Journey to Miku Expo Indonesia 2014



Seperti yang sebagian orang sudah tahu, saya sebenarnya suka Vocaloid. Nggak mau ngaku sebagai fans, tapi pengetahuan dan kesukaannya ngelebihin orang biasa. :P

Bermula dari tahun lalu.

Tahun lalu, di Facebook dan sosial media tersebar sesuatu yang bernama Mikubook yang saat itu saya kira adalah website untuk polling (saat saya lihat lagi barusan, sepertinya tidak sekedar polling). Polling yang saat itu beredar adalah apakah ingin konser Miku diadakan di negara/kotamu.

Saya mengisi dua kali waktu itu. Yang pertama bertempat di Jakarta, yang kedua bertempat di Bandung, tapi sama-sama masih di Indonesia.

Sewaktu awal tahun ini saya dikabari bahwa May'n akan mengadakan konser di Indonesia, sebenarnya perasaan saya sudah sedikit tidak enak.


Dan rupanya firasat itu benar.

Tak lama setelah berita konser May'n muncul, datanglah kabar resmi bahwa Hatsune Miku akan mengadakan konser di Indonesia! Tanggalnya pun langsung muncul dan lebih bikin galau lagi, tanggalnya cuma selang kira-kira 2 minggu dari konser May'n!

Saat itu, saya sebenarnya sudah memutuskan bahwa saya akan datang ke salah satunya saja karena uang baru saja habis untuk membeli Macbook.

Tapi rupanya memang hidup itu tak bisa ditebak.

Setelah saya memutuskan untuk melepas konser Miku dan memutuskan untuk nonton konser May'n saja dan hanya datang ke exhibition Miku Expo, seorang teman mengontak dan bilang bahwa dia didaulat jadi pembimbing seorang mahasiswa di almamaternya dulu karena mahasiswa tsb tugas akhirnya bikin game (dan teman saya yang sudah S2 itu tesisnya juga bikin game). Nah si mahasiswa itu butuh programmer, makanya teman saya mengenalkan pada saya yang kebetulan juga membantu si teman waktu mengerjakan tesis.

Waktu itu yang terpikir oleh saya adalah: wah, lumayan lah ya buat nombokin beli batere Macbook kemarin ini.

Saya bertemu dengan si mahasiswa ini dua kali. Di pertemuan kedua, dia baru saja selesai mewawancarai seorang narasumbernya di Bandung. Saat itu dia bepergian ditemani seorang temannya yang lain yang ternyata mengambil S2 di ITB. Singkat cerita, saya berkenalan dengan teman sang mahasiswa ini.

Di luar dugaan, ternyata teman sang mahasiswa juga tesisnya game dan dia menemui kendala dengan programmernya yang sekarang lalu bertanya apa saya bisa membantunya juga dalam waktu 2 minggu.

Karena statusnya yang cukup genting dan pekerjaan dari si mahasiswa S1 belum ada kelanjutan, saya nekat mengiyakan.

Dan saya memutuskan untuk membeli tiket konser Miku Expo 2014.

Beli tiket pun ada dramanya.

Saya sengaja menunda-nunda beli tiket, niatnya supaya lebih "cemungudh ea" waktu mengerjakan kerjaan freelance berkah itu. Lalu tiba-tiba muncul pengumuman promo beli tiket di Seven Eleven Jakarta (lokasi tertentu) yang mana dengan beli tiket Silver 800.000 ditambah rice bowl sesuatu dan minuman sesuatu (bukan anak gaul Sevel, maaf) dapat 1 tiket lagi.

Mulai deh saya gencar cari teman untuk barengan tiket itu padahal saya domisili di Bandung. Ngubek-ngubek grup, setiap kali ada yang nanya nyari barengan langsung saya samber nggak tahu malu, tapi rupanya kebanyakan memilih paketan Bronze bukan Silver atau harinya nggak cocok (saya cari tanggal 29, show berapapun).

Sesuai janji pada diri sendiri, hari Senin tanggal 26, saya akhirnya beli tiket bukan promo di RajaKarcis. Nggak ada kendala beli karena udah dua kali beli tiket di RajaKarcis.

... Lalu di grup Facebook muncul orang yang nyariin barengan promo Silver ...

