Kamis, 24 Desember 2009

[Resensi] Ring

Judul: Ring
Pengarang: Koji Suzuki
Penerbit: Qanita
Harga: (lupa)
Jumlah hlm: 440

Empat remaja tewas mengenaskan dengan ekspresi wajah penuh ketakutan.
Sebuah kaset video misterius ditemukan.
Seorang jurnalis berjuang melindungi dirinya dan keluarganya.
Semuanya terhubung dalam suatu lingkaran setan tak berujung.


Di suatu tempat peristirahatan, empat orang remaja menonton sebuah video misterius. Keempatnya tewas tepat seminggu kemudian. Di tempat yang sama, Kazuyuki Asakawa, seorang jurnalis surat kabar di Tokyo, menemukan video itu dan mengungkapsebuah kutukan. Hanya tujuh hari yang dimiliki Asakawa untuk mempertahankan hidupnya. Suasana diperkeruh dengan keberadaan Sadako, seorang gadis misterius dari masa lalu.

Mampukah Asakawa mengungkap rahasia yang bisa menyelamatkan nyawanya? Siapakah Sadako, dan apa yang diinginkannya? Misteri apakah yang tersembunyi dalam kaset video itu?


Senin, 07 Desember 2009

[Resensi] Xar&Vichattan: Takhta Cahaya



Judul: Xar&Vichattan: Takhta Cahaya
Pengarang: Bonmedo Tambunan
Penerbit: Penerbit Adhika Pustaka
Harga: Rp 49.500,-
Jumlah hlm: 312

Peperangan antara Kuil Xar dan Vichattan berhadapan dengan Kuil Kegelapan tidak terhindarkan. Pasukan Kegelapan mulai mendekati Desa Cimea. Sementara itu pasukan Xar dan Vichattan yang telah mengetahui gelagat itu mulai mengungsikan penduduk dan berjaga-jaga.

tapi perang kali ini tampaknya berlangsung tidak seimbang. xar dan Vichattan tidak lagi didukung kekuatan Cahaya yang telah hilang seiring hancurnya Kuil Cahaya tujuh tahun yang lalu. Satu-satunya cara untuk mengimbangi Kuil Kegelapan adalah dengan membangun kembali Kuil Cahaya.

Namun menegakkan kembali Kuil Cahaya tak semudah membalikkan telapak tangan. Hanya orang terpilih saja yang dapat membangkitkan Kuil Cahaya. Akhirnya Dalrin, Gerome, Kara, dan Antessa ditunjuk oleh roh Cahaya masa lalu sebagai ahli waris Kuil Cahaya. Penduduk Xar dan Vichattan tidak ada yang percaya mendengar berita itu. Mereka hanya empat orang anak kecil, tetapi diberi tugas yang sangat berat. Sekarang mereka mau tidak mau harus menjalankan tugas itu demi membangun kembali kekuatan Cahaya dan mengalahkan Kegelapan.


[Resensi] Musashi


Judul: Musashi
Pengarang: Eiji Yoshikawa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 155.000,-
Jumlah hlm: 1248

Miyamoto Musashi adalah anak desa yang bercita-cita menjadi samurai sejati. Di tahun 1600 yang penuh pergolakan itu, ia menceburkan diri ke dalam Pertempuran Sekigahara, tanpa menyadari betul apa yang diperbuatnya. Setelah pertempuran berakhir, ia mendapati dirinya terbaring kalah dan terluka di tengah ribuan mayat yang bergelimpangan.

Dalam perjalanan pulang, ia melakukan tindakan gegabah yang membuatnya menjadi buronan hingga seorang pendeta Zen berhasil menaklukkannya. Otsu, gadis cantik yang mengaguminya, membebaskan Musashi dari hukumannya, tapi Musashi kembali tertangkap. Selama tiga tahun ia mesti menjalani kehidupan mengasingkan diri, dan masa-masa itu dipergunakannya untuk menyelami karya-karya klasik Jepang dan Cina.

Setelah bebas kembali, ia menolak diberi jabatan sebagai samurai. Selama beberapa tahun berikutnya, ia mengejar cita-citanya dengan tekad penuh mengukuti Jalan Pedang, dan menjadi samurai sejati. Lambat laun ia mengerti bahwa mengikuti Jalan Pedang bukan sekedar mencari sasaran untuk mencoba kekuatannya. Ia terus mengasah kemampuan, belajar dari alam dan mendisiplinkan diri untuk menjadi manusia sejati. Ia menjadi pahlawan yang tidak mau menonjolkan diri bagi orang-orang yang hidupnya telah ia sentuh atau telah menyentuh dirinya. Ujian puncak baginya adalah ketika ia harus bertarung melawan Sasaki Kojiro, saingan terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh. Mereka akan mengadu kemampuan, dan Musashi ingin membuktikan bahwa kekuatan dan keterampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan.


Minggu, 06 Desember 2009

[Resensi] Zauri: Legenda Sang Amigdalus

Judul: Zauri: Legenda Sang Amigdalus
Pengarang: Dian K
Penerbit: PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Harga: Rp 45.500,-
Jumlah hlm: 311

”Iya, tapi Amigdalus itu apa?” tanya Kid tak sabar.

“Amigdalus adalah orang yang punya kekutan hampir tak terbatas. Selama ini Cuma desas-desus, tapi aku tidak mengira ini akan benar-benar terjadi. Legendanya sendiri usianya sudah ratusan tahu,” kata Zen.

Semua sibuk mencerna kata-kata Zen. Kedua alis Kid bahkan nyaris bertaut saking kerasnya ia berpikir. Ternyata permasalahan ini berkembang menjadi sangat serius. Lebih dari itu, sekarang melibatkan Elgamb dan mungkin seluruh dunia, mengingat Mario punya ambisi yang menyeramkan. Pemikiran ini membuat mereka merinding.

“Sebentar... kau bilang kekuatan Amigdalus hampir tak terbatas? Lalu, kalau Dios seorang diri menantangnya...” Kid tidak meneruskan kata-katanya. Semua berpaling ke arah kepulan asap, merasa ngeri.