Senin, 27 Desember 2010

Fantasy Fiesta 2010 (Part 2: Behind My Story)

Postingan yang satu ini masih merupakan kelanjutan posting "special edition" dalam rangka euforia Fantasy Fiesta 2010. Pada saat postingan ini dimuat, buku-bukunya seharusnya sudah tersebar cukup merata di kota-kota besar di Indonesia. :D :D




Di belakang setiap kejadian pasti ada cerita. Itulah yang akan saya bahas kali ini, khusus secara narsis memilih diri sendiri sebagai objek ceritanya. :D :D

Before The Showdown

1. Cerita yang ada di kumpulan cerpen Fantasy Fiesta 2010 adalah cerita kedua yang saya buat untuk lomba Fantasy Fiesta 2010
Betul sekali. Cerita pertama yang rencananya akan dimasukkan ke ajang Fantasy Fiesta 2010 merupakan potongan prolog dari salah satu proyek yang masih berupa rencana. Beruntung saya tidak langsung mengirimkan cerita tersebut, tapi terlebih dahulu memajangnya di blog dan di Goodreads untuk melihat penilaian dari beberapa orang teman. Salah satu komentar yang saya dapatkan dari hasil "test the water" ini membuat saya "histeris": "Buset! Cerita yang elu bikin kok temanya persis kayak yang gw bikin buat dimasukin ke sana???"

Tentu saja karena cerita yang dari segi tema mirip, terlalu mirip, atau malah nyaris sama akan mengurangi penilaian di mata juri, saya langsung memutuskan untuk menarik mundur cerita yang telah saya buat tersebut dan berusaha secepatnya memikirkan cerita baru untuk diikutsertakan. Saat itu waktunya sekitar satu minggu lagi hingga pendaftaran ditutup.

2. Cerita kedua dibuat dalam waktu kira-kira 1 hari
Alasannya? Menghabiskan lebih banyak waktu untuk memikirkan dan mematangkan idenya sebelum akhirnya waktu yang tersisa jadi kurang dari 1 minggu. Waktu cerita selesai dibuat, nyaris tidak ada proses editing yang terlalu lama sebelum akhirnya dikirimkan ke e-mail panitia lomba. Sesudah dikirim baru deh terasa kacau balaunya perasaan karena deg-degan dengan penilaian di antara cerita-cerita lainnya.

3. Judul cerita yang akhirnya dikirim berasal dari hasil bengong di depan lemari buku
Di antara deretan buku yang ditaruh di lemari, ada satu buku karya John Boyne dengan kover bergaris-garis kelabu-biru kusam dan putih. Judulnya, The Boy in Striped Pyjamas--Anak Lelaki Berpiama Garis-garis.

Itu sebabnya judul cerita yang akhirnya saya setor berjudul "Anak Lelaki dan Si Pengubah Wujud". :P Judul yang kata teman saya kurang "wah".

After The Showdown

Awalnya ada rencana untuk membuat extended edition dari cerita yang sudah disetor, sebagai "pembalasan dendam" terhadap kuota 3000 kata yang diterapkan sebagai peraturan lomba. :D Tapi akhirnya rencana tersebut dibatalkan karena cerita terpilih untuk dimasukkan ke dalam kumpulan cerpen Fantasy Fiesta 2010.

Hal-hal mendetail yang bermunculan dalam rangka membuat extended edition:

1. Ferrida
Ferrida, Sang Kepala Suku, adalah karakter pertama yang awalnya tidak direncanakan muncul dalam cerita. Untuk versi extended yang akhirnya ada di buku, Ferrida dimunculkan dengan peran tidak sebanyak rencana semula karena keterbatasan halaman.

Ferrida adalah adik kepala suku terdahulu, menggantikan kakaknya atas titah dari sang kakak sendiri. Sebelum menjadi kepala suku, Ferrida tergabung sebagai salah satu anggota kelompok "spesial" yang bertugas menangani para Pengubah Wujud yang gila. Wanita yang sering kali berbuat nekat jika berkaitan dengan keluarganya atau sukunya ini adalah seorang Pengubah Wujud dengan wujud serigala. Geddaro pernah berhadapan dengan Ferrida ketika dikuasai kegilaan, nyaris kehilangan kaki karena Ferrida mengigitnya agar ia tidak bisa melarikan diri.