Saya langsung menjerit di komen posting itu dan sekalian nulis "*jeduk-jedukin kepala ke keyboard" (tidak dilakukan di dunia nyata).

Emang nggak jodoh sama tiket promo. Jodohnya sama tiket nggak promo.

Untuk menekan biaya perjalanan, saya pergi bersama rombongan dari Bandung yang dikoordinir grup Vocalovers Bandung. Lumayan hemat, sewa bus, pulang pergi Jakarta-Bandung cukup dengan 90.000 rupiah.

Suasana Dalam Bus

Tentu saja karena berangkatnya bersama orang-orang yang punya minat sama dengan Vocaloid, sepanjang perjalanan obrolannya adalah tentang Vocaloid dan lagu yang diputar pun juga Vocaloid. :))

Ngomong-ngomong, saya lupa memfoto tulisan yang ditempel di kaca depan bus.

Tulisannya adalah: "Rombongan Menuju Altar Miku".

Saya sampai kepengen guling-guling sendiri baca tulisan agak freaky itu. :))

Setelah perjalanan kira-kira 2,5 jam, sampailah rombongan di JCC.

Terlihat dari Kejauhan
Karena saya sudah pegang voucher yang tinggal ditukar dengan tiket, saya langsung ikutan mengantri untuk tukar tiket.

Masuk ke exhibition Miku Expo gratis lho sebetulnya. Tapi untuk mengatur jumlah orang di dalam venue, prioritas memasuki exhibition diberikan kepada pemegang tiket.

Antrian Tiket

Di Dalam Antrian

Phwa~ Setelah akhirnya bebas dari lautan manusia pertama, saatnya foto-foto dengan gambar Miku raksasa di samping gerbang masuk~

Hello Miku!
Saya tidak sempat memfoto bagian antrian memasuki exhibition area. Antriannya tidak kalah panjang dibanding antrian tiket lho.

Oh, look!

Di dalam kita masih ketemu antrian lagi, tapi antrian beli merchandise. Antrian ini terbagi dua sampai saya dan teman jaman SMA dulu yang kebetulan juga pergi hari ini saling titip  beli barang sebelum kita memasuki antrian berbeda.

Antrian

Masih Antrian

Belum Sampai Juga
Saya lebih duluan lolos dari antrian dan ketemu teman saya yang lain, jadi kami berdua jalan-jalan dulu ke booth lain.

Oh, iya di dekat penjualan merchandise ada yang namanya Piapro Wall. Di sini pengunjung boleh mengisinya dengan testimoni, bahkan gambar.

Lapisan Baru

Lapisan Baru, 3 Jam Setelah Dipasang

Gambar Kagamine Rin-nya Bagus :D
Salah satu booth yang menarik perhatian saya adalah booth mobile experience di mana para pengunjung bisa mencoba memainkan game Android bertemakan Miku. Saya juga mencoba, dan ini game memang buat penggemar Hatsune Miku banget. :)) Yang nggak suka sih kemungkinan besar susah memahami.

Saya malah lebih tertarik dengan collectible card untuk di game ini, makanya saya foto collectible card yang dipajang juga di booth mobile experience.

So much Shuujin artwork :v

Mayoritas Megurine Luka dan Meiko

Mayoritas Kagamine Len
(tapi kok ada Megurine Luka lagi? Sengaja deh ini kayaknya :)) )

Sekai de Ichiban Ohime-sama, Hatsune Miku

Meja booth dan testing device
(wajib pake headphone karena lagu adalah fitur utama game-nya)
Booth mobile experience ini ada di paling ujung, jadi setelahnya tidak ada booth lagi.

Tapi tidak ada booth lagi bukan berarti kesenangannya berakhir di sini!

(agak creepy sebenarnya buat saya)

AAAAAAAAA!!!
(scale figure Meltdown dan World is Mine)

Another AAAAAAAAAA!!!
(scale figure Hatsune Miku, lupa edisi apa aja)

Nendoroid
(selalu sedih mengingat Kagamine dijual terpisah;
yang mana butuh duit lebih banget buat ngelengkapin)

*menahan diri gak mecahin kaca etalase dan ngambil
Petit Nendoro Aku no Musume dan Aku no Meshitsukai

"Oooh, jadi software asli itu kayak gini kemasannya!"
- saya, orang yang udah kebanyakan beli software bajakan

Game Project Diva dan Controller HORI Harga Bikin Bokek

Novel, DVD/Blu-ray, dan CD album
Masih ingat tulisan yang ditempel di kaca depan bus rombongan dari Bandung? "Rombongan Menuju Altar Miku"?

