Yak, kembali lagi dengan posting terkait event.
Berbeda dengan tahun lalu di mana saya lebih berkutat di areal Anime Festival Asia (AFA), tahun ini saya lebih banyak berkutat di areal Indonesia Game Show (IGS) yang, seperti tahun lalu, diadakan bersebelahan di hari yang juga sama.
Apa gerangan yang saya lakukan di Indonesia Game Show, by the way?
Jadi saya sebenarnya diajak berpartisipasi dalam lomba Game Developer Award yang diadakan oleh penyelenggara IGS. Hitungannya iseng-iseng ikutan, yang di-submit adalah game tesis teman saya, dimasukkan ke kategori amatir. Saya diajak ikutan karena saya programmer yang membantu pembuatan game tesisnya. :P
Cilakanya, hari Sabtu 16 Agustus 2014, teman saya yang berdomisili di Jakarta itu sedang berada di Bali dan tidak bisa datang untuk presentasi. Akhirnya saya lah yang ke Jakarta untuk presentasi.
Singkat cerita, setibanya di lokasi acara, saya masuk ke area IGS dengan bermodalkan kalimat: "Ada name tag peserta untuk peserta Game Developer Award (GDA)? Kalau ada, ambil di mana ya?"
Karena saya yakin dengan sepenuh hati bahwa yang namanya "peserta lomba" itu bisa masuk tanpa bayar tiket, apalagi saya dengar tiket AFA bisa dipakai untuk masuk ke IGS juga (saya memang berniat ke AFA juga jadi saya beli tiket Exhibition only).
Ini penampakan booth yang disediakan untuk peserta lomba GDA:
 |
| Masih dalam persiapan |
Waktu awal tiba di booth ini, saya tidak kenal siapa-siapa dan satu-satunya cara supaya tidak terlalu canggung adalah ... nekat kenalan dengan orang baru. :))
Saya berkenalan dengan dua anggota tim minimo yang gamenya dibuat pakai Unity dan sudah bisa dibilang 90% selesai (tinggal masalah advertising dan in-app purchase). Setelahnya saya berkeliling untuk memfoto meja peserta lain.
 |
Kalau melihat screenshotnya,
horor seram ini gamenya ... |
 |
| Persiapan yang matang dan lengkap dari tim Mojiken! |
Berdasarkan kertas pengumuman yang ditempel di dinding booth, saya rupanya kebagian presentasi jam 16.45. Padahal saya mengambil foto di atas sekitar jam 10.00an pagi.
Saya keluyuran ke beberapa bagian lain dari IGS, tapi tidak banyak mengambil foto karena sebagian besar adalah booth game online atau booth produk semacam NVidia. Ini dia beberapa fotonya:
 |
Panggung utama
(saya kira bakalan disuruh presentasi di sana, untungnya bukan) |
 |
Mau mencoba main The Last of Us edisi PS4?
Sayangnya game itu lumayan gore, padahal ada pengunjung
yang masih di bawah umur. |
 |
| Uiii, ada cosplayer juga di IGS! |
Untuk yang terakhir, tentang cosplayer di area IGS, ternyata ada lomba cosplay karakter film yang diselenggarakan oleh Cinemags. Saat saya sudah mau pulang, saya menemukan ada cosplayer dari film Kick Ass tapi saya sudah keburu menyimpan kamera dalam tas jadi tidak memfoto mereka. :v
Berbeda dengan IGS tahun lalu yang menggunakan Cendrawasih Room dan sebagian selasarnya, IGS kali ini hanya menggunakan Cendrawasih Room dan menyisakan ruang kosong di daerah selasarnya.
 |
| Selasar yang tidak dimanfaatkan |
 |
| Saya pengen lari dan menerjang dia, entah kenapa ... |
Sebenarnya ini hal yang disayangkan, kalau menurut saya pribadi.
Selama berada di dalam ruangan, saya sejujurnya terganggu dengan suara keras dari booth lain yang kadang gedombrangan gak karuan. Padahal booth GDA itu isinya adalah demo game yang mana pengunjung boleh mencoba lalu pengunjung yang mencoba bisa bertanya atau developer yang berada di booth bisa meminta feedback atau pendapat dari pengunjung. Dengan kebisingan yang terjadi di dalam Cendrawasih Room, saya ngobrol dengan teman saya saja harus menaikkan volume suara, itu pun masih sering perlu diulang-ulang.
Padahal kalau booth GDA ditempatkan di selasar luar Cendrawasih Room, tidak perlu sampai harus setengah teriak untuk interaksi antara pengunjung dengan penjaga booth karena suara dari dalam ruangan tidak sampai ke selasar.
Sekarang, saatnya menggelinding ke tetangga sebelah~ AFA~
Dibandingkan dengan tahun lalu, massa di dalam lokasi AFA tidak terlalu padat sampai mirip kolam ikan lele. Pihak penyelenggara belajar dari pengalaman silam dan menerapkan flow control untuk memasuki area AFA. Sepertinya.
Di bagian Creator's Hub sih tetap penuh. :v
Penemuan yang sampai saya foto dari berbagai sisi adalah ... mobil Miku!
 |
| Sisi kiri |
 |
| Sisi belakang |
 |
| Sisi kanan, agak belakang |
 |
| Bagian depan |
Harusnya saya nekat menyuruh salah satu cosplayer Miku yang berada di dekat sana untuk berpose di depan mobil ini. [>_<]
Menuju Creator's Hub, saya dari awal sudah berencana membeli Only Human volume 2 (dan menemukan kakaknya pengarangnya Only Human juga jualan light novel), jadi saya terjun ke kerumunan padat merayap di Creator's Hub.
Ada beberapa hal yang menarik di Creator's Hub:
 |
Area nge-DJ yang tahun lalu ada di luar,
sayang hari Sabtu DJ Kazu jadwalnya sore |
 |
Apakah itu ... Occulus Rift?
Bukan, itu head mount display punya Sony |
 |
Kalau pakai alat itu berasa jadi manajer beneran kayaknya,
masuk ruangan disambut para idol~ |
 |
Iseng memotret belanjaan salah satu pengunjung;
tenang, gak semua barang dagangan di sana kayak begini ... |
Seperti yang sudah diketahui, event seperti AFA adalah saatnya berburu foto cosplayer. Karena takut terlambat presentasi, saya tidak berlama-lama di AFA dan lebih banyak nongkrong di IGS, tapi saya berhasil mendapatkan beberapa foto cosplayer.
 |
| Gundam ini isinya beneran ada orangnya! |
 |
Not sure dari anime/manga/game apa,
tapi kostumnya keren dan niat |
 |
| ARALE!!! |
Sekitar jam 2 siang, saya kembali ke area IGS, was-was menantikan giliran presentasi. Untungnya ada beberapa teman yang datang berkunjung, jadi saya ada teman ngobrol meski cuma sebentar. Beberapa dari mereka sengaja mampir setelah selesai menghadiri nikahan seorang teman (di tanggal 16 Agustus itu, sebenarnya ada teman seangkatan kuliah yang menikah, tapi saya tidak menghadirinya ...), beberapa lagi memang jalan-jalan ke AFA dan sekalian mampir ke IGS.
Bagaimana dengan presentasinya?
Lumayan lancar! Saya sempat tegang apakah juri bakalan memencet salah satu tombol item dalam game yang saya perlihatkan atau tidak karena baru hari itu saya menyadari kalau salah satu tombol membuat gamenya crash ketika ditekan. Untungnya sih tidak ada yang memencet tombol itu jadi gamenya tidak crash.
Tapi peserta lain memang karyanya lebih mantap, jadi kali ini saya dan teman saya belum berhasil menjadi pemenang di kategori apapun.
Pengumuman pemenang lomba Game Developer Award bisa dilihat di
sini.
Komentar