"Hermit Week" - Ketika Menjadi Satu-satunya Penghuni Rumah

Jadi sesungguhnya semingguan kemarin, dari tanggal 30 Juni siang hingga 7 Juli siang, saya ... sendirian di rumah.

Maksudnya betulan sendirian di rumah, bersama dengan dua ekor landak putih peliharaan, karena ibu dan adik saya pergi ke Bali mengunjungi ayah yang sejak tiga bulan lali bekerja di sana. :P

Lalu hari Rabu, tanggal 2 Juli, saya terpikir untuk iseng-iseng mendokumentasikan apa makanan harian saya selama sendirian di rumah, karena ... yaa, karena selama ini saya belum pernah kost atau tinggal sendiri dalam bentuk apapun yang mengharuskan saya memasak sendiri, jadi bisa ditebak deh kemampuan memasak saya seamburadul apa.




Biasanya saya dapat makan siang di kantor, tapi karena sedang bulan puasa, saya harus bawa bekal sendiri untuk makan siang.

2 Juli 2014 - bekal makan siang

Bekal kali ini adalah sandwich isi telur ceplok, daging asap, tomat, dan keju, dengan tiga lembaran roti tawar.

Susunan lapis bawah

Susunan lapis atas
Tomatnya cuma satu itu yang potongannya benar. Telur ceploknya terlalu kering karena saya pakai wajan kecil dan minyak goreng (biasanya saya pakai margarin/mentega, tapi yang terlihat di rak dapur--saat membuat telur ceplok ini--margarin/mentega yang sudah habis). Belum selesai dengan semua itu, keju dan daging asapnya saya panaskan pakai oven toaster dan kelamaan, sehingga kejunya agak menjurus gosong ...

Saya tidak pakai saus tomat, ngomong-ngomong. Saya pikir karena sudah pakai tomat, mungkin tidak usah pakai saus tomat karena sesama tomat.

Rasanya memang sesama tomat sih, tapi kalau pakai tomat lebih berair.

2 Juli 2014 - makan malam

Saatnya ... UDON INSTAAANNN!

100% instan
Jadi demi menjaga supaya jangan sampai nasi yang saya masak jadi basi, selama di rumah sendirian ini saya memasak nasi di pagi hari saja untuk 2-3 kali makan. Kalau paginya saya tidak masak nasi maka seharian tidak makan nasi.

Itu sebabnya, makan malamnya udon instan.

3 Juli 2014 - bekal makan siang

Hari ini masak nasi untuk bekal makan siang~~~

Nasi dan lauknya
Sekedar info, lauk untuk bekal makan siang kali ini sangat campur aduk. Sebelum pergi ke Bali, ibu saya menyiapkan mackerel kalengan dan sudah dimasak terlebih dahulu dan sudah dimakan lebih dahulu sebelum tanggal 30 Juni, jadi di tanggal 3 ini mackerel-nya tinggal sisa sepotong, 1/4 badan ikannya lah kurang lebih.

Karena tanggung, saya keluarkan si mackerel 1/4 itu untuk jadi lauk bekal, lalu saya combo dengan kentang balado kering (yang di beberapa tempat kok disebutnya "kentang mustofa" entah untuk alasan apa) dan kacang merah dimasak balado kering juga.

Asal muasal kentang kering dan kacang merah goreng itu adalah dari sekotak nasi bungkus yang diantarkan ke rumah, mungkin sekitar tanggal 20an Juni. Kotak nasi bungkus syukuran khitanan.

Saya masih sehat kok sampai sekarang, jadi lauknya memang tahan lama sih.

Jika gambar di atas di-zoom, Anda bisa melihat si mackerel ada di bagian paling bawah, yep.

3 Juli 2014 - makan malam

Karena paginya makan nasi, malam juga makan nasi.

Fuyunghay
Ada stok fuyunghay/puyunghai (ya itulah, entah gimana sih nulisnya yang bener) di kulkas, jadi malam ini akhirnya saya makan juga.

Ketika memanaskan sausnya, sepertinya saya membuat gumpalan gosong di dasar pancinya. Saya kira karena sudah pakai api paling kecil, sausnya tidak usah diaduk. :P Ternyata tetap harus diaduk.

Sisa nasi saya masukkan kulkas supaya tidak basi.

4 Juli 2014 - bekal makan siang

Apakah ketika mencapai bagian post ini ada yang mulai bertanya-tanya apa gerangan sarapan pagi saya kenapa tidak pernah diposting?

Sarapan pagi saya cuma sereal, karena tidak istimewa, tidak saya foto maupun posting di sini.