Kayaknya sebenarnya tulisan itu tidak salah-salah amat. Di ujung lokasi exhibition berdirilah ...

The World's Virtual Diva, Hatsune Miku!
Katanya, patung Wing Miku ini (bukan saudaranya Gundam Wing) dibuat dengan skala 1:1. Saya pribadi agak kurang percaya sih kalau ini 1:1, soalnya seingat saya Miku tingginya 160an senti dan patung ini kayaknya nggak 160an senti. Tapi entah juga sih, susah memastikannya karena tidak boleh mendekat, apalagi sampai naik ke podium berdiri ngukur tinggi badan di sebelahnya.

Teman saya akhirnya lolos dari antrian dan kita duduk sejenak untuk membagi-bagi barang titipan. Plus bayar, tentu saja.

Ketika sedang duduk di dekat patung Miku ini, ada seseorang yang membuka laptopnya. Lalu dia mengeluarkan ... Occulus Rift. :v :v :v

Saya bengong sesaat. Pertama, itu Occulus Rift. Untuk orang yang keseharian dunianya berkisar di game dan programming, Occulus Rift barang yang levelnya "Sesuwatu-Banget-Kalo-Lu-Punya".

Kedua, orang tersebut membuka aplikasi yang menampilkan model 3D Miku. Saya pernah baca sekilas di Facebook kemarin bahwa ada orang yang mengintegrasikan teknologi Occulus Rift dengan Hatsune Miku. Apakah saya sedang melihatnya sekarang?

Orang yang membuka laptop itu--orang Jepang ternyata, dan kaosnya bertuliskan "Suporter Miku dari Jepang"--mengundang orang-orang yang lewat di sekitar sana untuk mencoba Occulus Rift itu. Temannya, sesama orang Jepang lain (jadi benar rumor yang saya dengar bahwa ada orang Jepang yang datang ke acara ini!) setelah neriakin si pemilik laptop dengan suara super kenceng (kelakuan anime banget gak sih itu? :)) ) ikut membantu peminat memasang Occulus Rift dan membantu temannya kalau terjadi apa-apa dengan programnya.

Pencoba Pertama
Ekspresi si oknum Pencoba Pertama itu priceless. Tampang kagetnya beneran kaget sekaligus sumringah. Kayaknya si orang Jepang juga seneng ngeliat ekspresi kagetnya oknum Pencoba Pertama itu.

Setelah Pencoba Pertama, pencoba selanjutnya berdatangan. Salah satu Pencoba cukup kreatif mengarahkan kamera hingga lebih dekat dengan kaki model 3D Miku di aplikasi, sampai saya dan si orang Jepang-2 heboh dan ngedorong-dorong bahu si Pencoba supaya berlutut dan nggak ngeliat ke "daerah terlarang".

Saya sempat mengobrol sedikit dengan "Suporter Miku dari Jepang" yang membawa laptop itu, saya tanya bikinnya pakai apa dan berapa lama bikinnya. Dia mengaku itu bukan buatannya dia, tapi buatan temannya. Dia cuma bawa buat nunjukin aja.

Obrolan ini somehow berakhir dengan cara yang tidak terduga: tiba-tiba beliau memberikan kotak kecil yang diambil dari ranselnya ke saya dan teman saya. Saya dan teman saya sampai bingung dan bengong kenapa tiba-tiba dikasih barang begini, mana barangnya bukan jenis oleh-oleh biasa tapi figure Graphig ABS pula!

Lain kali saya ke event beginian dan dengar ada orang Jepang, saya kayaknya harus siap-siap sesuatu yang cukup ringkas dan bisa diberikan untuk oleh-oleh ke mereka. :v :v :v Serius, nggak nyangka kenapa berakhir dikasih tanpa bisa ngasih balik gini.

Dan orang Jepang itu tidak pernah berhenti bikin kejutan kayaknya. Selesai Occulus Rift, datanglah seorang cosplayer yang ... tidak biasa. :))

Kebetulan saat itu ada tiga orang anak yang cosplay jadi Miku dan menuju ke dekat patung Miku, langsung oleh si orang Jepang disuruh berpose bersama temannya yang cosplay jadi Miku.

We are--uh--Pretty Soldiers!
(um ...)
Masalahnya dengan cosplay si orang Jepang cuma satu sebenarnya: DIA COWOK! :)) :)) :)) Masalahnya cuma satu tapi masalah banget! :)) :)) :))

Tapi luar biasa niat, harus dikasih acungan jempol deh.

Di acara seperti ini, tentu saja cosplayer bertebaran di mana-mana. Dan seperti yang sudah-sudah, saya hobi berburu cosplayer di acara seperti ini, apalagi kali ini tidak lagi pakai kamera handphone tapi pakai kamera digital beneran (jadi nggak perlu khawatir batere handphone habis; apalagi saya tidak punya power bank).

Megurine Luka dari Just Be Friends
Sebetulnya cosplayer Luka itu pakai kacamata, jadi dia lepas dulu waktu mau difoto. Saya sempat mau nyari dia lagi dan ngasih rekomendasi buat sekalian cosplay jadi Megurine Luka yang emang pake kacamata (ada di game Project Diva F, kostum Luka untuk lagu berjudul Megane).

"Shinkai shoujo madamada shizumu"
Hatsune Miku dari Shinkai Shoujo

Kagamine Rin dan Gumi dari Matryoshka

Mereka bertiga plus dua orang cosplayer lagi bikin dance cover Happy Synthesizer juga lho. Videonya di sini. Sayang kayaknya yang hafal gerakannya dari awal sampai akhir cuma yang jadi Rin (jaket oranye).

Not sure yang kiri, tapi
yang kanan itu jadi Kagamine Rin kostum Ougetsu
untuk lagu Tengaku dari Project Diva F

Not sure dari apa,
saya kira dari Kuro Chikai ~Himitsu~ tapi kayaknya bukan

Hatsune Miku dari Romeo to Cinderella
Dan setelah memfoto ini, saya semakin yakin patung Wing Miku adalah apa yang dimaksud dengan "Altar Miku".

Apa yang kalian lakukan ...?

THERE ARE WORSHIPPERS TOO?!?!?!
Memang saya sempat melihat waktu cosplayer Miku-McDonald itu datang bersama temannya yang membawa-bawa guling/boneka/apalah negi (daun bawang) raksasa itu, tapi saya sama sekali tidak menyangka bakalan dipakai untuk beginian! :)) :)) :)) GELO KALIAN! GELOOOOO!!!

Sekarang beralih ke sisi lain exhibition, yaitu bagian galeri.

Sebenarnya saya memfoto semua ilustrasi yang dipajang di galeri, tapi kemarin setelah saya sortir ulang, saya memutuskan hanya memasukkan beberapa foto gambar saja.

Melancholic (official illustration setahu saya sih)
Ilustrasi berukuran terbesar dari semuanya

Yang di bawah ini adalah semua ilustrasi Vocaloid yang--kalau tidak salah--digambar dalam rangka Magical Mirai 2013. Semua ilustrasi digambar oleh KEI, yang juga ilustrator resmi yang mendesain Hatsune Miku pertama kalinya (menyusul "adik-adik"-nya: Kagamine Rin-Len, dan Megurine Luka).

KAITO

MEIKO

Megurine Luka

Kagamine Len

Kagamine Rin

Hatsune Miku

View sedikit dari samping
Jika diperhatikan, tepian setiap ilustrasi sengaja diberi warna sesuai dengan warna yang menjadi ciri khas masing-masing karakter: hijau algren untuk Miku, kuning untuk Rin, oranye untuk Len (kadang kedua Kagamine diberi warna sama-sama kuning), pink untuk Luka, merah untuk MEIKO, dan biru untuk KAITO.

Sekarang ... menuju konser!

Ada 3 show untuk konser ini, Show 1, tanggal 28, dan Show 2 dan 3 yang tanggal 29.

Saya mengambil Show 3. Tapi bus berangkat dari Bandung jam setengah 7 pagi, jadilah saya banyak jalan-jalannya dan duduk-duduknya.

Konon katanya ... ada seorang pengunjung yang bahkan datang ke JCC jam 2 dini hari, parkir mobil di dekat venue dan dia tidur di dalam mobilnya sebelum mengantri ketika pagi datang. :v Katanya demi membeli Nendoroid Snow Miku (yang di hari pertama, 15 menit begitu gerbang dibuka langsung habis).

