Laman

Minggu, 24 Oktober 2010

Kotak Sony Ericsson Dari Masa ke Masa

Bukan resensi, bukan simple notes, bukan celetukan garing ngasal biasanya, jadi posting tentang apakah ini?




Ini lebih ke arah sharing "pengalaman", kalau bisa dibilang begitu juga, memiliki tiga jenis handphone Sony Ericsson. Kedengaran sombong sekali ini yah ...

Handphone Sony Ericsson (SE, tapi bukan SquareEnix) pertama adalah W850i, dipilih berbasis balas dendam terhadap produsen handphone segala umat yang mereknya berawalan "n" berakhiran "a" dan terdiri atas lima huruf karena susah banget disambungkan ke komputer padahal pemanfaatannya--menurut saya--lebih optimal jika menggunakan komputer.

Saya sangat puas dengan W850i ini, apalagi untuk pertama kalinya saya merasakan kecocokan dengan model slider (dan jadi fanatik dengan model tersebut), pertama kali merasakan handphone sebagai MP3 player, pertama kali punya handphone 3G yang bisa video call, dan sebagainya. Nama yang diberikan kepada W850i ini adalah Precious. Kenapa? Supaya bisa meniru Gollum di film LoTR: "My Precious~ My Precious~"

Nasib Precious berakhir tragis karena kebodohan saya sendiri. [T_T] Peristiwa yang tidak ingin saya ingat lagi meskipun merupakan pembelajaran yang baik, keras, sekaligus mahal buat saya. ("My Precious~ My Precious~" - Gollum)

Pengganti Precious adalah SE W595 (saat beli, kebanyakan model Sony Ericsson mulai menggunakan nama dan sebagian besar yang masih menggunakan nomor tidak lagi diakhiri "i"). Berjanji untuk tidak mengulangi kebodohan yang menyebabkan hilangnya Precious, saya menamai W595 ini Consortium. Mereka yang mengenal W3C biasanya angkat alis begitu mendengar nama itu. :D

Consortium bermodel slider, sama seperti Precious, lebih tipis, tanpa kamera video call, tapi sudah 3,5G (HSDPA, lebih unggul dari Precious yang hanya 3G). Tadinya saya menarget W995, model slider terbaru dari SE yang spesifikasinya ciamik jika dibandingkan dengan W850i maupun W595, tapi harganya tidak ketulungan dan saya merasa butuh hape yang memadai secepatnya (setelah kehilangan Precious, saya menggunakan hape-sejuta-umat yang cuma bisa untuk telepon dan SMS untuk sementara).

Keterangan: "memadai" = "bisa dipake internetan", bentuk kebutuhan tersier bagi sebagian besar pengguna telepon genggam umumnya, namun menjadi primer bagi yang sehari-harinya (harus) bersentuhan dengan internet

Consortium tidak berada di tangan saya hingga satu tahun. Penyebabnya? Adik saya ingin ganti ponsel karena tombol keypad yang dirasa terlalu kecil untuk jarinya dan mama saya menyarankan agar dia membeli hape seperti milik saya, berbuntut pada Consortium akan dibeli sebagai hape second apabila saya sudah menentukan pilihan pengganti.

Tahta Consortium diambil alih oleh--diklaim oleh pihak SE--ponsel Android terkecil hingga April 2010: SE XPERIA X10 mini pro. Nama yang saya berikan kepadanya adalah Amaguq, nama makhluk dari mitologi Inuit, mengikuti pola penamaan desktop (Tekkeitsertok) dan laptop (Nanook) saya. :D

Sebelum berpisah dengan Consortium, saya menyempatkan diri memfoto ketiga boks. Berdampingan. Ini fotonya:



Betapa dramatisnya perubahan ukuran boksnya ... Ini semua dengan dalih "go green". User Guide untuk Amaguq pun bentuknya berbeda jauh dari yang sudah-sudah, plus kertasnya sepertinya kertas degradable seperti kantong plastik yang belakangan ini banyak dipakai di supermarket.

Amaguq belum dieksplorasi lebih lanjut sehingga saya belum bisa bercerita banyak tentang dia. :D Terlalu banyak hal baru yang perlu dipelajari tentang model tersebut, mulai dari OS Android yang belum pernah saya dalami, interface berbeda, tidak adanya Walkman, penggunaan layar sentuh, adanya keyboard QWERTY, dan seterusnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat saya sudah fasih menguasainya dan menggunakannya untuk produktifitas menulis yang lebih oke. :D

Terima kasih sudah menyimak tulisan "nggak jelas" ini. :D :D Semoga hari Anda menyenangkan.

2 komentar:

nSeika mengatakan...

Download lah program macam^2 :D

Mini Pro tombolnya gak terlalu mungil ya ?

Mantoel Toeink mengatakan...

@nSeika: Terkendala pulsa nih kalo mau download2. [>o<] Untung kemarin udah dpt kumpulan program yg tinggal dicopas ke dlm memory cardnya aja terus install di dlm telponnya.

Hmm, buat gw sih tombolnya enak2 aja kok. Kenyamanan tombol relatif terhadap ukuran jari sih mini pro ini.

Hehe.