Kamis, 04 Desember 2014

HelloFest 10

Berjumpa lagi dalam postingan blog yang "telat-banget-lu-kenapa-baru-post-sekarang".

Kali ini saya jalan-jalan ke HelloFest 10! Diselenggarakan di area Tennis Indoor Senayan.


Saya dan satu teman saya berangkat dari Bandung pukul 7 pagi, dengan travel yang tidak biasanya kami pakai dan tarifnya terhitung murah untuk ukuran travel (untuk menyeimbangkan dengan tarif travel pulang yang harganya astaganaga mahalnya). Selain bukan travel yang biasa saya pakai, pool tujuan kami di Jakarta juga berada di wilayah yang asing, yang menurut teman saya yang biasa pergi ke Jakarta untuk nonton teater JKT48 di fX: cukup naik busway satu kali dari Sarinah kok buat ke Senayan.

Saat turun, saya sempat kehilangan arah. :v Dan Google Maps tidak membantu karena dia tidak menunjukkan dengan benar saya sedang menghadap ke arah mana, plus saya tidak tahu jalan mana adalah jalan apa di Google Maps.

Jadinya usaha terakhir kami adalah ... tanya tukang gorengan setempat. Ternyata kami turun tidak jauh dari terminal busway dan alih-alih terminal Sarinah seperti yang dibilang teman saya, terminal itu adalah terminal Tosari.

Setelah berkutat dengan Flazz yang sepertinya ke-tap dua kali waktu giliran teman saya, kami sukses naik busway.

Ternyata busway cukup nyaman kok (kata teman saya: "Kamu beruntung naik pas lagi jam sepi, bukan pas rush hour ato ibu-ibu-pulang-pasar  hour!") dan setiap terminal ada pemberitahuan yang cukup jelas.

Setibanya di Senayan, kembali berjalan sambil tebak-tebak arah. Beberapa kali ke Senayan, saya perginya ke JCC untuk acara seperti IGS, AFA, Popcon, dan Miku Expo. Ini pertama kalinya saya menuju Tennis Indoor Senayan.

Mendekati lokasi penjualan tiket, langsung ketemu dengan ... calo tiket.

"Tiketnya, Mbak~ Antrinya panjang~" - ucapan wajib calo tiket

Tapi saya dan teman saya sudah beli tiket pre-sale di Indomaret dan TIKET BOOTH SEPI. Bohong itu calo semua. :v


Sementara teman saya mengantri, saya mampir ke stand Bank Mandiri tak jauh dari loket untuk beli tiket. Karena konon katanya transaksi di HelloFest menggunakan eMoney Mandiri ini, saya beli saja sekalian daripada ribet lagi di dalam terlepas dari konon katanya banyak penjual yang berniat tetap menggunakan uang cash saat transaksi.

Dari beberapa desain kartu saya memilih yang terasa paling ... "etnik". CMIIW, kalau saya tidak salah sih pakaian yang dipakai si orang di kartu adalah baju dari Kalimantan.


Nah, yang saya foto ini adalah antrian masuk karena ternyata pintu gerbangnya belum dibuka.

Jadi kalo yang akhirnya beli di calo karena keburu keder sama antrian ...

... ZONK!

Mohon maaf, tapi Anda baru saja termakan bujukan calo.


Ini sekilas petunjuk arah yang ada di bagian dalam HelloFest.


Itu ... platform yang sangat menggoda untuk dipakai ajang foto-foto.

(Belakangan saya lihat, memang banyak orang yang berfoto dengan memanfaatkan platform itu, orang biasa maupun cosplayer.)

Nah, dari arah pandang seperti di atas, tenda pertama yang kami tuju adalah tenda yang dilabel "Polar A" di kiri dari platform Kostumasa itu.


Sudah ada banyak orang, tapi ruang geraknya masih relatif leluasa sih.

Booth Nusantaranger
Selain Nusantaranger, ada juga booth si Juki (dan Tuti kalau saya tidak salah) dan booth Re:ON yang etalasenya termasuk paling panjang di dalam tenda ini.

Papoy~

Pyramid Head
Nah, cosplayer yang satu ini sebenarnya teman saya. :))

Meskipun saya tidak bisa melihat wajahnya, tapi karena beberapa hari sebelum HelloFest dia memberitahukan akan cosplay jadi apa, saya langsung mengenali begitu berpapasan di dalam tenda ini dan langsung saya todong foto sebelum nanti dia dikerubuti orang yang minta foto.

Ada juga yang memajang benda imut begini


Keluar dari tenda Polar A, saya menuju tenda Polar B yang berada di seberangnya.

Foto di atas menunjukkan deretan booth, bagian depan tenda Polar B, dan langit mendung.

Cuacanya membuat saya sedikit was-was dengan acara ini kalau hujan benar-benar turun.


Ini sekilas situasi di dalam tenda Polar B. Tidak terlalu jauh berbeda sih dengan tenda Polar A, tapi di bagian ujung tenda ini ada meja-meja Indie Pop yang isinya adalah "merchant gerilyawan" yang berjualan produk fanmade atau original (tapi tidak sebesar yang di Polar A). Salah seorang teman sekantor saya membuka lapak di deretan Indie Pop tersebut.