Jadi saya berangkat jam setengah 7 pagi dari Bandung itu nggak aneh sama sekali kan?

Demi mendapat tempat di depan, para pemegang tiket Bronze dan Silver (dua-duanya free standing, tapi Silver dapat kursi ternyata, tapi tetap first come first serve) membuat antrian 4 jam sebelum pintu dibuka.

Budayakan Mengantri
Saya lebih nggak bisa tenang kalau disuruh ngantri gini. Masih 3-4 jam lagi dan nggak ngapa-ngapain selain duduk itu rasanya nggak banget kalau lagi di acara kayak begini. Makanya saya sehabis mengantri sebentar, saya kabur lagi, cari-cari cosplayer (dan menemukan kejadian persembahan negi raksasa itu). Waktu itu saya pikir, "Terserah deh kalo akhirnya gak dapat tempat bagus. Daripada gak dapat kenang-kenangan ngeliat cosplayer gara-gara duduk ngantri 3 jam."

Tapi ternyata saya cukup beruntung.

1. Pemegang tiket Silver betulan diberikan kursi, jadi masih ada jarak lah antar baris penonton.
2. Petugas di dalam mengisi kursi dimulai dari sayap kiri, saya yang datangnya bukan yang paling awal jadi malah dapat di deretan tengah. YES.

Ini foto sesaat sebelum konser dimulai:

SO BRIGHT AHHH!
Sebelum konser dimulai, selain pengumuman untuk mematikan atau men-silent handphone tentu saja ada iklan di layar kiri dan kanan. Iklannya sih iklan KARENT, label musik untuk beberapa album Vocaloid. Setiap kali iklan mencapai bagian lagu World is Mine, penonton langsung berteriak seolah-olah konser sudah akan mulai. :P Kejadian sampai 5 kali mungkin ada.

Soal konsernya ...

... saya ... TERPUKAU!

Saya tukang koleksi konser Hatsune Miku dari 2010 (tapi terakhir 2012, belum mencari lagi) jadi bisa dibilang saya sudah punya antisipasi tersendiri akan apa yang saya lihat di konser.

Tapi ternyata konser kali ini berbeda dari yang pernah saya lihat. Cara proyeksinya berbeda, visualisasinya berbeda, bandnya berbeda, cara perkenalan para Vocaloid dan anggota band-nya berbeda.

Karena tidak boleh memfoto apalagi merekam selama konser berlangsung, saya kasih saja link salah satu liputannya. Monggo diintip beberapa foto performancenya.

Di dalam, saya sempat iseng waktu KAITO muncul, saya teriak, "KAITO NII-SAAANN!"

Tahu-tahu di baris depan saya, ada mbak-mbak teriak juga, "KAITO NII-SAMAAAAAAAAAAA!!!"

Saya langsung dalam hati teriak, "AMPUN MBAK! AMPUN! SAYA MENGAKU KALAH!!!" :))

Sebenarnya ini baru saya dengar pasca konser, dari teman-teman saya yang bertempat duduk di Gold dan Platinum:

1. Meiko kenapa dadanya bouncy, distraksi super.
2. Bagian ending lagu kedua Rin, Kokoro, ngena banget ketika Rin maju sambil ngulurin tangan.

Komentar saya ke teman-teman saya: KOK SAYA NGGAK KELIATAN SEMUA ITU?!?!?!

Agh, pasti ini karena duduknya di Silver. :v Tapi yo wis lah. Tahun-tahun depan harus lebih siap menghadapi kedatangan Miku ke Indonesia.

... Atau siap-siap menghampiri Miku di Sapporo sekalian ...?

Sekeluarnya dari konser, saya jadi percaya dengan salah satu update status di Facebook:

Buat yang belum nonton konser Miku, jangan nonton! Nanti kepengen nonton lagi kayak saya!!! :))

Saya sekarang setuju dengan pernyataan itu. :))

Suasana pasca konser
 Dan Tim Bandung kembali mengadakan foto bersama (saya tidak memfoto yang pertama karena ikutan megangin huruf).

"TERIMA KASIH
HATSUNE MIKU"
Rencana untuk berfoto itu sudah dipikirkan oleh koordinator transportasi Tim Bandung waktu saya memposting usulan serupa di grup Facebook.

Dan ada kejadian yang saya sampai tidak sempat memfoto, saking kerumunan penuh di sekitar sana.

Salah satu anggota Tim Bandung mengenali event organizer/promotor Miku Expo 2014 dan mengucapkan terima kasih secara langsung kepada ybs. Sang EO/promotor sampai menangis terharu dan bertanya, "You noticed me?" dan setelah ada yang berteriak "Otsukaresama deshita!" pengunjung yang masih berada di sekitar sana bertepuk tangan.

PHWAAA~

Satu hari yang luar biasa dalam hidup saya!

Saya sampai Bandung jam 1 malam dan dua hari berikutnya siklus tidur saya terganggu makanya postingan ini baru selesai sekarang.

Oh, foto terakhir. Inilah barang-barang yang saya beli/dapat selama Miku Expo 2014.

Loot Items
Kaos itu saya beli impulsif berkat potongan harga di tanggal 29 malam dari 200 ribu menjadi 150 ribu (aduh maaf mental diskonan banget deh saya ...).

Japanesque Towel (tenugui; yang warna biru atas tengah itu) itu memang incaran dari awal.

Poster itu memang diberikan secara cuma-cuma kepada mereka yang menonton konser.

Tumbler yang masih di dalam kardus itu untuk teman sekantor saya.

Dan yang terakhir, pemberian "Suporter Miku dari Jepang", Graphig A B S. Untuk yang satu itu, saya berniat memfotonya bersama salah satu Nendoroid saya lalu mengirim fotonya ke sang pemberi. (Itu sebabnya kenapa saya menanyakan nickname Twitter beliau). :P

Komentar

Saiko Blog mengatakan…
wahahah, katanya sehabis show 3 sebelum pulang bang kaz juga mau ngordinir "peritualan" di altar miku, tapi keburu diusir sama pa satpam :v

ngomong2 yang cosu Miku McDonald itu kapan yah, wah saya ngga lihat
Juno Kaha mengatakan…
@Saiko Blog: Yang cosu Miku McDonald itu tertangkap masuk venue sekitar jam 3.30-4an, ketika antrian baru sampe ambang pintu masuk JCC. Dia bareng sama temennya cowok yang ngebawain negi raksasa itu.

Sekitar 15 menit setelah Miku McDonald masuk, itu ritual terjadi.

Hehe.
Anonim mengatakan…
katanya kemaren di standnya miku expo ampe pecah ya kacanya :v wah indonesia banget tuh wkwkwk terlalu greget !
Juno Kaha mengatakan…
@Anonim: Nah, itu gak liat saya yang sampe pecah. Brutal amat sampe pecah ... :v Daerah jualan merchandise kali yah yang padat melulu. Daerah etalase yang ada sejarah Miku kayaknya jarang ada yang sampe berjubel di depan sana.

Hehe.
Unknown mengatakan…
Wah di atas ane nemu foto ane :v

Btw masalah kaca pecah itu sebenernya temen ane, dia senderan ke kaca pas mau mbayar, kacanya nggak kuat, terus pecah deh....
Kejadiannya habis show terakhir, jam 9-an kalau nggak salah.
Juno Kaha mengatakan…
@Vino: *dan aku tetap tak tahu yang mana dirimu :v

Gubraks. Ternyata masih temanmu tho. :)) Dia gak sampe kena pecahan kacanya kan? Stamina habis di ruang konser tuh kayaknya sampe sandaran gitu. :v

Hehe.
Saiko Blog mengatakan…
wah sial sekitar jam segituan ane malah disuruh beli air oksigen diluar yang harganya cukup untuk beli 2 bungkus lontong padang :v (padahal ukurannya 600ml)


hoooo jadi ada "insiden" toh di jam setelah konser show terakhir, waktu itu sebelum pulang sempet denger ada ribut-ribut di daerah timur tempat merchandise dijual,pantes satpamnya ngusir :v soalnya takut dimungkinkan memancing insiden lain yaitu hilangnya patung altar miku, dan akhirnya ritual pun gagal, sudahIAh :v

Postingan populer dari blog ini

Simple Notes: Fiction Junction (Character Part 1: Classification)

[Resensi] Valharald