Model karakter Ferrida didasarkan pada Fang dari game PS3 Final Fantasy XIII. Hal yang mempertautkan Fang dan Ferrida yang muncul sekilas di cerita adalah tombak. Ferrida tengah mengerjakan tombak untuk berburu ikan di cerita yang dimuat di kumcer.

Ini gambar Fang dari Final Fantasy XIII:



Tidak ada gambar untuk Ferrida karena dia bukan pemeran utama cerita. :P

2. Hemmala
Hemmala adalah Sang Dukun Suku. Cukup bayangkan seorang nenek tua yang rambut panjangnya berwarna putih semua, itulah Hemmala. Hemmala sebenarnya baik hati, tapi galak dan tidak segan menggebuk siapa pun yang dianggapnya berbuat salah mulai dari anak didiknya sampai sang kepala suku. Banyak yang menduga Hemmala sebenarnya seorang Pengubah Wujud dengan wujud burung gagak, tapi tidak ada yang pernah melihatnya berubah wujud.

Hemmala sama sekali tidak dimunculkan di versi kumpulan cerpen.

3. Junnita-Junnito
Kembar perempuan dan laki-laki yang seusia dengan Mattao. Keduanya sama-sama anak didik Hemmala. Sebenarnya yang secara sadar ingin menjadi murid sang dukun adalah Junnita, tapi ternyata dia tidak berbakat menangani hal-hal yang berkaitan dengan perdukunan, sementara kakak laki-lakinya--Junnito--yang sebenarnya tidak berminat pada perdukunan justru dipilih sendiri oleh Hemmala untuk menjadi muridnya karena terlihat berbakat. Junnita paling sering menjadi korban tongkat Hemmala yang berat karena dianggap kurang cepat tanggap pada pelajaran sang dukun.

Junnita masih sempat muncul tanpa nama disebutkan di cerita versi buku.

4. Ikat kepala
Ikat kepala adalah identitas paling mendasar untuk suku-suku yang ada. Seseorang dapat diketahui berasal dari suku mana dengan melihat corak pada ikat kepala serta warna corak tersebut. Ikat kepala Mattao bercorak segitiga dengan warna hijau, menandakan bahwa ia adalah anggota suku yang tinggal di area hutan di gunung.

Perkecualian dalam peraturan penggunaan ikat kepala diberlakukan untuk para Pengubah Wujud dan buronan. Para Pengubah Wujud tidak mengenakan ikat kepala, karena rentan terlepas atau sobek pada saat mereka berubah wujud. Sebagai gantinya, ikat kepala penanda suku diikatkan di lengan atau digunakan seperti kalung di sekeliling leher. Para buronan, sebagai simbolisasi bahwa mereka tidak diterima oleh suku mereka sendiri karena kesalahannya, sama sekali tidak boleh mengenakan ikat kepala yang memiliki corak serta warna suku tertentu. Sebagai gantinya, para buronan ini diberikan ikat kepala yang polos.

Oh, rite, ada sedikit artwork yang dibuat oleh teman saya. Ilustrasi karakter ini sebenarnya dibuat untuk alasan promosi Fantasy Fiesta 2010. Saya meminta tolong pada salah satu teman saya (SD, SMP, SMA :P) yang saya tahu punya kemampuan lebih dalam hal mewarnai menggunakan pensil warna. Seperti yang sudah diduga, hasilnya ternyata memang oke punya. :D Memuaskan. Dan menurut saya pewarnaan menggunakan pensil warna memang pas dengan nuansa karakter cerita. :D

2 komentar:

Danny mengatakan...

Ga mau bikin karakter kembar ketiga, Juu? Namanya Junnishi. XD XD

Juno Kaha mengatakan...

Junnita-Junnito-Junnishi? :D :D

Itu gak sesuai ama aturan naming yg gw set sih jadinya kalo ada nama Junnishi. :))

Hehe.