Foto dagangannya secara keseluruhan. Teman saya yang satu ini jenis yang membuat barang untuk fandom serial barat, seperti Sherlock, Adventure Time, dan Doctor Who. Dan jika diperhatikan, ada The Hobbit juga di sana. :D



Nah, untuk yang deret ini, ini adalah bagian titipan teman lain (teman sekantor saya juga). Seberapa banyak orang yang membuat merchandise dari Gravity Falls dan The Legend of Korra?


Nah kalau yang ini adalah hasil karya teman saya yang fasih mengolah clay menjadi strap handphone. Yang hitam-hitam itu dari anime Haikyuu! yang tayang di season kemarin. Yang kuning itu anak ayam unyu pada umumnya.

Kepanasan di dalam tenda Polar B (saya bersaksi bahwa sebutan "tenda sauna" di beberapa artikel/postingan blog terkait HelloFest adalah benar adanya), saya dan teman saya memutuskan untuk ngacir mencari tempat ngadem. Kami akhirnya berakhir di selasar bangunan yang kalau berdasarkan petunjuk arah adalah tempat yang difungsikan sebagai "theater".

Di sana, kami didatangi panitia yang meminta tolong kami untuk mengisi angket terkait acara ini. 


Stiker itu adalah ucapan terima kasih karena telah mengisi angketnya.

Lalu kemudian ... saat masih ngadem, saya melihat ...

... PYRAMID HEAD YANG LAIN!


Siapapun cosplayer itu, dia sungguh luar biasa karena berani tampil telanjang dada begitu!

Saya hanya sempat memfoto saat dia berjalan saat itu, tapi kemudian saya bertemu lagi dengannya saat kembali ke tenda Polar B.


Dari depan, helm piramidnya agak terlalu pipih sepertinya.

Sekarang ... saatnya mengumbar foto-foto cosplayer!

COSPLAYER KOSTUMASA

Hatsune Miku (edisi bule)

Yang dari webseries RWBY

Kalau dari kostumnya sih Alice (?)
Checkpoint dan tempat penjurian (?)

Miku dan Rin edisi Senbonzakura!
(ini pertama kalinya saya ketemu yang cosplay jadi Miku Senbonzakura,
kostum putih edisi kover album pula)

Gundam
(tipe entah apa, saya bukan pemirsa setia Gundam)

Aiden Pearce dari Watch Dogs

Protagonis Persona 3

Yuzuriha Inori dari Guilty Crown

Female Protagonist dari Persona 3 Portable
(dan Pikachu versi manusia nyempil di kanan)
Saya harus lebih liat sikon lagi lain kali memburu cosplayer untuk difoto ... *facepalm*

Kalau saya memfoto cosplayer di tempat ramai, orang-jelata-non-cosplayer kemungkinan besar tidak sadar kalau dia sedang melewati cosplayer yang pasang pose.

Haseo Xth Form dari .hack//G.U.
(sayang tidak ada yang jadi Tri-Edge)

Colossal Titan ... dengan mahkota bunga!
Saya menyesal karena kurang sigap mengejar cosplayer Hiro dari Big Hero 6 dan kelompok cosplayer dari serial Avatar (The Legend of Aang dan The Legend of Korra sekaligus!). :v

FOTO BONUS



Saking sibuknya memasak dan melayani pelanggan, mbak-mbak itu tidak sadar kalau stok makanannya diincar kucing. :P

KESIMPULAN (kenapa jadi kayak dokumen tugas akhir???)

Saya tahu ini postingan super telat. Di sosial media sudah banyak beredar tentang betapa kacaunya HelloFest tahun ini, terutama terkait e-money Mandiri yang "dipaksakan" (yang pemberitahuan cara pakainya tidak oke sehingga para penjual kembali lagi menggunakan transaksi tunai), cosplayer yang diperlakukan semena-mena oleh petugas keamanan yang tidak ramah (untung saya tidak berurusan dengan petugas keamanan yang katanya rese itu), tenda sauna (BENER BANGET, kapan lagi saya keluar dari tenda dan merasa udara di luar lebih dingin?) dan ... toilet.

Nah kalau toilet, saya mengalami tuh.

Saya pergi ke toilet portable yang minim air dan pintu bilik tempat saya berada sempat menjeplak terbuka karena tidak sengaja tersenggol dari luar. Untungnya saat itu posisi saya berada di belakang pintu, jadi bisa langsung saya dorong balik hingga pintu menutup.

Teman saya mengeluhkan soal akses wudhu bagi yang hendak sholat. Dia terutama ngomel berat waktu tahu di toilet portable tidak boleh wudhu.

Saya sih menduga alasan tidak boleh wudhu di toilet portable adalah:
  1. Air di sana minimalis. Buat nyiram kloset aja susah payah.
  2. Bilik sepertinya tidak punya saluran pembuangan air di lantainya. Kalau dipakai wudhu, air akan menggenang dan bakalan membanjir keluar.
Tapi sayangnya panitia sepertinya tidak tahu soal itu dan mereka tidak menyediakan alternatif tempat wudhu yang cukup nyaman.

Mudah-mudahan saja HelloFest tahun depan bisa lebih nyaman, gitu aja deh dari saya.

Tidak ada komentar: