Minggu, 13 Februari 2011

What Are You Doing Right Now?

Apa yang kamu lakukan sekarang? Kedengarannya narsis sekali saya ngomongin tentang apa yang saya lakukan sekarang ini, yah? :D :D Well, tapi mungkin ada saja yang penasaran (indikasi pembenaran sikap narsis dengan memanfaatkan orang lain) dengan apa yang saya kerjakan sekarang setelah "euforia" dgn Fantasy Fiesta 2010.




1. Part-time

Saya melanjutkan pekerjaan "part-time" bersama teman saya di PT. Nightspade Multi Kreasi. Pekerjaan ini sebenarnya ditargetkan selesai November tapi berbagai masalah (saya tahu beberapa orang pernah bilang jangan menyebut kata "masalah" tapi gantilah dengan "tantangan", well, saya memilih kata yang umum digunakan saja) datang bergantian. Mulai dari penggunaan flash yang ternyata belum sepenuhnya didukung oleh iOS sehingga pergerakan animasi program menjadi kelewat lambat, ketiadaan program pengembangan yang mendukung pengerjaan di operating system Windows, masalah memory pada iPad, debugging, dan faktor-faktor X lain yang tidak ada kaitannya dengan programming.

Akhirnya, sekitar akhir bulan Januari kemarin, pekerjaan saya tuntas dan di-submit ke appStore. Approval dari "para petinggi" Apple turun di akhir Januari/awal Februari, dan inilah dia, Taby The Little Mouse, storybook anak-anak untuk iPad, siap didownload di sini. Untuk video demonya, bisa dilihat di sini.

Dan kalau Anda mengira saya yang mengerjakan cerita atau artworknya, Anda salah besar. :D :D Di sini saya bekerja sebagai programmernya.

2. TA aka Tugas Akhir

Saya belum lulus kuliah. Target saya adalah lulus tahun ini (April jika memungkinkan). Status terakhir saat saya nyaris sidang, program yang saya buat masih tergolong abal-abal, pasti sangat tidak memuaskan dosen pembimbing (kenapa sih saya pilih profesor sebagai dosen pembimbing? [T_T]). Sekitar Desember tahun lalu saya menemukan sebuah referensi yang luar biasa, tapi setelah mencoba mencangkok potongan programnya ke dalam program yang saya garap selama ini, tidak ada efek yang terjadi. Jadilah sekarang secara membabi buta saya memutuskan untuk menggunakan referensi terbaru tersebut sebagai basis program yang saya buat. :| Itu artinya ada banyak perubahan juga yang harus saya lakukan di dokumen tugas akhir. :|

3. Menyelesaikan draft

Jika penulis-penulis yang terlibat dalam kumcer Fantasy Fiesta 2010 lain sudah dalam taraf mengedit draft, mengirim naskah ke penerbit, bahkan sudah lebih dari satu yang punya karya terbit lainnya, saya masih guling-guling dalam level menyelesaikan draft. Cerita yang sedang ditulis sekarang ini sebenarnya merupakan remake dari cerita yang muncul pertama kalinya saat saya SMP, sekitar 9-10 tahun silam. Kali ini, setelah memperoleh banyak pelajaran dari banyak nongkrong dan nimbrung di forum, saya (merasa) berhasil menyusun sebuah cerita dengan fondasi yang lebih kokoh, jauh lebih kokoh dan solid dibandingkan cerita saat SMP dulu itu.

Lantas kenapa remakenya memakan waktu sangat lama?

Itu karena semakin banyak saya tahu mengenai penulisan, saya makin banyak memikirkan ini dan itu, plus saya masih belum meluangkan waktu wajib menulis setiap harinya, jadi tidak heran kalau draft ini bisa ditinggal sampai sebulan penuh tidak tersentuh ...

4. Vocaloid "Fangirl-ism"

Vocaloid adalah sebuah program voice synthesizer, tapi dikhususkan pada "sing" bukan "speech". Itu penjelasan paling simpel yang bisa saya buat untuk Vocaloid. Bagi orang lain, mungkin kalau saya sebut nama-nama seperti Hatsune Miku, Kagamine Rin-Len, dan Megurine Luka, mereka justru langsung tahu.

Saya mulai (sangat) tertarik dengan Vocaloid semenjak salah satu teman saya di "markas besar" Nightspade menunjukkan game Project Diva 2nd di PSP kepada saya. Sebelumnya saya hanya sebatas tahu Vocaloid dari cerita teman saya itu, yang telah terlebih dahulu mencoba programnya, belum ada fanatisme pada para karakter yang saya sebut di atas. Tapi sesudah saya melihat game Project Diva 2nd dan mendengar lagu berjudul Gemini ("dinyanyikan" oleh Kagamine Rin-Len), saya mulai mencari MP3 gamenya, membaca artikel di salah satu majalah, dan melihat beberapa PV (Promotional Video, tapi bisa juga diartikan sebagai video klip musik). Sampai-sampai salah satu teman SMA saya mengingatkan saya di Twitter supaya saya jangan terjerumus ke jurang kelam bernama "otaku". [T_T]

Yang pasti, Vocaloid memukau saya tidak hanya dengan karakternya yang (super) imut saja, tapi teknologi, perkembangan, para composer pengguna Vocaloid, dan lagu-lagunya juga. Saya terkategori sebagai orang yang deaf tune aka tuli nada, tapi saya sudah bertekad akan bereksperimen dengan program ini.

5. Menghabisi stok buku yang belum terbaca

Ada banyak, jika ditanya berapa buku sih yang belum terbaca semenjak dibeli tahun lalu. Ada buku yang berstatus pinjaman, ada buku yang berstatus beli, diberi, hasil bookswap di event. Ditambah dengan rasa persaingan memenuhi target buku yang dibaca dalam setahun ini, sebuah challenge yang ada di komunitas Goodreads, tiba-tiba saja dalam dua hari terakhir ini saya membaca lebih banyak halaman daripada sebelumnya.

Mungkin memang sudah saatnya semangat membaca saya kembali seperti saat SD dulu, yang sepanjang hari libur kerjaannya membaca buku hasil pinjaman dari taman bacaan.

6. Bereksperimen dengan "keitai shousetsu"

Keitai shousetsu diterjemahkan secara harafiah menjadi novel ponsel. Sebenarnya yang saya kerjakan tidak sepenuhnya membuat novel dengan memanfaatkan media telepon genggam, tapi saya sekarang ini sedang mencoba aktif kembali di forum Video Games Indonesia dengan memposting cerita di sana. Rasanya sudah lama sekali semenjak saya terakhir memposting cerita di sana.

Kenapa "keitai shousetsu"? Ini berkaitan dengan "teori" yang baru-baru ini saya simpulkan mengenai keterkaitan antara media membaca dengan bentuk tulisan yang dibaca. Saya menyimpulkan bahwa tulisan (cerita) yang ada di media semacam forum akan jauh lebih banyak dibaca apabila formatnya tidak sama dengan format novel. Dalam artian, kalimat yang lebih singkat dan padat, serta minimalisir deskripsi yang "berbunga-bunga". Saya memperhatikan hal ini dari pengamatan terhadap beberapa postingan cerita di forum VGI, terutama.

Cerita yang saya tulis di forum VGI bisa dilihat di sini. Saya sudah bertekad sejak awal bahwa seluruh cerita ini akan saya tulis tanpa beban ini-itu yang biasanya saya pikirkan dalam menulis draft novel dan saya akan mengerjakan seluruh bagian cerita ini di ponsel saya. Intinya, cerita itu adalah cerita suka-suka yang ditulis dengan norma-norma menulis yang benar, tapi plotnya sendiri mungkin membuat orang "krik-krik".

Jangan menyanjung duluan soal menulis seluruhnya di ponsel ... Saya menggunakan hape Sony Ericsson Xperia X10 mini pro untuk menulisnya. Hape itu dilengkapy keypad QWERTY jadi tentu saja saya tidak perlu jempol super powerful untuk mengetik setidaknya 100-200 kata saja.

Mudah-mudahan hape saya, si Amaguq, tombolnya tidak jadi rusak karena diforsir seperti ini. :|

4 komentar:

Anonim mengatakan...

*siul2*

jdi,,,sudahkah anda menyiapkan jas hujan untuk FF 2011? XD

btw Juu, kmu tahu gag program painting dan sound editing yang gratis tapi cukup apik? :)

Juno Kaha mengatakan...

Uwagh, jas hujan yah? :D :D Adanya poncho eui, gimana? :D

Huurr, kalo gratis mah gak tahu. Tapi paketan Adobe oke jg kalo mau berbayar ...

Hehe.

Anonim mengatakan...

Wou Luar biasa memang developer kita yang satu ini... ^:)^

eri mengatakan...

terima kasih tas postingnya..
senang membaca di blog anda..
kunjungi jg bahan bacaan saya :
jurnal ekonomi andalas