Sandwich lagi~
Saya lupa apakah gara-gara saya bangun kesiangan atau saya kapok dengan telur ceplok gagal kemarin, kali ini saya memutuskan menyederhanakan isi sandwich saya.

Saus putih itu adalah mayones manis, kebetulan masih ada 2 sachet, saya pakai satu. Yang satu lagi cuma pakai saus tomat, karena tomat yang cuma sebutir itu sudah habis.

Dan kali ini saya putuskan memakai 4 lembar roti. Hanya untuk alasan supaya lebih kenyang saja.

Saya jadi paham kenapa ada orang yang semua jenis masakan dikasih tambahan mayones lagi setelah makan sandwich versi ini: karena mayones manis itu memang banyak padu padannya.

Lain kali ada Anda beli mayones manis--harus ada label "manis"-nya karena kalau tidak, mayonesnya hanya mayones biasa--cobalah menggunakannya untuk makan bala-bala. Enak lho.

4 Juli 2014 - makan malam

Masih ingat dengan nasi sisa kemarin?

Saya memutuskan untuk membuatnya jadi nasi goreng, tapi tanpa kecap dan pakai keju (nasi goreng macam apa itu???).

Bertemu lagi dengan kentang dan kacang
Hasil akhirnya adalah KURANG ASIN.

Saya iseng mengocok telurnya dengan tambahan susu, berhasil membuat teksturnya agak lembut, tapi kurang garam.

Saking kurang berasanya si nasi, saya memutuskan untuk sekalian menghabiskan si kacang merah dan kentang sebagai penambah rasa.

Rasanya saya di ambang membuat masakan agak mirip yang di restoran pasta dekat kampus, tapi mungkin itu cuma perasaan menghibur diri belaka ...

5 Juli 2014

Ups, tidak ada foto makanan untuk hari ini.

Paginya, saya kesiangan padahal ada janji dengan teman, jadi saya sepertinya kembali makan sereal.

Siangnya, sembari menemani teman saya nebeng internetan di rumah, saya makan jeli sampai agak kenyang.

Malamnya, kalau tidak salah saya makan fuyunghay/puyunghai lagi dan karena bentukannya masih mirip-mirip dengan yang foto sebelumnya, tidak saya foto lagi.

6 Juli 2014

Kali ini saya mengambil satu foto, tapi hanya makan malam. Saya lupa apa makan siang saya di tanggal ini.

Lagi, 100% instan
Makan malam kali ini adalah mie instan, pake telor!

Setelah bertanya pada ibu saya, saya mendapati bahwa masih ada simpanan mentega dan ketika dicek, mentega di rak ternyata masih ada meskipun untuk mengeluarkannya butuh pencet sana sini seperti mau mengeluarkan sisa odol terakhir dari tubenya.

Tuh kan saya bilang apa! Kalau pake mentega, telor mata sapi gak gosong atau kering pinggirnya! HAHA! Gitu aja bangga.

7 Juli 2014

Siangnya ibu saya pulang, tapi saya tetap harus sarapan dan siapin makan siang kan?

Fatalnya ... selain lupa difoto ...

SAYA LUPA NYUCI WADAH DALAM RICE COOKER!

Alhasil ketika saya buka rice cooker yang kosong itu, sisa nasi kering masih menempel di dasarnya. Padahal biasanya nasi kering itu baru lepas setelah saya rendam air semalaman.

Karena saya pikir--buntutnya setelah ibu saya pulang, dia bilang memasak nasi biarpun ada bekas nasi keringnya tidak masalah--tidak mungkin memasak dengan bekas nasi kering begitu, saya buru-buru ke warung dekat rumah untuk beli lauk sekalian nasinya.

Dan saya lupa memfotonya, benar sekali.

Malamnya, karena ibu saya sudah pulang, saya tidak makan puyunghai/fuyunghay stok kulkas lagi.

Seminggu sendirian di rumah, beberapa hal yang saya dapat:

  1. Paham banget kenapa bisa ibu-ibu bingung mau masak apa untuk hari ini.
  2. Paham banget kenapa teman saya bisa seminggu tiga kali makan mi instan.
  3. Suka menyimpan stok makanan itu sebenarnya bagus.
  4. Lain kali mau bikin "food diary", saya harus langsung posting supaya tidak lupa dan sebaiknya saya memanfaatkannya untuk sekalian mencoba bereksperimen dengan kamera digital.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Simple Notes: Fiction Junction (Character Part 1: Classification)

[Resensi] Valharald