik Indonesia polanya agak monoton:
- Penyanyi atau band yang personilnya laki-laki (terutama kalau vokalisnya laki-laki) bercerita tentang sang wanita. Entah ia mengejar tapi tidak kesampaian, entah dia merasa ditipu sang cewek, entah dia rebutan dengan laki-laki lain, dan sebagainya. Sebenarnya variasinya banyak, tapi belakangan ini terasa semakin banyak keluhan mengenai kaum hawa dalam lagu-lagu mereka.
- Penyanyi atau band yang personilnya wanita (terutama kalau vokalisnya wanita) bercerita tentang sang pria. Kurang lebih sama dengan penyanyi/band pria, hanya saja ditambahkan variasi tema "punya pacar lebih dari satu". Tetap saja, belakangan banyak komplain soal sang pria.

Ini membuat saya berpikir... Kok jadi sama-sama mempermasalahkan lawan jenisnya yah...? Mungkin ini yang menyebabkan perceraian jadi lazim di kalangan selebritis? Karena masing-masing akhirnya menyadari kalau pasangannya "lelaki buaya darat", "memang dasar kamu *piip*", dan semacamnya dan memutuskan untuk "cari pacar lagi"?

Lama-lama semua lagu kembali ke "ada apa dengan cinta" deh kalau begini. :D

Kalau saya sih lebih suka "ayo goyang duyu~". Variasi di antara tema cinta!

Hehe.

Rabu, 07 Januari 2009

Kurasa Itu Ilegal, Ma...

Solo, Daerah Gladak, Desember 2008

Nyokap gw: (seturunnya dari mobil, liat sekitar sekilas) "Wah, di sini kalo siang pasti banyak nini-nini (bhs Sunda: nini = nenek) ngumpul yah."
Gw: "Lho, kenapa emangnya?"
Nyokap gw: "Tuh liat aja. (menunjuk suatu arah)"
Gw: (ngeliat arah yang ditunjuk, sejenis papan nama bangunan)

"... BURSA AKI ..."

(bhs Sunda: Aki = kakek)

Gw: "Oke..."

==

Hehe.